
×TAKDIR HIDUP×
PART 1
'Hidupku hancur saat peristiwa itu terjadi. Peristiwa itu membuat hidupku berantakan. Bukan hanya teman yg meninggalkanku. Bahkan keluarga dan kekasihku sendiri. Andai takdir hidupku bisa ku ubah sendiri. Akan ku hapus takdir mengenai peristiwa yg amat perih itu' batin Ragini.
"Ibuuuuu" panggil seorang anak kecil.
"Kenapa sayang? Apa kau mimpi buruk lagi?" tanya Ragini cemas.
"Ibu, kata ibu aku punya ayah kan, bu? Mengapa aku tak pernah bertemu ayahku? Ibu, teman-temanku mengejekku dengan sebutan 'anak haram'. Ibu, apa benar yg mereka katakan? Kata kakak temanku 'anak haram' itu memiliki arti yg tidak baik bu. Aku bukan 'anak haram' kan, bu?" ucap gadis kecil itu lirih.
Ragini langsung berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan gadis kecil itu. Memeluknya sangat erat dan tangisnya pun pecah saat anak sekecil itu harus mendapatkan hinaan dari teman-temannya.
Hati Ragini sakit mendengarnya, anaknya memang tak mengerti mengenai arti 'anak haram' yg di katakan oleh teman temannya.
Tapi Ragini?
Dia merasa amat pilu, hatinya hancur saat anak yg sangat ia sayangi di hina seperti itu.
Ingin rasanya Ragini memberi pelajaran ke pada semua anak yg sudah menghina anaknya tapi bukankah itu sangat lucu jika Ragini yg melakukannya?
Ragini seharusnya melaporkan kepada wali murid atau orang tua anak itu agar menasehati anak anak mereka jangan sampai menghina anaknya lagi. Ragini masih terisak saat mendengar tangisan anaknya itu.
Jika ia ingat siapa pria yg waktu itu menodainya, ingin rasanya ia menghampiri dan membunuhnya. Karena dirinya hidup Ragini dan si kecil Meera menderita.
"Sayang, sudah kau jangan tanggapi ejekan temanmu itu ya, kau itu anak yg baik, kau bukan 'anak haram' suatu saat nanti kau akan bertemu dengan ayahmu. Biar nanti kita beri pelajaran kepada mereka yg sudah mengejekmu yah" ucap Ragini sambil memberikan semangat kepada anaknya.
Meera hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum, Meera pun memeluk ibunya lagi dengan erat.
"Aku sangat menyayangimu ibu. Jika mereka memiliki ayah dan ibu, Meera memiliki satu orang ibu yg bisa sekaligus menjadi ayah untuk Meera, Meera bangga dengan ibu" ucap Meera sambil mengecup pipi Ragini.
Ragini pun tersenyum lega melihat anaknya yg kini sudah ceria seperti semula.
***
__ADS_1
#FLASHBACK
"Kakak ayo kita pulang, aku tak nyaman berada di tempat ini" rengek Ragini kepada kakaknya.
Namun kakaknya tak menghiraukannya, malah pergi menari bersama kekasihnya.
Lampu yg gemerlap, suara musik yg kencang serasa menusuk gendang telinga, asap rokok yg ada dimana-mana, serta bau alkohol yg sangat menyengat membuat Ragini benar-benar tidak nyaman berada di tempat seperti ini.
Jika kakaknya tak memohon kepada Ragini untuk menemaninya. Ragini mana mungkin mau menginjakkan kaki nya di tempat 'laknat' seperti ini.
Kakak Ragini seringkali memanfaatkan Ragini agar ia memiliki alasan untuk bertemu dengan kekasihnya.
Dan bahkan malam ini Tapasya meminta Ragini menemaninya untuk berpura-pura jika dirinya menghadiri pesta ulang tahun temannya bersama.
Namun nyatanya Tapasya malah membawa Ragini ke tempat ini. Ragini benar benar kesal di buatnya, ia selalu menjadi alat untuk mempermudah kakanya mendapatkan ijin untuk pergi.
Padahal orang tua mereka tak menyukai Tapasya berhubungan dengan kekasihnya itu. Karena orang tua mereka beranggapan jika kekasih Tapasya tidak pernah serius, ia hanya memikirkan kesenangannya saja.
Namun Tapasya yg keras kepala tak mau menuruti perintah orang tuanya. Dia masih menjalani hubungan secara sembunyi sembunyi dengan Sidd.
Dan kini Ragini pun di manfaatkan kembali oleh Tapasya agar dia bisa bertemu dengan Sidd. Tapasya tak memperdulikan mengenai Ragini. Yg terpenting baginya dia dan Sidd kini bertemu.
Ragini perlahan menuju sebuah kursi bar. Dia duduk disana sangat lama. Pada saat pelayan menanyakan ia ingin memesan apa, Ragini hanya bilang ia kehausan dan ingin meminum sesuatu yg enak.
