Takdir Hidup

Takdir Hidup
Permainan Takdir


__ADS_3

×TAKDIR HIDUP×


PART 23


Laksh melajukan mobilnya dengan sangat cepat, bayangan Ragini terus berkelibat di pikirannya. Dan suara tangisan Meera seolah menusuk telinganya. Dia mengeratkan pegangan di stir mobilnya. Dia trus mencari Ragini ke seluruh penjuru kota. Tak peduli hari semakin larut, Laksh harus secepatnya menemukan Ragini. Dia terus meneriaki dirinya sendiri karena tak bisa mengendalikan perasaan nya, jika saja dia dan Ragini menjaga jarak dengannya, mungkin semua tak akan menjadi seperti ini.


Saat Laksh berada di dekat Ragini semua batasan tidak dia hiraukan. Hatinya benar-benar sangat gelisah. Dia berjanji akan menghabisi Priyank dengan tangannya sendiri jika terjadi sesuatu yg sangat buruk terjadi pada Ragini.


Laksh menuju ke sebuah hutan karena dia melacak Ragini dari sinyal GPS ponselnya. Memang Priyank bodoh, dia lupa untuk mematikan GPS di ponsel Ragini. Laksh terus melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Yg dia pikirkan saat ini membawa Ragini kembali tanpa terluka sedikit pun. Laksh lalu berhenti di sebuah ujung jalan karena dia melihat ada mobil yg terparkir disana dan kemungkinan itu adalah mobil dari anak buah Priyank. Laksh lalu keluar dari mobil dan mengendap. Matanya tertuju pada sebuah rumah tua yg ada disana. Dia mencari celah untuk mencari tau keberadaan Ragini di dalam sana. Dia mengintip dan benar saja, satu orang berbadan kekar sedang berjaga di luar rumah tua itu. Laksh langsung mengambil kayu yg ada di dekatnya dan memukul kepala pria itu. Pria berbadan kekar itu pun jatuh tersungkur. Laksh lalu melancarkan aksinya untuk masuk ke dalam rumah tua itu.


****


"Hai cantik, apa kau masih mengingatku?" ucap Priyank kepada Ragini.


Ragini membulatkan matanya dia tak menyangka jika mantan kekasihnya sendiri yg merencanakan penculikan nya.


"Priyank, kau?" ucap Ragini gemetar.


"Iyah, ini aku Priyank mu" ucap Priyank pelan.


Dia menghampiri Ragini untuk semakin mendekat. Ragini terus mundur untuk menghindari Priyank.


"Sekarang kau sangat cantik Ragini, aku bodoh dulu pernah meninggalkanmu dan menyuruh si bodoh Laksh itu melakukan hal 'itu' kepadamu. Aku sengaja menjebaknya karena aku tau Laksh adalah orang yg gampang terpengaruh. Dan kau tau keuntungan yg aku dapatkan dari Laksh yg telah melakukan 'itu' pada mu dulu? Aku batal untuk menikahi mu, karena orang tua ku menganggap jika dirimu wanita jalang. Aku menunjukkan photo dirimu dan Laksh tengah tertidur berdua hahahaha" ucap Priyank menjelaskan.


Ragini tak menyangka jika Priyank setega itu, dan Laksh ternyata hanyalah korban dari hasutan Laksh.


Priyank mulai mendekat dan membelai halus pipi Ragini. Ragini sangat ketakutan badannya gemetar.


"Mau apa kau?" ucap Ragini ketakutan.


"Aku hanya ingin menikmati tubuh mu, seperti yg di lakukan oleh Laksh dulu" bisik Priyank.


Nafas Ragini tak beraturan dia sangat ketakutan saat dia melihat wajah Priyank yg semakin mendekat, dia memejamkan matanya, dia benar-benar pasrah dengan keadaannya saat ini.


BUUKKKK...


"Aaawwwwww" rintih Priyank.


Priyank terus memegangi kepalanya yg berdarah karena di pukul oleh Laksh. Dengan cepat Laksh langsung menarik Ragini ke pelukannya. Ragini bersyukur karena Laksh datang tepat waktu. Laksh lalu menarik tangan Ragini untuk pergi dari situ. Mereka terus berlari, Priyank memerintahkan anak buahnya untuk mengejar Laksh. Ragini dan Laksh terus berlari. Hingga langkahnya terhenti saat mereka tiba di sebuah jurang. Tak ada jalan lagi. Mereka melihat jika anak buah Priyank akan mendekat.


"Hahaha mau kemana sekarang kalian" ucap salah satu anak buah Priyank.


"Laksh, aku takut Laksh" ucap Ragini ketakutan.


Laksh menyembunyikan tubuh Ragini di belakangnya.


"Hei Laksh, ternyata kau mengingat semuanya kan? Kau hanya berpura-pura untuk amnesia kan? Sialan! Kau menghancurkan rencana ku" teriak Priyank.


Ragini langsung menoleh ke arah Laksh. Laksh hanya mengedipkan kedua matanya.


