
×TAKDIR HIDUP×
PART 6
Dekorasi sudah di pasang ke seluruh ruangan di rumah itu. Banyak sekali balon berwarna pink dan banyak sekali kado dan kue tart tingkat yg benar benar membuat mata takjub.
Parineeta yg baru selesai membersihkan dirinya pun di buat kaget dengan pemandangan yg dia lihat.
'Mengapa rumah ini di dekorasi dengan pernak pernik ulang tahun? Sonna kan tidak sedang ulang tahun? Masa iya aku melupakan jika hari ini adalah hari ulang tahun Sonna? Sebentar aku cek (melihat kalender) benar Sonna tidak sedang ulang tahun, lalu untuk siapa semua ini' gumam Pari
Tiba-tiba anak anak pun berdatangan banyak sekali, Sonna yg melihat ibunya langsung berlari menghampiri ibunya. Parineeta pun langsung menggendong Sonna di pelukannya. Meera yg sedari tadi melihat tingkah Sonna dan ibu nya hanya tersenyum. Perlahan Parineeta mendekati Meera, ia merasa tak asing dengan wajah anak ini, ia seperti melihat wajah sesorang yg tak asing di matanya. Hmmm ketika Parineeta masih berpikir, para pria sudah pulang ke rumah. Adars dan Durga sudah terlebih dahulu sampai rumah. Sementara Laksh mungkin sedang terjebak macet, karena dia kan sudah di pindah ke kantor cabang yg jaraknya lebih jauh dari rumahnya.
"Nak siapa namamu" tanya Anna saat melihat Meera
"Nama ku Meera Nyonya" jawab Meera sambil tersenyum
"Kau sangat manis Nak, senyummu mengingatkan nenek kepada putra nenek, Laksh, sayang jangan panggil aku Nyonya, panggil nenek saja ya" ucap Anna lembut.
Parineeta pun berpikir. Ia ibunya benar, senyumannya mirip sekali dengan Laksh.
Anna pun mengajak Meera keliling rumah. Entah mengapa Anna merasa nyaman dengan 'gadis kecil' ini seolah mereka memiliki ikatan. Parineeta pun hanya tersenyum melihat ibu mertuanya seperti itu. Parineeta membawa Sonna ke kamar untuk membersihkan diri Sonna.
Anak anak yg lain sedang bermain, berlari bahkan ada yg sedang makan sambil bercanda. Rumah Maheswari terasa amat hangat dengan kehadiran banyak anak. Mata Adars tertuju pada seorang 'gadis kecil' yg sedang di gendong ibunya. Wajahnya mirip sekali dengan Laksh. Adars pun mendekat untuk melihatnya lebih dekat.
"Apa dia yg di maksud Laksh? Wajah mereka benar benar sangat mirip" gumam Adars
Tiba tiba tepukan tangan di bahunya membuat Adars menoleh. Ternyata Parineeta sedang berdiri di belakangnya.
"Adars sebenarnya acara ini di persiapkan untuk siapa? Laksh, apakah dia tak memberitahu mu?" tanya Pari penasaran
"Aku juga tidak tau Pari, kita tunggu saja sampai dia kembali dari kantor" ucap Adars sambil berlalu, sebenarnya dia sudah dapat menebak untuk siapa pesta ini di persiapkan, cuma ia ingin Laksh yg menjawab semua kepada keluarganya.
*****
Laksh tiba di rumah, dia mengeluh mengapa jalanan menjadi sangat macet ketika ia sedang buru buru. Dia melihat sekeliling rumah yg sudah di dekor dengan sempurna. Dia tersenyum melihat sekeliling, lalu bola mata nya mencari sosok yg sedari tadi ia rindukan. Senyumnya merekah saat ia melihat ibunya sedang menggendong Meera. Hati Laksh tentram sekali melihat ibunya akrab dengan cucu kandungnya sendiri. Laksh pun berlalu menuju kamar untuk menyegarkan badannya.
"Meera, apa kau mau ini?" tanya Anna sambil memberikan Meera coklat, Meera pun mengangguk dan tersenyum.
"Nenek, terimakasih" ucap Meera lembut
__ADS_1
Anna langsung memeluk Meera dan mencium kepala Meera.
