Takdir Hidup

Takdir Hidup
Kau Milikku


__ADS_3

Part ini ada sedikit vulgar nya.


Jadi untuk yg di bawah umur tolong bijak dalam membaca nya yah jangan di hayati hehehe 😅😅


×TAKDIR HIDUP×


PART 27


"Mengapa takdir hidup ku seperti ini Dewa, mengapa kau tak pernah membiarkan hidup ku bahagia, mengapa kau selalu memberi ku penderitaan, baru sebentar aku bersama nya dan kini kau memisahkan aku kembali dengan nya. Apa salah ku Dewa? Apa memang aku tak pantas mendapatkan kebahagiaan di hidup ku? Apa memang tak ada kebahagiaan di takdir hidup ku ini? Selalu saja penderitaan yg kau berikan Dewa, mengapa tak kau ambil saja sekalian nyawa ku?"


Ragini berteriak histeris di kuil pinggir kota. Dia meratapi nasib nya yg selalu menderita, tak pernah mendapatkan kebahagiaan.


Ragini terjatuh dan menangis, dia benar-benar tidak kuat, mengapa Dewa mengambil semua kebahagiaan nya.


#FLASHBACK ON...


"Ibu, ibu cantik sekali, aku sayang ma ibu" ucap Meera manja dia memeluk erat ibu nya.


"Sayang, kau coba intip keluar apa ayah mu sudah datang atau belum?"


Meera lalu berlari keluar. Dia mwanitai tangga yg telah di hiasi oleh banyak bunga. Hari ini adalah hari pernikahan Ragini dan Laksh. Setelah seminggu lama nya mereka gelisah, hari ini adalah akhir perjalanan panjang kisah cinta mereka yg amat rumit.


Meera terus berlari, mata nya tertuju pada arak-arakan pengantin, Laksh tampak gagah dan sangat tampan sedang menaiki kuda. Meera tersenyum ke arah nya dan melambaikan tangan nya. Laksh yg melihat nya langsung turun dan memeluk putri kecil nya itu.


"Ayah kau tau, ibu sangat cantik" bisik Meera.


Dan kata-kata itu mampu membuat Laksh berdebar dan tersenyum dengan lebar.


Dia membayangkan wanita yg di cintai nya sebentar lagi akan menjadi milik dia seutuh nya.


Rombongan pengantin pria memasuki rumah. Laksh sudah duduk di mandap depan api suci pernikahan, hati nya menjadi gelisah tak karuan. Ini adalah pengalaman pertama nya menikah. Dan rasa nya sangatlah berbeda, karena ada Meera diantara mereka.


Laksh terus menatap ke arah tangga, berharap jika 'permaisuri' nya itu akan segera turun dari sana. Adars yg menyadari sikap adik nya yg sedang gelisah pun langsung menyenggol tangan Laksh.


"Bersabarlah Laksh, sebentar lagi Ragini akan menjadi milik mu seutuh nya, kau bebas melakukan apapun nanti nya" goda Adars.


Laksh hanya mendengus kesal dan berbisik.


"Kakak kenapa aku sangat gugup seperti ini, jantung ku terasa seperti ingin copot kak" bisik Laksh.


Adars hanya menggelengkan kepala nya dan tertawa geli.


Jantung Laksh serasa berhenti berdetak saat dia melihat Ragini turun dari tangga. Mata nya memandang takjub. Ragini terlihat sangat cantik, memang benar kata Meera. Laksh terus tersenyum ke arah Ragini, Ragini yg melihat Laksh menatap nya seperti itu menjadi salah tingkah, dia hanya menunduk malu.


Kini Ragini ada di samping Laksh duduk di mantap di depan api suci, Laksh mengulurkan tangan nya dan Ragini menyambut nya. Mereka pun berdiri dan saling bertukar karangan bunga. Ritual demi ritual telah mereka jalani.


Laksh yg memasangkan mangal sutra dan memakaikan sindoor di dahi Ragini.


Meera berlari dan memeluk ayah dan ibu nya. Seluruh tamu pun ikut dalam kebahagiaan mereka.


***


Kini Ragini telah sampai di depan rumah Maheswari, Ragini melakukan ritual penyambutan menantu dengan menendang kendi kecil berisi beras dan memasukkan kaki nya ke dalam cairan merah. Ragini pun melangkahkan kaki nya dengan senyuman, namun baru juga berapa langkah, Laksh sudah menggendong nya. Ragini terkejut dengan apa yg di lakukan Laksh di hadapan keluarga nya. Keluarga nya hanya tertawa geli melihat tingkah Laksh. Kini Laksh telah sampai di depan kamar nya dia membuka pintu nya dan membopong Ragini sampai ke kasur nya. Laksh lalu berbalik sebentar untuk menutup pintu nya. Lalu perlahan dia menghampiri Ragini. Ragini hanya menundukkan kepala nya, dia merasa sangat malu, pipi nya memerah. Laksh tersenyum melihat tingkah istri nya, dia memegang dagu nya. Hingga mata mereka pun kini saling beradu.


