
Ngebala ahh 😅😅😅
Maaf yah 🙏🙏
×TAKDIR HIDUP×
PART 22
"RAGINI" teriak Laksh sambil *** rambutnya.
Daritadi Laksh terus memikirkan Ragini. Gadis yg belum lama ini singgah di hatinya. Laksh memejamkan erat matanya, mengingat tentang kejadian di masa lalunya itu. Mengapa dia dengan bodohnya mau terperangkap dengan omongan Priyank.
Laksh telah menghancurkan hidup gadis itu, dan kini dia kembali menggoreskan luka di hatinya.
Laksh terus mengutuk dirinya sendiri, mengapa dia menjadi pria yg sangat bodoh seperti sekarang ini. Dia sangat mencintai Ragini namun dia tak ingin Meera terluka. Hatinya benar-benar resah. Pikirannya kini terbagi, memikirkan dua wanita yg sangat penting di hidupnya.
'Kapan ujian kisah kita ini akan berakhir Ragini?' lirih Laksh.
Ragini yg sedari tadi mengintip di ruangan Laksh meneteskan airmatanya. Dia merasakan kesedihan dan dilema yg sedang di alami oleh Laksh. Dia bertekad untuk mengetahui alasan mengapa Laksh melakukan semua itu. Ingin rasanya Ragini menghampiri Laksh dan memeluk erat tubuh Laksh. Namu semua itu tak bisa dia lakukan dia hanya terdiam dan terpaku di posisinya itu.
****
"Ragini, apa kau ada acara malam ini?" tanya Muktha saat mereka sedang istirahat makan siang.
"Hmmm nampaknya tidak ada, kenapa?" tanya Ragini.
"Aku dan Aaman mengadakan pesta, pesta kecil kecilan tapinya, apa kau mau ikut?" tanya Muktha bersemangat.
"Hmmm baiklah, tapi........" ucapan Ragini terpotong.
"Apakah aku boleh ikut bergabung?" tanya Laksh tiba-tiba datang.
"Hmmm boleh Tuan, semua ini kan milikmu" ucap Muktha gugup.
"Hei, kau tak usah sungkan Muktha, bersikaplah biasa saja ketika kita sedang istirahat" jawab Laksh santai.
Laksh menatap lekat wajah Ragini, Laksh tersenyum dan terus mengagumi wajah cantik Ragini. Wajar jika Meera cantik, ibunya saja seperti bidadari.
"Eheeemmm" suara deheman Muktha menyadarkan lamunan Laksh.
Laksh hanya menunduk malu.
Muktha sangat yakin jika Laksh memang menyukai Ragini.
"Tuan eh Laksh, apa kau mau bergabung ke pesta kecil-kecilan ku nanti?" ajak Muktha.
Laksh sejenak berpikir.
"Ada Ragini, dia juga datang" ucap Muktha bersemangat.
"Baiklah aku akan datang" ucap Laksh kencang.
Muktha dan Ragini hanya tersenyum mendengar ucapan Laksh itu. Laksh hanya mengelus tengkuknya dan malu.
****
__ADS_1
"Ragini, Laksh itu dia sangat mencintai mu, semua sudah terihat di ekspresi wajahnya itu" bisik Muktha.
Ragini tak menghiraukan omongan Muktha, dia masih fokus bekerja.
"Nona Ragini, kau di panggil Tuan Laksh untuk ke ruangannya" ucap sekretaris Laksh.
Ragini perlahan melangkahkan kakinya menuju ruangan Laksh.
TOK TOK TOK.....
"MASUK" teriak Laksh.
Ragini pun langsung masuk menghampiri nya.
"Apakah Tuan memanggilku? Ada apa Tuan ? Apakah ada yg bisa ku bantu?" tanya Ragini.
Laksh hanya tersenyum dan mempersilakan Ragini untuk duduk.
Ragini dan Laksh kini saling duduk berhadap-hadapan. Bola mata mereka beradu pandang. Ragini benar-benar salah tingkah di buatnya. Dia mengatur nafasnya agar tak terlihat sangat gugup. Laksh hanya tersenyum saat melihat kegelisan ada di dalam hati Ragini.
"Ragini, malam ini kau harus menemaniku ke pesta Muktha yah, aku akan menjemput mu di rumah mu, dan ingat tak ada penolakan" ucap Laksh dengan tegas.
Laksh menyatukan kedua telapak tangannya dan tersenyum ke arah Ragini. Ragini menelan ludahnya, menahan nafasnya saat mendengar ucapan Laksh. Hatinya merasa sangat bahagia. Tak terasa sebuah senyuman mengembang dengan sempurna dan tak bisa menyembunyikan perasaan nya.
Laksh lalu mendekat ke arah Ragini, mengecup singkat bibir Ragini dan mencubit hidung nya dengan pelan.
