
Aku share lagi yah.. 😄😄
×TAKDIR HIDUP×
PART 10
"RAGINIIIIIII" teriak Muktha langsung memeluk sahabatnya.
"Hei kau ini datang datang sudah membuat telinga ku sakit" kesal Ragini.
Muktha pun hanya terkekeh.
"Ragini lihat ini" ucap Muktha senang dan menunjukkan sebuah cincin di jari manisnya.
"Muktha kau?" Ragini terkejut, lalu memeluk sahabatnya itu. Muktha pun tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
"Aku sangat bahagia Ragini, benar benar bahagia" ucap Muktha senang.
"Aku juga bahagia akhirnya Amaan mau menikahi mu juga hahaha" ledek Ragini.
Muktha melepaskan pelukannya, ia langsung mengerucutkan bibirnya. Ragini pun gemas di buatnya. Ia lalu mencubit hidung Muktha.
"Kau ini seperti anak kecil saja, sebentar lagi kau kan akan menikah, belajarlah untuk bersikap dewasa yah" ejek Ragini.
Muktha pun masih merajuk, namun perlahan ia memeluk erat Ragini dan terisak.
"Ragini, jika aku sudah menikah nanti Aaman tak mengijinkan aku untuk bekerja lagi, aku di suruhnya untuk mengurus rumah, mengurusnya dan anak anaknya nanti, jadi aku ingin menghabiskan sisa waktu yg ku punya dengan mu sahabatku" ucap Muktha lirih.
Ragini pun memejamkan matanya. Ia mengingat kebersamaan nya dengan Muktha, bahkan karena Muktha saat ini Ragini bisa bekerja di perusahaan Maheswari Group, berkat Muktha pula hidup Ragini dan Meera berangsur membaik. Jika ingin di ungkit soal masa lalunya yg di usir dulu. Benar benar membuat hatinya pilu. Ia memeluk erat sahabatnya itu, menangis karena membayangkan jika mereka akan terpisah jauh.
Laksh tak sengaja lewat, memperhatikan Ragini dan Muktha. Lebih tepatnya Laksh melihat ke arah Ragini yg kini sedang menangis, hati Laksh sesak jika melihat Ragini menangis, rasanya ia ingin menghampiri Ragini dan menghapus airmatanya. Laksh pun hanya menghela nafas dan masuk ke ruangnya.
"Hmmm sudah sudah, bukankah itu impian mu selama ini, untuk apa kita menangis" ucap Ragini sambil menghapus airmata Muktha, begitupun dengan Muktha ia menghapus airmata Ragini. Mereka pun berpelukan.
Laksh sedari tadi terus memperhatikan Ragini dari balik tirainya.
'Bagiamana aku sanggup untuk mengatakan kejujuran tentang diri ku kepada mu, jika aku saja tak sanggup melihat airmata mu' lirih Laksh.
***
"Ayaahhhh" teriak Meera sambil memeluk erat ayahnya.
Laksh langsung menggendong Meera dan mencubit pipi Meera gemas.
"Ayah, apa ibu tak menjemputku?" tanya Meera
"Ibu mu sedang banyak pekerjaan sayang" jawab Laksh singkat.
"Bukankah ibu berkerja di tempat yg sama dengan ayah? Mengapa ibu masih bekerja sedangkan ayah bisa menjemput Meera?" tanya Meera penasaran.
__ADS_1
"Ayah kan pemilik perusahaan itu sayang, jadi ayah bebas untuk menemui putri ayah kapanpun yg ayah inginkan, apa kau tak suka jika ayah yg menjemput mu?" tanya Laksh kepada Meera.
Meera hanya menggeleng dan mendekat ke pipi Laksh lalu menciumnya. Laksh pun tersenyum melihat tingkah anaknya.
****
Laksh menatap tajam ke arah Meera. Kini Laksh dan Meera sedang berada di sebuah taman, Meera sedang bermain dengan balonnya. Lalu dia pun menghampiri Laksh karena Meera sudah terlihat sangat lelah. Laksh merangkul tubuh mungil 'gadis kecil' nya itu.
"Meera" ucap Laksh gemetar.
