Takdir Hidup

Takdir Hidup
Terulang Lagi


__ADS_3

×TAKDIR HIDUP×


PART 19


"Pari.... Parineeta........" teriak Anna.


Parineeta yg sedang menjemur pakaian di atas langsung berlari cepat menghampiri ibu nya.


"Ada apa ibu mengapa ibu berteriak dan menangis? Ada apa lagi ibu?" ucap Parineeta khawatir.


"Laksh, Pari.... Laksh putra ku... Dia kecelakaan lagi" ucap Anna terisak.


"Ya Dewa, hal buruk apa lagi yg menimpa Laksh" ucap Pari bersedih.


"Ibu jangan khawatir aku akan menyuruh supir untuk mengantar kita ke rumah sakit, ayoo ibu" ajak Parineeta.


Anna hanya mengangguk sambil terus menangis.


"Ku mohon kepada mu sekali lagi Dewa, selamatkanlah Laksh" lirih Anna.


***


"Dokter bukankah dia pasien yg kemarin?" tanya seorang suster.


"Iyah, kasian sekali dia baru sadar dari koma nya sekarang dia harus mengalami kecelakaan lagi, padahal kemarin sudah aku katakan jika kondisi pasien masih belum stabil" jawab dokter itu.


"Suster tolong bersihkan luka nya, nampaknya benturan di kepalanya sangat keras, dan luka jahitan di kepalanya yg kemarin jadi terbuka lagi, persiapkan alat alat nya, kita harus segera mengoperasi nya jika tidak akan berakibat sangat fatal"


"Baik dokter"


Suster langsung membersihkan luka Laksh dan menyiapkan peralatan untuk operasi Laksh.


****


"Laksh.... Lakshhh... Laksh..." teriak Anna histeris menggema di koridor rumah sakit.


Pengunjung di rumah sakit pun langsung melihat Anna yg sedang menangis histeris.


Parineeta mengejar Anna berusaha untuk menenangkan. Untungnya Adars dan Durga cepat datang.


Adars langsung memeluk Anna dan menenangkannya.


"Adars, mengapa ini terulang kembali Nak? Mengapa? Mengapa harus Laksh yg mengalami semua ini? Apa kesalahan yg di lakukan Laksh? Apakah tidak cukup Dewa membalasnya dengan cara yg kemarin? Sekarang dia membalasnya juga dengan cara yg sama? Apa Dewa begitu marah dengan putra ku?" ucap Anna lirih.


Adars tak mampu mengatakan apa-apa dia hanya terdiam dan memeluk Anna.


Durga pun sangat shock, baru kemarin dia melihat putra nya sadar dari koma, sekarang harus melihat Laksh terbaring lagi di rumah sakit. Benar-benar sangat miris.


Lampu operasi pun mati. Perlahan pintu mengayun dari balik ruang operasi.


Anna yg melihatnya langsung menghampiri dokter.


"Bagaimana keadaan putra ku dokter? Apakah dia baik baik saja?" tanya Anna sambil terisak.


"Untunglah nyawa pasien bisa di selamatkan, bukankah saya kemarin bilang kepada anda Nyonya, kalau keadaan pasien belum benar benar stabil, mengapa kalian membiarkan dia untuk mengemudikan mobilnya sendiri?" tanya dokter.


Anna pun hanya menunduk, dia menyalahkan dirinya sendiri. Karena dialah yg mengijinkan Laksh untuk mengantar Meera sendiri, karena Laksh bilang dia akan menjelaskan hal penting kepada Ragini. Jadi setelah meyakinkan Anna, dia langsung memberikan ijin kepada Laksh untuk pergi.


Semua keluarga menatap Anna. Durga menghampiri Anna dan memegang tangannya.


"Apa maksudmu Annapurna? Kau bilang keadaan Laksh sudah membaik dan di bolehkan pulang? Tapi dokter bilang tadi jika Laksh blum stabil, kenapa kau malah mengijinkan untuk pergi?" bentak Durga.


Anna terdiam dan menangis. Durga kesal langsung pergi. Anna menjatuhkan dirinya ke lantai, dia benar-benar merasa bersalah, karena mengijinkan Laksh pergi, karenanya keadaan Laksh sekarang menjadi lebih buruk lagi karena ini merupakan kecelakaan kedua kalinya Laksh.


****


"Ibu, Meera ingin bertemu ayah ibu" rengek Meera.


Ragini bingung kenapa Meera malah menangis dan tiba tiba meminta untuk bertemu Laksh. Kemarin saat Meera menangis dan ingin bertemu Laksh, ternyata Laksh mengalami kecelakaan. Hati Ragini benar-benar gelisah. Dia takut hal buruk terjadi kepada Laksh.

__ADS_1


"Meera kau masuklah ke kamar, ibu mau memasak dlu yah" bujuk Ragini.


Meera hanya mengangguk dan masuk ke kamarnya, meninggalkan Ragini.


'Dewa, ku mohon jaga Laksh dimana pun dia berada' lirih Ragini.