"Aku sangat mencintai mu Ragini" bisik Laksh.


Suara Laksh yg berbisik dan nafas Laksh yg berhembus di telinga Ragini membuat bulu roma Ragini merinding.


Laksh langsung mendekat dan mengecup pelan bibir Ragini yg sedari tadi menarik perhatian nya. Cukup lama Laksh mencium Ragini, namun Ragini tak juga membalas nya. Laksh kesal dia melepaskan pagutan di bibir nya. Laksh membalikkan badan nya membelakangi Ragini.


"Hei Laksh kau ini kenapa?" tanya Ragini bingung.


"Kau tidak mencintai ku" kesal Laksh.


"Apa maksud mu Laksh?" tanya Ragini bingung.


"Bukti nya tadi kau tak membalas ciuman ku" rajuk Laksh.


Laksh melipat tangan nya, bibir nya di manyunkan. Ragini tertawa geli melihat ekspresi Laksh.

__ADS_1


Laksh melotot saat mendengar tawa Ragini, dia memutar tubuh nya menghadap Ragini. Memasang ekspresi kesal nya.


"Untuk apa kau tertawa? Apakah ada yg lucu hah?" tanya nya kesal.


"Kau sangat lucu Laksh, kau marah hanya karena itu?" Ragini tertawa geli.


"Iyah, kalau kau mencintai ku seharus nya kau membalas ciuman ku bukan diam saja seperti tadi, aku kan suami mu, malam ini kita akan menghabiskan malam yg panjang ini berdua, kau harus menuruti semua keinginan ku, dan kau tak boleh menolak" jelas Laksh.


Ragini memangku dagu nya dengan tangan nya. Dia melirik ke arah Laksh yg sedang merajuk. Ragini lalu menggoda suami nya, dia mendekat dan mengecup pelan bibir Laksh, mata Laksh membulat tak menyangka jika istri nya bisa se agresif ini, Laksh lalu melingkarkan tanggan nya di pinggang ramping Ragini membalas ciuman panas yg di mulai oleh istri nya itu. Ragini memegang pipi Laksh menekan nya dalam agar ciuman mereka tidak terputus. Perlahan Laksh **** tubuh Ragini tanpa melepaskan ciuman nya. Laksh melepaskan gelang-gelang yg di pakai Ragini, dan anting anting. Laksh memeluk erat tubuh Ragini, tangan nya meraba ke belakang punggung halus Ragini, Ragini mengerti, dia lalu sedikit memiringkan tubuh nya, Laksh menarik tali pengait baju Ragini. Lalu tangan nya turun menelusup ke bawah, dia membuka kaitan di saree yg di kenakan Ragini. Laksh melepaskan ciuman nya, dia menatap Ragini dengan penuh perasaan, Ragini hanya mengangguk, Laksh membuka kemeja nya dan membuangnya ke sembarang arah, dia membuka celana nya dan menarik selimut nya.


"Kau sudah siap sayang" tanya nya dengan nada gemetar menahan gejolak hasrat yg ingin dia tuntaskan.


Ragini mengangguk, Laksh perlahan mendekatkan bibir nya ke bibir Ragini, melumatnya dalam, Ragini memeluk erat tubuh Laksh. Pelukan nya semakin erat saat dia merasakan 'milik' Laksh sudah masuk terbenam ke dalam 'miliknya'. Laksh tersenyum sebentar memperhatikan ekspresi Ragini yg kini di selimuti oleh hasrat, dia lalu melumat kembali bibir Ragini dengan sangat ganas di iringin dengan gerakan 'miliknya' yg kini sedang bergoyang di bawah sana.


****


"Sayang kau sudah bangun?" tanya Laksh saat melihat Ragini sudah bangun.


Laksh menghampiri Ragini dia membawakan nampan yg berisi sarapan untuk nya.


"Laksh memang nya ini jam berapa?" tanya Ragini.


"Jam 11" jawab Laksh singkat.


Ragini langsung terkejut, dia lalu bangun dari posisi tidur nya, dan dia kini tengah duduk di ranjang nya.


Laksh hanya tertawa melihat ke arah Ragini. Ragini bingung dengan sikap Laksh.


"Sayang apa tidak puas semalam kau sudah meminta tambah? Sekarang kau juga ingin menggoda ku lagi ya" ucap Laksh dengan nada menggoda.


Ragini langsung menatap Laksh aneh, mata Laksh terus memperhatikan ke arah tubuh Ragini, Ragini langsung menundukkan kepala nya.


"Astaga"


Ragini langsung menutupi tubuh nya dengan selimut dia langsung berlari ke kamar mandi.


"Kau sangat keterlaluan Laksh" teriak Ragini dari dalam kamar mandi.


"Laksh, kau ini" teriak Ragini kesal.


Laksh hanya tertawa geli.


