
Part ini ada sedikit bagian vulgarnya, yg masih di bawah umur jangan dibayangkan ya, bijaklah dalam membaca 😄😄
×TAKDIR HIDUP×
PART 3
Pria berkacamata itu menuju ke sebuah kantor elit di pusat kota Mumbai. Dia berjalan memasuki lobi perusahaan. Semua karyawan tunduk kepada dirinya.
Dia pun tersenyum bangga karena dia selalu mendapatkan apa yg dia inginkan. Semua orang hormat kepada dirinya.
Pria tersebut lalu menuju ke ruang kerjanya, duduk bersandar di kursi kerjanya, memejamkan matanya mengingat peristiwa yg terjadi 5 tahun silam.
Saat itu dirinya masih labil dalam mengambil keputusan. Jangankan untuk orang lain, untuk dirinya saja dia tak mampu mengambil keputusan yg benar.
Saat Laksh masih remaja, dia sangat suka keluyuran tengah malam, balapan liar, mabuk mabukan, pergi ke club malam bersama para gadis gadis. Dia sangat tampan semua gadis akan tunduk kepada dirinya.
Tapi jika kalian menggap pria itu seringkali melakukan 'seks bebas' kalian salah. Dia amat menjaga dirinya akan hal itu.
Namun kejadian di malam itu, benar benar di luar kendalinya. Saat dia sedang berpesta dengan teman temannya, dia melihat seorang gadis tengah duduk sendiri di depan meja bartender.
Gadis itu mempesonanya di awal pertemuan. Sangat cantik dan sempurna. Pria itu terus menerus memperhatikan nya.
Hingga ketika ada tangan yg menepuk bahunya. Dia tersenyum sinis melihat Laksh yg sedari tadi memperhatikan gadis itu.
"Laksh, aku mempunyai tantangan untukmu. Aku lihat dari tadi kau terus memperhatikan gadis yg duduk disana (menunjuk) jika kau bisa 'menidurinya' maka aku akan memberikan uang padamu 10 juta, jika tidak maka aku yg akan 'meniduri' gadis itu dan kau harus membayar ku 10 juta, bagaimana deal?" tanya temannya Priyank.
Laksh selalu unggul dari Priyank dalam segala hal. Namun untuk persoalan 'seks' Laksh pasti kalah, karena dia tak pernah sekalipun melakukan itu.
"Apa maksudmu hah? 'Kesucian' seorang wanita tidak pantas untuk di pertaruhkan, aku tak mau melakukan itu" tolak Laksh dengan nada kesal.
"Hahahaha kau ini, kau ini sudah terlanjur jadi pria brengsek Laksh. Kenapa kau tidak membuat dirimu 'sempurna' menyandang gelar pria brengsek ? (terkekeh) Aku tau jika kau selama ini menjaga 'keperjakaan' mu dengan sangat baik. Hahahaha, kau membuat ku geli Laksh. Kau ini pria atau bukan? Hahahaha" ejek Priyank.
Laksh yg mendengarkan Priyank pun hanya mendengus kesal dan menarik nafas dalam, menatap tajam ke gadis itu.
'Gadis yg cantik' batin Laksh.
"Laksh jika memang kau tidak mau melakukannya, biar aku yg melakukan nya, kau hanya perlu diam disini dan lihat setelah aku berhasil menidurinya kau harus mempersiapkan uang 10 juta untukku" ucap Priyank tersenyum sinis.
Laksh hanya menatap kesal Priyank, saat Priyank ingin menghampiri gadis itu Laksh mencegahnya. Priyank pun tersenyum sinis.
"Aku yg akan melakukannya" ucap Laksh lantang.
__ADS_1
Laksh pun berlalu meninggalkan Priyank mendekat ke arah gadis itu. Priyank pun tersenyum sinis bangga saat Laksh mulai terpancing 'perangkapnya'.
"Hei nona kau sedang apa disini?" tanya Laksh memulai obrolan.
"Aku? (Menunjuk dirinya sendiri) Kau bertanya kepadaku?" jawabnya dengan nada khas orang yg sedang mabuk, dia langsung menyandarkan kepalanya di meja bar itu.
Gadis itu sudah sangat mabuk dan pingsan. Laksh pun tak tega lalu membawa tubuh gadis itu pergi dengan mengaku jika dia adalah kekasih gadis itu pada pelayan disana.
Laksh melirik ke arah Priyank. Tersenyum sinis. Saat dia melewati Priyank mata mereka bertemu. Laksh pun hanya mendengus dan tersenyum bangga.
Priyank hanya mengerutkan dahinya dan menaikan kedua bahunya. Lalu menepuk bahu Laksh dan berbisik.
"Lakukan dengan benar Laksh, jangan menyakitinya, aku tau kau belum memiliki pengalaman hahahaha" ejek Priyank.
"Heh sialan, sudah cukup kau mengejek ku" ucap Laksh kesal.
"Laksh kau harus memfoto saat kau dan dirinya tidur berdua satu ranjang ya, dan foto juga 'darah perawannya' sebagai bukti jika kau telah melakukannya. Jika tidak aku tak mungkin percaya dengan semua omonganmu itu. Aku akan rugi 10 juta" ucap Priyank dengan nada mengejek.