Tiba-tiba ponsel Ragini berdering, Ragini lalu mengangkatnya.


"APAHHH??" teriak Ragini dia langsung berlari dan memanggil Meera.


"Sayang, ayo ikut dengan ibu, ayo cepat!" Ragini berlari sambil menarik tangan Meera.


Meera bingung dengan sikap ibunya. Dia menatap ibu nya yg tengah berlari sambil menangis.


"Ibu, ada apa ibu?" tanya Meera bingung.


"Ayah mu kecelakaan Nak" ucap Ragini gemetar.


Meera langsung menjerit dan menangis.


Ragini melajukan mobilnya dengan cepat agar dia dapat segera bertemu dengan Laksh. Pikirannya benar-benar kacau dan kalut. Baru tadi dia menyatakan perasaannya kepada Laksh kini dia tak bisa membayangkan jika dia harus kehilangan Laksh. Perasaannya menjadi sangat gelisah saat ini, pikiran nya kacau yg dia hanya inginkan adalah Laksh bisa selamat. Hanya itu harapannya.


****


Ragini berjalan menuju koridor rumah sakit, Meera yg di tuntunnya masih menangis. Hatinya benar-benar sangat gelisah.


Mata Ragini langsung tertuju kepada sekelompok orang yg sedang menunggu dengan cemas di depan ruang IGD. Meera melepaskan tangannya dan berlari menghampiri mereka.


"NENEEEKKK" teriak Meera menghampiri Anna.


Anna yg melihat Meera langsung tersenyum simpul dan berjongkok, memeluk erat tubuh gadis kecil itu. Mereka pun melepaskan kesedihannya bersama.


"Ayah kenapa nenek? Baru tadi ayah ke rumah Meera dan memeluk ibu dan Meera, kenapa ayah masuk rumah sakit lagi nenek?" rengek Meera.


Anna hanya terus terisak mendengar perkataan cucunya itu. Dia langsung teringat saat Laksh ijin untuk menemui Ragini.


"Ibu, aku ingin menemui Ragini bu" ucap Laksh pelan.


Anna yg sedari tadi sibuk mengupas buah untuk Laksh, langsung menoleh dan mendekat ke arah Laksh.


"Sayang, kau masih belum pulih, luka mu juga masih belum sembuh, ibu tak akan membiarkanmu untuk pergi kesana" ucap Anna tegas.


Laksh lalu memegang tangan Anna. Menatapnya lirih dan memohon.


"Ibu, aku ingin menjelaskan kepada Ragini, aku tidak akan pernah tenang jika belum menjelaskan semua kepadanya, aku tak mau jika dia terus salam paham kepada ku ibu, aku tak mau jika nantinya dia akan menjauhkan aku dari Meera" ucap Laksh lirih.


Anna memejamkan matanya dan berpikir. Ia lalu memegang pipi anaknya dan menganggukan kepalanya.


"Pergilah, Ibu mengijinkan mu tapi ingat hanya sebentar saja yah, kau hanya mengantar Meera dan secepatnya pulang, karena kondisi mu belum benar-benar pulih, ibu tidak mau sesuatu terjadi kepada mu lagi" ucap Anna lembut.


Laksh menganggukan kepalanya. Dia lalu memeluk erat ibunya.


Meera tiba tiba datang dan menghampiri Laksh.


"Ayah, tadi paman Zein datang untuk menjemput ku, tapi katanya ayah yg akan mengantarkan aku pulang, apa benar itu ayah?" tanya Meera.


Laksh menganggukan kepalanya dan tersenyum. Meera memeluk Laksh erat.


#FLASHBACK OFF


****


Kini Laksh sudah di pindahkan ke ruang rawat. Dan satu persatu anggota keluarganya menjenguk nya. Tidak terkecuali dengan Ragini. Dia menatap lirih ke tubuh Laksh yg kondisinya semakin parah saja. Selang infus mengalir di tangannya. Matanya masih terpejam. Perlahan Ragini mencoba untuk mendekatinya. Tangan Ragini menggenggam erat tangan Laksh dan menciumnya, membawa ke pipi nya. Ragini menatap lirih ke arah Laksh. Dia terus menangis menatap kondisi Laksh seperti itu.


"Laksh bangun, aku dan Meera menunggu mu Laksh, bangun dan bertahanlah" ucap Ragini pelan di telinga Laksh.


Perlahan tangan Laksh ada pergerakan dan mulai membuka matanya. Ragini yg melihatnya langsung tersenyum senang. Laksh menatap heran ke arah Ragini.


"Kau sudah sadar Laksh? Kau sudah bangun? Akhirnya kau sadar juga Laksh, sebentar aku akan panggilkan dokter yah untuk memeriksamu" ucap Ragini senang dan berlari.

__ADS_1


Laksh hanya menatap heran ke arah Ragini.


"Bibi... Bibi..... Laksh sudah sadar bi, dia sudah sadar, aku harus memanggil dokter bi" teriak Ragini senang.


Anna langsung berlari ke ruangan Laksh, sementara Ragini memanggilkan dokter.


