Takdir Hidup

Takdir Hidup
Kenangan Buruk


__ADS_3

Share lg mumpung ada inspirasi πŸ˜„πŸ˜„


Klw yg ga suka bisa di lewatin aja ya πŸ˜…πŸ˜…


Γ—TAKDIR HIDUPΓ—


PART 25


"Laksh dimana Meera? Mengapa kau tak pulang bersamanya? Kau bilang tadi kau ingin ke kuil bersamanya?" tanya Anna bingung saat Laksh kembali dari rumah hanya sendiri tidak dengan Meera.


"Meera di rumahnya bu" jawab Laksh singkat, dia menundukkan kepalanya.


Anna mengerti dengan ekspresi Laksh, Anna langsung memeluk tubuh Laksh. Laksh mengeratkan pelukan nya dia meneteskan airmata. Anna hanya terdiam dan mengelus rambut Laksh.


"Ibu, Ragini sudah kembali bu" isak Laksh.


Anna terkejut langsung melepaskan pelukannya dan terlihat sangat senang. Dia lalu memegang tangan Laksh.


"Laksh, apakah benar itu? Jadi Meera tinggal disana dengan Ragini?" tanya Anna senang.


Tapi Laksh hanya menganggukkan kepalanya. Anna mengangkat dagu anaknya.


"Hei kau ini kenapa Laksh, Ragini sudah kembali kenapa kau jadi bersedih seperti ini?" tanya Anna bingung.


Laksh menatap lirih ke pada ibu nya.


"Ragini, dia melupakanku bu" ucap Laksh pelan.


Anna terkejut dia tak menyangka jika Ragini bisa melupakan Laksh. Baru saja kebahagiaan dia rasakan kini harus merasakan kesedihan lagi.


"Ibu, Ragini dia sudah bahagia dengan pria lain. Dan Meera juga terlihat sangat dekat dengan pria itu, bahkan Meera memanggilnya papa, ibu dosa yg aku lakukan sangatlah besar kepada Ragini, jadi Dewa terus saja mempermainkan takdir hidup ku. Apa aku tak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan ku bu? Apa Laksh tak pantas untuk bahagia, Laksh ingin menebus semua kesalahan Laksh kepada Ragini, tapi mengapa semua ini menjadi sangat rumit" sesal Laksh dia terus menyalahkan dirinya sendiri.


Anna menangis melihat anaknya seperti itu.


Adars yg daritadi memperhatikan mereka langsung pergi.


'Akan aku buat Ragini mencintai mu Laksh' ucap Adars yakin.


***


"Sayang kenapa kau murung hmm? Beritahu kepada ibu" tanya Ragini cemas kepada Meera yg daritadi hanya murung di kamarnya.


"Meera kangen ayah bu, Meera ingin bertemu dengan ayah" ucap Meera pelan.


Ragini memperhatikan tubuh mungil Meera dan berpikir jika selama ini Meera pasti tinggal dengan Laksh. Makanya Meera merengek jika tak bertemu dengan Laksh.


"RAGINIIII" teriak Zein.


Zein langsung menghampiri dan memeluk erat Ragini.


"Aku sangat merindukan mu, kemana aja kau selama ini? Perlihatkan dimana luka mu? Dan apa ada yg menyakiti mu? Katakan kepada ku biar aku hajar dia!" ucap Zein cepat.


"Hei kau ini berisik sekali, kalau bertanya satu satu, jangan seperti itu, aku bingung menjawab yg mana duku, eh iyah mengapa tiba-tiba kau ada disini, bukankah selama ini kau ada di Jaipur?" tanya Ragini.


Zein mengerutkan dahinya, memegang dahi Ragini.

__ADS_1


TIDAK PANAS!


Zein pikir Ragini demam jadi bicara ngawur πŸ˜…πŸ˜…


"Hei apa yg kau lakukan" kesal Ragini.


"Ragini aku sudah kembali 2 bulan yg lalu dari Jaipur kau ini ada-ada saja" ucap Zein terkekeh.


Zein melirik ke arah Meera yg terlihat habis menangis, dia lalu memegang pipi Meera.


"Pasti ibu mu yg galak ini memarahi mu lagi yah?" tanya Zein.


Ragini kesal dan langsung memukul tangan Zein.


"Hei kau ini bicara apa? Aku tak pernah memarahi nya, aku hanya kesal saat dia merengek ingin bertemu dengan pria itu" jelas Ragini.


Zein bingung dan menaikkan alisnya "Pria itu siapa?"


"Pria yg sudah menghancurkan hidup ku" ucap Ragini pelan.


