Takdir Hidup

Takdir Hidup
Getaran


__ADS_3

Share lagi yah 😄😄


×TAKDIR HIDUP×


PART 11


Laksh sedang merenung di kamarnya, ia memikirkan kejadian yg barusan terjadi. Untuk pertama kalinya Laksh berani memeluk Ragini, mengusap airmatanya. Bahkan Laksh jg menangis untuk dirinya. Laksh sedari tadi setelah pamit dari rumah Ragini terus menerus mengutuki dirinya sendiri. Ia sangat menyesali apa yg dia perbuat kepada Ragini. Ia benar benar membuat Ragini kehilangan harapan akan hidupnya. Kehilangan orang orang yg dia cintai. Entah seberapa banyak lagi kesedihan yg selalu Ragini alami di hidupnya. Entah mengapa Dewa selalu menguji Ragini, selalu memberikan kesedihan kepada Ragini. Dan sekarang Dewa pun nampak nya sedang mempermainkan kembali takdir hidup Ragini. Setelah sekian lama Ragini bangkit dari keterpurukan di masa lalu nya, kini dia bertemu kembali dengan pria yg sudah 'merenggut kesucian' darinya. Entah apa yg nantinya akan dia lakukan, jika ia tau jika Laksh pria itu.


Laksh terus merenung dengan memandang langit di balkonnya. Tanpa terasa airmatanya menetes.


'Ya Dewa, kenapa baru sekarang kau pertemukan aku dengannya? Kau tau jika selama ini aku berusaha mati matian untuk mencarinya, tapi mengapa baru sekarang kau mempertemukan aku dengan dirinya?' gumam Laksh lirih.


Tiba tiba ada tangan yg menepuk bahunya. Laksh langsung menoleh. Dia tersenyum dan memeluk erat tubuh kakak nya, Adars.


Laksh sudah menceritakan tentang peristiwa kelam itu kepada Adars, Laksh menceritakan nya sehari setelah peristiwa itu terjadi. Laksh mendapatkan banyak pukulan yg di berikan oleh Adars. Walaupun dirinya dan Laksh sama sama sering mempermainkan wanita. Tapi untuk hal 'merenggut kesucian' seorang wanita, Adars tidak akan mengampuninya, Adars tidak akan menerima alasan apapun itu. Jika Adars tak mengingat Laksh adalah adiknya, mungkin dulu Laksh sudah mati di tangan Adars. Namun Laksh memohon kepada Adars untuk memberikan dia kesempatan untuk memperbaiki semua. Laksh pikir dia hanya akan mencari Ragini paling lama satu bulan dan menemukannya. Namun dia baru bisa bertemu kembali dengan wanita itu setelah 5 tahun lamanya.


Dan kini Laksh menyadari ulah dari yg di perbuatan Laksh, kehadiran Meera, seorang gadis kecil yg sangat cantik. Meera tumbuh dengan sempurna, dengan kasih sayang yg Ragini selalu berusaha untuk memberikan nya, kadang Ragini bisa memposisikan dirinya sebagai seorang ibu yg penuh kasih sayang dan kadang dia bisa menjadi seorang ayah yg selalu mencari nafkah untuk keluarganya.


"Kakak" ucap Laksh di sela tangisnya.


"Sudah cukup hei, kau ini pria jangan menangis seperti itu" ucap Adars menenangkan Laksh.


"Aku takut kak, jika Ragini mengetahui kebenarannya dia akan membenci ku dan menjauhkan aku dari Meera, aku gak bisa jauh dari anakku Kak" lanjut Laksh lirih.


"Kau harus berjuang Laksh, saat ini kau harus mengumpulkan keberanian mu untuk memberitahukan kebenaran nya dari Ragini, jika kau yg sudah 'mrenggut kesucian' nya" ucap Adars menyemangati.


PRANNKKK...


Adars dan Laksh pun menoleh saat mendengar suara nampan jatuh. Mereka kaget saat melihat Parineeta menjatuhkan nampan. Parineeta pun berjongkok untuk merapihkan nya. Laksh dan Adars pun saling menatap. Adars mengerti apa yg di maksud Laksh. Adars pun mengajak Parineeta untuk pergi.


****


"Ibu, ibu tidak kerja? Ibu lihat Meera udah bisa loh pakai baju sendiri" ucap Meera bangga.


Namun Ragini hanya tidur saja. Tak bangun sama sekalipun. Meera pun menangis khawatir, dia menggoyang goyangkan tubuh Ragini, tapi dia tak kunjung bangun. Meera menjadi semakin histeris.


Suara ponsel Ragini berdering. Meera langsung mengangkatnya.


"Ragini, hari ini aku ada meeting dadakan pagi ini, bisakah kau sendiri yg mengantar Meera ke sekolah hari ini?" ucap Laksh dari sebrang telpon.


Meera hanya terdiam dan terisak.

