Takdir Hidup

Takdir Hidup
Curiga


__ADS_3

Special for readers 😍😍


Makasih untuk responnya 😄😄


×TAKDIR HIDUP×


PART 7


"Sudah jam 11 malam, tapi mengapa guru Meera belum juga mengantar Meera pulang, Ya Dewa aku benar-benar khawatir" gumam Ragini gelisah. Ragini mondar mandir memikirkan Meera yg belum juga pulang.


TIIIIIINNNNN...


Suara klakson membuyarkan lamunan Ragini, dia langsung berlari dan berharap jika Meera yg pulang. Namun matanya membulat saat dia melihat Laksh yg keluar dari mobil. Ragini heran untuk apa boss nya itu menemuinya malam malam. Laksh tersenyum simpul ke arah Ragini. Lalu Laksh membuka pintu sebelah kemudinya. Ia lalu membawa Meera ke gendongannya. Ragini pun tersenyum saat melihat Meera sudah pulang namun 'gadis kecil' itu kini sedang terlelap. Laksh menggendong Meera, Ragini mengarahkan Laksh untuk membawa Meera ke kamarnya. Setelah Laksh menidurkan Meera di kasurnya, Laksh menatap ke arah Ragini. Gejolak di hati nya masih ada saat ia melihat wajah Ragini. Namun sekarang ia mampu mengendalikannya. Ragini dan Laksh pun keluar kamar dan meninggalkan Meera tertidur di dalam.


"Tuan Laksh, terimakasih karena kau sudah repot repot mau mengantarkan Meera" ucap Ragini sambil tersenyum.


"Tak usah berterimakasih pada ku Ragini, aku bahagia jika melihat Meera bahagia" ucap Laksh dengan nada senang.


Ragini heran mendengar jawaban Laksh. Dia mengernyit alisnya.


"Kenapa Ragini? Apa aku salah berbicara seperti itu?" tanya Laksh saat menyadari ekspresi kebingungan yg tergambar di muka Ragini


Ragini hanya tersenyum dan mengangguk.


"Tuan, kau duduklah dulu, aku akan membuatkan mu teh" ucap Ragini lalu berlalu menuju dapur.

__ADS_1


Bola mata Laksh memutar, matanya mengitari melihat rumah Ragini. Rumah yg sederhana namun layak untuk putri kecilnya tinggal. Mata Laksh tersenyum saat melihat photo Ragini dan Meera yg sedang berpelukan dengan ukuran yg sangat besar terpajang di dinding. Mereka terlihat sangat bahagia, andai ada Laksh di photo itu. Laksh benar benar kagum dengan apa yg di lihatnya. Tapi ada yg amat menganjal di hatinya. Ia ingin menanyakan mengapa Ragini tak juga mencarinya. Padahal Laksh ingat betul jika dia sengaja meninggalkan gelang berinisial namanya dan secarik kertas yg berisikan sebuah informasi tentangnya. Namun sampai saat ini, Laksh tidak mendengar kabar jika ada seseorang yg mencari dirinya. Bayangan tentang peristiwa itu selalu menghantui pikiran Laksh. Laksh benar benar merasa bersalah karena dirinya telah membuat hidup Ragini hancur dan Meera harus menanggung akibatnya. Lamunan Laksh buyar saat Ragini datang membawa nampan berisi dua gelas teh. Ragini tersenyum melihat Laksh. Laksh memperhatikan Ragini, rambutnya yg terurai, wajahnya yg polos tanpa make up benar benar mempesona dirinya. Laksh benar benar kagum akan kecantikan alami yg di miliki Ragini.


"Ragini, dimana ayah Meera?" sial kata kata itu terlontar keluar dari mulut Laksh tanpa bisa ia kontrol, ia merutuki mulutnya sendiri yg dengan lancangnya menanyakan hal itu.


Namun ekspresi Ragini yg tersenyum simpul membuat Laksh menjadi penasaran dengan jawaban Ragini.


"Meera tidak memiliki ayah" jawab Ragini singkat, dia menatap lurus ke depan.


Laksh menelan ludahnya sendiri, dia merasakan sesak di dadanya saat dia mendengar jawaban Ragini.