"Maksud mu Laksh? Ragini dia yg sudah menolong mu dari Priyank dan setau aku kau juga kan sudah memaafkannya, bahkan kau juga mencintainya" jawab Zein nyerocos.


Ragini berpikir, tiba-tiba dia merasakan sakit di kepalanya. Dia lalu *** rambutnya. Zein melihatnya panik.


"Ragini kau kenapa?" tanya Zein khawatir.


"Aaarrggghhhh sakit sekali" teriak Ragini.


Rohit yg mendengar teriakan Ragini langsung menghampiri Ragini. Zein melongo saat melihat Rohit.


Rohit menenangkan Ragini dengan memeluknya. Perlahan Ragini pun tertidur.


"Tuan maaf aku memang tak mengenal siapa dirimu tapi ku mohon kalian jangan memaksa dia untuk mengingat apa yg dia tidak ingat, dokter bilang dia mengalami amnesia sebagian memori nya tentang peristiwa yg baru terjadi hilang, jadi dia hanya mengingat peristiwa lama yg telah terjadi. Aku harap kau jangan memaksanya karena akan berakibat fatal kepada dirinya" ucap Rohit menjelaskan mengenai kondisi Ragini.


Zein hanya menganggukkan kepalanya lalu memeluk erat Rohit.


"Astaga Rohit ternyata kau masih hidup, aku tak menyangka jika ini benar-benar dirimu" ucap Zein.


Zein dan Rohit itu bersahabat jadi Ragini bisa menjalin hubungan dengan Rohit karena Zein yg memperkenalkan mereka.


"Aku bukan Rohit tapi aku adalah Rohan, kebetulan wajah kita mirip" jelas Rohit.


"Hatiku berkata jika kau itu Rohit bukan Rohan, nampaknya kau juga kehilangan ingatan mu hahaha" ejek Zein.


Rohit memandang Zein bingung.


***


"Meera, ayah merindukan mu" ucap Laksh sambil menatap photo dirinya dengan Meera.


#FLASHBACK ON


"Jika ibu sudah pergi, Meera akan tinggal dengan siapa? Meera ingin ibu, ayah tolong cari ibu, bawa ibu kembali kesini" rengek Meera menangis histeris.


"Tenanglah sayang, jika memang ibu mu tak kembali kau ikut bersama ayah yah, mulai sekarang Meera akan tinggal bersama ayah" bujuk Laksh.

__ADS_1


"Terimakasih ayah" ucap Meera senang dan memeluk Laksh erat.


#FLASHBACK OFF..


"Aku sangat mencintai mu Ragini, mengapa sangat sulit untuk kita saling bersama" lirih Laksh.


Laksh mengambil ponsel nya dia melihat photo Ragini 5 tahun silam, photo setelah kejadian itu terjadi. Laksh memejamkan matanya dan mengenang Ragini.


***


"Rohit kau mau kemana?" tanya Ragini.


"Aku pulang dulu, Simran menelpon dia takut kalau berada di rumah sendirian" jelas Rohit.


Ragini hanya mengangguk, Rohit pamit pergi, dia mencium kening Ragini. Ragini tersenyum ke arah Rohit.


Saat Ragini ingin berbalik, dia melihat ada tangan yg menahannya. Ragini menoleh dan dia sangat terkejut saat melihat Laksh.


"Mau apa kau?" tanya Ragini ketakutan.


"Aku minta waktu untuk bicara dengan mu sebentar, tak akan lama" pinta Laksh.


Ragini langsung mengikuti Laksh. Ragini masuk ke dalam mobil bersama dengan Laksh. Ragini hanya terdiam dan takut dengan Laksh, dia takut jika Laksh akan melakukan hal buruk lagi kepadanya.


"Boleh aku pinjam ponsel mu?" ucap Ragini gemetar.


Laksh hanya menoleh sebentar dan melirik kembali ke arah jalan.


"Untuk apa?" tanya Laksh yg masih memperhatikan jalan.


"Aku ingin menghubungi Zein untuk menjaga Meera" ucap Ragini yg masih ketakutan.


"Aku sudah menghubungi nya, mungkin sekarang dia sudah ada di samping Meera, kau tenang saja" ucap Laksh.


"Bagaimana kau bisa mengenal Zein?" tanya Ragini curiga.


"Hmm aku mengenalnya 2 bulan yg lalu, apa kau tak mengingat kejadian yg kau alami 2 bulan yg lalu?" tanya Laksh.


Ragini hanya menggeleng.


"Sudah sampai" ucap Laksh.


