
×TAKDIR HIDUP×
PART 5
"Ragini kau tau kan jika pimpinan kita akan di ganti?" tanya Muktha sahabat Ragini, Ragini yg sedang menikmati sarapannya di kantin itu malas untuk menanggapi temannya.
Ia masih sibuk menghabiskan sarapannya. Ia amat sibuk tadi di rumah, sampai ia tak sempat untuk sarapan. Tapi untungnya ia masih bisa menyiapkan bekal untuk Meera.
"Heii Ragini, aku sedang berbicara kepada mu" kesal Muktha karena daritadi Ragini mengacuhkannya.
Ragini pun melirik sebentar ke temannya itu, menghela nafas panjang. Menyeruput jusnya dahulu lalu ia tersenyum.
"Sekarang sudah selesai, tadi kau ingin bicara apa?" tanya Ragini.
"Ragini a......." ucapan Muktha terpotong karena tiba tiba suara bel berbunyi.
Muktha pun kesal dan menghentakkan kakinya memasang wajah cemberutnya, Ragini tertawa geli melihat tingkah temannya itu.
Saat Ragini ingin memasuki ruangannya ia di buat heran karena para karyawan pada berdiri seolah sedang menunggu seseorang. Terutama para karyawan wanita yg terlihat sangat hiteris bahagia.
Ragini acuh dan tak peduli. Dia pun duduk di meja kerjanya, sementara yg lainnya berdiri. Muktha menyenggol tangan Ragini, memberi kode pada Ragini untuk berdiri juga. Namun Ragini tak menghiraukannya. Ia malah sibuk menyalakan komputernya dan ingin memulai pekerjaannya.
Dan yg mereka tunggu-tunggu pun tiba, seorang pria menggunakan kemeja dan blazer serta celana bahannya membuat dirinya terlihat sangat berwibawa.
Dia memakai kacamata hitamnya, ia berjalan melewati kerumunan karyawan yg ingin melihatnya. Suara pantofel yg terhentak membuat hati karyawan wanitanya berdebar.
Dia membuka kacamata hitamnya, menyunggingkan sedikit senyum di bibirnya, lalu berdiri tepat di tengah kerumunan itu. Pria itu menatap seluruh karyawan di situ.
Benar saja kantor cabang ini hampir didominasi oleh para wanita. Para wanita itu tersenyum histeris melihat Laksh.
Namun pandangan Laksh membulat saat ia melihat Ragini, 'gadis' yg selama ini mengusik pikirannya. Laksh tersenyum melebar kepada Ragini yg tengah sibuk berkutat dengan komputernya. Ia terlihat sedang mengetik pekerjaanya dan ia pun tak memperdulikan karyawan di samping yg sibuk memperhatikan boss barunya itu.
Muktha yg menyadari jika sedari tadi Laksh mengarahkan pandangan kepada Ragini langsung menyenggol tangan Ragini.
Ragini sempat kesal dan melirik ke arah Muktha, namun dia bingung saat semua orang menatap ke arahnya. Dia langsung melirik ke arah Muktha bingung seolah bertanya, Muktha memberikan kode kepada Ragini untuk bangun.
Ragini pun bangun dari duduknya lalu berdiri, matanya pun menatap ke arah Laksh, mereka saling beradu pandangan.
Hati Laksh 'bergejolak' saat melihat 'gadis' yg selalu mengusiknya kini ada di hadapannya. Dan kabar baiknya, 'gadis' itu saat ini berkerja di kantor cabang milik keluarga Laksh.
Laksh tersenyum sumringah dan terus menatap lekat ke arah 'gadis' itu, para karyawan wanita yg menyadarinya pun merasa cemburu.
Tepukan tangan di bahu Laksh membuyarkan pandangannya terhadap Ragini. Ia pun hanya tersenyum dan mengusap tengkuknya malu.
"Perhatian untuk kalian semua, ini adalah Tuan Laksh Maheswari. Ia adalah pimpinan baru kita dan ia akan selalu berada di kantor cabang ini, jadi hormatilah dia seperti kalian menghormati ayahnya Tuan Durga" Tuan Kapoor memperkenalkan Laksh kepada seluruh karyawan.
Laksh hanya tersenyum, dan matanya tak dapat berhenti menatap ke arah Ragini.
Ragini menyadari jika sedari tadi Laksh memperhatikannya, ia langsung menundukkan kepalanya. Muktha hanya tersenyum menyadari jika boss barunya selalu memperhatikan Ragini.
