
×TAKDIR HIDUP×
PART 30
Usia kandungan Ragini kini sudah memasuki 9 bulan, perut nya sudah sangat membesar. Meera selalu ingin memeluk perut buncit Ragini, sementara Laksh dia selalu ingin mencium perut buncit Ragini. Kebahagiaan Ragini menjadi sangat lengkap dengan hadir nya calon bayi kedua mereka.
"Sayang, aku pergi kerja dulu yah, ingat kau tak boleh terlalu lelah, kau harus menjaga diri mu dan calon bayi kita. Jangan membantah karena aku tak suka di bantah" ucap Laksh sambil mengelus perut buncit Ragini.
Ragini hanya mengangguk dan tersenyum.
Laksh lalu mencium gemas perut Ragini.
"Sayang, ayah pergi kerja dulu, kau jangan nakal yah" ucap nya pada perut Ragini.
Ragini hanya tertawa geli mendengar nya, Laksh langsung melotot ke arah Ragini.
"Ada apa? Memang nya ada hal yg lucu hah?" tanya Laksh kesal.
"Tidak Laksh, kau ini sensitif sekali seolah seperti kau saja yg sedang mengandung" ledek Ragini.
"Hei kau, awas yah"
Laksh menggelitiki Ragini gemas, membuat Ragini geli dan tertawa.
"Ayah, ayo cepat, Meera nanti akan terlambat, ayah selalu saja mengganggu ibu" teriak Meera.
Laksh dan Ragini saling lirik. Mereka bingung sejak kapan Meera menjadi anak nya yg galak.
"Dia mewarisi sifat kau seperti nya" bisik Laksh kepada Ragini.
Ragini hanya melotot dan memukul tangan Laksh. Laksh pun tertawa dan mencium kening Ragini.
"Aku pergi dulu yah, jaga diri mu"
Ragini hanya tersenyum.
"Kau tak mau pamit kepada ibu, Meera?" tanya Ragini.
Meera langsung berlari memeluk Ragini. Meera memeluk perut buncit Ragini.
"Ibu kapan adik aku akan lahir, aku sudah tidak sabar untuk bermain dengan nya" ucap Meera polos.
"Sebentar lagi sayang, bersabarlah! Sana kau berangkat, ayah mu sudah menunggu" ucap Ragini pelan.
Meera melambaikan tangan nya dan Ragini hanya membalas nya dengan senyuman.
***
"Jadi apa keuntungan bagi ku jika aku mau bekerja sama dengan mu?" tanya Priyank kepada seorang wanita.
"Kita akan sama-sama saling di untungkan lewat kerjasama ini" jawab nya.
Priyank menatap tajam ke arah wanita itu.
"Apa maksud mu?" tanya Priyank bingung.
"Aku menginginkan Laksh bersama ku, dan bukankah kau juga menginginkan Ragini mu itu kembali kepada mu?" tanya wanita itu.
Priyank hanya merengut. Dan terus menatap tajam ke arah wanita itu, berpikir dan melipat tangan nya.
"Aku sudah tak menginginkan Ragini, jadi aku tak tertarik dengan tawaran mu" jawab Priyank.
"Baiklah, terserah jika kau tak menginginkan Ragini lagi, tapi apa kau tak mau membalaskan dendam mu kepada Ragini dan Laksh? Bukan nya dia telah membuat mu terluka waktu itu? Berkerjasamalah dengan ku, aku yakin kau akan menyukai nya. Aku akan melenyapkan Ragini, apa kau tak mau ikut menyaksikan kematian Ragini?" tanya wanita itu.
Priyank berpikir dan menimbang apa yg di tawarkan wanita ini.
"Baiklah, aku akan bekerjasama dengan mu. Lagi pula aku muak dengan kebahagiaan Ragini dan Laksh"
Priyank dan wanita itu saling berjabat tangan.
"Sebentar lagi aku akan datang untuk melenyapkan istri mu itu, Laksh" ucap nya sinis.
__ADS_1
***
"Ibu, ini kan perayaan holi, aku ingin ikut membantu mempersiapkan semua nya ibu" ucap Ragini kepada Anna.
Anna hanya tersenyum dan menggeleng.
