Takdir Cinta Sya

Takdir Cinta Sya
Anak ayah dan bunda


__ADS_3

Tiga hari yang lalu ayah biru selamat dari masa kritisnya, dan kini ia telah di pindahkan di ruang vip, atas permintaan reagan selaku suami syazani menginginkan perawatan khusus untuk ayah mertuanya. Di saat bunda menyulangi ayah biru, seketika pintu terbuka menampilkan seorang yang sejak beberapa hari ini selalu menemani mereka ya, siapa lagi kalau bukan putri mereka syazani.


"Assalamu'alaikaikum ayah.. bunda.... " sapa syazani sembari menyalim bunda lisa dan mencium pipi sang ayah.


" Wa'alaikumsalam sayang, kamu sendirian nak? Reagan mana?" tanya bunda sambil melirik ke arah pintu.


" Iya bunda, sya sendirian, mas reagan sudah dua hari yang lalu sudah mulai bertugas" ucap syazani sembari meletakkan buah-buahan yang ia bawa.


" oh gitu, ya sudah kamu temani ayah dulu ya bunda mau mencari sarapan di kantin " Ujar bunda lisa sembari merapikan pakaiannya.


" Bunda, ndak usah ke kantin, ni sya bawain sarapan untuk bunda, kita sarapan bareng ya, tadi sya sengaja tidak sarapan banyak di rumah, karena teringat bunda hehehe" ucap syazani sembari membuka beberapa rantang yang ia bawa.


" Hmmm, anak ayah.... terima kasih ya sayang" ujar ayah biru


" Anak bunda juga kali yah... " ungkap bunda lisa tidak mau kalah


" Anak ayah dan bunda kaliiiii, kalau cuma anak ayah aja dari mana sya keluarnya? ledek syazani terhadap sang ayah

__ADS_1


Mendengar ucapan anaknya, mereka pun akhirnya tertawa bersama, melihat ayah dan bundanya tertawa lepas seperti ini membuat syazani ikut senang, ya sejak beberapa hari yang lalu, dokter sudah menyarankan agar ayah biru jangan dulu banyak pikiran, karena itu akan memengaruhi kesehatannya, dan usahakan membuat ia selalu tertawa dan bahagia.


Selesai syazani menemani bunda lisa sarapan, kini ia mendekati ayahnya.


" Ayah.... masih ada yang sakit kah??? " tanya syazani ambigu


"Tidak ada sayang, ayah malah merasa sudah baikan, ayah pengin cepat-cepat pulang" ucap sang ayah menghiba


" Jangan dulu ayah, ayah belum sepenuhnya pulih, tunggu beberapa hari lagi ya yah.... " seru syazani


" Iya ayah, betul itu kata anaknya, ayah harus pulih dulu " sahut bunda lisa menghampiri keduanya.


Ayah biru hanya mengangguk patuh


" Ayah harus banyak makan buah, karena buah itu baik untuk kesehatan ayah" cerocos syazani sembari mengelus-elus tangan sang ayah.


" Iya nak!!! mana buah nya bun... ayah mau dung!! " ujar sang ayah

__ADS_1


Bunda lisa pun dengan telaten menyulangi sang suami


" Sya... bagaimana pernikahanmu dengan reagan nak?? " tanya sang ayah


" Aku bahagia yah, mas reagan orang nya baik, penyayang, ayah jangan mengkhawatirkan aku, aku sudah bahagia yah, mendapat suami yang baik, juga mertua yang baik" senyum syazani mengembang ketika mengingat prilaku mama virni terhadapnya.


Tidak lama mereka bercengkerama mama virni datang bersama papa al, dengan membawa bingkisan.


" Bagaimana kabarnya besan? " tanya papa al lembut


" Alhamdulillah, sudah lumayan baikan besan" jawab ayah biru sembari tersenyum


" Saya ikut prihatin atas kejadian yang lalu, syazani sudah menceritakannya ke saya, besan jangan khawatir saat ini putra sulung saya sedang mencari tahu siapa orang di balik kejadian itu"ucap papa al


" Terima kasih ya besan, saya tidak tahu lagi harus bagaimana kalau tidak ada besan, saya berhutang budi terhadap besan dan keluarga"


" Itu jangan besan pikirkan, itu sudah kewajiban kita saling membantu, sekarang fokus untuk kesehatan dulu" ucap papa al

__ADS_1


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih ya besan"


__ADS_2