Takdir Hidup

Takdir Hidup
Satu Kesempatan


__ADS_3

×TAKDIR HIDUP×


PART 17


"Kau yakin jika Laksh sepenuhnya bersalah atas semua ini?" tanya Zein sambil mengemudikan mobil nya.


Ragini menatap heran ke arah Zein.


"Apa maksud mu hah? Memang semua ini salah dia, dia telah menghancurkan hidup ku!" ucap Ragini marah.


Zein hanya tersenyum melirik ke arah Ragini.


"Kau mencintainya" ucap Zein pelan.


Ragini memicingkan matanya ke arah Zein. Zein malah terkekeh di tatap seperti itu.


"Semua tergambar jelas di raut wajah mu, Ragini" ucap Zein.


"Jangan sembarang bicara kau!" kesal Ragini.


"Aku tau hati mu terluka saat melihat Laksh terbaring penuh luka tadi, makanya tadi kau terus menundukkan kepala mu tak berani menatapnya" ucap Zein dengan melirik menggoda ke arah Ragini.


Ragini mendengus kesal.


"Kau tak perlu mengurusi masalah ku, kau urusi saja dirimu dulu" kesal Ragini.


"Meera sangat menyayangi nya, jika hubungan kau dan Laksh memburuk karena kenyataan pahit ini, jangan pernah kalian melibatkan Meera, jangan buat hatinya terluka" ucap Zein memberi saran.


Ragini hanya menatap lurus ke depan. Perkataan Zein tadi mengusik pikirannya.


'Apa benar aku telah jatuh cinta kepadanya?' batin Ragini


****


Meera masih berada di samping Laksh, dia sesekali menguap, namun gadis kecil itu tak mau untuk terlelap. Dia takut jika dia tidur waktu yg di berikan ibu nya untuk menemani Laksh akan habis. Meera selalu menggenggam erat tangan Laksh dan berada di sampingnya. Anna tersenyum geli melihat kelakuan cucunya itu.

__ADS_1


#FLASHBACK ON


"Ayah, ibu sebenarnya ada yg ingin aku bicarakan dengan kalian, ini mengenai Laksh, sebenarnya Laksh sudah memiliki anak" jelas Adars.


Anna, Durga dan Parineeta pun kaget dengan ucapan Adars.


"Kau bicara apa Adars?" tanya Durga tegas.


"Apa yg kau maksud Adars, Laksh belum pernah menikah, bagaimana dia bisa memiliki anak?" bantah Anna tak percaya.


"Iya Adars, apa yg kau katakan, jangan bicara omong kosong di saat seperti ini" ucap Pari kesal.


"Hhmmm, aku jujur, ibu, ayah, Pari. Laksh memang sudah memiliki anak. Dulu dia melakukan sebuah kesalahan besar yg menyebabkan dirinya menghancurkan kehidupan seorang wanita" jelas Adars.


Adars lalu menceritakan semuanya kepada seluruh keluarganya.


Anna hanya menangis tak menyangka dengan kelakuan putranya, Durga pun geram namun dia merasa jika Laksh sudah mendapatkan balasannya.


"Bawa cucu ibu kesini Adars, ibu ingin dia kesini menemani Laksh" ucap Anna lirih.


"Tapi, bagaimana dengan ibunya?" tanya Adars khawatir.


#FLASHBACK OFF


"Sayang, kau tidurlah, kau nanti akan sakit" ucap Anna pelan.


Meera hanya menggeleng.


"Aku tak mau menyia-nyiakan waktu ku yg sebentar dengan ayah Nenek, ibu pasti besok akan membawa aku pulang, aku tak mau tidur, aku masih mau terus disini menemani ayah. Meera sayang banget ma ayah" ucap Meera lirih dan menangis.


Anna menghampiri dan memeluknya.


"Ayah kapan bangun nenek, bilang ayah, klw ayah ga bangun sekarang besok ibu akan membawa aku menjauh dari ayah" lirih Meera.


Anna hanya menatap Laksh bersedih. Anna lalu meninggalkan Meera bersama Laksh.

__ADS_1


Meera terus mengoceh untuk membuat Laksh bangun, sesekali anak itu tertawa bercerita untuk membangunkan Laksh. Anna hanya menatap nya lirih.


"Nenek... Nenek... Ayah bangun nek... Dia membuka matanya, tadi dia menagis dan membuka matanya" teriak Meera senang menghampiri neneknya.


Anna dan yg lainnya pun langsung menghampiri Laksh. Meera masih memeluk erat tubuh ayahnya. Laksh mengelus rambut Meera. Dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Laksh.


"Ini benar-benar keajaiban Nyoya, selamat Tuan Laksh sudah bangun dari koma nya" ucap dokter lalu pergi meninggalkan mereka.


Meera memeluk erat Laksh, Laksh membalas pelukannya. Dia benar-benar rindu sekali dengan putri kecilnya. Anna tersenyum bahagia melihat Laksh sudah sadar.


***


"Meera sayang sekali ma ayah, ayah jangan tinggalin Meera lagi, kalau ibu yg ngusir ayah, bilang ma Meera, biar Meera nanti akan marahi ibu" ucap Meera kesal.


Laksh langsung mengeratkan pelukannya. Tak perduli seberapa banyak luka di tubuhnya. Tak peduli dengan rasa sakit yg dia rasakan. Semua telah terobati dengan kehadiran Meera. Laksh memejamkan matanya, dia masih mengingat perkataan Ragini, jika Meera bukan menjadi 'hak' nya. Laksh pun meneteskan airmata saat mengingat itu.


Terserah seluruh orang akan membencinya termasuk Ragini. Asalkan jangan memisahkan dirinya dari Meera. Jika Meera tak ada mungkin Laksh tak bisa bertahan.


"Meera sayang ma ayah?" tanya Laksh gemetar.


Meera menganggukkan kepalanya.


"Sayang ayah, sangat sayang" ucap Meera yakin.


"Sini peluk ayah" ucap Laksh dengan merentangkan tangannya.


"Meera itu sebenarnya adalah anak kandung ayah, ayah bukan paman yg mau berpura-pura menjadi ayah untuk Meera, tapi ayah adalah ayah kandung Meera yg sebenarnya ya" jelas Laksh.


Meera mengangguk dan mengeratkan pelukannya. Dia sangat nyaman di peluk oleh Laksh.


"Coba panggil "AYAAHHH" ucap Laksh.


"Ayaahhhh" ucap Meera dengan senang.


"Meera sayang banget ma ayah, nanti Meera cari cara deh biar ayah dan ibu bersatu, tenang ayah serahkan saja semuanya kepada Meera" ucap Meera penuh percaya diri.

__ADS_1


Laksh memejamkan matanya, merasakan kebahagiaan saat Meera ada di samping nya dan memeluknya erat. Dia berharap agar Ragini masih mau mengijinkan untuk bertemu dengan Meera.


jangan lupa like dan komen..


__ADS_2