
×TAKDIR HIDUP×
PART 18
Ragini menatap lekat ke arah Meera dan Laksh yg sedang tertidur dengan berpelukan erat. Ragini sengaja datang pagi sekali untuk membawa Meera pulang, karena Ragini hanya memberi ijin kepada Meera satu hari untuk bertemu ayahnya. Awalnya Ragini ingin membawa paksa Meera bersamanya namun saat melihat Meera dan Laksh seperti ini, ada perasaan tak tega di hati Ragini.
Ragini mendekati Meera dan membelai rambutnya lembut, sesekali Ragini memperhatikan Laksh. Hati nya memang sedikit merasa perih saat melihat kondisi Laksh, wajahnya babak belur penuh luka memar, benar benar mengenaskan. Ragini mencoba untuk memegang pipi Laksh, namun saat tangan nya akan terulur, dia kembali menarik lagi tangannya itu. Lalu pergi meninggalkan Meera dan Laksh.
Perlahan Laksh membuka matanya, sedari tadi sebenarnya dia sudah menyadari keberadaan Ragini, cuma dia sengaja tak membuka matanya. Laksh berpura-pura tidur biar dia masih bisa terus bersama Meera.
'Maafkan aku Ragini, maaf' lirihnya.
Lalu Laksh pun menutup kembali matanya, dia tersenyum merasakan kenyamanan karena bisa sedekat ini dengan buah hatinya.
****
"Ragini, kau kenapa trus melamun?" tanya Muktha saat melihat sahabatnya hanya mengacak-acak makan siangnya.
Ragini tak menjawab dia hanya menatap kosong dan mengacak-acak makanannya. Muktha lalu menggoyangkan lengan Ragini.
"Ragini? Apa kau baik-baik saja?" tanya Muktha cemas.
Ragini menatap ke arah Muktha.
"Muktha apa aku salah memisahkan Laksh dengan Meera?" tanya Ragini.
Muktha sudah mengetahui tentang siapa Laksh sebenarnya dari Ragini. Ragini sudah menceritakan semuanya kepada Muktha. Muktha tak memihak siapapun. Dia hanya mengatakan kepada Ragini, jika semua memang sudah terjadi, yg harus Ragini lakukan adalah bangkit dan memaafkan walaupun itu sulit.
"Memangnya kenapa kau ingin menjauhkan mereka?" tanya Muktha bingung.
"Entahlah, aku takut Meera akan meninggalkan ku, melupakan ku jika dia terus menerus ada di samping Laksh" ucap Ragini pelan.
Muktha memegang tangan sahabatnya itu.
"Hei kau jangan berpikiran seperti itu. Saat ini berikan ruang untuk Laksh dan Meera bersama dulu, kasian mereka sudah 5 tahun berpisah, kasian Meera dia hanya ingin dekat dengan ayah kandungnya. Dan mengenai masalah kau dan Laksh, harusnya kau mendengar penjelasannya dulu mengapa dia dulu melakukan hal itu kepada mu. Aku yakin Laksh bukan tipe pria yg brengsek. Dia pasti memiliki suatu alasan. Jika memang dia pria brengsek mana mungkin dia mau sedekat ini dengan Meera dan melakukan hal yg membuat Meera bahagia. Buka hati mu Ragini, berikan Laksh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, jika memang kau tak ingin menerima nya biarkan Meera yg menerimanya. Aku yakin jika Laksh sangat menyayangi Meera. Jangan pernah lukai hati Meera dengan kau menjauhkan dia dari ayah nya yah. Pikirkan semuanya ini dengan hati yg jernih Ragini, jangan dengan emosi. Karena jika keputusan di buat dengan emosi yg ada hanya akan menyakiti dan melukai" jelas Muktha.
Ragini pun termenung mendengar ucapan Muktha.
****
"Ayah, Meera mau minta maaf kepada ayah" ucap Meera pelan.
Laksh hanya tersenyum melihat gadis kecilnya itu. Laksh memeluk erat Meera seolah tak ingin di pisahkan lagi dari Meera.
"Meera ingin minta maaf kenapa hmm? Meera kan ga salah ma ayah" ucap Laksh lembut sambil mengelus rambut Meera.
"Kotak musik pemberian ayah hilang, kemarin Meera nanya ma ibu, tapi ibu malah ngebentak Meera" jawab Meera dengan sedih.
Laksh mengingat kejadian dimana Ragini mengetahui semua tentang dirinya dan membanting kotak musik itu tepat di depan Laksh. Kotak musik itu pun hancur.
"Meera jangan sedih yah, nanti ayah akan membelikan kotak musik berapapun yg Meera inginkan" ucap Laksh lembut.
"Benarkah?" tanya Meera senang.
Laksh tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Terimakasih ayah. (Memeluk erat Laksh) Ayah, kenapa ayah dan ibu tidak tinggal satu rumah? Meera ingin tidur bersama dengan ayah dan ibu seperti waktu itu" ucap Meera.
Laksh mengingat tentang kebersamaan nya dengan Ragini dan Meera dulu.