Perlahan Laksh menjauh menuju ruangannya, dan karyawan lain pun sudah bubar menuju tempatnya masing-masing.
Ragini pun langsung duduk menuju meja kerja nya menyelesaikan tugas yg tadi sempat tertunda. Namun Muktha ia masih mendekati Ragini dan memperhatikan Ragini.
"Ragini, aku rasa jika boss baru kita itu menyukaimu" ucap Muktha singkat.
Ragini pun langsung melotot ke arah Muktha. Tatapannya tajam, benar benar seperti ingin 'memakan orang'.
"Hahahaha baiklah aku bercanda. Tapi aku merasakan seperti itu, karena tadi dia terus tersenyum memperhatikanmu. Baiklah lupakan semua itu, semoga aku salah" ucap Muktha lalu berlalu menuju meja kerjanya.
Ragini sejenak memikirkan apa yg di bicarakan Muktha tadi.
Namun ia menepis pikiran itu.
'Entah mengapa saat aku melihatnya tadi, aku merasa jika aku dan dia pernah bertemu sebelumnya' batin Ragini.
__ADS_1
***
Laksh masih tersenyum di ruangannya. Dia berkali kali mengucapkan terimakasih kepada Dewa dan ayahnya, karena mereka kini Laksh bisa menemukan 'gadis' yg selama ini ia cari. Laksh terus tersenyum memikirkan 'gadis' itu.
Namun Laksh tiba-tiba menepuk dahinya. Ia bahkan tidak tau siapa namanya. Lalu dia memanggil HRD untuk membawa seluruh data karyawan. Laksh memeriksa satu persatu dokumen itu.
Dan DAPAT!
Laksh membaca dengan seksama informasi mengenai 'gadis' itu.
'RAGINI, jadi itu namanya. Nama yg Indah sama seperti dirinya' gumam Laksh sambil tersenyum.
Ia langsung memotret informasi mengenai Ragini, termasuk alamat tempatnya tinggal. Dia tidak boleh menyia nyiakan kesempatan emas ini. Bertahun tahun ia mencarinya, akhirnya kini ia menemukannya dan jarak mereka pun kini semakin dekat. Kali ini sepertinya takdir berpihak kepada Laksh.
Oh iya!
Laksh sampai melupakan tadi dia bicara kepada kakak iparnya mengenai pesta di rumahnya. Ia lalu menelpon tukang dekor untuk ke rumahnya.
'Ayah akan membuatmu bahagia Nak' ucap Laksh lirih sambil mengingat Meera.
***
"Ibu, apa anakmu itu sudah tidak waras? Ia mengundang seluruh teman Sonna, dia mengatakan akan ada pesta anak di rumah kita bu. Bagaimana aku mempersiapkannya sekarang?" keluh Parineeta.
Ibunya Anna hanya menggelengkan kepala dan tersenyum.
"Permisi Nyonya, saya tukang dekor, Tuan Laksh menghubungi saya untuk mendekorasi rumah ini"
"Baiklah kau dekor saja rumah ini sesuai yg ia minta" jawab Pari pusing.
"Sonna kan tidak sedang ulang tahun, ahhh dasar anak itu sudah dewasa tapi pikirannya masih bersikap seperti anak kecil" keluh Pari.
Seluruh orang pun bekerja untuk mendekor rumah dengan pernak pernik yg ada.
***
Laksh memperhatikan setiap inchi wajah Ragini.
Dan iya!
Memperhatikan bibir mungil Ragini. Ingin rasanya Laksh 'menerkamnya' seperti dulu. Laksh menepis pikiran negatif itu. Ia harus memikirkan cara bagaimana ia bisa dekat dengan Ragini.
Jika ia langsung mengaku kepada Ragini bahwa ia yg telah 'merenggut' kesuciannya entah apa yg nantinya akan ia terima. Mungkin bisa saja Ragini mengundurkan diri dari kantor Laksh dan membawa Meera pergi jauh. Bahkan Laksh tak mampu untuk membayangkannya.
Laksh lalu menyusun rencana agar dirinya dan Ragini bisa dekat. Laksh pun menelpon Sekretaris nya dan meminta Ragini untuk ke ruangannya.
Ragini berkerja di kantor Laksh sebagai Supervisor Marketing, setidaknya ada alasan Laksh untuk bertemu dengannya.
Suara ketukan pintu membuat jantung Laksh serasa berdebar, dia bahkan merasakan hatinya berdebar saat melihat Ragini yg datang.
"MASUK" astaga suara Laksh gemetar menahan 'gejolak' yg ada di dalam dadanya.
