Takdir Hidup

Takdir Hidup
Permainan Takdir (LAGI)


__ADS_3

×TAKDIR HIDUP×


PART 28


Ragini perlahan membuka kedua mata nya, dia melihat keluarga Laksh sedang mengelilingi nya dan menatap nya dengan khawatir. Meera yg sedari tadi di samping Ragini memeluk erat Ragini yg sedang tidur.


"Ibu, kata dokter tadi akan ada dede bayi di perut ibu" ucap Meera polos sambil mengelus perut rata Ragini.


Hati Ragini terasa sangat sesak, hati nya perih terasa di tikam dengan ribuan pisau. Bukan karena dia tak senang memiliki seorang anak lagi. Dia bahkan sangat senang, terlebih itu adalah anak kedua nya dari hasil benih cinta nya dengan Laksh. Tapi hati nya hancur saat harus menerima kenyataan jika Laksh tak ada di samping nya untuk berbagi kebahagiaan ini.


Keluarga Laksh pun hanya terdiam, tak ada ekspresi kebahagiaan yg terpancar disana, yg Ragini lihat mereka menatap nya dengan tatapan yg sangat lirih.


Ragini mengelus perut nya dia merasakan jika di dalam sini akan ada buah cinta nya dengan Laksh. Ragini meneteskan airmata nya. Anna yg melihat nya langsung memeluk erat menantu nya itu. Memberikan kekuatan kepada Ragini, agar dia kuat menjalani semua ini.


'Bagaimana kau bisa memberiku kebahagiaan dan kesedihan di saat bersamaan? Atau mungkin kau senang mempermainkan takdir hidup ku Dewa' lirih Ragini.


***


#FLASHBACK...


"Laksh, kita mau kemana?" tanya Ragini bingung saat Laksh melajukan mobil nya sangat jauh.


Laksh hanya tersenyum dan melirik Ragini.


"Kau diamlah, kau ikut saja, nanti juga kau akan menyukai nya" jawab Laksh singkat.


Ragini memegang tangan Laksh dan bersandar di bahu nya.


"Aku ngantuk, bangunkan aku kalau kita sudah sampai yah" ucap Ragini pelan.


Laksh mengecup kepala Ragini dan mengelus rambut nya pelan. Dia lalu melajukan mobil nya dengan cepat.


***


"Ragini, bangun sayang kita sudah sampai"


Ragini perlahan membuka mata nya. Dia melihat sekitar. Dia bingung kenapa Laksh mengajak nya ke hutan.


"Laksh kenapa kita pergi kesini?" tanya Ragini bingung.


"Ada seseorang yg sangat ingin menemui mu dan merindukan mu" jawab Laksh dengan senyuman.

__ADS_1


Ragini bingung dengan perkataan Laksh. Siapa yg ingin menemui nya di hutan seperti ini? Ragini terus berpikir.


Tiba-tiba ada suara hentakan kaki, Ragini pun langsung menoleh dan memperhatikan wanita yg kini berjalan mendekati nya. Wanita itu tersenyum ke arah Ragini. Dia melambaikan tangan nya. Ragini terkejut saat melihat Simran yg ingin bertemu dengan nya.


"Apa kabar mu Ragini, maaf aku tidak dapat menghadiri acara pernikahan mu" ucap Simran.


Ragini hanya tersenyum.


"Ragini, aku sengaja menghubungi Laksh, aku sengaja merencanakan semua ini, untuk membuat kau terkejut" jelas Simran.


Ragini semakin tak mengerti dengan yg di ucapkan Simran. Ragini dan Simran itu bukanlah teman dekat, walaupun Ragini pernah berpacaran dengan Rohit, dia tak pernah mengobrol dan bercanda dengan Simran. Maka nya Ragini merasa keanehan saat Simran secara tiba-tiba menghubungi Laksh untuk mempertemukan nya dengan Simran. Benar-benar aneh!


Ragini masih menatap tajam ke arah Simran. Laksh merasa keanehan saat dia melihat Simran seperti ingin mengambil sesuatu, mata Laksh membulat saat dia melihat Simran mengambil pisau lipat di saku, celana nya.


