Takdir Hidup

Takdir Hidup
Benci


__ADS_3

×TAKDIR HIDUP×


PART 20


"Dokter bagaimana keadaan Laksh? Apakah benturan di kepalanya membuat dia menjadi kehilangan ingatannya?" tanya Anna setelah dokter memeriksa keadaan Laksh.


"Ibu, ayo ikut saya ke ruangan saya sebentar" ajak dokter itu.


Anna dan dokter itu sedang duduk berhadapan.


"Begini Nyonya, Tuan Laksh sama sekali tidak mengalami amnesia apapun, kondisinya sangat normal, hanya saja kemarin luka bekas jahitan di kepalanya terbuka, maka dari itu saya melakukan operasi lagi. Dan mengenai masalah hilangan ingatan, setelah saya periksa, Tuan Laksh sama sekali tidak mengalami amnesia" ucap dokter itu menjelaskan.


"Tapi mengapa tadi dia tak mengingat anaknya dokter?" tanya Anna bingung.


"Mungkin dia sedang shock saja Nyonya, jadi pikirannya masih kurang tenang dan mungkin dia tidak sadar melakukannya karena dia baru saja mengalami kecelakaan" terka dokter itu.


Anna langsung pamit pergi dari ruangan dokter itu.


"Laksh tidak amnesia? Tapi mengapa tadi dia tega mendorong Meera dan bilang tak mengenal Meera dan Ragini?" pikir Anna bingung.


'Maafkan ayah Meera, maafkan ayah, ayah terpaksa melakukan itu demi kebaikan mu, dan Ragini aku benar-benar sangat menyesal, aku telah menggoreskan luka lagi di hati mu' lirih Laksh.


****


"Ibu, Meera ingin bertemu ayah" ucap Meera pelan.


Ragini tak menghiraukan, dia hanya mengelus rambut anaknya. Tak mendengarkan dengan yg di ucapkan Meera, pikirannya asik memikirkan kejadian tadi di rumah sakit.


"Ibuuuuu" rengek Meera dengan menggoyangkan tangan ibunya.


Ragini pun langsung kaget dan menoleh.


"Ada apa sayang?" tanya Ragini sambil mengelus pipi Meera.


"Meera ingin bertemu ayah" rengek Meera.


"Cukup Meera ! Jangan lagi kau merengek untuk meminta bertemu dengannya, karena sampai kapanpun ibu tak akan membiarkan mu untuk bertemu lagi dengan pria itu" bentak Ragini.


Meer langsung menangis.


"Ibu jahat, ibu gak sayang lagi ma Meera" teriak Meera sambil menangis kencang.


Ragini langsung memeluk Meera, dia tak sadar membentak Meera. Pikirannya kacau, dia hanya membenci Laksh.


"Maafkan ibu sayang, ibu minta maaf yah, sekarang Meera tidur yah besok kan Meera sekolah" bujuk Ragini.

__ADS_1


Meera hanya mengangguk, karena takut jika ibu nya akan membentaknya lagi.


'Jangan pernah mencoba untuk datang lagi di kehidupan aku dengan Meera, Laksh, aku sangat membenci mu sampai kapanpun' gumam Ragini lirih.


****


"Ragini apa kau yakin dengan keputusanmu?" tanya Muktha heran.


"Iyah, aku sudah sangat yakin, aku sudah memberikan berkas pengunduran diri ku ke HRD" jelas Ragini.


Muktha sedih dan memeluk sahabatnya itu.


"Nona Ragini, kau di panggil Tuan Durga untuk menghadapnya" ucap seorang karyawan.


"Hmmm baiklah" ucap Ragini.


Dia melepaskan pelukannya dengan Muktha.


Ragini berjalan menuju ruangan Durga.


TOK TOK TOK.....


"MASUK" ucap Durga lantang.


"Duduklah" ucap nya.


Ragini langsung duduk dan berhadapan dengan Tuan Durga.


"Ragini ku mohon pada mu jangan keluar dari perusahaan ini" ucap Durga seketika.


Ragini langsung terkejut dengan ucapan Durga.


