Takdir Cinta Sya

Takdir Cinta Sya
Merasa bersalah


__ADS_3

syazani segera mencari saklar lampu, dan menghidupinya seketika ia terpelongok melihat orang yang ia gebuki pakai gagang sapu barusan.


" Kak fikry... "( panggilnya sembari menggigit bibir bawahnya, seketika tubuhnya lemas )


fikry yang masih merasa kesakitan, merasa kesal dengan ulah adik iparnya yang sudah berani memukulinya.


Flashback


Seorang pria tengah memandang jalanan yang ada di kota s sembari menghisap batang rokoknya yang hendak habis, yang tidak lain adalah fikriyaldamsyah anak pertama dari mama virni dan papa al.


"Jun, malam ini kamu siapkan penerbangan untuk saya, saya mau pulang"


"Baik pak"


Tugas mereka sudah selesai, orang yang menjadi dalang semua masalah kini sudah di ketahui, dan sedang di proses hukum.

__ADS_1


" Kamu berangkat besok pagi, pastikan ia mendekam di jaruji, paham"


"Baik pak, akan saya pastikan mereka mendekam di penjara"


Malam ini, fikry sengaja tidak memberitahu keluarganya pulang, ia hanya menghubungi pak kerto (supir pribadi rumah utama) untuk menjemputnya di bandara x karena hari juga sudah larut malam. Sesampainya di rumah utama, ia langsung menaiki tangga dan menuju kamarnya yang dengan jarak dua pintu dari kamar Reagan dan ruang kerjanya.


Sesampai di dalam kamar, ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang kian lengket, setelah mandi ia merasa tenggorokannya kering, dan jam sudah menunjukkan pukul 03.00 wib, ia pun segera menuju dapur, ia sengaja tidak menghidupkan lampu karena ia hanya mengambil air minum, ketika ia membuka pintu kulkas, ia di kejutkan mangkuk stenlish terjatuh karena ulah si miney ( kucing kesayangannya).


Belum lagi jantungnya kembali normal, ia harus menerima serangan secara tiba-tiba.


***


Kini mereka sudah di ruang keluarga, tidak hanya Fikry dan syazani saja namun juga ada reagan dan kedua orang tuanya. Kini mama virni sedang mengobati belakang badan fikry yang sedikit memerah.


Jeritan suara fikry sampai terdengar di kamar kedua orang tuanya dan juga Reagan, Reagan yang masih samar-samar mendengar suara itu ia bermaksud ingin membangunkan istrinya, namun ia tidak menemui istrinya hingga di kamar mandi juga tidak ada,ia pun langsung keluar kamar begitu pula dengan sang mama dan papa, keduanya langsung tersentak karena kamar mereka tidak terlalu jauh dari dapur, mereka pun langsung keluar kamar dan melihat kejadian.

__ADS_1


Syazani merasa bersalah ia memeluk suaminya dari samping dan wajahnya ia serunduki di bidang dada suaminya. Ia pun menjelaskan semuanya dengan sedikit isakan.


"Sudah, tidak apa-apa, kamu yang tenang ya" bisik sang suami menenangkan


" Sya, sudah tidak apa-apa nak, ini luka kecil kok, besok juga fikry sembuh, kamu juga tidak sengaja" ujar mama virni menenangkan sya, habis mengobati putra sulungnya


Kini syazani sudah agak tenangan,ia pun memberanikan diri untuk meminta maaf kepada kakak iparnya.


" Kak, sya minta maaf ya, sya tadi tidak tahu kalau tadi itu kakak, sya berfikir kakak itu maling, makanya sya gebukin saja pakai gagang sapu, maafin sya ya kak"ucapnya namun masih menundukkan wajah tidak berani menatap wajah fikry


Mendengar permintaan maaf adik iparnya, fikry serasa ingin tertawa tapi ia urungkan, karena ia mencoba untuk bersikap sewajarnya.


Sekilas fikry memandang wajah syazani


" Kamu gak usah khawatir, sudah kak maafin" setelah mengucapkan itu ia langsung beranjak ke kamar tidak lupa membawa seceret air putih serta gelasnya.

__ADS_1


__ADS_2