Ragini melihat sekitar, dia terkejut saat Laksh membawa nya ke club malam. Laksh langsung menarik tangan Ragini, Ragini berusaha untuk melepaskannya, namun cengkraman Laksh di tangan Ragini sangat kuat.


"Aku akan mengingatkan mu tentang hal itu"


Laksh langsung mengajak Ragini ke hotel yg berada di lantai atas club malam itu. Ragini ketakutan dengan sikap Laksh, dia menyesali dirinya sendiri karena dengan bodoh nya mau di ajak pergi oleh Laksh. Ragini dan Laksh memasuki sebuah kamar hotel. Laksh menguncinya. Laksh tersenyum sinis ke arah Ragini, Ragini menjadi sangat takut perlahan Laksh mendekat ke arah Ragini. Ragini pun menghindar dan menjauh, dia lalu terduduk di kasur dan terjatuh saat Laksh semakin mendekatkan dirinya. Ragini berontak namun Laksh tetap tak mau berpindah. Kini tubuh Laksh **** tubuh Ragini. Laksh langsung mendekatkan bibirnya ke wajah Ragini. Ragini memejamkan matanya. Dia merasakan jika bibirnya sedang di cium, Laksh melumat kasar bibir Ragini namun Ragini hanya diam tak membalas, saat Laksh semakin melumat dalam bibirnya perlahan Ragini membalas ciuman yg Laksh berikan, tangan Laksh meraba bagian punggung Ragini, meremasnya kuat tanpa melepaskan ciuman di bibirnya. Ragini lalu sadar dengan apa yg di lakukannya dia langsung mendorong kasar tubuh Laksh. Laksh pun jatuh tersungkur, tapi ekspresi Laksh sama sekali tak menunjukkan jika dia sedang marah, namun Laksh hanya tersenyum. Dia lalu mendekat dan berbisik ke telinga Ragini.


"Kau mencintai ku Ragini, coba kau tanya kan kepada hati mu siapa yg kau cintai aku atau Rohit, aku yakin kau mencintaiku, dan aku yakin hubungan mu dan Rohit tidak seperti dulu. Kau ingat Ragini? Di tempat ini dulu aku pernah melalukan kesalahan kepada diri mu, dan aku terus menyesali perbuatan ku kepada mu waktu itu. Aku terus mencari diri mu, aku ingin menebus kesalahan yg aku lakukan kepada mu, namun nampaknya Dewa tidak pernah membiarkan aku untuk menemukan mu, padahal aku dan dirimu berada di kota yg sama, tapi mengapa sangat sulit bagiku dan dirimu untuk bertemu. Tapi tiba-tiba aku dan Meera bertemu aku merasakan ada ikatan batin antara aku dan Meera dan benar saja ternyata Meera adalah anak kandungku, anak yg selama ini aku sia-siakan. Dan saat kau mengetahui semuanya kau malah membenci ku tapi perlahan hubungan aku dan diri mu membaik, aku perlahan mulai mencintai mu dan kau pun merasakan hal yg sama, tapi lagi lagi dan lagi Dewa masih saja mempermainkan takdirku, aku harus menyaksikan dengan mata kepala ku sendiri orang yg aku cintai jatuh ke jurang. Sebulan lamanya aku terus mencari mu tak pernah putus asa, karena aku yakin kau pasti akan di temukan. Tapi lagi lagi dan lagi Dewa selalu mempermainkan takdirku, kau datang kembali tapi kau melupakan diriku, kau hanya membenci ku, begitu besarkah kesalahan ku kepadamu sehingga Dewa selalu ingin membuat ku menderita, katakan padaku Ragini apa aku tak boleh untuk bahagia?" teriak Laksh.


Ragini yg sedari tadi mendengarkan ucapan Laksh langsung menangis, entah mengapa hatinya menjadi sangat sesak, seakan tak ada ruang untuk bernafas. Ragini menatap lirih ke arah Laksh. Entah mengapa muncul rasa sakit di hatinya saat melihat Laksh menangis seperti itu. Ragini langsung menghampiri Laksh dan memeluk Laksh erat. Laksh pun memejamkan matanya dan mengeratkan pelukannya.


"Ku mohon jangan hukum aku lagi, jangan menjauh lagi dari ku, aku membutuhkan dirimu dan juga Meera" lirih Laksh.


Tak terasa Ragini menganggukkan kepalanya dan ia terus mengelus rambut Laksh lembut. Ada sedikit rasa kenyamanan dan ketenangan saat Ragini memeluknya seperti ini. Ragini pun merasakan hal yg sama dia sangat nyaman berada di pelukan Laksh.

__ADS_1


jangan lupa like dan komen..


__ADS_2