
×TAKDIR HIDUP×
PART 26
Ragini dan Laksh berada di satu mobil namun mereka canggung karena kejadian barusan. Ragini terus mengigit bibir bawah nya mengingat apa yg tadi mereka lakukan saat Laksh mencium nya dan dia dengan bodoh nya pun membalas ciuman Laksh. Ada perasaan yg amat bergejolak di hati Ragini saat memandang wajah Laksh. Entah mengapa dia merasakan keteduhan di hati nya saat dia melihat wajah Laksh. Ragini pun mengembangkan senyum nya. Dia tak mengerti perasaan apa yg dia rasakan terhadap Laksh, karena perasaan ini berbeda dengan apa yg dia rasakan saat bersama Rohit. Jika bersama Laksh hati Ragini terasa sangat berdebar. Dan jika di suruh memilih nampak nya saat ini Ragini bisa menentukan pilihan nya dengan yakin.
"Eehhheeemm" suara deheman Laksh memecahkan keheningan di antara mereka.
Ragini melihat sekitar, ternyata mereka sudah sampai di depan rumah Ragini. Ragini ingin keluar dari mobil tapi tangan Laksh menahan nya. Dia mendekat ke arah Ragini dan mencium kening nya. Ragini memejamkan mata nya seolah merasakan kehangatan saat Laksh mencium kening nya.
"Aku mencintai mu" ucap Laksh singkat dengan mengembangkan senyum lebar di bibir nya.
Senyuman itu terasa sangat manis! Dan itu membuat jantung Ragini berdebar semakin tak karuan.
Ragini langsung tersadar dia lalu keluar dari mobil. Laksh menatap kepergian Ragini. Hingga Ragini sudah menghilang dari pandangan nya.
"Aku yakin kau juga mencintai ku Ragini, aku akan memberi mu waktu untuk menyadari perasaan mu kepada ku" ucap Laksh.
Laksh lalu melajukan mobil nya dan memutar balik menuju rumah nya.
"Ya Dewa, perasaan apa ini? Mengapa aku sangat nyaman jika berada di dekat Laksh" ucap Ragini pelan.
***
"Kakak kau sudah pulang aku sangat merindukan mu Kak Rohit" ucap Simran manja.
Rohit terkejut saat Simran memanggil nya dengan nama Rohit bukan Rohan.
Simran mengerti tentang apa yg di pikirkan kakak nya. Dia lalu tersenyum dan memegang tangan Rohit.
"Kak, maafkan aku selama ini telah membohongi mu, sebenar nya kau adalah Rohit bukan Rohan. Waktu itu 6 bulan yg lalu terjadi kecelakaan antara diri mu dan Kak Rohan. Kak Rohan meninggal di tempat karena dia terluka sangat parah. Sedangkan diri mu di bawa ke rumah sakit, kau mengalami koma selama 3 bulan dan saat sadar kau tidak mengenali siapa diri mu, lalu aku mengatakan jika kau adalah Kak Rohan, kakak ku. Aku sengaja mengatakan itu karena dari kecil Kak Rohan yg selalu menemani ku. Aku dan Kak Rohit terpisah karena ibu membawa kakak ke kota. Aku pikir dengan menjadikan kakak sebagai Kak Rohan kakak akan menyayangi ku seperti saat Kak Rohan menyayangi ku, aku takut Kakak meninggalkan ku, jadi aku mengubah identitas kakak. Aku takut jika kakak menjadi Kak Rohit, kakak tak akan menyayangi ku" jelas Simran.
Rohit yg mendengarkan merasa jika bayangan di masa lalu nya telah kembali, perlahan dia mengingat semua yg terjadi.
Rohit langsung memeluk Simran dan menghapus airmata nya.
"Kakak sangat menyayangi mu Simran, sebagai Kak Rohit, kau tak perlu takut aku akan berubah dan tak menyayangi mu, karena aku sangat sayang kepada adik kecil ku yg manja ini"
Simran mengeratkan pelukan nya.
"Terimakasih Kak, terimakasih aku sangat sayang Kak Rohit"
***
"Ibuuu, mengapa ibu melamun?" tanya Meera.
Ragini lalu berjongkok dan memeluk tubuh mungil gadis kecil nya itu. Dia mengeratkan pelukan nya dan memejamkan mata nya. Dia merasakan kehangatan yg sama saat Ragini memeluk Laksh.
"Ibu, Meera ingin ketemu ayah" ucap Meera pelan.