"Ada apa ayah?" jawab Meera.
"Ayah boleh tanya sesuatu kepada Meera?" tanya Laksh.
Meera menganggukkan kepalanya.
"Apakah ibu pernah dekat dengan pria lain selain ayah?" tanya Laksh gemetar, ia menghela nafas lalu menarik nafas nya dalam.
"Pernah" jawab Meera singkat.
"Kapan sayang?" tanya Laksh lagi penasaran.
"Setaun yg lalu ayah, ibu pernah akan menikah dengan Paman Rohit" jawab Meera polos.
Laksh merasakan sesak di dadanya. Entah mengapa ia merasakan sakit saat mendengar jika Ragini pernah akan menikah.
"Lalu, kenapa ibu tak jadi menikah dengan paman itu?" tanya Laksh lagi penasaran.
Laksh pun memeluk Meera, dia menghapus airmata 'gadis kecil' nya itu.
"Ssttt, anak cantik ga boleh nangis yah" ucap Laksh lembut menenangkan Meera.
"Meera sayang paman Rohit, Meera kangen paman Rohit" ucap Meera di sela isaknya.
Hati Laksh benar benar sakit saat mendengar anaknya membicarakan pria lain, dan bahkan hatinya terasa amat sesak saat Meera mengatakan jika ia sayang dan rindu dengan Rohit.
Laksh pun menggendong Meera dan membawa nya pulang.
Setelah tiba di rumah Ragini, Laksh melihat ke arah Meera yg sudah terlelap. Laksh lalu melepaskan safety belt nya dan turun dari mobil. Ia membuka pintu di sampingnya. Langsung menggendong Meera di pelukannya.
Tok tok tok...
Pintu pun mengayun. Ragini menyambut Laksh dengan senyuman, ia lalu melirik ke arah Meera. Laksh pun membawa Meera ke kamar nya dan membaringkannya.
"Laksh, kenapa lama sekali kalian pergi? Apa Meera menyusahkan mu? Pasti dia meminta sesuatu yg tidak tidak kepadamu yah?" ucap Ragini dengan nada yg ramah dan senyum yg merekah.
Laksh pun langsung senang melihat ekspresi Ragini itu. Tapi ada sesuatu yg mengganjal perasaannya. Mengenai pria yg tadi di ceritakan Meera. Laksh ingin sekali menanyakan pria itu. Tapi dia bingung harus memulai dari mana.
"Hmmm Ragini" suara Laksh gemetar.
__ADS_1
"Iyah Laksh" jawab Ragini singkat lalu menatap tajam ke arah Laksh.
"Tadi Meera mengatakan jika ia sayang dan sangat merindukan Rohit" ucap Laksh lantang.
TEEESSS.....
Airmata Ragini pun terjatuh, dia menunduk dan terus menangis. Laksh yg sedari tadi duduk berhadap hadapan dengan Ragini lalu menghampiri Ragini dan duduk di sampingnya. Laksh lalu mendekap tubuh Ragini ke dada bidangnya. Dia berusaha menenangkan Ragini. Entah mengapa hatinya terasa sangat sakit saat dia melihat wanita yg di kasihi nya menangis.
"Sudah sstttt maaf jika aku membuat mu bersedih yah" ucap Laksh pelan dan menenangkan Ragini.
"Aku juga sangat menyayangi nya, aku juga sangat merindukannya" ucap Ragini lirih.
Laksh memejamkan matanya, ia merasakan hatinya terasa di tusuk oleh belati saat mendengar ucapan Ragini. Ucapan Ragini yg mengatakan jika dia mencintai pria itu. Ragini nampak sangat bersedih mengingat pria itu. Laksh mengeratkan pelukannya kepada Ragini.
"Sudah Ragini cuppp berhenti menangis yah" ucap Laksh menenangkan Ragini .
"Laksh, bagaimana caranya dia tau jika aku sangat mencintai nya, aku juga sangat mencintai nya, bahkan aku ingin bersama dengannya" ucap Ragini lirih.
SEKALI LAGI!!