"Hajar dia" perintah Priyank.


Lalu sekelompok anak buah Priyank terus menghajar Laksh, Ragini yg melihat orang yg di cintainya di pukuli hanya berteriak histeris. Priyank lalu membawa tubuh Ragini ke tepi jurang.


Laksh yg melihat Priyank menarik Ragini langsung berusaha bangkit.


"Priyank hentikan" teriak Laksh.


"Hahahaha aku akan melenyapkan wanita ini, kau harus merasakan akibatnya karena telah melawanku Laksh" teriak Priyank.


"Priyank ku mohon lepaskan aku" tangis Ragini.


Priyank hanya tersenyum sinis ke arah Ragini. Laksh yg melihat anak buah Priyank sedang lengah dia langsung mengambil kesempatan untuk memukuli anak buahnya. Dan satu persatu anak buah Priyank tumbang. Laksh mulai mendekati Priyank yg kini menarik Ragini ke dekat jurang.


"Priyank ku mohon hentikan, jangan lakukan itu" teriak Laksh.


Dia menatap lirih ke arah Ragini yg terus menangis ketakutan.


"Laksh, jika terjadi sesuatu kepadaku, tolong jaga Meera anak kita, tolong kau rawat dia dan sayangi dia ya" lirih Ragini.


Laksh hanya memejamkan matanya dia tak ingin hal buruk terjadi dengan Ragini, dia mencari akal untuk menyelamatkan Ragini.


"Laksh ku mohon berjanjilah kau akan menjaga dan menyayangi Meera jika aku tidak ada" ucap Ragini lirih.

__ADS_1


"Tidak Ragini, aku tidak akan membiarkan si brengsek ini menyakitimu" teriak Laksh.


"Hahaha kau lihat saja apa yg akan aku lakukan" teriak Priyank sambil berjalan mundur.


"Priyank hentikan" teriak Laksh.


"Laksh ku mohon berjanjilah untuk menjaga dan menyayangi Meera" pinta Ragini lirih.


Priyank langsung mendorong tubuh Ragini ke jurang.


"Lakshhhhhhhhh" teriak Ragini.


"Raginiiiiiiiii" teriak Laksh dia langsung menuju tepi jurang namun tubuh Ragini lenyap dari pandangannya. Dia menjatuhkan dirinya ke tanah, menangisi keadaan Ragini. Priyank bahkan sudah kabur dari sana.


Laksh benar-benar menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menyelamatkan wanita yg di cintai nya.


****


"Ayah dimana ibu?" rengek Meera.


Laksh hanya menangis, Anna berusaha untuk menenangkan Laksh.


Hati Laksh benar-benar hancur, dia menyaksikan sendiri wanita yg di cintai nya jatuh ke jurang.


"Ayahhh" ucap Meera sambil menggoyangkan tangan ayahnya.


Laksh menatap lirih ke arah Meera, dia memegang kedua pipi Meera lalu memeluknya erat.


"Berjanjilah Laksh jika aku tidak ada kau harus merawat dan menyayangi Meera"


Perkataan Ragini terus terngiang di telinga Laksh.


Meera dan Laksh menumpahkan kesedihannya bersama.


"Kau jangan menangis sayang, ayah yg akan menjaga mu saat ini" ucap Laksh lirih.


Meera terus menangis terisak.


"Ibuuu..... Ibuuuu.... Ibu jangan pergi bu" ucap Meera sesenggukan.


****


Mereka pun menghampiri wanita itu.


"Astaga kasian sekali dia, kau mau membawanya bro untuk merawatnya?" tanya pria itu kepada temannya.


"Baiklah, ayo bantu aku untuk membawa wanita ini" ucap pria itu.


Pria itu membawa Ragini ke dalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya menuju rumahnya.


"Simran, cepat tolong kaka, panggilkan dokter kesini" teriak pria itu.


Simran pun datang dan melihat ke arah kaka nya yg sedang menggendong seorang wanita.


"Siapa dia ka?" tanya Simran bingung.


"Sudah kau tak perlu banyak tanya, cepat kau hubungi saja dokter untuk memeriksa keadaannya" ucap pria itu tegas.


"Baiklah ka" Simran langsung menghubungi dokter.


Pria itu membawa tubuh Ragini ke kamarnya. Dia menatap lekat ke arah Ragini.


'Mengapa saat menatap wanita ini, aku merasa jika aku pernah dekat dengan nya' batin pria itu.


Tak lama dokter datang untuk memeriksanya.


"Kondisinya baik-baik saja tapi kemungkinan psikis nya akan terganggu karena sepertinya dia telah mengalami peristiwa yg tak mengenakkan bagi nya" jelas dokter.


Pria itu hanya mengangguk.


"Ini resep obat untuk di berikan kepadanya, setidaknya ini akan membantu nya" ucap dokter itu.


Pria itu terus menatap ke arah Ragini. Lalu pria itu meninggalkan Ragini dan mengantar dokter pulang sekalian untuk menebus obatnya.