"Kau hanya perlu berdiam di kasur mu saja sayang, biar ibu dan Parineeta yg akan mengurus persiapan nya"
"Tidak ibu, ini hari holi pertama ku dengan kalian, aku ingin ikut mempersiapkan semua nya bersama kalian"
"Hei wanita nakal, kau ingin kami marahi oleh suami mu yg cerewet itu hah? Suami mu sudah berpesan kepada aku dan ibu, untuk tidak melibatkan mu mengenai persiapan perayaan holi" jelas Parineeta.
"Tapi kakak ipar"
"Berhenti merengek, kau berdiamlah disana, nanti kalau sudah siap kami akan memberitahu mu" ucap Parineeta.
Ragini hanya terdiam di sofa sambil melipat kedua tangan nya.
"Lihat itu ibu, tingkah nya seperti anak kecil saja" bisik Parineeta.
"Ssttt, sudah... Sudahh.. Ayo kita bersiap-siap" ajak Anna.
***
Ragini bosan, dia lalu memutuskan untuk keluar rumah, dia berjalan-jalan di halaman rumah nya. Lalu dia melihat ada seorang wanita yg melambaikan tangan kepada nya, seolah meminta nya untuk menemui nya. Ragini berjalan mengikuti wanita itu. Wanita itu lalu dengan sigap langsung membekap mulut Ragini dengan sapu tangan yg sudah dia basahi dengan cairan obat bius.
Ragini di bawa pergi dari rumah Maheswari tanpa ada seorang pun yg melihat, karena mereka sedang sibuk dengan aktivitas nya menyiapkan untuk persiapan hari holi.
Mobil itu melaju dengan sangat cepat, membawa nya ke sebuh hutan. Setelah sampai hutan Ragini di sekap di sebuah gubuk tua. Tangan dan kaki nya di ikat dan mulut nya di tutup dengan kain.
Perlahan Ragini mulai sadar, dia terkejut saat menyadari bahwa diri nya ada di sebuah ruangan yg sangat gelap. Dia memberontak berusaha untuk melepaskan ikatan di tangan nya. Namun suara hentakan kaki menghentikan nya.
"Hahaha kau sudah bangun nona, bagaimana apa hari mu menyenangkan?" tanya wanita itu sambil melepaskan ikatan di mulut Ragini.
"Siapa kau?" tanya Ragini ketakutan.
Ragini menatap wanita itu, berusaha untuk mengenali nya tapi dia tak merasa mengenali wajah wanita itu. Lalu muncullah pria di balik tubuh wanita itu, mata Ragini membulat tak menyangka saat dia melihat Priyank yg sedang berdiri di belakang wanita itu.
"Priyank ternyata kau adalah dalang dari semua ini, untuk apa lagi kau melakukan ini kepada ku hah?" lanjut Ragini berteriak.
Priyank hanya tertawa kencang. Memegang kedua pipi Ragini dengan satu tangan nya.
"Aku akan menghabisi mu sayang, bersiaplah karena kau dan anak mu ini akan segera ke nereka" ucap Priyank sinis.
"Apa yg kau lakukan Priyank? Memang nya apa salah ku kepada mu?"
"Apa salah mu kepada ku? (Berpikir) Hmm tidak ada. Cuma aku ingin membuat Laksh menderita jika kau tiada. Dan wanita di samping ku ini, dia yg akan menggantikan posisi mu di keluarga Laksh, benar kan Kavya?" tanya Priyank sambil melirik Kavya.
Kavya hanya tersenyum sinis.
Ragini benar-benar tak menyangka jika Priyank sekongkol dengan wanita ini.
"Bajingan kau Priyank, aku tak akan membiarkan mu menghabisi ku dan calon anak ku, dan kau (menunjuk Kavya) aku tak mengenal mu dan aku pikir aku tak ada urusan dengan mu" ucap Ragini kencang.
"Hei nona, aku sangat menginginkan kau tiada, karena kau menghalangi langkah ku untuk bersama Laksh, kau tau aku sangat mencintai Laksh hahahaha" jawab nya.
Ragini melotot ke arah wanita itu.
"Sudah Priyank kita akhiri saja semua nya, ayo kita bawa wanita ini ke jurang, aku sudah tak sabar untuk melenyapkan nya" ajak Kavya.
"Baiklah Kavya, ayo"
Priyank menyeret tubuh Ragini. Ragini berontak dan mencakar tangan Priyank tapi Priyank tetap tidak melepaskan Ragini.
"HENTIKAN!!" teriak seorang pria menggema di ruangan itu.
