
" Bun... bagaimana keadaan ayah???" tanya syazani khawatir
" Syukurnya ayahmu lekas di bawa ke rumah sakit sya, sehingga ayah mu masih bisa tertolong, kalau tidak... " tidak sanggup bunda lisa mengutarakannya ia pun menangis mengingat kejadian sebelumnya.
Ya kini syazani beserta keluarga suaminya setengah jam yang lalu sudah sampai di rumah sakit tempat ayah biru di rawat.
Syazani mencoba memeluk sang bunda untuk memberi kekuatan ingin sekali ia menanyakkan penyebabnya namun melihat kondisi bunda belum stabil ia pun mengurungkannya.
" Bun,,, Insyaa Allah ayah sehat, kita doakan ya" ucap syazani menenangkan bunda lisa
Kini ayah biru masih di ruang icu karena kondisinya masih kritis, syazani masuk di temani sang suami untuk melihat kondisi ayahnya,sedangkan papa al dan mama virni, serta fikry mereka hanya bisa melihat dari kaca karena penjenguk yang masuk di batasi, melihat kondisi sang ayah hati syazani seperti teriris, ayah yang selalu ada untuk nya, kini terbaring dengan alat bantu ia ingin sekali menangis, tapi ia urungkan karena saat ini ia masih di ruang icu.
__ADS_1
" Yah, bertahan lah, untuk sya untuk bunda, sya mohon, ayah pasti kuat, ayah pasti bisa melewatinya, bangun lah yah, sya ada di sini" Ungkap syazani.
Melihat istrinya mulai tidak stabil, Reagan pun membawa syazani keluar, setelah keluar dari ruang icu, syazani tidak dapat membendung tangisannya ia pun menangis di dada sang suami.
Pria yang sedari tadi menyaksikan keduanya ikut meringis, hatinya terasa teriris melihat wanita yang ia sukai secara diam-diam,kini menangis di tambah lagi perilaku adiknya yang selalu ada di sisi wanita itu, hatinya sedikit terbakar, tapi ia sadar ia hanya kakak ipar tidak lebih, ia pun langsung pergi dari tempat itu untuk menenangkan hatinya.
Pemandangan itu tidak lepas dari penglihatan papa al, di sini ia dapat melihat dengan jelas, ternyata anak sulungnya benaran menyukai istri adiknya, selaku orang tua ia merasa sedih melihat salah satu anaknya tersiksa, ia pun mencoba bersikap sewajarnya.
"Bun, sebenarnya apa yang terjadi? " tanya syazani lembut ketika suasana sudah stabil
Bunda lisa terlihat menarik nafas panjang,lalu memandang wajah anaknya.
__ADS_1
"Tadi pagi ayah mendapat kabar, pabrik kita di kota m mengalami kebakaran nak" Imbuh bunda lisa sembari menangis
"Innalillahi, Bagaimana bisa bun? " tanya sya
"Bunda juga tidak tahu nak!!! "ujar bunda lisa
"Yasudah masalah ini jangan bunda fikirkan, sya tidak ingin bunda ikut sakit, bunda dari tadi pagi belum ada makan kan? ini sya bawakan untuk bunda, tadi sebelum ke sini sya sempatin belikan ini untuk bunda, di makan ya bun... " Ujar syazani sembari membuka bungkusan nasi yang di tangannya.
Bunda lisa senang melihat putrinya, yang kini semakin dewasa, ini adalah hari pertama mereka makan bersama setelah syazani menikah, namun tiada ayah biru membuat sedih itu semakin mendalam.
Berbeda dengan lelaki yang kini mencoba meredam kekesalannya sejak tadi, ia pergi ke tempat biasa yang membuat hatinya tenang sejenak yaitu ruang olahraganya di sana terdapat banyak alat salah satunya alat tinju, sedari tadi ia memukuli samsak dengan sekuat tenaganya sembari meracau yang tidak jelas.
__ADS_1