__ADS_1


"Simran, kau jaga dia yah, gantikan baju nya dengan baju milik mu dia akan sakit jika terus memakai baju basah itu" pinta pria itu.


Simran menganggukkan kepalanya.


****


"Kakak apa kau yakin jika kita akan mengurus wanita itu?" tanya Simran.


"Memanganya kenapa? Kau tak mau membantunya?" tanya pria itu.


"Kakak, aku hanya takut jika dia adalah seorang penjahat yg ingin menipu kita" ucap Simran pelan.


"Hei kau ini, berhenti berpikiran negatif, kita sudah seharusnya kan menolong orang yg membutuhkan bantuan, kakak tak pernah mengajarkan mu untuk bersikap seperti ini kan?" ucap Pria itu.


Simran hanya menundukkan kepalanya. Pria itu mengelus rambut Simran lalu menuju ke kamar untuk mengecek kondisi Ragini.


Pria itu terus menatap Ragini, dia seolah pernah bertemu dan sangat mengenalnya. Tapi dimana?


Pria itu lalu menghampiri Ragini dan duduk di samping Ragini yg sedang tertidur. Tak terasa kantuknya pun datang pria tadi langsung berbaring dengan posisi duduk di samping Ragini.


****


Silau cahaya matahari mengusik tidur lelap Ragini, perlahan dia membuka kedua matanya. Dia melihat sekitar ruangan tempatnya berbaring. Semua terasa sangat asing bagi nya. Mata nya tertuju saat melihat seseorang yg tengah tidur di sampingnya. Dia terkejut saat melihat wajah orang itu.


Ragini menangis dan mengelus kepala pria itu. Tiba-tiba pria itu bangun karena mendengar isakan tangis Ragini. Pria itu menatap heran ke arah Ragini. Dia bingung mengapa Ragini tiba-tiba menangis.


"Rohit....... Rohit..... Apa benar ini kau Rohit?" ucap Ragini berteriak senang.


Ragini langsung memeluk erat pria itu. Pria itu hanya terdiam tak mengerti dengan yg di lakukan wanita itu.


"Rohit, kau masih hidup, aku sangat menyayangimu Rohit, terimakasih Dewa kau telah mempertemukan aku dengan kekasih ku kembali" ucap Ragini lirih.


Pria itu pun hanya diam, entah mengapa dia merasa jika diri nya sangat nyaman di peluk wanita itu.


"Kakak" teriak Simran.


Ragini langsung melepaskan pelukannya. Rohit menatap bingung ke arah Simran.


"Kakak apa yg kau lakukan kak?" tanya Simran bingung.


Dia menarik pria itu menjauh dari Ragini. Ragini hanya menatap Simran bingung.


"Hei nona berhentilah bersandiwara! Mengapa tiba-tiba kau memeluk kakak ku hah?" bentak Simran.


"Dia Rohit, kekasihku" ucap Ragini dengan nada keras.


"Hei, dia ini kakak ku Rohan dan dia bukan Rohit kau mengerti!" bentak Simran lagi.


Rohan hanya menatap Ragini bingung. Entah mengapa dia merasa sangat nyaman saat di peluk oleh Ragini.


"Bukan, dia Rohit bukan Rohan" ucap Ragini.


Simran ingin mendekat, namun tangan Rohan menahannya dan meminta Simran untuk pergi. Simran pun pergi dengan kesal.


Rohan lalu menghampiri Ragini. Dia tersenyum ke arah Ragini.


"Kau istirahatlah nona, jangan kau pikirkan perkataan Simran tadi, aku meminta maaf atas sikapnya tadi kepada mu" ucapnya lembut.


"Rohit, apa kau tak mengingat aku? Aku ini Ragini kekasihmu?" tanya Ragini terisak.


Rohan hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Nona, aku bukan Rohit, namaku Rohan. Mungkin secara kebetulan wajah ku dan wajah kekasih mu mirip" ucap Rohan menjelaskan.


"Tidak aku yakin jika kau adalah Rohit kekasihku" ucap Ragini sambil menangis.


Rohan tak tega langsung menghapus airmata di pipi Ragini dan memeluknya. Entah mengapa saat Rohan memeluk Ragini, dia merasakan perasaan aneh seolah diri nya dan Ragini memang memiliki ikatan yg sangat kuat. Rohan melepaskan pelukan nya. Dia tersenyum dan meninggalkan Ragini sendiri di kamar nya.


"Aku yakin jika kau adalah Rohit kekasih ku, aku sangat bahagia ternyata kau masih hidup Rohit" ucap Ragini dan tersenyum bahagia.


Next or Stop?


Please komwell ya 😄😄

__ADS_1


Kira kira bagaimana kelanjutan hubungan Ragini dan Laksh yah? Kisah cinta mereka pasti akan sangat di uji dengan hadirnya Rohan seseorang yg mirip dengan kekasih Ragini, Rohit. 😄😄


jangan lupa like dan komen yah..


__ADS_2