Pelayan tersebut pun memberikan wine kepada Ragini. Ragini pun menegak nya dengan cepat hingga tak terasa 3 gelas wine sudah dia habiskan.
Ragini merasakan kepalanya sangat pusing dan berat sekali. Tak terasa kini di sampingnya ada seorang pria yg tersenyum kepadanya. Ragini yg sudah mabuk tak melihat dengan jelas siapa pria yg di sampingnya kini.
Pria ini memapah tubuh Ragini keluar dari club lalu membawanya ke sebuah kamar hotel. Pria itu tersenyum sinis saat melihat lekukan tubuh Ragini yg amat sangat menggoda.
Naluri lelakinya pun terbangun, yg ada di pikirannya kini hanya menuntaskan hasratnya. Memuaskan nafsu dengan tubuh mungil yg di miliki wanita ini.
Perlahan pria itu mendekat dan membelai pipi wanita itu menatap lekat wajahnya dan pria itu tersenyum lebar.
"SEMPURNA" gumamnya.
__ADS_1
Pria itu pun mulai membuka seluruh bajunya dan kini dia beraksi membuka seluruh pakaian yg di kenakan Ragini.
Dan pria itu membenamkan 'miliknya' ke dalam 'milik' Ragini. Pria itu mengerang kenikmatan saat ia sudah sampai di puncaknya.
Ia memeluk tubuh wanita yg sudah memuaskan nafsunya lalu mendekat dan mencium lama bibir ranum wanita itu. Lalu pria itu memakai kembali pakaiannya. Dan meninggalkan surat dan gelang berinisial namanya. Pria itu berbalik mendekat ke arah wanita itu dan mengecup keningnya lembut.
"Jika kita berjodoh, suatu saat nanti kita akan bertemu kembali nona" ucapnya pelan sambil tersenyum dan meninggalkan wanita itu sendiri di hotel.
***
Tapasya panik saat ia menyadari bahwa Ragini menghilang. Tapasya tadi melihat Ragini berjalan ke kursi bar namun saat dia bertanya kepada pelayan di situ, pelayan tersebut mengatakan jika Ragini di bawa pergi oleh kekasihnya.
Tapasya pun panik, ia sangat takut jika terjadi sesuatu kepada adiknya. Entah mengapa Tapasya mempunyai feeling tak enak langsung menuju kamar hotel di lantai atas untuk menemukan keberadaan Ragini.
Tak lama setelah ia bertanya kepada Receptionist hotel ia menemukan sosok Ragini yg tertidur dengan selimut menyelimuti seluruh tubuhnya dan Tapasya melihat ada noda bekas darah di sprei tempat tidur itu.
Tapasya shock dan menjatuhkan dirinya ke lantai. Entah apa yg akan dia katakan kepada adik dan orang tuanya nanti.
Tapasya memakaikan kembali baju Ragini. Dia lalu langsung membawa Ragini ke mobilnya.
Dalam perjalanan pulang Tapasya selalu meneriaki dirinya, dia amat menyesal mengajak adiknya ke tempat itu, terlebih lagi saat ia mengacuhkan adiknya seperti tadi, yg dia pikirkan hanyalah Sidd kekasihnya. Hingga akhirnya terjadi insiden dengan Ragini. Tapasya terus menangis sedari tadi. Ia bingung seolah merasakan kenyataan jika adiknya yg masih suci kini sudah ternoda. Jika dirinya yg ada di posisi Ragini, Tapasya mungkin akan melupakannya, karena ia sudah terbiasa melakukan hal itu dengan Sidd berkali-kali.
Tapi dengan Ragini?
Yg Tapasya tau Ragini sangat menjaga kehormatannya bahkan kekasihnya sekalipun tidak Ragini biarkan untuk menyentuhnya sebelum ada ikatan.
Di sela isak tangis Tapasya, Ragini pun bangun. Dia mulai tersadar dari mabuknya. Dia ingin pindah posisi duduk namun ia merakan ada yg aneh di bagian selangkangannya. Ia merasakan rasa perih di sana.
"Kakaaaaaak" teriak Ragini.
Tapasya pun menoleh ke arah Ragini, dia pun menatap adiknya tajam. Tapasya menepikan mobilnya sebentar untuk berbicara dengan Ragini.
Ragini menyadari dengan apa yg telah terjadi pada dirinya karena dia bukanlah anak kecil. Tapasya menatap lirih ke arah Ragini.
"Maafkan aku Ragini, aku tak bisa menjagamu" lirih Tapasya.
__ADS_1
Ragini hanya menangis dan meratapi nasibnya. Hidupnya benar benar sangat hancur. Ia tak bisa membayangkan kemarahan ayah dan ibunya. Tapasya menghampiri Ragini memeluknya erat dan berusaha menenangkannya.
Jangan lupa tinggalkan like dan komen yah.. 😘