
Pranggg
Syazani tidak sengaja menyenggol foto pernikahannya dengan Reagan di meja kerjanya, ia menatap berling-berling kaca itu dengan tatapan kosong.
" Astagfirullah, Mbak... "berlari kecil menghampiri syazani
" Mbak, gak kenapa-napa kan? ucap Mirna sembari membawa syazani duduk di sofa
" A aku tidak tahu mir, perasaanku tidak enak, a aku... "
" Mbak istighfar, Mbak yang tenang ya, ni minum dulu mbak" ujar Mirna menyuguhkan segelas air putih di depannya
"Kaca-kacanya aku bersihkan dulu ya mbak" syazani membalas dengan anggukan.
" Ya allah, ada apa ini, kenapa perasaan ku semakin tidak tenang, ya allah lindungilah suamiku" batin syazani, ia seperti merasakan sesuatu yang terjadi, tapi apa???
Tok... tok.. tok
" Masuk" ucapnya
" Mbak, di depan ada costumer kita ingin menemui mbak" ucap dewi dengan sopan.
Melihat ruangan bosnya terlihat berserakan dengan berling-berling kaca membuatnya menyerngit, ia penasaran, tapi tidak ada keberanian untuk menanyakannya secara langsung.
" Iya dewi, suruh aja mereka menunggu di ruang tamu ya! " seru syazani
Melihat itu, mirna khawatir dengan bosnya, karena keadaan bosnya sedang tidak stabil.
"Mbak apa tidak sebaiknya Mbak istirahat saja dulu, biar saya yang bantu melayani" ucap Mirna pelan khawatir membuat syazani tersinggung
__ADS_1
Syazani membalas dengan senyuman, ia paham dengan maksud Mirna.
" Insya Allah, Mbak bisa mir"
Syazani perlahan keluar dari ruangannya dan menuju ruang tamu yang tidak jauh jaraknya dari ruangannya.
Ia sedikit terperanjat kaget melihat siapa yang duduk di sana, ada sepasang kekasih yang tengah duduk berdampingan namun saling diam.
Ia berjalan dengan mengembangkan senyumannya untuk menyapa pelanggannya, ia mempunyai prinsip ketika bekerja ia harus bisa bersikap profesional,ia tidak ingin menampakkan wajah khawatirnya di depan orang.
" Assalamualaikum " sapanya ramah
" Wa'alaikumussalam "jawab mereka serempak
" Sudah lama menunggunya kak? " tanya syazani
" Tidak begitu sya" ujar fikry, sedikit nervous berhadapan dengan syazani namun tidak ia nampakkan.
"Ini, pasti calon tunangan kakak kan? hai kak, namaku syazani, adik ipar kak fikry"
clara yang mendengarnya sedikit terkejut, karena sejauh ini, fikry belum ada menceritakan tentang adiknya kalau sudah menikah.
" Hai juga, namamu cantik sekali seperti orangnya"
" Kakak bisa saja, nama kakak siapa?" tanya syazani ramah
" Aku clara, senang bertemu denganmu syazani"
" Panggil saja sya kak! "
__ADS_1
Mereka pun menjelaskan maksud tujuan mereka menemui syazani yaitu untuk membuatkan desain baju couple yang biasa di pakai untuk acara pertunangan, karena dalam jangka sebulan lagi mereka akan mengadakan pertunangan,dengan senang hati syazani menerimanya.
Kini kedua pasangan itu telah pergi, tinggal lah syazani sendiri, sembari mengutak atik benda pipihnya melihat beberapa foto-foto suaminya.
"Mas telepon aku, hatiku tak tenang, kamu sedang ngapain di sana"ucap syazani ngawur
Terdengar suara sepatu hels masuk mendekati tempat syazani duduk, dia antara bingung dan takut untuk memberitahukan kabar buruk tentang keluarga bosnya.
Flashback
Setelah kepergian syazani, mirna cepat -cepat menyelesaikan berling-berling kaca yang berserakan di lantai kerja bosnya, namun ia sedikit kaget ketika mendengar suara pekikan benda pipihnya, di lihat nya ada nama bu lisa, ia menyengit heran, tidak biasanya bu lisa Menelponnya.
" Bu lisa? ada apa ya? " batin mirna
" Assalamualaikum bu? " sapa Mirna sopan
" Wa'alaikumussalam mir, mir syazani ada?
" Ada bu, tapi sedang bertemu dengan pelanggan di ruang sebelah bu,"
"Mir, ibu minta tolong, bilangin ke syazani untuk cepat pulang ya, "
" Iya bu, tapi kalau saya boleh tahu ada apa ya bu? "
Terdengar suara isakan dari sebrang sana, namun ntah siapa yang menangis ia tidak tahu,membuat Mirna bingung, bercampur khawatir, bunda lisa pun menceritakan kejadian yang menimpa keluarganya hari ini, mendengar cerita bunda lisa, mirna pun jadi ikut menangis.
" Mir suruh ia segera pulang ya, dan ibu minta tolong, jangan dulu di kasih tahu, ibu takut terjadi apa -apa dengan sya di tengah jalan" ucap bunda lisa
" Baik bu, saya turut berduka ya bu" ucap Mirna, setelah mengucap salam bunda lisa pun mematikan secara sepihak.
__ADS_1
Flashback off