Takdir Hidup

Takdir Hidup
Berbunga


__ADS_3

Happy reading 😄😄


×TAKDIR HIDUP×


PART 9


"Heiii kauuuuu" teriak Ragini menghampiri pria yg dari tadi dia lihat.


Ragini menghampiri pria itu dengan kepalan di tangannya. Pria tadi pun melihatnya heran.


"Berani berani nya sekarang kau muncul disini hah? Sedang apa kau disini? Bukankah sudah ku bilang menjauhlah dari kota ini, aku tak mau melihat kakak ku bersedih lagi karena diri mu, Sidd" teriak Ragini.


Sidd hanya mengalihkan pandangannya seolah mengacuhkan Ragini. Ragini pun kesal lalu menampar Sidd.


PLAAKKK......


Ragini geram melihat Sidd mantan kekasih kakak nya yg telah membuat Tapasya menderita. Dia meninggalkan Tapasya dalam keadaan hamil, bukannya bertanggung jawab tapi dia malah kabur dan menyuruh Tapasya menggugurkan kandungannya.


Saat Ragini ingin menampar lagi Sidd untuk yg kedua kalinya. Tangan Sidd menahan dan menghempaskannya. Sidd menatap tajam ke arah Ragini lalu menarik tangan Ragini, melintir tangannya ke belakang. Ragini merasa kesakitan. Dia meringis.


"Sudah ku bilang kau jangan ikut campur mengenai urusanku, salah kakak mu sendiri yg dengan 'murahannya' terus menggoda ku. Kau tak usah menasehati ku anak kecil karena kau juga sama 'murahannya' dengan kakak mu itu" bisik Sidd.


Ragini pun kesakitan, dia terus meringis. Sidd masih menekan tangannya.


BUUGGHH..


Tiba tiba tubuh Sidd tersungkur ke tanah saat Laksh datang menendangnya. Sidd yg geram pun bangkit berdiri, lalu memukul Laksh. Laksh yg tak mau kalah langsung membalas pukulan Sidd. Lalu terjadi perkelahian sengit antar kedua nya.


Hingga Ragini berteriak.

__ADS_1


"HENTIKAAANNNNN" teriak Ragini.


Lalu Sidd dan Laksh menghentikan perkelahiannya. Meera yg sedari tadi melihat Sidd dan Laksh berkelahi hanya mengumpet ketakutan di balik tubuh Ragini dan menangis. Sidd pun pergi meninggalkan keramaian itu. Wajah Laksh babak belur akibat perkelahian nya dengan Sidd, pipi nya membiru dan bengkak, sudut bibir nya mengeluarkan darah. Meera yg melihat Laksh terluka seperti itu langsung menghampiri dan memeluk erat tubuh Laksh. Hangat! Pelukan Meera terasa membuat luka di seluruh sekujur tubuh Laksh yg dia rasakan lenyap. Hanya dengan pelukan seorang 'gadis kecil'. Laksh membalas pelukan Meera dengan erat. Ragini pun hanya tersenyum melihat Meera dan Laksh.


"Meera takut ayah kenapa kenapa, Meera gak mau terjadi sesuatu dengan ayah, Meera sayang sekali ma ayah" ucap Meera lirih.


Laksh hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Matanya pun terpejam. Ia pun tak bisa menahan isak tangisnya saat merasakan ke khawatiran putri kandungnya sendiri. Dia sangat amat bahagia, perlahan Laksh membuka matanya. Dia menatap tajam ke arah Ragini yg kini tersenyum manis kepadanya. Dia menggagukkan kepalanya dan mengedipkan matanya seolah memberikan tanda jika dia berterimakasih kepada Laksh. Laksh hanya membalasnya dengan senyuman.


'Jika aku bisa mengubah takdir ku, tak akan pernah aku melakukan kesalahan kepada Ragini dulu, tak akan pernah aku 'merenggut kesuciannya', namun jika aku memang tak bisa mengubah takdir ku biarkan semua berjalan seperti ini, biarkan aku menjadi dekat dengan Ragini dan Meera tanpa Ragini perlu tau jika aku adalah orang yg telah menghancurkan hidupnya' batin Laksh lirih dan menatap tajam Ragini.


-------------------------------------


"Ragini, aku pamit pulang dulu" ucap Laksh.


"Terimakasih Laksh, karena kau sudah membantu ku tadi" ucap Ragini lembut.


Saat Laksh ingin melangkah pergi dan memutar tubuhnya, tangan Ragini menahannya. Laksh langsung menoleh ke arah Ragini.


Laksh hanya terdiam dan bingung.


Lalu Ragini menuntun tangan Laksh, dan mengajak Laksh masuk kembali ke dalam rumahnya, Laksh hanya menatap Ragini bingung. Ragini menyuruh Laksh untuk duduk. Ragini pun pergi ingin mengambil sesuatu, Laksh pun heran dibuatnya. Lalu Ragini tersenyum menghampiri Laksh dengan membawa kotak P3K miliknya.


"Jangan pulang dulu, kau boleh pulang setelah aku mengobati luka mu, bukankah karena aku kau menjadi seperti ini" ucap Ragini lembut dan tersenyum.


