Takdir Hidup

Takdir Hidup
Terungkap


__ADS_3

×TAKDIR HIDUP×


PART 13


"Apa kau sudah jujur dan mengatakan semua kepada nya?" tanya Adars.


Laksh hanya menggeleng.


"Kenapa? Mau sampai kapan kau menyembunyikan nya Laksh?" tanya Adars.


"Entahlah" jawab Laksh singkat dan mengela nafasnya.


"Kenapa? Kau takut jika setelah Ragini tau semuanya dia akan menjauhkan mu dari Meera?" tanya Adars lagi, dia menatap tajam ke arah Laksh.


"Aku tak tau kak, aku belum siap untuk jujur kepadanya" teriak Laksh.


Laksh mengusap mukanya. Dia memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya.


Adars menepuk bahu Laksh.


"Cepat atau lambat dia pasti akan tau semua nya Laksh, akan lebih baik jika kau yg mengatakan kepada nya daripada dia mendengarnya dari orang lain. Dan kau sudah tau kan konsekuensi terbesar mu jika dia sudah mengetahui semua nya kan? Keputusan ada di tangan mu Laksh, aku tak bisa memaksa mu" ucap Adars yakin, dan dia pergi meninggalkan Laksh.


Laksh mengingat kejadian dimana dia 'merenggut kesucian' Ragini, membuat hidup Ragini hancur, hadirnya Meera, kedekatannya dengan Meera dan Ragini.


"Aaaaarrrggghhhhh" teriak Laksh sambil *** rambutnya.


Dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Kau pria brengsek Laksh, benar benar brengsek" Laksh meneriaki diri nya sendiri.


Dia mengambil ponselnya, lalu melihat photo Meera di ponselnya, ia menatap lirih.


"Maafkan ayah Nak, maafkan ayah" lirih Laksh.


****


"Ibu apa ayah tak kesini?" tanya Meera.


"Tidak sayang, mungkin dia sedang sibuk" ucap Ragini lembut.


Ragini dan Meera pun melanjutkan sarapannya.


"Ibu tak berkerja kan hari ini?" tanya Meera khawatir.


"Tidak sayang, paman Zein yg akan mengantar mu ke sekolah yah" ucap Ragini.


Meera hanya mengangguk.


Tak lama Zein datang dan langsung menghampiri Meera.


"Keponakan paman sudah siap? Ayo kita berangkat!" ajak Zein.


Zein melirik ke arah Ragini dan mengedipkan matanya. Ragini pun hanya menganggukan kepalanya.


"Daahhh ibu" teriak Meera sambil melambaikan tangannya.


Ragini menatap ke arah Zein dan Meera. Dia bersyukur memiliki sepupu seperti Zein. Untungnya Zein baru kembali ke kota ini, setidaknya ada yg mengurus, mengantar jemput Meera selama Ragini masih belum benar-benar pulih.

__ADS_1


Ponsel Ragini berdering. Dia langsung mengangkatnya.


"Untuk apa lagi kau menelpon ku?" ucap Ragini ketus.


"........"


"Aku tak mau lagi bertemu denganmu" teriak Ragini.


"......."


"Baiklah aku akan menemui mu, kau kirimkan saja alamatnya" ucap Ragini.


Ragini langsung bersiap dan mengambil tasnya. Menemui seseorang yg tadi menelpon nya.


****


TOK TOK TOKK.....


"MASUKKK" teriak Laksh.


Laksh tersenyum sumringah dan memutar kursinya. Namun matanya membulat saat dia menyadari bukan Ragini yg ke ruangnya tapi Muktha.


"Ragini dimana? Bukankah tadi aku yg menyuruh Ragini kesini?" tanya Laksh bingung.


"Ragini sedang tidak masuk Tuan" jawab Mukths.


"Kenapa?" tanya Laksh sangat khawatir.


"Dia masih kurang enak badan Tuan, dia masih belum sepenuhnya pulih" jawab Muktha.


"Permisi Tuan" Muktha keluar dari ruangan Laksh.


Laksh berpikir dengan menggoyangkan pulpen yg dia pegang. Entah mengapa dia merasa jika hatinya sangat gelisah. Mengisyaratkan jika ada sesuatu yg akan terjadi. Hati Laksh gelisah, dia langsung bergegas mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan kantornya.


Laksh melajukan mobil nya dengan sangat cepat menuju rumah Ragini. Pikiran nya tak menentu, dia terus merasa kegelisahan menyelimuti dirinya. Entah apa yg telah terjadi kepada Ragini.


Laksh memarkirkan mobilnya dengan buru buru, dia langsung memencet bel nya.


TING TONG TING TONG......


Lama sekali tak ada jawabannya. Laksh lalu mengambil ponsel nya untuk menghubungi Ragini, namun sama tak ada jawaban juga. Dia terus membunyikan mobilnya.


TIIIINNNN..


suara klakson mobil membuat Laksh memutar tubuhnya. Dia sangat terkejut saat melihat Ragini dengan seorang pria yg amat dia sangat kenal. Entah mengapa Laksh menjadi sangat gugup. Laksh merasa jika akan ada suatu hal yg tak beres akan terjadi. Dia sangat gelisah, perlahan Ragini dan pria itu mendekati Laksh. Ragini yg kini telah berhadap hadapan dengan Laksh, menatap tajam ke arah Laksh.


PLAAAKKKK.......


Laksh memegangi pipi nya yg panas akibat tamparan yg di berikan Ragini. Dia masih menatap tajam ke arah Ragini yg menatapnya dengan sangat sinis.


"Untuk apa kau kesini hah? Berani sekali kau menemui ku? Bersikap seolah kau ini adalah pria yg baik? Dasar MUNAFIK!" teriak Ragini, nada suaranya gemetar menahan tangis.