Priyank dan Kavya langsung menoleh ke arah sumber suara itu.
"Hei siapa kau berani-berani nya kau menyuruh ku untuk berhenti hah?" bentak Priyank.
Pria itu berjalan menghampiri Priyank dan Kavya. Menatap tajam ke arah mereka.
__ADS_1
"Kau pikir aku takut dengan kalian, lepaskan wanita itu, dia tidak bersalah" bentak nya.
'Rohit' batin Ragini dalam hati.
Ragini menatap sendu ke arah Rohit, begitu pun Rohit dia mengedipkan mata nya ke arah Ragini. Seoalah mengisyaratkan jika Ragini akan baik-baik saja. Ragini hanya menganggukkan kepala nya.
BUGGHHH.....
Rohit memukul kepala Priyank dengan kayu. Priyank kesakitan memegang kepala nya yg mengeluarkan banyak darah. Kavya yg melihat Priyank kini tersungkur dia langsung mengambil kesempatan saat Rohit masih terus memukuli Priyank. Kavya langsung membawa Ragini pergi dari situ, Rohit menyadari kalau Ragini di bawa pergi oleh Kavya, Rohit langsung berhenti memukuli Priyank dan langsung mengejar Kavya.
Kavya membawa Ragini pergi dengan mobil nya. Dia melajukan mobil nya dengan sangat cepat. Rohit menyusul mobil Kavya dengab sangat cepat juga, sehingga terjadi kejar-kejaran diantara mereka.
CIIIIIITTTTT...
Mobil Kavya berhenti mendadak di sebuah tebing tinggi, dia turun dari mobil nya dengan menyeret Ragini. Rohit panik saat Kavya menyeret Ragini menuju tebing jurang di ujung jalan, Ragini hanya menangis histeris dan memohon. Rohit mencari akal untuk menyelamatkan Ragini, Rohit mendekati Kavya, dia lalu menghentakkan kaki nya ke tanah yg membuat mata Kavya tertutup karena terkena debu tanah, Rohit dengan sigap langsung mengambil kesempatan untuk menarik tangan Ragini dan membawa nya pergi, namun tiba-tiba Kavya langsung menyerang Ragini, Kavya trus menarik Ragini hingga membuat rohit geram dan tak sengaja membuat Kavya terjatuh, Kavya dengan langsung menarik kaki Rohit. Tapi Kavya sudah terjatuh lebih dulu, sementar Rohit dia masih berpegangan di ujung tebing itu. Ragini yg menyaksikan Rohit seperti itu langsung menangis dia langsung mencari tongkat untuk membantu Rohit, namun Rohit menepis tangan Ragini.
"Ragini tak usah kau hiraukan aku, pikirkan keselamatan mu, kau hubungi Laksh suami mu, suruh dia untuk menjemput mu, jangan kau pikirkan aku, kau bisa memakai ponsel ku di mobil" ucap Rohit.
Ragini hanya menangis melihat keadaan Rohit. Dia mengulurkan tangan nya. Namun sekali lagi Rohit menepis nya.
"Ragini, cepatlah kau hubungi Laksh, dan pergi jauh dari sini" teriak Rohit.
"Rohit mana bisa aku meninggalkan mu disini? Kau telah menyelamatkan aku dan aku juga harus menolong mu"
Rohit tersentuh mendengar perkataan Ragini.
"Rohit kenapa kau lakukan semua ini kepada ku? Kenapa kau selalu membantu ku? Aku tau jika kau yg menolong Laksh waktu itu, Laksh yg menceritakan nya, kenapa kau terus-menerus membantu ku Rohit. Padahal aku selalu melukai mu. Aku tak bisa membalas perasaan mu kepada ku, mengapa Rohit? Mengapa kau membuat ku menjadi banyak berhutang Budi kepada mu?" tanya Ragini sambil menangis.
