Takdir Hidup

Takdir Hidup
Gadis Kecil


__ADS_3

×TAKDIR HIDUP×


PART 2


"Sayang apakah semuanya sudah siap?" tanya Ragini kepada gadis kecilnya sambil memasukkan berkas berkas yg akan dia bawa untuk meeting hari ini.


"Sudah ibu" jawab Meera singkat.


"Buku pelajaranmu jangan ada yg ketinggalan yah, oh iya pakaian olahragamu apakah kau sudah memasukkannya? Hari ini kau ada jadwal pelajaran olahraga bukan?" tanya Ragini lagi, kini ia masih sibuk dengan ponselnya membalas setiap pesan yg masuk.


"Sssttt, ibu ini bisa tidak sih tidak bawel sehari aja? Meera pusing dengar ocehan ibu" keluh Meera.


Ragini mengernyitkan alisnya, ia heran atas apa yg tadi di ucapkan oleh anaknya. Ia pun menghampiri tubuh mungil anaknya itu, membawanya ke pangkuannya.


"Ohh jadi anak ibu ini sudah berani bilang ibu bawel yah? Sini kau" ucap Ragini gemas lalu menggelitiki tubuh kecil Meera.


Meera pun hanya tertawa kegelian.


"Hahahaha ampun ibu, geli ihh" ucap Meera menahan geli sambil berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan ibunya.

__ADS_1


"Hahahaa sudah-sudah. Ayo Meera masuk ke dalam mobil, kita berangkat nanti kau akan terlambat" ajak Ragini.


"Siap bu bos" ucap Meera sambil tertawa


***


Ragini dan Meera sudah sampai di sekolah Meera. Hari itu sekolah Meera sangat ramai dengan orang tua murid yg mengantar anak-anak mereka. Meera pun turun dari mobilnya dan berlari penuh semangat menuju gerbang sekolahnya.


Langkah Meera terhenti, dia menoleh kembali ke arah ibunya, Meera ingin berpamitan dengan melambaikan tanganya kepada ibunya, namun karena posisi ia terbalik arah, dia tak sengaja menabrak tubuh seorang pria dewasa.


Tubuh kecilnya hampir terjatuh jika pria tadi tak menahannya. Pria itu menatap lekat Meera, entah mengapa dia merasakan getaran saat melihat Meera.


Ia merasa jika dirinya dan gadis kecil itu memiliki daya tarik dan ikatan yg amat kuat. Pria tadi terus memperhatikan Meera lalu tersenyum simpul saat menatap wajah manis si kecil di hadapannya.


"Iya ibuuuuuu" Meera berlari menuju ibunya, memeluknya erat.


"Apa kau melupakan tas mu Nak. Bagaimana nanti kau belajar jika kau tak membawa alat tulismu sayang? Sudah sekarang kau pergilah. Jangan berlari yah Nak, hati hati yg pintar yah belajarnya" ucap Ragini lembut.


"Sip bu bos" jawab Meera sambil menunjukkan jempol ke arah ibunya.

__ADS_1


Pria itu sedari tadi melihat gadis kecil itu dan wanita yg dia panggil ibu.


"Bukankah dia gadis yg waktu itu di club?" gumamnya sambil berusaha terus mengingatnya.


Pria itu tersenyum lebar seolah mendapatkan apa yg selama ini ia cari.


"Nak, siapa nama mu?" tanya pria itu.


"Meera om" jawab Meera singkat.


"Lalu siapa wanita tadi?" tanya pria itu lagi.


"Dia ibuku om" jawab Meera lagi.


"Om aku akan terlambat nantinya jika aku terus berbicara degan om, aku pergi dlu ya om, dahh" Meera melambaikan tangan ke pria itu.


"Akhirnya kita bertemu kembali nona setelah sekian lama, bukankah sudah ku bilang kalau jodoh kita pasti akan bertemu kembali? Ternyata kau semakin cantik nona, harum tubuhmu dan kenikmatan tubuhmu di malam itu. Hmmm tubuh mungilmu sangat memuaskan hasratku nona. Apakah kau masih ingat denganku? Kau pasti sangat membenci ku nona. Dan gadis kecil itu? Siapa dia? Atau jangan jangan dia itu? Hmm entahlah, besok akan aku cari tau lagi" ucapnya.


Pria tadi memakai kacamata hitam dan jas kerja lengkap, ia sengaja ke sekolah itu untuk mengantar keponakannya. Namun pandangannya tertuju kepada wanita yg tadi dia temui.

__ADS_1


Wanita yg sama yg telah memuaskan hasratnya malam itu.


Jangan lupa tinggalkan like dan komen yah.. 😘


__ADS_2