Hati Laksh seperti di tusuk dengan banyak belati. Dia tak sanggup menahan rasa sesak dan sakit di hatinya. Airmata Laksh pun lolos dari pelupuk matanya. Dia seolah merasakan kepedihan yg di alami oleh Ragini.
"Itu sangat mudah Ragini, kau hanya perlu menemui nya dan mengatakan semua perasaan mu kepada nya" ucap Laksh lirih dengan airmata yg masih menetes.
Ragini menggeleng.
"Beritahu pada ku bagaimana caranya aku untuk menyatakan perasaan ku kepadanya, menyampaikan perasaan rindu ku kepada diri nya, bahkan aku belum menjawab pertanyaan nya, tapi mengapa Dewa mengambil dia dari ku" ucap Ragini lirih.
Laksh melepaskan pelukannya. Dia menatap lekat ke arah Ragini. Laksh kaget dengan apa yg di maksud Ragini. Apakah benar yg barusan dia dengar jika pria itu sudah tiada?
"Ragini apa maksud mu dia sudah..." tanya Laksh terpotong saat dia melihat anggukkan kepala Ragini.
"Dia sudah tiada Laksh, dia sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dia meninggal setelah dia melamar ku, aku bahkan belum sempat untuk mengatakan 'IYA' kepadanya, tapi dia malah pergi meninggalkan ku untuk selamanya" ucap Ragini lirih.
Entah apa yg saat ini Laksh rasakan. Dia harus senang atau sedih. Dia harus senang karena pria yg di sayang oleh Ragini pergi dan membuatnya merasa tak memiliki saingan atau dia harus sedih karena melihat Ragini amat terluka. Entahlah setidaknya Laksh merasakan sedikit lega di hatinya.
"Dulu Rohit datang, aku sangat nyaman berada di sampingnya, aku mencintainya karena dia mampu mengambil hati Meera, dia dan Meera sangatlah dekat, aku menjalin hubungan satu tahun lamanya dengan dia. Di malam itu Rohit melamarku, aku belum memberikan jawaban, maka dari itu aku meminta Rohit untuk mengajakku dan Meera menemui ibu ku, awalnya dia menolak namun aku meyakinkannya, dan akhirnya yg aku dapatkan hanya sebuah hinaan, aku kehilangan cinta dan harapan ku di malam itu. Dan kesedihanku terasa sangat lengkap saat mendengar kabar jika Rohit kecelakaan dan meninggal, hatiku benar benar hancur saat melihat jasad Rohit. Mengapa hidup ku selalu menderita? Apakah yg sedang Dewa rencakan? Dia selalu menggariskan takdir kesedihan di hidupku. Dewa tak pernah menggariskan takdir kebahagiaan di hidup ku. Aku selalu kehilangan orang orang yg aku sayangi. Aku benci dengan takdir hidup ku ini" ucap Ragini lirih.
Laksh hanya terdiam mendengar perkataan Ragini. Dia tak mampu mengatakan apapun, karena diri pun salah satu penyebab hidup Ragini menjadi hancur. Dan karena dirinya Ragini selalu menangis.
'Apa lagi yg kau inginkan Laksh? Kau ingin dia mencintai mu? Jangan terlalu banyak berharap! Bahkan untuk memaafkan dirimu setelah dia tau semua kebenaran tentangmu, itu pasti akan sangat mustahil. Kau adalah penyebab dari kehancuran hidupnya' batin Laksh meneriaki dirinya sendiri.
"Aku hanya memikirkan kebahagiaan Meera. Oh iya, terimakasih Laksh selama ini kau sudah membuat Meera tersenyum dan ceria kembali, terimakasih, aku benar benar berterima kasih kepadamu" ucap Ragini gemetar.
Laksh hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
'Aku hanya ingin menebus dosa ku saja Ragini, maafkan aku' batin Laksh.
Laksh masih menatap lirih Ragini. Ia benar-benar tak tega jika membuat Ragini hancur.
__ADS_1
'Apa sebaiknya aku menjauh darinya? Tapi aku sudah sangat menyayangi Meera putri ku, aku tak sanggup jika harus menjauh dari Meera, bantu aku Dewa untuk memperbaiki keadaan ini' lirih Laksh.
jangan lupa like dan komen..