Takdir Cinta Sya

Takdir Cinta Sya
Izin ke butik


__ADS_3

Selepas membaca surat dari mendiang adiknya fikry menghapus bulir-bulir air yang sejak tadi membasahi pipinya, ia masih tidak menyangka adiknya pergi dengan secepat ini.


" Kakak janji dek, kakak akan menjaga mama, papa dan juga sya serta anak mu, kakak janji akan membuat mereka bahagia, kamu tenang di sana ya dek" ucap fikry dengan sendu.


Saat ini yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana cara untuk mengambil hati adik iparnya, mengenai clara mungkin itu masih bisa di bicarakan nanti.


Suara deringan ponsel membuatnya tersadar dari lamunannya, di raih nya benda yang sejak tadi berdering di atas meja kerjanya, tulisan mama tertera di layar ponselnya ia langsung memencet tombol hijau dan mendekatkan ke telinganya.


" Halo assalamualaikum ma... "


"........"


" Fikry alhamdulillah sehat, mama sudah bagaimana? "


"......."


"Alhamdulillah, mama cepat sembuh ya, nanti kalau ada waktu lenggang fikry pasti datang menjenguk mama, mama fokus kesembuhan mama dulu ok! " ucap Fikry

__ADS_1


Setelah telponan dengan panjang lebar menanyakan kabar dan tidak lupa menanyai kabar tentang menantu kesayangannya akhirnya mama virni memutuskan telepon dengan cara sepihak.


Usai menerima telepon dari mama nya, fikry sedikit termenung dengan ucapan mamanya barusan.


" Sering lihatin syazani ya fik, mama dan papa belum bisa pulang karena kesehatan mama belum benar pulih, mama titip syazani sama mu ya nak! " ucap mama virni dari sebrang


" Ya allah, apa ini? kenapa semuanya pada mendekati ku dengan sya? sudah jelas dulu aku mencoba untuk menghindarinya, bahkan sampai menerima clara walaupun sebenarnya sangat sulit menerimanya, tapi apa ini? aku sangat bersyukur ternyata engkau masih memberiku kesempatan untuk mendekatinya terima kasih ya Rabb! ucap batin fikry


Sejenak la teringat dengan adiknya, di liriknya secarik kertas yang sejak tadi di genggamannya.


" Apakah kamu ikhlas dek, kakak dekat dengan sya, apakah kakak termasuk orang jahat, karena kakak mengambil sya dari mu? gumam fikry pelan, ia seperti terombang ambing dengan pemikirannya.


" Sya... besok kita chek kandunganmu ya nak! " ajak bunda lisa lembut


Sejenak ia terdiam, lalu mengiyakannya hatinya masih berkabung dalam kesedihan tapi ia ingat pesan bundanya kemarin, ia harus bangkit kembali dan tidak bersedih lagi.


Usai sarapan, ia izin ke butik ya sudah lebih dua mingguan syazani menutup dirinya di kamar, dan kini ia harus bisa bangkit dan semangat lagi, walau tidak sesemangat seperti dulu.

__ADS_1


" Bun, yah... syazani izin ya hari ini ke butik"


Ayah biru dan bunda lisa saling pandang lalu tersenyum kecil, bahagia melihat anaknya tidak mengurung diri lagi.


" Iya sayang, tapi di antar sama mang asep ya"


" Iya bun"


Usai meminta izin keduanya syazani bergegas ke kamarnya untuk bersiap-siap, ketika ia memilih salah satu pakaian ia teringat waktu di pemakaman salah satu rekan suaminya memberikan secarik kertas "tapi di mana" pikirnya


Langkah kakinya menuju meja nakas samping ranjangnya ia cari di laci pertama tidak ada, laci kedua sama juga laci ke tiga baru ketemu, ia pun menghembuskan batasnya dengan panjang " akhirnya" ucap batinnya


Namun di liriknya jam sudah menuju ke angka delapan, di pangkuannya secarik kertas itu ke dalam tasnya ia pun besiap-siap untuk berangkat.


Karena penasaran dengan isi surat itu, ia membukanya tepat di dalam mobil yang di supiri oleh mamang asep, di bukanya lipatan kertas tersebut, belum lagi membaca isinya ia sudah menitikkan air mata, karena ia tahu surat itu dari sang suami.


***Untuk mu sayang

__ADS_1


Dari aku yang selalu mencintaimu, Reagan Al-damsyah***


__ADS_2