Hati Laksh terasa berdebar sangat kencang saat melihat senyuman Ragini. Ragini pun menghamoiri Laksh dan duduk di sampingnya. Perlahan tangan Ragini menyentuh pipi Laksh, untuk mengobati lukanya. Laksh memejamkan matanya seolah merasakan debaran di hatinya yg sangat tak karuan. Ragini dengan seksama mengobati luka Laksh dan menekannya pelan. Sesekali Laksh meringis kesakitan, lalu Ragini meniup luka Laksh itu. Laksh benar benar menikmati debaran yg ada ketika dia sedekat ini dengan Ragini. Setelah Ragini mengobati pipi Laksh yg biru dan bengkak, tangan Ragini pun turun untuk mengobati luka di sudut bibir Laksh. Tangan halus Ragini benar benar memberikan sensasi yg sangat 'geli' yg di rasakan oleh Laksh. Untungnya Laksh saat ini bisa mengendalikan 'naluri lelaki' nya itu. Jika tidak, entah apa yg akan di lakukan oleh Laksh kepada Ragini saat ini. Tangan Ragini menyentuh lembut bibir Laksh saat ia mencoba mengobati luka Laksh, Laksh benar benar merasakan bulu roma nya merinding dengan sentuhan Ragini. Sentuhan lembut yg di berikan Ragini membuat hati Laksh terasa amat sangat berdebar. Jika Laksh tak bisa menahan hasratnya mungkin saat ini Laksh sudah memutar tubuh Ragini agar di bawahnya dan 'menerkam' nya dengan sangat buas.


"Selesai" ucap Ragini dengan nada senang.


Laksh masih memejamkan matanya, pikirannya benar benar melayang, ia membayangkan jika dirinya dan Ragini sedang bercumbu. Ragini menatap Laksh bingung, karena Laksh tersenyum sendiri. Lalu Ragini menepuk pipi Laksh pelan. Tapi Laksh tak juga sadar dari lamunannya. Ragini lalu menjentikkan jarinya, mengibaskan tangannya namun hasilnya nihil. Ragini lalu berbisik ke telinga Laksh.

__ADS_1


"Laksh, sudah selesai" bisik Ragini.


Laksh tak merespon ia hanya terus tersenyum. Ragini benar benar kesal, Ragini lalu memukul tangan Laksh kencang. Laksh pun kaget, dia lalu menarik tangan Ragini dan tak sengaja memutar tubuh Ragini, hingga tubuh Laksh kini jatuh **** tubuh Ragini. Mereka pun saling berhadapan. Laksh tersenyum sambil terus memperhatikan kecantikan wajah yg di miliki Ragini. Ragini hanya menatap Laksh dengan heran. Dia mencoba untuk melepaskan diri dari Laksh, namun ternyata tangan Laksh seolah mengunci dirinya.


"Ayaahh dan ibuuu sedang apa?" Meera berteriak bingung melihat apa yg di lakukan Ragini dan Laksh.


Ragini dan Laksh pun langsung bangun. Membenahi diri nya. Mereka sangat malu karena seolah di pergoki tengah berbuat macam macam. Laksh hanya mengusap tengkuknya dan tersenyum malu. Ragini pun menghampiri Meera dan menggendongnya.


"Laksh, kata mu kau mau pulang bukan? Sana pulang, aku kan sudah mengobati luka mu, kau tunggu apa lagi Laksh" ucap Ragini seketika.


SKAK MAT! Perkataan Ragini ini membuat Laksh tak mampu berkata apa apa lagi. Laksh hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Ragini yg sedang menggendong Meera. Laksh menghampiri Meera dan mengecup kening Meera dengan lembut.


"Ayah pulang dulu yah 'tuan putri' ayah, jangan nakal" ucap Laksh lembut sambil mengelus rambut Meera. Meera hanya mengangguk dan tersenyum melihat Laksh.


"Ayah makasih yah udah nolongin ibu, besok ayah kesini lagi kan? Meera ingin main dengan ayah" ucap Meera dengan nada bersemangat.


Laksh hanya tersenyum ke arah Meera, dia lalu melirik ke arah Ragini yg memandangnya dengan datar.


"Ragini aku pamit yah, jaga dirimu dan Meera" pamit Laksh.


Ragini hanya mengangguk.


Saat Laksh akan melangkah Ragini lalu berteriak.


"Hati hati Laksh" teriak Ragini.


Laksh langsung memutar balik tubuhnya. Ia pun tersenyum bahagia. Padahal hanya kata "hati hati" yg di ucapkan oleh Ragini namun entah mengapa kata kata itu membuat hati Laksh berdebar dan Laksh pun tersenyum sangat bahagia. Perlahan Laksh menyalakan mesin mobil nya dan sesekali menatap ke arah Ragini dan Meera yg masih menatapnya. Laksh pun tersenyum dan mengedipkan matanya. Meera melambaikan tangannya. Laksh pun perlahan melajukan mobilnya.


'Andai aku tidak melakukan kesalahan itu, mungkin saat ini aku tak akan melihat Meera, hmmm Ragini entah mengapa aku merasa jika aku telah jatuh cinta kepada diri mu' batin Laksh.

__ADS_1


Laksh pun tersenyum bahagia dan mengemudikan mobil nya dengan hati yg sangat bahagia.


jangan lupa tinggalkan like dan komen..


__ADS_2