Laksh hanya menatap Ragini lirih, sementara pria yg sedari tadi bersama Ragini, dia hanya tertawa senang melihat Ragini dan Laksh bertengkar.


Ragini menarik kerah kemeja Laksh, menatap tajam ke arah Laksh. Lalu menampar lagi pipi Laksh.


PLAAKKKK....

__ADS_1


Laksh hanya bisa pasrah dengan apa yg di lakukan Ragini. Dia hanya dia dan menerimanya. Karena dia yakin suatu saat nanti kejadian ini akan benar benar terjadi suatu saat nanti.


"DASAR BAJINGAN! PRIA BRENGSEK!" teriak Ragini.


Ragini kini bersimpuh di bawah, dia tak kuasa menahan luapan emosi nya. Airmata yg daritadi dia tahan, akhirnya jatuh juga. Hati Ragini sangat sesak, membuatnya merasa sulit untuk menarik nafas.


Pria tadi tersenyum puas menyaksikan 'pertarungan' Ragini dan Laksh.


"Sudah ku bilang Laksh, kau ini pria pecundang" bisik pria itu.


Laksh langsung melotot ke arahnya dan mengepalkan tangan ingin memukulnya namun tangannya di tahan oleh pria itu.


"Sampai kapanpun kau tak akan pernah menang dari ku jika menyangkut masalah wanita, Ragini adalah mantan kekasih ku Laksh hahahaha, ternyata kau membuktikan jika diri mu benar benar brengsek yah malam itu, kau 'merenggut kesucian' kekasih teman mu sendiri, tapi aku berterimakasih kepada mu yah Laksh, aku berhutang budi kepada mu, karena diri mu aku dan Ragini tak jadi menikah, aku benar benar tak ingin menikah dengan gadis sok lugu sepertinya itu hahahaha" bisik pria itu.


Laksh yg sedari tadi mengepalkan tangannya lalu melayangkan pukulannya ke pipi pria itu. Dia menonjok wajah pria itu sampai berdarah dan memar. Ragini yg melihat nya mencoba untuk melerainya.


"LAKSHHH PRIYANKK HENTIKAAANNN" teriak Ragini.


Laksh dan Priyank pun bangkit. Mereka saling menatap sinis. Mereka sama sama saling babak belur karena 'pertarungan' tadi.


Ragini memegang tangan Priyank erat. Laksh yg melihat sikap Ragini seperti itu langsung sedih. Ragini lebih memilih Priyank di bandingkan dirinya.


Laksh lalu memutar balik tubuhnya ingin pergi, tapi tangan Ragini menahannya.


PLAAKKKK......


Ragini menampar pipi Laksh lagi. Menatap tajam ke arah Laksh, menahan airmatanya.


"Kau! Jangan pernah kau mencoba untuk mendekati Meera, jangan pernah kau berani menemui nya, jika kau melakukan itu walaupun dengan sembunyi sembunyi aku akan pindah dari kota ini dan membawa pergi Meera jauh, jadi kau tak akan pernah bisa bertemu dengan Meera.


Kau mengerti Laksh?" ucap Ragini ketus.


Laksh hanya menatap ke arah Ragini. Ragini memalingkan wajahnya. Priyank mengeratkan rangkulan tangannya di pinggang Ragini. Laksh melihatnya geram. Saat Laksh ingin pergi, Ragini ke dalam dan melemparkan kotak musik yg di berikan Laksh untuk Meera. Laksh menatap lirih ke kotak musik itu. Mengingat kemarin Meera yg memilihnya sendiri dan Laksh memberikannya untuk Meera. Laksh masih ingat bagaimana Meera sangat senang di belikan kotak musik itu. Sekarang kotak musik itu hancur berantakan di tanah. Laksh memunguti bagian bagian yg terpecah pecah. Mengumpulkan nya satu persatu Lalu membawa nya. Ragini hanya memalingkan wajah nya.


"Maafkan aku Ragini" ucap Laksh gemetar.


Ragini geram lalu langsung menatap Laksh lekat.


"Maaf mu sudah tak berlaku pria brengsek, menjauhlah dari Meera dan jaga batasan mu dengan Meera, mungkin kau ayah biologis Meera, tapi yg harus kau ingat jika kau tak mempunyai hak sama sekali terhadap Meera anakku" teriak Ragini.


Laksh hanya mengangguk. Dia merasakan pedih yg amat mendalam di hatinya. Laksh lalu menghampiri Ragini lalu memeluknya dengan sangat erat. Entah mengapa Ragini malah tidak menolak, ia lalu memejamkan matanya dan menangis terisak, airmatanya tak bisa lagi ia bendung. Begitu pun sebaliknya dengan Laksh dia menangis dan mengutuki dirinya sendiri. Laksh melepaskan pelukannya lalu menatap tajam ke arah Ragini dan pergi menjauh. Ragini memalingkan wajahnya, airmatanya masih ia tahan. Laksh pun menatap ke arah Ragini, lalu dia pun memasuki mobilnya dan melajukan mobil nya pergi dari rumah Ragini.


Priyank tersenyum sangat puas melihat Laksh menderita.


****


"Kau ini, siapa yg mengeroyok mu?" tanya Parth saat Laksh menemui nya.


Parth dan Laksh sudah lama tak bertemu, sekalinya bertemu Parth melihat Laksh dengan kondisi yg mengenaskan. Untungnya Parth sedang tidak bekerja.


"Siapa yg menghajarmu?" tanya Parth penasaran


"Aku memang pantas mendapatkannya" lirih Laksh.


Next or Stop??


Please komwell ya 😄😄

__ADS_1


__ADS_2