__ADS_1


"Ragini apa kau mendengarkan aku?" tanya Laksh khawatir karena Laksh mendengar isakan tangisMeera.


"Ragini, apa yg terjadi?" ucap Laksh dengan nada tinggi.


"Ayah, ibu sakit dia pingsan, badan ibu sangat panas Meera takut ayah" ucap Meera sambil terisak.


Laksh langsung terkejut.


"Sayang, kau tenanglah di rumah yah, ayah akan segera kesana" ucap Laksh panik dan memutuskan sambungan di telponnya.


Laksh terus berlari dan tak menghiraukan teriakan Anna yg bertanya kepadanya. Laksh hanya berlari kencang dan menuju mobilnya, lalu melajukan mobilnya dengan sangat cepat.


"Kakak ku mohon handle meeting ku, aku percaya kepada mu" Laksh men chat Adars.


Adars hanya menganggukan kepalanya dan mengerti.


****


"Meera, Meera, dimana kau?" teriak Laksh dengan nafas terengah saat tiba di rumah Ragini.


Meera langsung berlari memeluk Laksh, Laksh pun berjongkok dan menghapus airmata Meera.


"Sayang tenanglah, ayah sudah ada disini, ayah akan membawa ibu ke rumah sakit yah" ucap Laksh menenangkan Meera.


'Benar kata Meera suhu tubuh Ragini panas sekali, aku harus cepat membawa nya ke rumah sakit' gumam Laksh.


Laksh pun menggendong tubuh Ragini. Meera pun mengikuti Laksh di belakang. Dia masih terus menangis melihat kondisi ibunya.


Pikiran Laksh sangat kacau, ia merasa sangat panik saat ini. Meera terus menangis sedangkan Ragini tak juga sadar. Laksh melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit.


****


"Bagaimana dok?" tanya Laksh saat dokter sudah keluar.


"Tuan, istri Anda kekurangan cairan dan asupan makanan di tubuhnya, apakah anda tau kapan terakhir istri anda makan?" tanya dokter itu


Laksh hanya menggeleng.


"Ibu makan kemarin pak dokter" jawab Meera tiba tiba sambil terisak.


"Apakah dia berpuasa?" tanya dokter itu.

__ADS_1


"Tidak dokter, ini tidak ada perayaan jadi mana mungkin ibu berpuasa" jelas Meera.


Dokter itu pun tersenyum ke arah Meera


"Kau harus lebih memperhatikan istri Anda tuan, nampaknya dia sangat kelelahan dan tak sempat untuk makan dan minum, jadi tubuhnya menjadi sangat lemas. Saya sudah memberikan infus kepadanya agar tak kekurangan nutrisi. Saya permisi tuan" ucap dokter itu


Laksh hanya menatap kosong, lalu menghampiri Ragini yg kini terbaring lemah.


Meera memegang erat tangan Laksh, ia sangat sedih melihat ibunya seperti ini. Laksh mengusap lembut kening Ragini, lalu mengecup nya pelan. Tak terasa airmata Laksh jatuh di kening Ragini.


Hati Laksh sangat sedih melihat kondisi orang kini dia cintai.


Meera masih menangis menatap wajah pucat ibunya. Laksh memangku Meera agar dia bisa memegang pipi Ragini.


"Ibu cepat bangun yah, Meera kangen ma ibu" ucap Meera sedih.


Laksh sangat sedih dan menatap lirih ke arah Ragini.


****


"Sayang makan dulu ini" ucap Laksh kepada Meera dengan memberikan roti untuknya.


Meera hanya menggeleng.


"Meera akan makan setelah ibu makan ayah" ucap Meera.


Laksh pun berjongkok menatap Meera lekat.


"Kalau Meera ingin ibu sembuh Meera makan yah, klw Meera sakit tar ibu juga yg susah kan" ucap Laksh menjelaskan.


Meera hanya menganggukkan, Laksh lalu menyuapi Meera.


****


Sudah larut malam Ragini masih belum bangun juga. Meera tadi di jemput oleh Parineeta dan Adars dia membawa Meera untuk menginap di rumahnya atas permintaan Laksh. Karena Laksh tak tega jika Meera terus menerus di rumah sakit nanti ia akan tertular penyakit.


Laksh mengenggam erat tangan Ragini. Lalu tertidur di samping ranjang Ragini.


Ragini perlahan membuka matanya, dia melihat Laksh yg sedang tertidur lalu tersenyum, Ragini mengelus lembut rambut Laksh.


'Terimakasih Laksh, aku tak tau mengapa perasaan ini tiba tiba muncul, aku sangat nyaman jika berada di dekat mu Laksh, aku merasa jika aku telah jatuh cinta kepada mu Laksh, aku mencintai mu Laksh' batin Ragini.

__ADS_1


Ragini pun tersenyum dengan memandang wajah Laksh lekat dan mengelus lembut rambutnya. Tak lama dia menutup kembali matanya dan terlelap kembali.


jangan lupa like dan komen..


__ADS_2