
Sesampai di rumah utama, ia di sambut oleh bunda lisa, yang sejak tadi menunggunya, dan di lihatnya ada ayah biru, kak fikry beserta calonnya di ruang keluarga dan terakhir ia melihat mama virni tengah menangis dalam rangkulan papa al, ia mendekati mama virni, dan bersimpuh di kaki mama virni.
"Ma..., mama kenapa???" tanya syazani lembut
Mendengar pertanyaan dari menantunya membuat ia semakin menangis.
" Pa, ada apa dengan mama"
" Kamu duduk dulu sayang, kamu baru sampai"
Di perhatikannya satu persatu orang yang di sana, semuanya mengeluarkan air mata, "ada apa ini"batinnya, di hampirinya bunda yang sejak tadi menahan tangisannya.
" Bun, jelaskan pada sya, ada apa ini, kenapa kalian semua pada menangis?"
Bunda Lisa tidak sampai hati memberitahu kabar buruk yang menimpa anaknya, ia pun menangis di dalam pelukan ayah biru.
" Ayah.. " ucapnya lembut
" Kak fikry..., kasih tahu sya, ada apa ini? "
" Sya... sini nak" ajak papa al
Syazani dengan patuh menghampiri papa al, dan duduk di sebelah kirinya.
" Kamu harus ikhlas ya sayang"
__ADS_1
"Ikhlas? pa, tolong ada apa sebenarnya? "tanya syazani tidak sabar
" Suami mu sayang" jawab papa al pelan namun masih terdengar
" Kenapa dengan mas Reagan pa? mas Reagan baik-baik saja, beberapa hari yang lalu kita telponan, ia bilang ia akan pulang"ucapnya sedikit khawatir " ada apa ini? " tanya nya menghiba
Papa al, melihat menantunya seperti menghiba ia semakin tak kuat memberitahu kebenarannya, fikry yang sedari tadi berdiam akhirnya ia pun membuka mulutnya.
" Suami mu gugur sya, saat ini jenazahnya sedang di urus di sana dan besok akan sampai ke jakarta" ucap fikry to the point dengan membelakangi syazani, karena ia tak sanggup melihat keterpurukan adik ipar nya.
duarrrrrr
Seperti tersambar petir, tubuhnya mendadak mati seketika, kakinya terasa lemas tak berdaya, air mata mulai mengalir di pipinya.
" Ini tidak benar kan kak?" di liriknya kak fikry, orang yang di tanya masih membelakanginya, " lihat sya kak, ini tidak benar kan? ucapnya sendu
" Kenapa semuanya tidak ada yang menjawab? " teriaknya
Namun semuanya tidak ada yang berani membuka mulut, mereka tidak sampai hati melihat syazani semakin terluka
"Ini pasti prank,iya kan? aku pasti sedang di prank" ucapnya dengan tertawa sumbang
" Sya, benar nak, suami mu meninggal, dia meninggalkan kita semua nak "ucap mama sembari terisak kembali mengingat berita yang ia lihat tadi
Flash back
__ADS_1
Mama virni seperti biasa hari-harinya jika papa al keluar, ia pun menghidupkan televisi, dan menonton bersama asisten rumah tangganya jika mereka sudah menyelesaikan tugas, tapi jika belum selesai seperti hari ini mama virni menonton televisi sendiri, bertepatan ia membuka chanel tv one, yang berisi tentang berita, dan saat itu berita tentang peperangan yang terjadi di perbatasan, hatinya semakin tidak karuan, ketika di kabari pejuang tanah air ada beberapa orang yang meninggal, badan nya langsung menegang, ketika mendapati nama anaknya tertera salah satu pejuang yang gugur di medan perang, ia pun menjerit histeris, bi ijah yang sedang memasak pun spontan terkejut mendengar jeritan mama virni, di matikannya kompor ia pun langsung menghampiri majikannya.
" Bu, ada apa bu? tanya bi ijah khawatir
" Reagan bi!! anak ku meninggaaaal, huwaaaa, anak ku biiii" isak mama virni
Bi ijah membawakan mama virni ke dalam pelukannya, ia pun memanggil manggil majikannya, namun tidak ada pergerakan, ia pun segera memanggil lena salah satu art di rumah itu, mereka membawa mama virni ke sofa dan menidurinya di sana.
Lena bertugas mencoba menyadari majikannya, sedangkan bi ijah bertugas menelepon papa al, namun tidak di angkat, ia coba nelpon fikry namun tidak aktif, akhirnya ia menelepon bunda lisa, bertepatan bunda lisa di depan rumah mama virni, sembari membawakan makanan.
" Bu... syukurnya ibu datang!!!" ucap bi ijah mempersilahkan besan tuan rumah masuk
"Ada apa bi? muka bibi kok terlihat tegang begitu? "tanya bunda lisa
" Bu virni bu, pingsan"
"Astaghfirullah, kenapa bisa bi? tanya nya langsung berjalan cepat menghampiri besannya"
" Jeng... " ucapnya
" Sudah berapa lama jeng virni pingsan bi? tanya bunda lisa
" Barusan bu"
Ia pun berusaha untuk menyadari ibu mertua anaknya, ada sekitar lima belas menit dengan bantuan minyak kayu putih mama virni pun sadar.
__ADS_1
Flash back off