
Kini keduanya saling berpelukan, dengan suasana hati yang menghangat, mama virni, ia sudah menganggap sya seperti anak nya sendiri, dari pertama reagan membawa sya ke rumah ini, ia merasa bahagia, ia seperti memiliki seorang putri apalagi kini reagan sudah menikahi syazani rasa bahagia itu semakin terlihat.
Sementara di lain tempat, kedua lelaki yang usianya berbeda jauh kini sedang menikmati kopi di ruang keluarga, sembari menonton televisi, ya setelah makan malam bersama bi inem sempat mengantarkan pesanan majikannya.
" Gan, apa rencanamu setelah ini? tanya papa al serius sembari meletakkan gelas di atas meja
" Reagan akan membawa syazani ke rumah dinas pa, dan syazani sudah menyetujuinya" jawab Reagan sembari menyesap kopi nya
" Baguslah, kini kalian sudah berumah tangga pesan papa, jaga dan lindungi syazani, jika kamu pergi dinas keluar bawalah syazani ke rumah biar ada temannya" ujar pak al
" Baik pa" jawab reagan patuh
" Gan, jangan kamu suruh istrimu ber kb ya, papa dan mama tidak setuju, karena papa tidak mau apa yang dulu pernah terjadi kepada mamamu, terulang kembali jika dia sudah hadir di rahim istrimu maka kamu harus terima, paham" tungkas pak al
" Iya pa, kami tidak ada rencana ber kb, malah kami ingin segera memberi mama dan papa cucu" ujar reagan
" baguslah nak, papa senang mendengarnya, usia papa dan mamamu sudah tidak muda lagi, kini yang kami inginkan dari kalian segera memberikan kami cucu (ujarnya sambil tertawa,ketika menyebutkan kata cucu) tapi jika belum di kasih, juga tidak apa-apa jangan tergesa-gesa"
***
__ADS_1
Kini reagan dan syazani telah berada di dalam kamar sembari duduk di atas kasur dengan posisi kepala syazani menyender di atas bahu Reagan sedangkan tangan kanan Reagan memeluk pinggang syazani dan tangan kirinya memegang tangan kanan syazani.
" Sayang... apa kamu sudah siap jika ia sudah tumbuh di sini" tanya Reagan memastikan
"Kamu kenapa bertanya seperti itu?" tanya syazani santai
"........." diam
Kini posisi syazani sudah berubah, ia duduk tegap mengarah sang suami seraya memandang wajah suaminya
"Semua wanita jika di kasih kepercayaan ia pasti sangat senang, begitu juga dengan ku mas, jika ia sudah hadir di sini ( sembari mengelus lembut perutnya) maka aku akan menjaganya"
" Terima kasih sayang, ( sambil mengecup kening istrinya), yang bulan madu kamu ingin kemana? tanya reagan
" Hmmm, aku pinginnya si di rumah aja, toh membuatnya juga sama-sama di kasur" jawab syazani polos
" Mas serius lo yang... " gemas Reagan mendengar jawaban istrinya
"Iya, aku juga serius lo"
__ADS_1
"Yakin, mau di sini aja? " goda reagan sembari mendekati wajahnya ke wajah istrinya
Melihat reaksi suaminya, sya langsung gelagapan, mau kabur tapi tidak bisa karena saat ini posisinya sudah terkunci oleh kedua tangan reagan.
" Sya... malam ini kita buat cucu untuk mama dan papa ya! " ajak Reagan yang terdengar suara berat seperti sedang menahan yang di bawah sana
Syazani hanya mengangguk, dan malam itu terjadilah malam panas mereka yang kedua kalinya setelah di kamar hotel.
ceritanya di skipp ya kak!!!
Di Sepertiga malam syazani terbangun ia merasa tenggorokannya kering, ia pun terbangun, namun melihat penampilannya yang kini acak-acakan, ia pun memperbaikinya dengan mata yang masih terasa mengantuk, melihat suaminya masih nyaman dengan tidurnya, ia pun berjalan keluar kamar dengan mengenakan baju tidur dengan lengan panjang dan kepalanya di balut dengan jilbab sorong, selangkah demi selangkah ia pun menuruni anak tangga, berjalan menuju dapur.
Prangggg
Terdengar suara mangkuk terjatuh dari arah dapur, ia pun terkesiap, berjalan mengendap-ngendap seperti maling dengan kedua tangan memegang gagang sapu mencari tempat asal bunyi
teplaak taplak teplak
"Auwhhh, aampuuun" merintih kesakitan
__ADS_1
"Suara itu (batin syazani) "