Ragini melepaskan pelukan nya. Meera langsung menundukkan kepala nya, karena Meera takut Ragini akan marah jika dia mengatakan ingin menemui ayah nya. Tapi sekarang sikap Ragini berbeda, dia tidak memarahi Meera saat dia mengatakan ingin bertemu ayah nya. Bahkan Ragini malah tersenyum manis dan memegang dagu anak nya. Meera pun menatap lekat Ragini.
"Apa kau sangat menyayangi ayah mu?" tanya Ragini.
Meera hanya mengangguk, ekspresi wajah nya itu menggemaskan. Ragini lalu mencubit gemas pipi nya. Ragini mengeluarkan ponsel di saku celana nya.
"Ini telpon ayah mu, suruh dia kesini untuk menemui Meera" ucap Ragini lembut.
__ADS_1
Meera langsung tersenyum bahagia. Dia lalu menekan nomor ayah nya yg sudah dia hafal di luar kepala.
"Ayah, Meera kangen, ayah cepat kesini yah, ibu sudah memberikan Meera ijin untuk bertemu ayah"
Ragini melirik Meera, bukankah memang harus nya seperti ini. Ragini tak boleh melarang Meera bertemu dengan ayah kandung nya kan. Ragini merasakan ketentraman di hati nya saat melihat Meera tersenyum karena ingin bertemu dengan ayah nya. Kebahagiaan Meera terpancar sangat jelas di wajah nya. Akan sangat egois jika Ragini menjauhkan mereka.
***
"Jadi apa yg ingin kau bicarakan sayang?" tanya Rohit.
"Hmmm akuuuuu....." ucapan Ragini terpotong saat Rohit menyela nya.
"Sayang, aku sudah mengingat semua nya, siapa diri ku, kenangan diri ku bersama mu dan Meera. Ragini ingatan ku sudah kembali, secepat nya aku akan menikahi mu"
DEEGGGHHHH....
Jantung Ragini berdebar, namun debaran ini berbeda dengan sensasi debaran yg di rasakan Ragini saat bertemu dengan Laksh. Yg sekarang dia rasakan adalah debaran karena terkejut saat Rohit melontarkan kata-kata itu. Ragini lalu berpikir, sedari tadi sebenar nya Ragini sudah mengingat kenangan diri nya dan Laksh. Jadi dia memutuskan untuk bertemu Rohit karena dia ingin mengatakan yg sejujur nya kepada Rohit bahwa perasaan nya kepada Rohit sudah tak sama lagi seperti dulu. Bahwa kini posisi Rohit di hati Ragini telah di gantikan dengan Laksh. Ragini mengatur nafas nya, dia memainkan jemari tangan nya. Berpikir bagaimana untuk memulai pembicaraan dengan Rohit.
"Rohit hhmmmm" Ragini mulai memberanikan diri nya.
Rohit menatap nya dengan sorot mata yg tajam. Ragini menundukkan kepala nya tak berani menatap mata Rohit.
"Sebenar nya perasaan ku kepada diri mu sudah berbeda, entah mengapa aku merasa jika aku tak lagi mencintai mu seperti dulu. Entah mengapa perasaan ku menjadi berbeda saat aku kini berdekatan dengan mu. Maafkan aku Rohit" ucap Ragini sedikit gemetar, dia menahan sesak di hati nya untuk mengatakan seluruh isi hati nya kepada Rohit.
Hati Rohit terasa sangat sakit mendengar pengakuan Ragini. Rohit memegang dagu Ragini untuk menatap nya.
"Apa ada orang lain yg sudah mengambil hati mu dan menggantikan posisi diri ku di hati mu?" tanya Rohit dengan menatap lekat mata Ragini.
Mulut Ragini seolah terkunci dia bingung harus mengatakan apa kepada Rohit. Dia tak ingin menyakiti perasaan pria yg menurut nya sangat baik dan sempurna.
"Kau boleh pergi, cinta memang tak bisa di paksa kan, jika diri mu tak merasakan kebahagiaan bersama ku untuk apa aku menahan mu agar tetap bersama ku. Aku tak tega melihat orang yg aku sayangi bersedih karena diri ku. Pergilah jika itu membuat mu nyaman" ucap Rohit meyakinkan.
Entah mengapa Ragini merasa jika diri nya menjadi wanita yg sangat kejam. Bayangkan saja saat Rohit baru saja mendapatkan ingatan nya kembali dan dia telah mengingat semua nya tapi Ragini malah mengatakan kejujuran tentang perasaan nya kepada Rohit yg tak sama seperti dulu. Dia berpikir tadi Rohit akan marah, tapi nyata nya pria di hadapan nya ini hanya tersenyum dan malah mempersilakan diri nya untuk pergi.
Ragini memeluk erat tubuh Rohit. Sesekali dia meneteskan airmata nya. Rohit mengelus rambut Ragini.