'Entah mengapa aku merasa ada ikatan dengan 'gadis kecil' ini Dewa' batin Anna sambil tersenyum melihat tingkah Meera
******
"Mengapa tak di angkat sih" ucap Ragini khawatir, dia mondar mandir di rumahnya menghubungi guru Meera yg tak ada kabar, Ragini khawatir karena anaknya tak kunjung pulang. Ia benar benar khawatir kehilangan Meera. Ragini terus menghubungi ponsel guru Meera dan tersambung.
"Ku mohon angkatlah" harap Ragini cemas
"Iya Nyonya Ragini, ada apa menelponku?" tanya guru Ragini
"Bu kenapa Meera belum juga pulang? Apakah acaranya belum selesai?" tanya Ragini
"Belum bu, nanti jika sudah selesai pasti saya akan mengantarnya pulang" jawab guru itu
"Baiklah bu, ku mohon jaga Meera" ucap Ragini khawatir
Dia pun memutuskan sambungan telponnya. Dia lalu membuka laptopnya menyelesaikan pekerjaanya.
*******
"Bibi untuk apa aku mengenakan baju ini?" tanya Meera heran, Parineeta hanya tersenyum
Meera pun tersenyum, dia lalu menundukan kepalanya.
"Hei sayang, kau kenapa bersedih?" tanya Pari bingung
Meera hanya menggeleng.
"Ibu tidak mengingat hari ulang tahunku, dia sibuk bekerja, kemarin aku menunggu ibu sampai larut malam, tapi ibu tidak juga mengucapkan selamat ulang tahun untukku, ibu terus bekerja dan tadi pagi ibu bangun terlambat dan sampai saat ini ibu masih belum mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku bibi, apakah pekerjaannya sangat penting di bandingkan aku anaknya, sehingga ibu melupakan hari ulang tahunku" tanya Meera sambil terisak.
Parineeta pun ikut sedih mendengar cerita Meera. Laksh yg sedari tadi memperhatikan mereka pun tak kuasa menahan kesedihannya. Meera merasa tak di perhatikan oleh ibunya karena ibunya tak mengingat ulang tahunnya hari ini, bahkan Laksh ayahnya, ia selalu melewatkan momen bahagia anaknya itu. Laksh pun menangis meratapi kesedihan Meera. Adars yg melihat Laksh seperti itu langsung memeluknya memberikan kekuatan untuknya.
"Kau tenanglah Laksh, saat ini kau bisa merayakan ulang tahunnya, walau tanpa ibunya" ucap Adars menyemangati Laksh. Laksh hanya mengangguk.
******
Sekarang tiba waktunya saat Meera turun dengan gaun cantiknya. Seluruh anak anak kagum dengan Meera. Laksh hanya tersenyum bangga melihat kebahagiaan yg terpancar di raut wajah anaknya itu. Meera pun di bimbing oleh Anna menuju kue ulang tahunnya, meniup lilin dan memotong kuenya. Suara sorak sorai anak anak dan suara tawa Meera membuat Laksh sangat bahagia. Lalu Laksh maju menghampiri Meera dan memeluknya erat. Meera pun membalas pelukan Laksh. Laksh lalu melepaskan pelukannya dan berdiri. Ia meminta waktu untuk mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Perhatian kepada seluruh teman teman Sonna dan Meera. Saya ingin membicarakan sesuatu, saya mohon kepada kalian untuk jangan pernah lagi menghina Meera sebagai 'anak haram', karena itu akan melukai perasaannya. Meera bukan 'anak haram' jika harus ada yg di salahkan bukan Meera tapi orang tuanya. Paman minta untuk saat ini kalian harus bisa mencoba untuk berteman dengan Meera ya, mengerti anak anak" ucap Laksh tegas tapi dengan nada yg lembut.
Meera yg sedari tadi di samping Laksh lalu meneteskan airmatanya tapi dia tersenyum karena Laksh membelanya. Laksh pun langsung mengusap airmata Meera dan memeluk erat Meera. Seluruh tamu yg melihatnya pun terharu. Meera mengeratkan pelukannya.