"Aku sangat merindukanmu Ragini, selamat atas pernikahan mu, bolehkah aku memeluk mu?" tanya nya.


Laksh yg sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mencurigakan dari Simran, langsung mendorong tubuh Ragini hingga terhempas di tanah.


SREETTTTT....


Laksh menahan sakit di perut nya saat pisau belati itu mengenai diri nya. Dia sempat bersyukur karena bukan Ragini yg terkena tusukan pisau itu. Ragini langsung berteriak histeris melihat perut Laksh berlumuran banyak darah. Ragini memangku kepala Laksh. Dia terus menangisi Laksh, dia tak tega melihat keadaan Laksh yg seperti itu.


Simran panik, saat target nya tak mengenai sasaran yg harus dia lenyapkan adalah Ragini bukan Laksh. Akan terjadi masalah jika Ragini masih hidup dan Laksh yg menjadi korban nya. Simran langsung menarik tangan Laksh, dia menyeret tubuh Laksh yg sudah melemah. Ragini mencoba menghentikan nya, namun gerakan Simran sangat cepat, hingga Simran tiba di pinggir jurang, dia tak punya pilihan lain untuk membuang Laksh ke jurang. Ragini terus mengejar Simran, mata nya tertuju pada jurang tempat Simran mendekat.


"Simran ku mohon jangan lakukan itu, mengapa kau sangat membenci ku Simran apa sebenarnya salah ku hah? Sampai kau begitu membenci ku dan ingin melenyapkan ku?" tanya Ragini berteriak.


"Hahahaha jadi kau ingin tau apa salah mu? Baik akan aku jelaskan apa kesalahan mu Ragini. Kau tau kembaran kak Rohit, Kak Rohan? Dia sangat mencintai mu sebelum kau dekat dengan Kak Rohit. Kak Rohan terus memperhatikan mu saat kau masih bekerja menjadi pelayan kafe tapi kau mengacuhkan perasaan nya, kau bilang Kakak ku itu bukan tipe mu dan kau menolak cinta nya. Tapi nyata nya apa? Kau ternyata mencintai Kak Rohit kan? Apa yg kau lihat dari Kak Rohit? Bukankah mereka sangat mirip? Beda nya Kak Rohan berpenampilan jauh lebih kuno dan Kak Rohit tampil lebih modern. Maka dari itu kau lebih memilih Kak Rohit kan. Kau tau Kak Rohan sangat hancur, dia lalu melajukan mobil nya dengan sangat cepat, dia mabuk saat melihat kau sedang berpacaran dengan Kak Rohit, Kak Rohan sengaja menabrak Kak Rohit di motor nya tapi nyatanya malah Kak Rohan yg meninggal. Dan saat kejadian itu aku hampir kehilangan kedua kakak ku karena dia sama-sama merebutkan mu. Maka dari itu aku rawat Kak Rohit ku ubah dia menjadi seperti Kak Rohan agar saat kau bertemu dengan nya kau tak jatuh cinta lagi kepada nya. Tapi nyata nya apah kau malah menerima cinta nya walau kau tau bukan Kak Rohit tapi Kak Rohan yg menyatakan cinta nya kepada mu. Aku membiarkan Kak Rohit ku bahagia bersama diri mu tapi apa nyata nya Ragini, kau malah menyakiti Kakak ku lagi. Kau membuat Kak Rohit ku sakit hati, kau membuat diri nya menangis karena mu, dan kau membuat aku hampir kehilangan nyawa Kakak ku lagi. Kau tau saat kau memutuskan hubungan mu dengan Kak Rohit, Kak Rohit sangat terluka dia mencoba mengakhiri hidup nya dengan memotong urat nadi nya, untung saja aku melihat nya sehingga nyawa nya masih bisa di selamatkan. Dan sekarang aku ingin kau menderita Ragini, aku ingin kau merasakan hal yg sama seperti yg aku rasakan. Aku telah kehilangan Kak Rohan ku dan aku juga akan melenyapkan suami mu ini. Kau harus merasakan kehilangan orang yg sangat kau cintai" teriak Simran.


