Takdir Cinta Sya

Takdir Cinta Sya
Menata hati


__ADS_3

Untukmu sayang


Dariku yang selalu mencintaimu, Reagan Al-damsyah


Assalamualaikum bidadariku...


Sya...maafin mas ya sayang, mas sangat mencintaimu bahkan cinta ini akan mas bawa sampai mas mati, kamu jaga diri baik-baik ya sayang, di jaga anak kita dengan baik, I Love U my sweety...


Wassalam


Setelah membaca isi surat dari almarhum suaminya, ia menangis dengan sesenggukan, hatinya menahan rindu namun jiwa tidak dapat bertemu, mamang asep yang melihat melalui kaca spion mobil merasa ibah melihat majikannya seperti ini.


" Non, saya mengerti bagaimana perasaan non, saya juga dulu pernah merasakan kehilangan seperti non ini, tapi berlarut dalam kesedihan juga tidak baik non, karena menangis bukan jalan membuat kita tenang, malah semakin terpuruk, kirim doa non, semoga bapak tenang di sana" akhirnya mang asep membuka mulutnya.


Ucapan mamang asep memang ada benarnya,pikir syazani, ia pun menghapus air matanya lalu menyimpan secarik kertas itu di dalam tasnya, saat ini ia memang belum bisa mengikhlasin kepergian suaminya, karena menurutnya terlalu cepat Reagan meninggalkannya.


*****


Mirna yang melihat syazani turun dari mobil dan berjalan masuk, ia langsung bergegas menghampirinya.


" Assalamualaikum" ucap syazani dengan mengembang senyuman yang beberapa minggu ini hilang

__ADS_1


" Wa'alaikumussalam mbak" ucap Mirna yang tak kalah senang melihat syazani kembali lagi ke butik ini


" Mir, ke ruangan ku sekarang ya" ajak syazani


" Baik mbak" ucapnya dengan patuh


Kini keduanya telah sampai di ruangan syazani, syazani langsung menghempaskan bokongnya di kursi kebesarannya, kini perutnya sudah mulai kelihatan sedikit membuncit Membuatnya ingin terus-terusan mengelus si calon buah hatinya.


" Mbak, ini semua laporannya " ucap Mirna sembari menyerahkan semua laporan baik harian maupun yang mingguan.


Ya subuh tadi syazani mengatakan ia akan masuk ke butik, dan ia ingin melihat semua laporan selama ia tidak masuk.


" Baik terima kasih ya mir, selama Mbak tidak masuk, apa ada kendala?"


" Alhamdulillah, Mbak senang mendengarnya, baiklah kamu sudah bisa kembali lagi mir"


" Baik Mbak, kalau begitu saya keluar " Ucap mirna namun ia seperti enggan melangkahkan kakinya ia balikkan badannya mengarah syazani karena ingin memastikan sesuatu yang sedari tadi ingin ia tanyakan.


" Apa ada sesuatu mir? "tanya syazani lembut


" Hmm, nggak ada mbak, cuma ingin memastikan saja are you oky Mbak???" tanya Mirna merasa tidak enak

__ADS_1


Syazani yang melihat itu ia hanya bisa menghela nafas lalu tersenyum


" Insya Allah i'am oky mir" ucap syazani tersenyum


" Alhamdulillah, kalau ada sesuatu Mbak bisa panggil saya, saya mah... siap-siap aja atuh menjadi pendengar setia nya mbak" ucap Mirna setelah mendapat anggukan syazani ia pun berlalu keluar dari ruangan tersebut.


*****


"Pak.... ini berkasnya yang tadi bapak minta, pak... " sedari tadi joni memanggil fikry namun, orang yang sedari tadi di panggilin tidak menyahut, jasad nya ada namun fikiran lelaki itu entah kemana, akhirnya joni memberanikan diri untuk menyentuh pundak sang bos, sehingga fikry sedikit menoleh dengan wajah datarnya.


" Maaf pak saya tidak sopan, bapak sejak tadi saya panggilan namun tidak ada sahutan" ucap joni sedikit takut


" Iya gak apa-apa, maaf saya tidak mendengarnya"ucapnya lalu beralih ke berkas yang barusan ia terima.


"Bapak lagi ada masalah?" tanya joni kikuk


"Iya jon, saya bingung kata apa yang tepat agar kedua orang tua clara bisa mengerti keputusan saya"


" Maksudnya? " ucap joni bingung, lalu ia sedikit menerka-nerka namun tidak berani untuk mengatakannya.


Fikry seakan tahu, dengan pemikiran joni, di liriknya orang yang di hadapannya kini diam termangu seakan ada yang di pikirinya, tidak ingin terjadi kesalahpahaman fikry langsung membuka mulut sebelum joni melontarkan pertanyaan yang non faedah menurutnya.

__ADS_1


" Saya tidak ingin meneruskan acara pertunangannya jon" ucap fikry datar


__ADS_2