"Kenapa? Apa ayahnya sudah meninggal?" tanya Laksh penasaran dengan apa yg nantinya akan di jawab Ragini, Laksh memasang telinganya agar dia bisa mendengar dengan seksama dan jelas.


"Entahlah Tuan, aku sebenarnya tak suka jika seseorang menanyakan tentang masa lalu ku, tapi karena kau boss ku, aku akan menceritakan nya agar nantinya kau tidak salah paham kepadaku" jawab Ragini tegas.


Laksh menatap tajam ke arah Ragini, bersiap dengan apa yg nantinya akan dia dengar.


Hati Laksh benar-benar sakit mendengar kisah pilu kedua korban karena ulah bejatnya. Dia mengutuk dirinya sendiri.


"Jika dia kembali dan ingin memperbaiki semuanya apakah kau mau menerimanya?" tanya Laksh dengan nada gelisah.


Ragini menatap tajam ke arah Laksh, lalu tertawa "hahaha untuk apa dia datang lagi? Untuk menghancurkan hidupku lagi? Dia datang ingin bertanggung jawab kepadaku? Untuk apa? Semua sudah terlambat. Apa dia bisa mengembalikan nyawa ibu ku yg meninggal terkena serangan jantung saat mendengar kabar anaknya hamil? Apa dia bisa mengembalikan kekasih ku yg meninggalkan diriku karena menganggap aku wanita jalang? Apa dia bisa mengembalikan masa muda ku yg hancur karena ulahnya? Apa yg nantinya ingin dia pertanggung jawabkan? Mengenai Meera? Aku bahkan bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk Meera. Jadi pria 'brengsek' itu tak perlu lagi hadir di hidupku dengan Meera. Aku sungguh tak membutuhkan nya. Dia sudah sangat terlambat jika dia ingin bertanggung jawab" jelas Ragini.


"Tapi bukankah dia punya hak atas Meera, bukankah Meera anaknya juga?" tanya Laksh lagi.


"Pria itu sudah kehilangan hak nya atas Meera, dan aku tak akan membiarkan dia merebut Meera dariku, bahkan aku akan mempertaruhkan nyawaku jika ia ingin mengambil Meera dari ku" ucap Ragini tegas.

__ADS_1


Laksh hanya menatap tajam ke arah Ragini. Ragini benar benar tersiksa atas peristiwa itu, makanya dia bersikap seperti itu.


"Kau banyak bertanya Tuan Laksh, seolah dirimu yg melakukannya padaku?" Ragini terkekeh dan menatap tajam ke arah Laksh.


Laksh gugup langsung mengatur nafasnya dan mengendalikan emosinya. Ragini terus menatap tajam ke arah Laksh. Laksh berusaha untuk tetap tenang. Dan teriakan Meera menyelamatkan Laksh saat itu.


"Ibuuuuuuu" teriak Meera.


Ragini dan Laksh pun langsung berlari menuju kamar saat mendengar teriakan Meera.


Ragini duduk dan memeluk Meera erat. Meera menangis, sepertinya ia mengalami mimpi buruk.


"Sayang, kau kenapa?" ucap Ragini khawatir


"Ibu, apa ibu benar-benar melupakannya" jawab Meera merajuk.


"Ohh jadi anak ibu mengira jika ibu lupa? Mana mungkin ibu lupa, sebentar ibu akan membawakan sesuatu untukmu" ucap Ragini lalu mengambil sesuatu keluar kamar.


Ragini pun kembali dengan membawa kue dan kado untuk Meera. Meera pun senang ternyata ibunya tak melupakan hari ulang tahunnya. Meera memeluk erat Ragini dan menciumnya. Laksh menatap lekat kedua wanita yg secara tak sengaja hadir di hidupnya dan memiliki ikatan dengannya. Laksh tersenyum senang meilihat kebahagiaan Meera dan Ragini.


"Ayah" panggil Meera kepada Laksh.


Ragini menoleh dan menatap tajam ke arah Laksh. Laksh canggung dengan tatapan Ragini. Laksh mengatur nafasnya dan mengendalikan emosinya.


'Mengapa Meera memanggilnya ayah? Apakah dia pria 'brengsek' yg sudah 'merenggut' kesucianku dulu?' batin Ragini.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan komen.. 😘


__ADS_2