Takdir Cinta Sya

Takdir Cinta Sya
Mimpi buruk


__ADS_3

" Dor... dor... dor"


"Akhhhh"


"Mas reagaaaaaaan" jerit syazani


Dilihatnya samping kanan dan kiri, seperti orang linglung dan ketakutan,keningnya tengah bercucuran air keringat, bajunya terlihat basah terlihat ia barusan mendapat mimpi buruk namun seperti nyata, seketika tangisan pecah di ruangan itu.


" Sya.... sya" suara gedoran pun terdengar dari luar kamar


Bunda Lisa yang sedang membantu bi ijah di dapur sampai terperanjat pergi menuju kamar syazani, namun tidak ada tanda-tanda pintu terbuka, bunda lisa menjadi panik, bertepatan ayah biru datang sambil berlari-lari kecil menghampiri istri dan art nya.


" Bun, ada apa dengan syazani? tanya ayah khawatir


" Bunda juga tidak tahu yah, tiba-tiba saja terdengar suara jeritan dari sya, makanya bunda dan bi imah langsung ke mari"


" Sya buka pintunya nak" seru bunda


" Bi ambil kunci cadangan di laci nomor dua cepetan" ujar bunda lisa


" Sya... sayang ini ayah buka pintunya nak"

__ADS_1


Bi ijah berlari-lari sambil membawa kunci cadangan kamar syazani, pintu berhasil di buka, terlihat syazani seperti ketakutan dengan badan meringkuk, dan tangisan memecah kesunyian pagi itu.


"Sya... sayang, ada apa nak? " tanya bunda lisa lembut


Bunda Lisa melirik ke arah bi ijah, seakan paham apa yang di minta majikannya, ia pun keluar kamar dan pergi ke dapur mengambilkan air minum untuk nona nya.


Seperginya bi ijah, dengan sesenggugukan, syazani menceritakan mimpinya barusan kepada ayah dan bundanya.


Berbeda di rumah utama.


Ada seorang anak kecil berlari-lari datang ingin kepelukan sang mama, seakan ingin mengatakan sesuatu, ia berlari -lari namun perjalanannya terasa begitu jauh, mama virni telah membentangkan kedua tangannya namun anak kecil ini, terasa begitu lama menghamburkan ke pelukannya, di lihat nya di belakang anak kecil itu terlihat ada seorang pria bertubuh besar dan tinggi, ia datang membawa senjata, dan menembakkan ke si anak, sehingga terlihat anak kecil itu terjatuh dan memanggil mamanya dengan badan berlumuran darah.


"Ma... mama.. ma"


" Syukurnya hanya mimpi" gumamnya


" Mama mimpi buruk lagi?" Tanya papa al sembari menyesap keringat di kening sang istri


" Iya pa...,semakin ke sini perasaan mama semakin tidak enak pa" ungkap mama virni


" Apa yang mama khawatirkan? " tanya papa al

__ADS_1


" Gak tahu pa, seperti ada sesuatu yang membuat hati mama gak tenang, coba papa telepon anak-anak, pa" pinta mama virni menghiba


Melihat wajah istrinya, papa al tidak sampai hati tidak menuruti keinginan sang istri pagi itu ia menelepon fikry dan Reagan, sudah dua hari belakangan ini fikry, ia lebih memilih pulang dan tidur di apartemennya, karena jarak apartemen dengan kantornya berdekatan, sehingga ia lebih memilih tinggal di apartemen.


"Fikry ia bilang di apartemen, dan baik-baik saja, nanti sore ia usahakan pulang ke rumah, mama yang tenang ya!!! "


" Reagan bagaimana pa?"


" Reagan dia kan sedang bertugas ma, saat ini belum bisa di hubungi, bukankah besok dia akan pulang?, mama yang tenang ya, insyaa allah anak-anak kita dalam lindungan Allah"


" Aamiiin"


*****


" Kapten, sarapan dulu sudah di tunggu oleh tim" ujar sersan agus


" Baiklah gus, kalian duluan la, sebentar lagi saya menyusul" ujar reagan


Di peluknya foto sang istri, seraya bergumam


" Aku rindu padamu sya, teruslah mengingatku sayang, besok kita akan bertemu, mas tidak sabar yang"

__ADS_1


duarrrrrr


dor... dor... dor


__ADS_2