"Karena aku mencintai mu Ragini, aku benar-benar sangat mencintai mu, kau tenang saja aku tak meminta balasan atas perasaan ku terhadap mu. Aku akan sangat bahagia jika kau juga bahagia. Kau adalah sumber kebahagiaan ku Ragini. Terimakasih kau telah hadir di hidup ku, dan aku meminta maaf untuk semua yg terjadi kepada mu karena ulah adik ku Simran. Ragini satu hal yg harus kau tau, perasaan cinta seseorang tak bisa di paksakan, jika memang cinta mu bukan lagi untuk ku, aku harus siap merelakan orang yg aku cintai bukan? Cinta bukan hanya tentang untuk saling memiliki, aku hanya ingin kau mengenang ku orang yg sangat mencintai mu dan tak akan pernah merebut kebahagiaan mu, jika takdir hidup mu bersama Laksh, aku akan terima semua nya. Laksh dia pria yg sangat baik dan bertanggung jawab, jadi aku tak khawatir jika kau bersama nya. Oh iyah, sampaikan salam ku kepada Meera yah bilang kepada nya jika aku sangat menyayangi nya. Aku mencintaimu Ragini, maafkan aku" jelas Rohit.
Perlahan Rohit melepaskan tangan nya. Ragini berusaha untuk meraih tangan Rohit. Rohit tersenyum ke arah Ragini, dia memejamkan mata nya, Rohit sudah tak kuat untuk terus berpegangan dengan tebing itu, perlahan tubuh Rohit terjun ke jurang. Ragini berteriak melihat nya.
"ROHIITTTT" teriak Ragini.
***
"Selamat tuan, anak anda laki-laki" ucap seorang dokter kepada Laksh.
"Terimakasih dokter" ucap Laksh bahagia.
Laksh langsung memasuki ruangan Ragini di rawat, dia menghampiri tubuh Ragini yg masih sangat lemas. Laksh memegang tangan Ragini dan mengecup punggung tangan nya. Ragini tersenyum kepada Laksh. Dia meneteskan airmata nya. Laksh langsung menghapus airmata yg membasahi pipi Ragini.
"Ssttt jangan menangis sayang" ucap Laksh.
Ragini hanya mengangguk, Ragini memegang tangan Laksh.
"Laksh, apa boleh aku meminta sesuatu kepada mu?" pinta Ragini.
"Katakan sayang, kau ingin apa?" jawab Laksh sambil terisak.
"Aku ingin kita menamai anak kita dengan nama Rohit, itu juga jika kau setuju Laksh" ucap Ragini pelan.
Laksh lalu mengangguk dan mencium kening Ragini.
"Baik sayang, aku akan melakukan nya, mulai sekarang nama anak kita "Rohit Laksh Maheswari" apa kau menyukai nya sayang?" tanya Laksh.
Ragini hanya mengangguk.
"Laksh, kau tak marah kan kepada Rohit, karena dia masih mencintai ku?" tanya Ragini.
"Untuk apa aku marah kepada mu, Ragini kau tau jika dia masih hidup, aku bahkan akan sangat berterimakasih kepada nya karena dia sangat berjasa untuk mempersatukan hubungan kita kembali, dia tak mementingkan ego nya untuk merebut mu dari ku, tapi dia malah mempersatukan kita kembali. Padahal jika dia mau, dia sangat mempunyai banyak kesempatan, tapi aku benar-benar salut dengan nya karena dia mampu mengorbankan perasaan nya untuk kebahagiaan mu, orang yg sangat di cintai nya. Aku benar-benar bangga kepada nya, jadi aku berharap jika suatu saat nanti anak kita akan memiliki sifat yg sama seperti Rohit, aku kini mengetahui alasan mengapa kau dulu sangat mencintai nya dan Meera pun menganggap Rohit seperti ayah nya. Maafkan aku Ragini karena aku belum bisa menjadi seperti nya, maafkan aku jika aku masih sering melukai hati mu" ucap Laksh lirih.
Ragini mengelus pipi Laksh dan menggelengkan kepala nya.
"Aku sangat mencintai mu Laksh, untuk sekarang dan nanti aku ingin terus bersama diri mu, Meera dan Rohit kecil, jangan pernah lagi kau tinggalkan aku yah Laksh" pinta Ragini.
Laksh dan Ragini pun saling berpelukan. Takdir hidup mereka sangatlah rumit, tak ada yg bisa menebak tentang takdir hidup seseorang, mereka hanya bisa menjalankan nya saja mengikuti kemana takdir hidup mereka membawa nya.
Seperti Ragini dan Laksh pada akhir nya mereka pun bersatu kembali setelah mengalami peristiwa yg sangat rumit di hidup nya. Selanjutnya semoga hanya akan ada kebahagiaan di TAKDIR HIDUP mereka bersama keluarga kecil nya.
----THE END----
__ADS_1
makasih buat semua respon dan likenya 😄😄