****


Ragini kini sudah rapi dengan saree yg dia gunakan. Dia terlihat nampak lebih anggun. Ragini memberi salam kepada anggota keluarga Laksh. Dia meminta maaf karena bangun kesiangan dan melupakan ritual masak pertama nya. Namun Anna dan yg lain memaklumi nya.


Ragini kini tengah menjemur pakaian di atas balkon. Dia kaget saat ada tangan yg memeluk nya erat dari belakang.


"Aaaa...." teriak Ragini namun terhenti saat ada tangan yg menutup mulut nya.


Ragini lalu berbalik.


"Dddoorrrrr"


"Laksh, kau ini. Kau hampir membuat ku mati tadi" kesal Ragini.


Laksh lalu memeluk erat tubuh istri nya itu. Mencium leher nya lembut.


"Laksh, hentikan kalau ada yg lihat bagaimana"


"Biarkan saja, kita kan sudah menikah"


"Laksh, tapi tempat ini tidak cocok untuk kita bermesraan"


Laksh tersenyum mendengar ucapan Ragini, menatap tajam ke arah Ragini.


"Kau mau kita mengurung diri di kamar dan bermesraan terus yah. Baiklah hari ini aku akan meminta ijin kepada ibu untuk tidak menyuruh mu bekerja. Karena hari ini aku juga cuti, jadi aku ingin menghabiskan waktu ku dengan istri tercinta ku ini" ucap Laksh.


Ragini hanya tersenyum. Laksh lalu menggendong Ragini.

__ADS_1


"Laksh lepaskan" teriak Ragini.


"Tidak akan pernah" Laksh tersenyum ke arah Ragini dengan senyuman yg menggoda.


Anna dan Parineeta yg melihat Ragini sedang di gendong oleh Laksh pun hanya tersenyum.


"Ibu, kakak, maafkan Ragini yah hari ini dia tak bisa membantu kalian bekerja dulu, karena hari ini dia harus ku kurung di kamar, dahhhh" teriak Laksh.


Ragini hanya melotot dan memukul bahu Laksh. Tapi Laksh tak melepaskan pelukan nya.


Anna dan Parineeta hanya menggelengkan kepala nya melihat kelakuan pengantin baru itu.


Setelah sampai di kamar Laksh lalu membuka baju nya, dia mendekat ke tubuh Ragini.


Ragini menghindar dan ingin berlari, namun tangan Laksh menarik Ragini hingga dia terjatuh dan **** dada bidang Laksh. Laksh membelai lembut rambut Ragini yg menghalangi pandangan mereka. Dia membelai lembut pipi Ragini lalu mendekat dan mencium lembut bibir ranum Ragini. Laksh dan Ragini pun hanyut dengan hasrat mereka seperti semalam tadi.


****


"Ayaahhh ..... ibuuuu... Buka Meera mau masuk" teriak Meera.


Ragini dan Laksh yg sedang terlelap langsung terbangun.


"Laksh, Meera... Cepat pakai baju dan celana mu"


"Baiklah istri ku" ucap Laksh santai dengan mengecup pipi Ragini.


Ragini melotot ke arah Laksh, namun Laksh hanya tersenyum.


Ragini dan Laksh sudah memakai kembali baju nya. Ragini lalu membuka pintu kamar nya.


"Ibuuuuuu"


Meera memeluk Ragini saat pintu kamar Raglak terbuka.


"Sayang kau kenapa menangis?" tanya Ragini bingung.


"Iyah sayang katakan pada ayah siapa yg membuat mu menangis" tanya Laksh bingung.


"Ibu, apa ayah jahat kepada ibu?" tanya Meera.


Ragini dan Laksh pun saling melirik.


"Hei sayang, kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Ragini bingung.


"Iyah sayang, ayah tidak menyakiti dan melukai ibu mu" jelas Laksh kepada Meera.


"Tapi tadi kata bibi Pari, ayah sedang mengurung ibu di kamar" ucap Meera dengan nada sedih.


Laksh langsung menahan tawa nya, Ragini melotot ke arah Laksh.


"Sayang, ibu tak kenapa-napa, Meera jangan menangis yah, ayah tak berbuat jahat kepada ibu, percayalah Nak" ucap Ragini menenangkan Meera.


"Lalu itu, kenapa di leher ibu ada bekas merah nya? Apa ayah yg melakukan nya?" tanya Meera sambil menunjuk ke tanda merah yg ada di leher Ragini.


Ragini langsung melotot ke arah Laksh, Laksh hanya mengigit bibir nya menahan tawa nya agar tidak pecah.


"Sayang ini bukan apa-apa, bekas merah ini karena di gigit nyamuk" jawab Ragini sekenanya.


"Memang nyamuk nya besar yah bu? Koq bekas gigitan nya besar sekali" tanya Meera polos.


Nah loh?


"Hahahahaha" tawa Laksh yg sedari tadi dia tahan pun pecah.


Ragini hanya melotot ke arah Laksh yg tak berhenti tertawa.


"I-tu... I-tuu...." ucap Ragini gugup.


Next or Stop??

__ADS_1


Please komwell ya 😄😄


__ADS_2