"Ibu masih marah dengan ayah, nanti kalau ibu sudah tidak marah lagi dengan ayah, ayah pasti akan menemani Meera tidur" jelas Laksh.
Hatinya meringis saat mengatakan hal itu. Karena Laksh yakin jika Ragini tak akan pernah memaafkan dirinya. Dia menatap ke atas atap dan pikirannya melayang, bayangan masa lalu Laksh yg 'merenggut kesucian' Ragini masih tergambar jelas di pikirannya. Entah bagaiman cara agar Ragini bisa memaafkannya.
****
"Aku tadi sudah kesana untuk menjemput Meera, tapi Laksh bilang jika dia yg akan mengantar Meera sendiri kesini, jadi aku meninggalkan Meera bersama Laksh tadi" jelas Zein kepada Ragini.
Ragini hanya terdiam.
"Bukalah hati mu untuk memaafkan Laksh, aku yakin jika Laksh amat menyesali perbuatannya. Jika Laksh memang benar pria yg brengsek mana mungkin dia mau sedekat ini dengan Meera dan menyayangi Meera seperti ini" ucap Zein.
Ragini termenung dengan perkataan Zein. Kata kata yg sama yg di lontarkan sahabatnya Muktha. Entah mengapa selalu mengusik pikiran Ragini. Hatinya berkecamuk, dia gelisah apa Laksh benar-benar menyayangi anaknya atau hanya berpura-pura untuk mendapatkan maafnya saja.
Zein langsung pamit untuk pulang.
TIIINNNNN...
Tiba-tiba klakson mobil berbunyi. Meera langsung berlari memeluk Ragini. Ragini pun berjongkok dan memeluk erat Meera. Laksh keluar dari mobil nya, dia merasakan kebahagiaan saat melihat dua wanita yg di sayangi nya sedang berpelukan erat. Laksh tersenyum menatap nya.
"Ibu, Meera kangen banget ma ibu" ucap Meera senang.
"Ibu juga kangen banget dengan Meera" balas Ragini lalu mengeratkan pelukannya kepada Meera. Ragini yg sedari tadi memejamkan matanya, kini perlahan membuka matanya, dia melihat ke arah Laksh yg sedang menatap nya sambil tersenyum. Ragini salah tingkah dan membuang wajahnya.
"Sayang, ayo masuk, ibu sudah masak makanan enak untuk Meera, ayo" ajak Ragini.
"Ibu, bolehkan Meera ajak ayah juga?" tanya Meera penuh harap.
Ragini melirik Laksh yg sedari tadi berada di depan pintu. Lalu tersenyum dan mengangguk kepada Meera. Meera langsung menghampiri Laksh dan menuntun Laksh untuk masuk ke dalam.
Ragini lalu mengambil makanan untuk Meera dan dirinya. Laksh hanya memperhatikan keduanya. Tak bergeming sedikit pun.
Meera menggoyangkan tangan ayah nya, lalu Laksh perlahan mengambil makananya dan memulai memakannya. Dia canggung berhadapan dengan Ragini setelah apa yg telah terjadi.
****
"Ragini, aku ingin meminta maaf kepada mu" ucap Laksh seketika.
Ragini dan Laksh kini sedang duduk di teras rumah Ragini. Meera sengaja meninggalkan mereka, memberi ruang untuk ayah dan ibu nya berbicara.
Ragini hanya menatap ke arah Laksh, dan menghela nafasnya.
"Sudahlah, lupakan saja! semua juga telah terjadi, tak bisa di ubah" jawab Ragini singkat.
Laksh merasa bersalah dengan Ragini. Laksh merasa jika Ragini memang belum memaafkannya.
Laksh menatap tajam ke arah Ragini.
"Aku tau aku salah telah menghancurkan hidupmu, dan aku yakin jika Priyank pasti menambahkan cerita yg di karangnya saat dia memberitahu mengenai kebenaran tentang diriku, aku dan Priyank adalah musuh lama. Walaupun aku tak pernah menganggapnya musuh, tapi dia selalu iri kepada ku dan menganggap aku adalah saingannya dalam hal apapun, dan malam itu 5 tahun yg lalu dia menantangku untuk melakukan hal 'itu' kepada mu, jika tak mau melakukannya maka Priyank yg akan melakukan hal 'itu' kepadamu, aku tak tega jika Priyank menyakiti mu, Priyank sering main wanita, jadi aku tak tega melepaskan mu dari Priyank,tapi aku tak tau jika Priyank adalah kekasih mu dan ternyata dia hanya menjebakku,dia menggunakan diriku agar kau dan dirinya tidak dapat menikah, karena dia tak ingin menikah dengamu" jelas Laksh.
Ragini hanya menatap lurus ke depan, dia merenungkan yg perkataan Laksh. Lalu menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Sudahlah, aku tak mau tau tentang masalah mu dengan Priyank, bagiku saat ini itu sangat tidak penting, karena semua telah terjadi" jawab Ragini datar.