"Sudah, jangan menangis. Nampak nya kau memang sangat tak bahagia dengan ku yah, sampai kau terus menangis seperti ini" ledek Rohit.
Ragini melepaskan pelukan nya dia mencubit perut Rohit gemas. Lalu mereka pun sama sama tersenyum dan melepaskan semua perasaan yg pernah ada.
***
"Laksh, apa kau sudah mengungkapkan perasaan mu kepada Ragini?" tanya Adars.
Laksh yg masih sibuk dengan pekerjaan nya hanya menjawab nya dengan mengangguk.
Adars kesal di buat nya. Dia lalu menghampiri Laksh dan menutup kasar Laptop nya. Laksh terkejut dan kini dia hanya menatap tajam kakak nya itu.
"Kau mau apa ka?" tanya Laksh kesal.
"Aku ingin seorang adik ipar untuk ku, kasian jika cuma istri ku yg membantu ibu" ledek Adars.
Laksh hanya mendengus kesal.
"Kau dan Ragini sudah memiliki anak, apa kau tega membiarkan Meera terus di hina teman-teman nya? Sudah cepat kau temui Ragini dan lamar saja dia, dia pasti akan menerima nya" ucap Adars menyemangati.
Laksh hanya bersandar di kursi nya dia memejamkan mata nya.
__ADS_1
"Kau pikirkan perkataan ku sebelum terlambat, dia memang sudah memiliki kekasih, tapi itu bukan berarti kau kehilangan kesempatan mu, berjuanglah!"
Adars menepuk bahu Laksh lalu pergi meninggalkan Laksh.
Laksh terus berpikir dengan perkataan Adars.
***
"Jadi kau telah memutuskan hubungan mu dengan Rohit?" tanya Zein bingung.
"Iya" jawab Ragini singkat.
Zein kesal dengan Ragini. Dia lalu menatap Ragini.
"Hei sebenernya siapa sih yg ada di hati mu ini" tunjuk Zein ke arah hati Ragini.
Ragini hanya menggedikan bahu nya. Zein sangat kesal di buat nya.
TOK... TOK... TOK...
"Boleh aku masuk"
Suara Laksh ada di luar pintu membuat jantung Ragini terasa berdebar. Ragini menyunggingkan senyum di bibir nya dan mempersilakan Laksh untuk masuk. Zein melirik jam tangan di lengan nya.
"Laksh, Meera belum pulang" ucap Zein memberitahu.
Ragini langsung menampilkan ekspresi kekecewaan nya. Mengapa tak terpikir oleh nya jika Laksh kesini untuk menemui anak nya bukan diri nya. Ragini terus meneriaki diri nya sendiri dalam hati.
"Aku kesini untuk menemui Ragini" jelas maksud kedatangan Laksh.
Zein hanya melirik Laksh, seolah mengerti jika Laksh dan Ragini memerlukan ruang untuk saling berbicara saat ini.
"Aku akan menjemput Meera" sela Zein di tengah keheningan RagLak.
Zein lalu pergi meninggalkan mereka.
Laksh mendekat menghampiri Ragini. Ragini mempersilakan Laksh untuk duduk.
"Kau mau minum apa Laksh?" tanya nya dengan sedikit gugup.
Laksh hanya tersenyum "Duduklah, aku ingin mengatakan hal penting"
Ragini lalu duduk berhadapan dengan Laksh. Jantung Ragini semakin berdebar kencang saat dia melihat Laksh menatap nya dengan sangat lekat.
"Ragini aku tak ingin mengatakan perasaan ku kepada mu, karena aku yakin diri mu juga telah mengetahui perasaan ku saat ini"
Laksh lalu bersimpuh di hadapan Ragini dia memegang tangan Ragini, mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dan membuka nya.
"Ragini, apakah kau mau menjadi istri ku?"
Ragini membulatkan mata nya dia tak menyangka dengan apa yg di lihat nya. Laksh bersimpuh di hadapan nya dan melamar nya, tak pernah terpikirkan oleh Ragini jika Laksh akan melakukan hal ini.
Ragini terdiam dan meneteskan airmata nya. Dia lalu menganggukan kepala nya. Laksh tersenyum dia langsung memakaikan cincin di jari manis Ragini dan memeluk erat tubuh nya. Lagi dan lagi Ragini merasakan kehangatan saat Laksh memeluk diri nya. Ragini memejamkan mata nya dia sangat menikamati kedamaian di hati nya karena pelukan Laksh.
"AKU MENCINTAI MU LAKSH" ucap Ragini pelan.
jangan lupa like dan komen yah..
__ADS_1