
Ada nomor baru yang tidak di kenal masuk ke handphone syazani, pekikan pertama ia abaikan, pekikan kedua kalinya ia abaikan juga, menurutnya gak penting sehingga ia mengabaikan panggilan masuk begitu saja, namun yang ketiga kalinya akhirnya ia angkat.
"Halo Assalamualaikum, dengan siapa?
" Wa'alaikumussalam sya..., ini mas sayang"
deg
Badan syazani terasa lemas ia tidak tahu harus bagaimana mengkondisikan dirinya, apakah ia harus kesal atau bahagia ketika mendapat telpon dari seseorang yang selama ini ia tunggu kabarnya.
" Sya... kamu dengar mas sayang" tanya reagan
" Ehemm, iya mas, sya dengar" ( seketika air mata kerinduannya meluncur begitu saja)
" Kamu apa kabar sayang?, maafin mas ya baru memberi kabar, mas rindu kamu sayang, di sini susah jaringan yang"
" Mas tahu, aku dari semalam memikirkan mas, aku khawatir mas kenapa-napa, mas tega sama sya, kenapa baru ini telpon sya, mas cepat pulang, aku juga rindu sama mas, sroooot"
Yang di sana tersenyum bahagia mendengar jawaban sang istri tercinta.
__ADS_1
" Mas belum bisa pulang sayang, kamu jaga diri baik-baik ya, di jaga kesehatannya, selama mas tidak ada kamu gak apa-apa kan kalau di temani bunda atau mama atau kak fikri mengecek kandungan?
" Kenapa mas? apa mas tidak merindukan aku? seketika pertahanannya jebol juga ia tidak dapat membendung tangisannya
" Bukan begitu yang, kamu jangan nangis, doakan saja mas dari sana, agar mas segera pulang, sya... dengerin mas, kamu di sana jangan nakal ya, dan mas pasti akan pulang, mas gak bisa berlama-lama, karena sebentar lagi mas akan kembali tugas, salatnya jangan tinggal ya sayang, sya nomor ini jangan di simpan ya, karena ini mas pinjam nomor kawan di sini"
" Iya mas, mas juga di jaga kesehatannya ya, sya sayang mas, jangan lama-lama pulangnya"
" Iya sayang, I love you my wife"
"I love you too my herooo"
Tok... tok... tok
Syazani berjalan membukakan pintu kamarnya, terlihat bunda lisa berdiri di hadapannya dengan raut wajah khawatir.
" Nak, kamu baik -baik saja kan? "tanya bunda
Syazani langsung menghamburkan badannya ke pelukan sang bunda, dan menangis dengan sesunggukan.
__ADS_1
" Mas Reagan bun!!! "
"Iya,kenapa dengan Reagan nak? "
"Mas Reagan tadi nelpon sya"
Sore itu syazani pun menceritakan kepada bundanya, hanya bunda lah yang saat ini tempatnya untuk mencurahkan perasaannya. Mendengar kabar anak mantunya dari sang anak hati bunda lisa terasa legah, namun, jauh dari lubuk hati bunda lisa, ia merasa kasihan terhadap anaknya, melihat kondisi sang anak tengah hamil muda namun, tidak di dampingi sang suami, membuat hatinya sedikit tercubit.
" Bunda senang, melihat kamu seperti ini sayang, jangan murung-murung lagi ya, kasihan anak mu nanti,sekarang perasaanmu sudah lebih enakan?"
" Alhamdulillah sudah bun" sembari tersenyum
" Ya sudah, salat magrib dulu, bunda tunggu di mushala ya"
Syazani mengangguk patuh, setelah mengajak anaknya bunda lisa langsung beranjak pergi ke kamarnya untuk besiap-siap.
" Bun... dari mana? tanya ayah dengan posesif
" Dari kamar syazani yah, bunda besiap-siap dulu ya yah"
__ADS_1
Semua sudah berkumpul di mushalah, dan kini mereka tengah melaksanakan salat magrib berjama'ah yang di imami oleh ayah biru.