"Hmmm baiklah, semua di luar batasan ku. Aku terpancing emosi dan terjebak oleh permainan Priyank. Jika aku benar-benar pria brengsek aku tak akan meninggalkan jejak kepadamu, aku meninggalkan surat dan gelang ku untuk mu. Dengan begitu aku berharap kau mencari tau tentangku, tapi kau nampaknya sangat membenci ku, kau bahkan tak berusah untuk mencari ku. Kau tau Ragini? 5 tahun aku selalu mencari mu, aku selalu di hantui rasa bersalah karena telah mengambil yg bukan 'hak' ku. Aku bahkan berjanji kepada diriku sendiri jika aku bertemu kembali dengan mu, aku akan bersimpuh dan meminta maaf kepadamu. Aku bahkan rela menukar nyawa ku demi kebahagiaan mu. Karena aku tau pasti kau amat terluka karena ulahku, aku pasti telah menghancurkan hidup mu, bahkan jika kau mau, aku sudah relakan tubuh ku ini untuk kau hajar dengan puas, silakan Ragini, lakukanlah apa yg kau ingin lakukan kepadaku!" ucap Laksh sambil merentangkan tangannya, dan menatap lirih ke arah Ragini.
Ragini menatap lirih ke arah Laksh. Dia melihat Laksh kini sedang menangis seolah dia memang sangat menyesal dengan yg telah dia lakukan. Laksh masih menatap tajam ke arah Ragini, begitupun dengan Ragini.
"Laksh, tutup mata mu, aku tak ingin kau melihat jika aku akan membunuh mu" ucap Ragini serius.
Laksh hanya pasrah, dia kini menutup kedua matanya menuruti permintaan Ragini. Laksh sudah pasrah dengan kemungkinan apa yg terjadi kepadanya.
Ragini menatap lekat wajah Laksh, dia memperhatikan banyak luka memar di wajah Laksh dan berpikir jika semua itu pasti sangat sakit. Ragini perlahan mendekat ke arah Laksh.
Dan........
Mata Laksh terbuka saat dia merasakan kehangatan di tubuh nya. Laksh menatap ke tubuhnya. Ragini sedang memeluk erat dirinya dan terisak. Laksh merasakan kebahagiaan saat Ragini, wanita yg dia cintai memeluknya seperti ini. Laksh mengeratkan pelukannya dan mengelus lembut rambut Ragini.
"Aku mencintai mu Laksh, maafkan aku selama ini sudah bersikap kasar kepadamu" lirih Ragini dengan isaknya.
Laksh sangat terkejut dengan apa yg dia dengar, dia tersenyum bahagia dan mengeratkan pelukannya.
"Aku juga sangat sangat mencintai mu Ragini, maafkan aku untuk semua kesalahan ku yah" lirih Laksh.
Ragini hanya mengangguk dan membenamkan wajahnya di dada bidang Laksh.
Meera yg melihat ayah dan ibu nya berpelukan merasa sangat bahagia.
"Hei apakah kalian melupakan ku? Apakah kalian ingin berpelukan tanpa aku?" ucap Meera kesal.
Laksh dan Ragini pun memanggil Meera untuk mendekat. Mereka pun saling berpelukan bertiga. Seolah melepaskan kerinduan yg teramat dalam antara ketiga nya.
****
"Laksh, hati hati yah" teriak Ragini saat menghampiri Laksh yg ingin pamit pulang.
Laksh tersenyum dan mendekat ke arah Ragini.
CUPPP..
Laksh mencium lembut kening Ragini. Ragini pun tersenyum.
"Hati hati Laksh, aku sangat mencintai mu" teriak Ragini.
Laksh pun hanya tersenyum bahagia mendengarnya.
Kini Laksh sedang melajukan mobil nya, namun dia merasa keanehan pada mobilnya. Dia merasa jika rem nya blong.
'Ya Dewa bagaimana ini' batin Laksh panik.
Tiba tiba ada mobil yg melintas di depannya dengan sangat cepat sehingga membuat Laksh terkejut dan kehilangan kendalinya dan Laksh terus melajukan mobilnya dengan cepat, namun mobilnya oleng. Tiba-tiba ada truk yg dengan sengaja menabraknya dari belakang. Dan mobil Laksh pun terbentur pohon. Kepala Laksh terbentur sangat hebat darah segar mengalir dengan deras, Laksh lalu terjatuh di kursi kemudinya dengan luka yg amat mengenaskan.
PRAANKKKKK....
Ragini tiba-tiba menjatuhkan gelasnya, hati nya gelisah tak karuan, dia lalu menjatuhkan tubuhnya ke lantai lalu menangis histeris. Hatinya merasa jika Laksh sedang mengalami sesuatu. Ragini terus menangis, Meera yg menghampiri ibu nya bingung melihat Ragini menangis histeris. Meera lalu memeluk erat Ragini.
"Ibuuu, jangan menangis ibu, aku mohon" ucap Meera menangis melihat ibunya.
__ADS_1
jangan lupa like dan komen..