Anna menghampiri Laksh dan memegang pipinya, dia langsung memeluk erat putranya itu. Tak lama dokter pun masuk untuk memeriksa Laksh.


"Ibuuu" ucap Laksh.


"Iyah Nak, ibu disini" jawab Anna lirih.


Tiba-tiba Meera datang dan langsung menghampiri Laksh.


"Ayaaahhhh" teriak Meera langsung memeluk Laksh.


Laksh kaget langsung mendorong tubuh Meera hingga jatuh terhempas ke lantai.


Meera menangis kesakitan, Ragini langsung menghampiri anaknya untuk membantunya berdiri kembali.


"Apa yg kau lakukan Laksh? Kenapa kau menyakiti Meera" bentak Ragini.


"Lagian siapa suruh anak itu tiba tiba memeluk aku, memangnya siapa dia beraninya memelukku" kesal Laksh.


Seluruh ruangan yg ada disana pun langsung terkejut.


"Aku tak suka dengan anak anak, jadi tolong bawa anak itu menjauh dari ku, dasar anak cengeng dia memelukku sambil menangis, lihat ini baju ku menjadi basah karena airmatanya itu" keluh Laksh kesal.


Ragini benar-benar geram melihat Laksh bersikap seperti itu, dia mengepalkan tangannya dan menghampiri nya. Mendekatkan wajahnya ke arah Laksh.


"Jika memang kau tak suka dengan Meera jgn kau mendorongnya seperti itu, kau lihat tubuhnya masih sangat kecil, lihat kau sudah melukainya dengan mendorongnya tadi. Jika kau memang tak mengingatnya aku berharap kau tak akan pernah ingat semuanya. Cukup sandiwara yg kau lakukan tadi pagi dengan meminta maaf kepada ku, aku tak sudi lagi berurusan dengan dirimu, mulai sekarang tak usah temui Meera lagi, aku tak kan memberikanmu ijin untuk menemuinya walau pun nanti kau yg memohon kepadaku, aku tak sudi anak ku kau perlakukan seperti itu" bentak Ragini.


Laksh hanya menatap Ragini dengan datar, pandangannya seolah menantang.


"Memangnya apa salahku hah? Anak itu nakal se enak nya saja memelukku. Dan kau pikir aku mau menemui anak kecil itu? Melihatnya saja aku sudah malas, sudah sana kau pergi ajak anak itu pergi dari sini" usir Laksh.


Ragini geram langsung menampar Laksh, dia benar benar-benar tak peduli lagi dengan keadaan Laksh yg baru saja sadar setelah operasi.


PLAAAKKKK........


"Kau ingat perkataanku ini Laksh, jangan pernah hadir lagi di kehidupan ku atau pun Meera, kalau sampai kau hadir lagi untuk menemui Meera, kau harus berhadapan dulu dengan ku" ucap Ragini mengancam.


Laksh hanya terkekeh dan tertawa geli.


"Hahahaha kau ini jangan banyak berkhayal, memangnya aku mau menemui anak itu hah? Tidak akan pernah, dan makasih untuk tamparan mu ini" jawab Laksh lantang.


Ragini langsung pergi dan menggenggam Meera pulang.


Meera memohon kepada Ragini untuk tetap membiarkan Meera menemani Laksh disana tapi Ragini tak menghiraukan.


Ragini melewati seluruh anggota keluarga Laksh. Mereka hanya terdiam menatap ke arah Ragini dengan ekspresi sedih. Anna mencoba untuk menahan Ragini dengan memegang tangannya, dia menggeleng ke arah Ragini, seolah ingin mengatakan kepada Ragini jangan pergi. Tapi Ragini menepis tangannya, hati nya benar benar sakit mendengar perkataan Laksh tadi. Meera menatap lirih ke arah Anna. Anna lalu berjongkok memeluk erat cucu nya yg mungkin tak akan pernah bisa lagi ia temui.


"Nenek, Meera sayang Nenek dan ayah" ucap Meera sedih.


Anna hanya menganggukkan kepalanya dan mengelus rambut Meera lembut.


"Jadi anak yg baik yah sayang, bahagiakan ibu mu, sudah cukup dia menderita karena ulah Laksh, kau harus selalu bisa membuat ibu mu tersenyum yah Nak" ucap Anna terisak.


Ragini yg mendengarnya hanya memalingkan wajahnya berusaha untuk menahan tangisnya.


Sementara Laksh, dia hanya memasang wajah tak bersalah dan cuek dengan apa yg di lihatnya saat ini.


"Sudah cukup pria itu menyakitiku, jika dia menghina aku, aku akan terima tapi aku tak terima jika dia menghina Meera" ucap Ragini dengan gemetar.


Ragini lalu menarik tangan Meera dan membawanya pergi. Anna dan yg lainnya menatap lirih ke arah Ragini dan Meera.


Laksh hanya terdiam di ranjang nya dan meraih ponselnya. Dia bersikap seolah tak terjadi apa apa.


jangan lupa like dan komen yah..

__ADS_1


__ADS_2