
Setelah beberapa hari kepergian reagan, syazani lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar, kepribadiannya yang dulu secara drastis bisa berubah dengan begitu cepat, ia saat ini menjadi wanita yang pendiam, pemurung dan suka menyendiri. kedua orang tuanya selalu cemas memikirkannya.
Sedangkan kedua mertuanya setelah semingguan kepergian reagan mereka lebih memilih untuk tinggal di luar negeri untuk sementara waktu, karena mama virni, setelah kepergian reagan ia lebih sering sakit-sakitan, sehingga papa al yang sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya membawanya ke singapura.
Fikry ia tidak bisa meninggalkan urusan bisnisnya, sehingga ia lebih memilih untuk tinggal di apartemen yang sejak dulu jarang ia singgahi.
" Sya... buka pintu nya sayang, ini bunda nak" ujar bunda lisa
Lama menunggu akhirnya pintu pun terbuka, bunda lisa melihat kamar syazani yang begitu berantakan, ia hampiri anak semata wayangnya yang kini berdiri di depan jendela, entah apa yang ia pandang namun penglihatan bunda lisa pemandangan itu terasa hampa, tatapan itu kosong, tidak ada lagi raut kebahagiaan di wajah anaknya, di raihnya pundak syazani, syazani yang merasa pundaknya di sentuh ia hanya melihat sekilas.
"Nak, bunda tahu apa yang kamu rasakan saat ini, jika bunda di posisi kamu, mungkin bunda juga melakukan hal yang sama, tapi setelah bunda fikirkan itu juga tidak baik untuk kesehatan cucu bunda" ujar bunda lisa sembari mengelus perut syazani yang mulai sedikit membuncit
" Dia juga butuh perhatianmu nak, hanya dia yang saat ini kita punya, Reagan meninggalkan buah hatinya bersama kita, setidaknya kamu juga harus memperhatikannya sayang"
__ADS_1
tes... (setitik air menetes di pipi syazani, ia lirik wajah bundanya dengan teduh)
"Kita tidak boleh egois sayang, ada nyawa di dalam sini ( menunjuk perut syazani dengan lembut) yang harus kamu perhatikan"
" Reagan sudah tenang nak, jika kamu menangis seperti ini, ia juga ikut tersiksa sayang, nak.... ingat setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dan kita harus terima dengan ikhlas, walau perpisahan membuat kita sedih, Reagan butuh doa dari mu nak, bukan dengan air mata " ucap bunda lisa untuk menyadari anaknya yang sudah seminggu ini menyendiri di dalam kamar
Mendengar ucapan bundanya syazani langsung menghamburkan badannya ke pelukan sang bunda, ia menangis dengan sesunggukan, sungguh pemandangan ini sangat menyayat hati siapa saja yang melihatnya begitu juga dengan ayah biru, yang sejak tadi memperhatikan anak dan istrinya, ia juga ikut menitikkan air mata di ambang pintu yang terbuka lebar.
Fikry sejak tadi sibuk mencari sesuatu yang ada dua minggu lebih ini ia lupakan, terlihat sudah kamar yang begitu rapi, kini sudah beracak-acakan, ia lari ke ruang kerjanya di bukanya laci pertama namun sama tidak dapat, beralih ke laci kedua, kakinya terasa lemas, dan ia pun tersenyum kecil, " akhirnya dapat juga" ucap batinnya
Ia beralih ke kursi kebesarannya dan duduk di sana, sembari membuka selembar kertas yang pernah di amanahkan oleh salah satu prajurit mendiang adiknya,
dengan perlahan ia membuka amplop yang berisi surat tersebut.
__ADS_1
To : Kakak ku Fikry Al-damsyah
Assalamualaikum
Kak, bagaimana kabarmu? aku sangat merindukan mu kak, apalagi di saat aku bertugas kita sangat jarang berjumpa, berjumpa paling masih bisa terhitung ya kak?
*Kak, dulu aku terlalu cengeng ya? sehingga ada orang yang mengganggu ku aku selalu mengaduh ke kakak, hehehe itu dulu, sekarang tidak lagi, karena Reagan yang dulu cengeng kini sudah menjadi Reagan yang tegas itu semua karena didikan papa dan Kakak, terima kasih ya kak.
kak, aku tidak tahu, apakah aku bisa kembali atau pergi untuk selamanya, di sini aku bertugas untuk membela negeri ku kak, aku sangat senang, tapi jika aku pergi untuk selamanya ku mohon jaga mama, papa dan istri dan anak ku ya kak, aku titip mereka denganmu, aku sangat menyayangi syazani kak, hanya kakak orang yang aku percayai untuk menjaga mereka.
Jika kakak membaca surat ini berarti aku sudah tidak ada lagi di dunia ini kak, sekali lagi ku titip sya dan calon buah hati kami ya kak, sayangi syazani seperti aku menyayangi nya ya kak.
Wassalam*.
__ADS_1