Ragini pun tersadar dari lamunannya. Ia mengigit bibir bawahnya, dia tak menyangka jika Laksh tadi berani sekali mengecup nya.
Laksh hanya tersenyum dan mengacak-acak poni Ragini.
Ragini hanya menundukan kepalanya dan pergi dari ruang Laksh.
Ragini keluar ruangan Laksh dengan mengigit bibir bawahnya, Muktha melihat nya heran.
"Ragini kau kenapa? Apa Laksh melukai mu?" tanya Muktha penasaran.
"Tidak" Ragini bersikap cuek dan melanjutkan pekerjaannya.
Laksh yg sedari tadi mengintip dari balik tirai jendelanya pun hanya tersenyum.
"Kau hanya milikku Ragini, akan ku pastikan bahkan Priyank sekalipun tak aku ijinkan untuk merebut mu dari ku" ucap Laksh bahagia.
****
"Ibu mau pergi kemana?" tanya Meera bingung.
"Ibu mau pergi ke pesta teman ibu" jawab Ragini singkat.
Dia masih membenahi make up nya, dan terus bercermin. Entah mengapa dia ingin terlihat sempurna di mata Laksh.
"Hmmn apa ibu akan lama meninggalkan ku?" rengek Meera.
"Sayang paman mu Zein akan segera kesini" bujuk Ragini.
Tak lama Zein pun datang. Dia lalu menggendong Meera.
__ADS_1
TINNNN...
Suara klakson mobil berbunyi Ragini langsung turun dan berlari. Zein dan Meera yg melihatnya pun hanya menggedikan bahunya.
Ragini tersenyum saat melihat Laksh sudah ada di depan pintunya. Laksh terlihat sangat tampan, senyumannya yg manis seolah menghipnotis Ragini. Laksh pun memperhatikan Ragini dari atas ke bawah. Dia memandang kagum ke arah wanita yg di cintainya kini.
"Ayaaahhhh" Meera melepaskan gendongan dari Zein dan berlari menuju Laksh.
Laksh langsung berjongkok, tersenyum dan menggendong Meera. Laksh mengecup pipi Meera gemas. Meera mengeratkan pelukannya kepada Laksh. Ragini menatap nya seakan yakin kalau Laksh memang tidak amnesia.
"Ayah aku kangen bgd ma ayah" ucap Ragini.
Laksh hanya mengeratkan pelukannya.
"Sayang, ibu dan paman Laksh harus pergi yah, nanti kami akan terlambat, kau ikutlah dengan paman Zein yah" bujuk Ragini.
Meera menggelengkan kepalanya dan semakin mengeratnya pelukannya.
"Sayang, anak cantik, sekarang main dulu dengan paman Zein yah, kalau paman dan ibu mu sudah pulang nanti kita bisa main bersama" bujuk Laksh pelan.
Meera langsung melepaskan pelukannya, namun dia langsung mencium pipi Laksh.
"Meera sangat sekali ma ayah" ucap Meera senang.
Laksh hanya tersenyum.
"Zein jaga Meera dengan baik yah" ucap Ragini.
"Baik, kau serahkan saja semuanya kepadaku" jawab Zein.
Ragini dan Laksh pun masuk ke dalam mobil. Meera dan Zein memandang mereka. Meera melambaikan tangannya.
*****
"Kau jangan minum minuman yg ada disini Ragini, semua isinya minuman beralkohol" cegah Laksh.
"Lalu aku minum apa Laksh?" ucap Ragini kesal.
Laksh langsung membawakan dua gelas sirup.
Ragini menatap lekat ke arah Laksh. Benar-benar sempurna pria di hadapannya itu. Saat Laksh tengah mengambil makanan, Ragini merasa tangannya di tarik dengan paksa.
"LAKSSHHHHH" teriak Ragini.
Laksh pun langsung menoleh, dia terkejut saat Ragini di culik. Dia pun langsung mengejar penculik yg menculik Ragini itu. Laksh melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Namun karena ada insiden kecelakaan Laksh jadi kehilangan jejak penculik itu.
"Priyank! Aku harus bertanya kepadanya tentang Ragini, dimana dia membekap nya" gumam Laksh.
Laksh lalu mengambil ponselnya dan menelpon nomor Priyank.
"Dimana kau menculik Ragini? Beritahukan kepadaku dimana kau menyekapnya brengsek!" teriak Laks.
"Hahahaha aku akan menikmati tubuhnya dulu Laksh seperti yg kau lakukan dulu, baru aku akan kembalikan dia kepadamu" Ucap Priyank kencang.
"Jika kau berani berbuat macam-macam kepadanya, aku akan membunuh mu brengsek!" bentak Laksh.
__ADS_1
Laksh geram, dia mengepalkan tangannya.
jangan lupa like dan komen yah..