"Maaf Tuan, aku sudah putuskan untuk tak bekerja disini lagi" bantah Ragini.


"Lalu kau akan bekerja dimana? Apakah kau sudah memiliki perkerjaan baru? Ragini, aku tak mau cucu ku menderita karena kau sudah tak bekerja lagi" ucap Durga.


Ragini tersenyum sinis ke arah Durga.


"Tuan, lima tahun aku merawat Meera seorang diri, aku sudah mengorbankan semuanya untuk Meera, dan aku akan mencari pekerjaan baru untuk diriku, jadi kau tak perlu mengkhawatirkan cucu mu, dia akan selalu bahagia hidup dengan ku tanpa ada kekurangan sedikit pun. Selama ini aku seorang diri yg merawatnya, dan maaf aku tak memerlukan bantuan mu" jelas Ragini.


Durga hanya menatap tajam. Menghela nafas.


"Baiklah jika itu keputusan mu, namun jika kau masih belum mendapatkan pekerjaan juga, perusahaan ini akan selalu terbuka untuk mu" ucap Durga.


Ragini hanya tersenyum, menganggukkan kepalanya dan pergi.

__ADS_1


'Gadis itu benar-benar keras kepala, sama seperti Laksh' gumam Durga.


****


"Kau akan bekerja dimana? Kau tau saat ini mencari pekerjaan sangat sulit, kau aneh, kau sudah bekerja di tempat yg bagus dan posisi yg enak, kau malah memilih untuk mengundurkan diri. Jangan egois, setidaknya pikirkan anak mu, Meera" ucap Zein menasehati.


Ragini hanya terdiam tak menghiraukan omongan Zein.


"Hmmm Zein? Kau kan memiliki cafe, biarkan aku bekerja di tempat mu, boleh yah? Jadi apapun aku mau, ayolah" pinta Ragini.


"Ragini, aku tak mampu menggaji mu seperti gaji mu di tempat yg dulu" ucap Zein datar.


"Hei memangnya siapa yg meminta gaji yg sama, kau hanya perlu menerimaku menjadi karyawan mu dan menggaji ku sepantasnya saja, setidaknya aku bisa untuk membayar uang sekolah Meera dan untuk keperluan ku dan Meera sehari-hari, boleh yah?" pintanya Lagi.


Zein berpikir dan mengangguk.


"Baiklah, tapi kau jangan kecewa dengan gaji nya yah, akan sangat berbeda" ucap Zein lagi.


"Tenang saja, yg penting saat ini aku bisa bekerja" ucap Ragini senang.


****


"Laksh, apa kau sudah baikan?" tanya Anna sambil memegang pipi Laksh.


Laksh hanya terdiam dan melamun.


"Mengapa kau bersikap kasar kepada anak mu tadi Laksh? Kau lihat tadi Meera menangis karena kau mendorongnya sangat kencang sampai dia terjatuh, dan ibu memaklumi jika saat ini Ragini membenci mu. Mengapa kau bersikap seperti ini Laksh? Apa kau tak ingat dengan mereka?" tanya Anna lembut.


Laksh hanya menatap ke arah ibunya dengan tajam.


"Tidak ibu, aku tak mengingat siapa mereka, memangnya siapa mereka?" ucap Laksh.


"Hmmm, ya sudahlah jika kau tak mengingat siapa mereka, tapi ibu harap kau jangan bersikap kasar lagi seperti itu yah" ucap Anna.


Anna pun berlalu meninggalkan Laksh di ruang rawatnya.


'Maafkan ayah Meera, maafkan ayah' lirih Laksh.


Laksh pun tak kuasa membendung airmatanya, dia menangis mengingat perlakuannya terhadap Meera tadi.


'Ibu tau kau berbohong Laksh, mengapa kau berpura-pura tak mengingat Ragini dan Meera, kau tau bahkan Ragini saat ini mungkin sudah sangat membenci mu, kenapa kau lakukan itu Laksh' batin Anna.


Anna sedari tadi mengintip Laksh. Dia merasa keanehan pada diri Laksh. Entah apa yg sedang Laksh sembunyikan.


jangan lupa like dan komen..

__ADS_1


__ADS_2