
" Yang... kamu kenapa??? tanya reagan menghampiri istrinya
Yang di tanya masih terdiam, tanpa izin dari si pemilik hp reagan mengambil benda pipih syazani dari tangannya dan membacanya, tidak ingin melihat istrinya sedih ia langsung merangkul sang istri untuk menguatkannya.
Pagi itu semua orang sudah menunggu mereka turun untuk makan bersama, syazani ia mencoba untuk tegar, dan ia mengusahakan pagi ini tidak membuat semua orang cemas.
" Pagi ma, pagi pa, pagi kak" sapa reagan
" Pagi sayang" jawab mama virni
Sekilas mama virni memandang syazani seperti ada masalah yang ia tutup, syazani padahal sudah mencoba untuk menutupinya, namun tetap saja ia tidak dapat menutupi rasa kegelisahannya sebelum bertemu dengan kedua orang tuanya.
" Ini enak sekali" Ungkap papa al secara tiba-tiba saat menyuap nasi goreng ke mulutnya
"Iya, ini kamu yang masak sayang? tanya mama virni
Syazani yang di tanya hanya menganggukkan kepala melihat itu reagan pun ikut menyendokkan nasi ke mulutnya
" Hmmm, ma!! pa!! aku nggak salah pilih memilih istri, enak sayang"(matanya sekilas memandang sya)
__ADS_1
Berbeda dengan pria yang duduk di depan sya, tidak ada komentar satu pun yang keluar dari mulutnya, ia hanya diam fokus menghabiskan makanannya sampai tiada sisa, ketika ia hendak beranjak papa al memanggilnya.
" Fikry, ikut ke ruang kerja papa, ada yang ingin papa bicarakan" ucap papa al seketika ia berdiri dari kursinya
Seperginya,papa al dan kakaknya Reagan yang sejak tadi menikmati makanannya, seketika ia menurunkan sendok dan garpunya lalu memandang sang mama tengah menyendokkan nasi ke mulutnya
" Ma, papa mau membicarakan soal apa dengan kak fikry? " tanya Reagan penasaran
" Paling papamu mau membicarakan tentang perusahaan gan, sekalian papa mencoba membujuk kakak mu untuk menerima perjodohan dengan putrinya pak baskoro"
" Ha? mama yakin kak fikry mau? " tanya reagan
Sekilas memaandang wajah sya, yang sejak tadi diam tidak ada komentar satu pun, dan jika di lihat dari wajahnya ia seperti sedang memikirkan sesuatu itulah yang saat ini di baca oleh mama virni
" Sya, kamu kenapa sayang??? wajahnya kelihatan gelisah gitu, kamu sedang memikirkan apa nak? tanya mama virni
"Ayah ma" seketika ia tak dapat membendung tangisannya
" Kenapa dengan ayahmu sya? " mama virni seketika terkejut mendengar kabar dari menantunya
__ADS_1
" Jantung ayah kumat lagi ma, tadi sya mendapat kabar dari bunda, sekarang ayah sudah di larikan ke rumah sakit" jawab reagan sembari mengelus pundak sang istri
" Ya sudah kamu jangan sedih, setelah ini kita sama-sama ke sana ya nak, kamu doakan semoga ayah mu tidak kenapa-kenapa ya sayang" ucap mama virni menenangkan
Berbeda dengan dua pria yang berbeda usia kini mereka duduk saling berhadapan dengan raut wajah yang tidak bisa di baca,selesai membahas tentang perusahaan papa al ingin menyinggung tentang perjodohan yang sudah ia atur beberapa hari yang lalu.
" Fikry, papa tahu kamu saat ini sedang mencintai seorang wanita" ucap papa al terang -terangan
Ya Papa al beberapa bulan yang lalu ia menyelidiki putera sulungnya melalui orang kepercayaannya karena ia merasa ada sesuatu yang di tutupi oleh putera sulungnya ketika membicarakan soal perjodohan ia selalu menghindarinya membuat papa al ikut turun tangan.
Sentak fikry memandang wajah ayahnya
" Papa harap kamu bisa melupakannya nak, masih banyak wanita yang lain di luar sana, papa ingin kamu membuka hati untuk putrinya pak baskoro, papa yakin dia wanita yang baik" Pinta papa al penuh harap
" Tapi pa... aku belum bisa" jawab fikri
" Papa harap kamu bisa, sore nanti jam empat sore kamu temui clara di caffe x ok, tidak ada kata penolakan fikry" jelas papa al
Mendengar ucapan papanya, fikry hanya bisa menghembuskan nafas panjang
__ADS_1