*****
"Jadi kau ingin kado apa dari paman?" tanya Laksh kepada Meera saat mereka kini sedang ada di taman belakang rumah Laksh.
Seluruh tamu sudah pulang. Ibu guru Meera pun sudah pulang. Ibu guru Meera mengatakan jika Meera harus segera mengantarkan Meera pulang karena ibunya mengkhawatirkan nya. Tapi Laksh berjanji ke ibu guru itu jika dia sendiri yg akan mengantarkan Meera pulang.
Meera menggeleng. Laksh menatap lekat Meera. Dari dekat Laksh seperti bercermin dengan wajahnya sendiri. Laksh pun tersenyum.
"Apa yg Meera inginkan?" tanya Laksh
"Meera ingin memiliki ayah, paman" ucap Meera lirih sambil menunduk.
Entah mengapa ucapan Meera itu terasa menusuk ke jantungnya. Sakit sekali!
"Selama ini Meera selalu tinggal dengan ibu, ibu Meera itu ibu yg kuat paman. Ibu Meera mampu menjadi ibu sekaligus ayah untuk Meera. Ibu sudah sangat menderita paman, Meera dengar jika ibu di usir dari rumah kakek nenek karena Meera" ucap Meera terisak.
Sekali lagi! Dia harus mendengar kenyataan pahit hidup seorang 'gadis' yg dulu ia hancurkan.
"Tapi ibu tak pernah sedikit pun menunjukkan kesedihannya kepada Meera, ibu selalu tersenyum di depan Meera. Ibu Meera itu ibu yg kuat, Meera bangga menjadi anak ibu. Maka dari itu Meera tak pernah cerita kepada ibu kalau Meera di sekolah ga punya teman, dulu Meera pernah cerita kepada ibu, Meera di hina 'anak haram' oleh teman teman Meera, ibu malah nangis paman, makanya Meera ga mau ngeliat ibu sedih lagi" ucap Meera sambil terisak.
Cerita pilu Meera dan ibunya benar benar menyesakkan hati Laksh. Pikirannya melayang ke peristiwa dimana ia dengan tega 'merenggut' kesucian Ragini. Ia merasa jika ia merupakan pria yg amat bajingan. Dia malah pergi tak bertanggung jawab. Ia benar benar sangat menyesal. Selama 5 tahun Laksh mencari tau keberadaan Ragini. Ia terus menerus mencari untuk menebus dosa yg telah ia perbuat kepada Ragini. Namun hasilnya selalu nihil. Jadi saat sekarang ia bertemu kembali dengan Ragini, ia tak mau lagi menyia nyiakan waktunya. Laksh tau jika Meera hari ini ulang tahun dari guru Meera jadi Laksh mempersiapkan semua ini, dan Laksh sangat sedih saat mengetahui jika anaknya selama ini di hina dan di sebut sebagai 'anak haram'. Jika harus ada yg disalahkan atas semua ini, ya memang Laksh yg harusnya di salahkan. Ragini dan Meera hanya korban. Laksh yg brengsek!
Laksh terus menangis dan mengeratkan pelukannya kepada tubuh mungil Meera. Ia bahkan bisa merasakan kesedihan yg amat dalam yg di alami Meera. Bagaimana dengan Ragini? Laksh sejenak berpikir, dia benar benar telah menghancurkan hidup 'gadis' itu.
Laksh menatap ke langit, memejamkan matanya.
'Aku akan menerima hukuman apapun yg diberikan Ragini nantinya, tapi ku mohon Dewa jangan pisahkan aku dari Meera anakku' batinnya lirih.
Laksh masih memeluk erat tubuh mungil anaknya itu.
"Mulai sekarang Meera memiliki ayah, Meera bisa panggil paman Laksh dengan sebutan AYAH yah nak" ucap Laksh di sela tangisnya.
Meera pun hanya menganggukkan kepalanya. Meera melepaskan pelukannya.
"AYAHH" panggil Meera.
__ADS_1
Laksh tersenyum dan mengelus kepala Meera penuh kasih sayang dan memeluk erat kembali Putri yg selama ini dia tinggalkan.
Jangan lupa tinggalkan like dan komen..