Lalu Ragini pun masuk dengan senyuman yg merekah di bibirnya. Laksh menelan ludahnya.
Ingin sekali Laksh mengurung Ragini di ruangannya. Melakukan apa yg terjadi 5 tahun silam dengan kondisi mereka berdua sama sama tersadar.
Astaga!
Laksh menepis pikiran kotornya itu.
"Duduklah" suara Laksh sudah kembali normal ia sudah bisa mengendalikan 'gejolak' di dadanya.
Ragini pun menatap ke arah Laksh. Sambil memberikan senyuman nya yg manis dan menggoda.
"Kau Ragini Gadodia? Supervisor Marketing?" tanya Laksh.
__ADS_1
"Iya Tuan, ada apa Tuan memanggil saya? Apa Tuan membutuhkan bantuan saya?" ucap Ragini tegas.
Memerlukan bantuanmu?
Ia aku membutuhkan bantuan untuk memuaskan hasratku!
Sial !
Pikiran kotor Laksh menguasainya. Ia harus bisa mengendalikan nafsunya itu.
Entah mengapa hanya dengan melihat Ragini 'naluri lelaki' Laksh langsung bangkit. Dia memejamkan matanya. Menarik nafasnya dari mulut dan membuangnya.
Ragini yg melihatnya pun hanya mengernyitkan dahinya bingung dengan tingkah boss nya itu. Suara tawa Ragini yg di tahan membuat Laksh membuka kedua matanya, hati Laksh sangat tentram saat melihat senyuman Ragini. Benar benar manis dan memabukkan. Laksh lalu membalasnya dengan tertawa juga.
Namun tawa Laksh terlalu berlebihan sampai ia terbahak-bahak hingga seluruh karyawan yg di luar ruangan Laksh bisa mendengarnya.
Ragini pun bingung dengan sikap boss nya. Ia hanya menatap dengan tatapan kebingungan. Laksh pun langsung canggung di tatap seperti itu. Seolah ia tak memiliki wibawanya saat bertemu Ragini.
"Baiklah Ragini, kau boleh keluar" ucap Laksh tegas.
Ragini hanya 'melongo' dan menatap tajam ke arah Laksh. Dia di panggil hanya untuk melihat tingkah konyol bossnya? Ya Dewa!
Astaga!
Ragini pun berlalu pergi meninggalkan ruangan Laksh dengan penuh tanda tanya.
"Astaga, aku tak bisa menahan 'gejolak' ini saat bertemu dengannya, bagaimana aku bisa memulai berhubungan baik dengannya" gumam Laksh.
Ragini yg sudah keluar dari ruangan Laksh di tatap sinis oleh karyawan yg meliriknya.
Muktha pun langsung menghampiri Ragini, ingin menanyakan apa yg terjadi mengapa boss nya tertawa terbahak-bahak tadi. Ragini hanya menaikkan kedua bahunya lalu lanjut bekerja.
***
"Meera, kau hari ini ikut ke rumah ku ya" ajak Sonna.
"Memangnya ada apa Sonna?" tanya Meera.
"Akan ada pesta, akan ada banyak balon dan kue. Kau menyukainya, kan? Pamanku yg mempersiapkannya" ucap Sonna bersemangat.
Meera menganggukan kepalanya, ia tersenyum bahagia.
Iya!
Karena omongan Laksh tadi pagi Sonna dan Meera kini berteman, bahkan tadi mereka memakan bekalnya bersama.
*******
"Sudah jam 12, aku harus pulang" gumam Laksh.
"Tapi bagaimana caranya aku mengajak Ragini?" Laksh berpikir.
"Ahh sudahlah tidak usah mengajaknya nanti yg ada aku hanya akan bersikap gugup seperti tadi" ucap Laksh pada dirinya sendiri.
"Aaarrrggghhh" Laksh berteriak dan mengacak ngacak rambutnya.
***
"Ragini, anakmu tak kau jemput?" tanya Muktha di sela makan siangnya bersama Ragini.
"Gurunya bilang seluruh murid sedang mengunjungi pesta di salah satu rumah murid" jawab Ragini singkat.
"Hmm Ragini, aku pikir Tuan Laksh nampaknya dia menyukaimu" ucap Muktha.
"Berhenti menggosip Muktha, nanti aku akan 'diterkam' oleh seluruh karyawan wanita disini" jawab Ragini kesal.
__ADS_1
Muktha hanya tertawa geli melihat ekspresi sahabatnya itu.
Jangan lupa tinggalkan like dan komen yah.. 😘