"Simran, kau mohon jangan lakukan itu kepada Laksh, dia tidak bersalah Simran, ku mohon lepaskan Laksh, Simran dia sudah sangat terluka, ku mohon jangan lalukan"


Ragini mendekat ke arah Simran, dia mencoba untuk meraih tangan Laksh. Namun Simran menarik tubuh Laksh hingga mendekati jurang.


Laksh menatap lirih ke arah Ragini.


"Ragini, jaga dirimu dan Meera" lirih Laksh.


"Simran jangan, ku mohon Simran jangan kau lakukan itu" teriak Ragini.


Simran tak menghiraukan, dia menyeret tubuh Laksh hingga terjatuh ke jurang.


"LAKSSHHHH" teriak Ragini.

__ADS_1


Ragini menjatuhkan diri nya di tanah, dia merasakan tubuh nya yg melemah dan seolah tubuh nya tak memiliki tulang. Dia terus menangis dan meratapi nasib nya.


"Laksh, mengapa kau tinggalkan aku lagi Laksh" lirih Ragini.


***


Tiga bulan kemudian...


"Dokter aku mohon usahakan yg terbaik untuk pasien itu" pinta seorang pria kepada dokter itu.


"Baiklah, kami aka berusaha semaksimal yg kami bisa"


"Terima kasih dokter"


Pria itu menatap lirih ke ruangan Laksh yg sedang terbaring. Dengan selang infus yg mengalir di tangan nya. Dan tabung oksigen yg terpasang di mulut nya.


"Jika keadaan mu sudah membaik, akan ku pastikan kau dan Ragini akan bertemu dan bersatu kembali Laksh, bertahanlah" ucap pria itu.


***


Ragini masih menatap lirih dan memeluk erat photo Laksh. Dia benar-benar sangat rapuh sekarang, dia sangat membutuhkan Laksh. Keadaan Ragini bahkan lebih rapuh saat dia mengandung Meera dulu. Dulu saat dia mengandung Meera dia tak memikirkan pria yg menghamili nya karena ia dulu tak mengetahui nya. Tapi sekarang dia terus memikirkan Laksh, dia sangat membutuhkan Laksh, sudah tiga bulan dari peristiwa itu namun sampai saat ini Laksh belum juga di temukan, polisi sudah ingin menghentikan proses pencarian Laksh, namun Ragini bersikukuh pencarian Laksh harus terus di lakukan karena dia yakin jika suami nya masih hidup. Sementara keluarga nya hanya pasrah dengan keadaan. Meera kini menjadi anak yg lebih mandiri, dia tau ibu nya saat ini sedang sangat terpuruk jadi jika dia membutuhkan sesuatu Meera bilang kepada Paman, Bibi, Kakek atau Nenek nya. Meera benar-benar tak ingin menyusahkan Ragini.


Selama tiga bulan Ragini kehilangan senyuman nya, dia selalu mengingat kenangan tentang diri nya dan Laksh disini.


"Sampai kapan kau terus bersembunyi Laksh, ku mohon kembalilah, aku tak bisa hidup tanpa mu Laksh. Kembalilah Laksh" lirih Ragini.


***


"Dokter, pasien telah bangun, dia membuka mata nya, ini merupakan suatu keajaiban" ucap suster.


Dokter lalu memeriksa keadaan Laksh, dokter tersenyum karena Laksh kini telah membuka mata nya dan perlahan keadaan nya membaik.


"Suster kau hubungi orang yg selama ini membiayai perawatan Laksh, beritahu kepada nya mengenai keadaan Laksh sekarang"


"Baik dokter"


Suster itu pun langsung pergi untuk menghubungi seseorang. Dokter pun keluar dari ruangan Laksh.


"Ragini, aku merasakan jika kau memanggil ku Ragini" ucap Laksh pelan sambil menarik nafas nya.


Next or Stop??

__ADS_1


Please komwell ya 😄😄


__ADS_2