Laksh hanya menatap lekat lalu berlalu meninggalkan Priyank. Laksh membawa gadis itu ke dalam hotel.
Laksh pun reservasi menggunakan nama samarannya "Lucky" bukan Laksh.
Wajahnya yg cantik menjadi pelengkap jika gadis itu benar benar sangat sempurna di mata Laksh. Laksh terus mondar mandir memikirkan sesuatu.
Laksh memang pria nakal dan brengsek, tapi untuk urusan seperti ini?
Dia sangat tidak ahli, jadi wajar jika Priyank mengejek mengenai hal itu.
Laksh selalu lebih unggul di banding Priyank, tapi untuk urusan seks?
Ini kali pertama Laksh melakukannya.
Laksh duduk di tepi ranjang memandangi wajah wanita itu. Menatapnya lekat dan memejamkan kedua matanya berusaha untuk mengingat gadis ini di memori otaknya.
Laksh merutuki dirinya sendiri mengapa dia terpancing dengan jebakan Priyank. Namun dia pun tak tega melihat wanita yg sedang tak berdaya ini menjadi korban pelampiasan nafsu bejat Priyank.
Lalu apa bedanya denganmu Laksh
Bukankah saat ini kau juga mempunyai tujuan yg sama?
Laksh meremas rambutnya, menatap lirih ke gadis itu.
__ADS_1
Perlahan Laksh mendekat membelai halus wajahnya dan Laksh mengecup perlahan bibir mungil yg sedari tadi mengusik pikirannya. Laksh membuka baju yg dia kenakan lalu mendekati gadis itu membuka bajunya.
Laksh memejamkan kedua matanya seolah meyakinkan dirinya untuk melakukannya.
Dia perlahan mencium pelan leher gadis itu, menghirup dalam aroma tubuh gadis itu yg membuat naluri lelakinya bangun. Setelah puas bermain di situ, lalu Laksh perlahan memasukkan 'miliknya' ke 'milik' gadis itu.
Menekannya kuat dan sangat dalam. Laksh mengerang kenikmatan, belum pernah dia merasakan hal seperti ini sebelumnya.
Dia menggerakan pinggulnya dengan cepat, lalu dia mengerang setelah mencapai puncak kenikmatan dari hasratnya itu.
Perlahan tubuh Laksh ambruk memeluk erat gadis yg tadi sudah memberikan kenikmatan kepadanya. Laksh menatap lekat setiap inchi wajah dan tubuh gadis itu.
Laksh terbuai akan semuanya. Ia pun mencium bibir gadis itu, seolah tak ingin melepaskannya lagi. Karena sebentar lagi ia akan meninggalkan gadis itu. Entah kapan lagi mereka akan bertemu.
Laksh mengambil ponselnya memotret dirinya bersama gadis itu yg hanya berbalut selimut dan memotret darah perawannya itu.
Sial, jika dia tak taruhan dengan Priyank semua ini tak akan terjadi. Tapi Laksh lebih memilih dia yg melakukannya di bandingkan dengan Priyank.
Laksh lalu mengambil ponselnya kembali, memotret wajah gadis yg tadi memberikannya kenikmatan. Laksh pun beranjak memakai bajunya kembali ia tersenyum ke arah wanita itu.
Ada sedikit rasa bersalah di matanya.
Bukan sedikit tapi sangat banyak karena Laksh sudah 'merenggut' apa yg seharusnya tidak dia ambil dari wanita ini, sesuatu yg harusnya dia berikan kepada suaminya.
Laksh meninggalkan surat dan sengaja meninggalkan gelang yg berinisial namanya, dia berharap agar suatu waktu jika di perlukan dia akan bertanggung jawab atas hidup gadis itu.
Saat Laksh ingin berlalu pergi, dia merasa sangat bersalah dengan apa yg dia lakukan kepada gadis itu. Dia menghampiri kembali gadis itu lalu mengecup keningnya lembut. Dan Laksh pun tersenyum lalu meninggalkan gadis itu.
#FLASHBACK OFF
Laksh mengusap wajahnya dengan kasar saat dia mengingat kejadian itu.
Lalu mengambil ponselnya dan melihat ke photo gadis yg sudah dia renggut kesuciannya. Laksh menatap lirih dan mengingat kejadian barusan saat untuk pertama kalinya ia melihat langsung gadis itu kembali.
Tapi bukan dalam kondisi mabuk, saat ini Laksh melihatnya dalam kondisi tersadar dan senyumannya sangat manis. Bahkan dia menjadi makin cantik di mata Laksh.
Lekukan tubuh itu masih sama, walaupun dia sudah memiliki seorang anak, hmmm naluri lelakinya bangkit jika ia hanya mengingat gadis itu.
'Astaga apa yg terjadi padaku, aku bisa gila karena senyumannya. Setelah sekian lama aku mencari mu, kini takdir yg mempertemukan kita kembali nona' batin Laksh sambil memandangi photo wanita itu di ponselnya.
Jangan lupa tinggalkan like dan komen.. 😘
__ADS_1