
Share lagi, maaf jika ada yg gregetan di part ini 🙏🙏
Ikutin aja alurnya yah 😄😄
×TAKDIR HIDUP×
PART 24
Sebulan sudah berlalu dengan cepat...
Laksh masih terpuruk dengan kesedihannya sendiri. Dia tak pernah percaya jika Ragini telah meninggal. Dia sangat yakin jika Ragini masih hidup. Hanya Meera yg menjadi sumber kekuatan nya saat ini. Hanya dengan Meera, Laksh bisa sedikit melupakan kesedihannya.
"Ayah, ayah tau tidak? Jika hari ini ibu ulang tahun lohh, ayah ayo bangun antar Meera ke kuil di pinggir kota, Meera mau berdoa disana, kata orang-orang jika berdoa di kuil itu permohonan seseorang akan cepat di kabulkan, Meera mau kesana Meera mau berdoa untuk ibu" ucap Meera dengan menarik lengan baju ayahnya.
Laksh hanya berjongkok di depan Meera dan tersenyum simpul. Dia lalu menghampiri Meera dan mengeratkan pelukannya. Tanpa terasa airmata Laksh jatuh, dia mengingat tentang kenangan dirinya dan Ragini.
"Baiklah, kita akan pergi ke kuil itu" ucap Laksh.
Dia menghela nafas dan menahan rasa sesak di dadanya.
****
"Rohan, ayo kau ini lama sekali, jika kau lama seperti itu aku tak akan mau lagi untuk menganggap mu kekasih ku" ucap Ragini merajuk.
"Hei, kekasih ku ini ternyata senang sekali merajuk yah" memeluk Ragini erat dari belakang.
"Rohan, hmmmm aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu" ucap Ragini pelan.
Rohan lalu memutar tubuh Ragini untuk menghadapnya. Dia tersenyum ke arah Ragini.
"Apa yg ingin kau tanyakan hmm?" ucapnya lembut.
"Apa kau yakin jika kau itu bukan Rohit? Mengapa wajah mu mirip sekali dengan Rohit dan itu bekas jahitan di pelipis mu sama seperti dengan bekas jahitan yg dulu di miliki Rohit" ucap Ragini heran.
Rohan langsung bercermin dia menatap ke arah bekas jahitan yg dikatakan oleh Ragini.
"Hmmm aku tak tau Ragini, yg aku ingat dulu aku pernah terbaring di rumah sakit lama sekali, tapi Simran mengatakan jika aku memang pernah mengalami kecelakaan dan sempat mengalami koma" ucap Rohan menjelaskan.
Ragini langsung menerka-nerka dengan jawaban Rohan tadi.
Bisa jadi Rohit menjadi Rohan. Rohit waktu itu kecelakaan parah dan jasad nya tak dapat di identifikasi karena sudah rusak wajahnya.
Hati Ragini semakin yakin jika yg dia pikir selama ini adalah benar. Rohan adalah Rohit. Tapi mengapa Simran menyembunyikan kebenarannya?
"Hmmm jadi kau mencintai ku hanya karena aku mirip kekasih mu dulu yah?" tanya Rohan meledek, dia menyandarkan kepalanya di bahu Ragini.
"Hmm bukan seperti itu sayang, Rohan aku ingin kita pergi ke Mumbai aku sangat rindu dengan Meera putri ku, Meera akan senang jika dia melihat mu. Meera akan sangat senang bisa bertemu kembali dengan papa nya" ucap Ragini senang.
"Papa?" tanya Rohan bingung.
__ADS_1
"Iyah dia memanggil Rohit dengan sebutan papa, mungkin dia akan memanggil mu dengan sebutan yg sama saat dia bertemu dengan mu" jawab Ragini.
"Apa Meera itu anak yg sangat lucu?" tanya Rohan.
"Iyah, dia sangat lucu sama seperti ku" puji Ragini kepada dirinya sendiri.
"Hahahaha kau ini sangat percaya diri sekali" ledek Rohan sambil mencubit hidung Ragini.
Simran memperhatikan mereka dari balik pintu. Dia hanya tersenyum melihat kakak nya sangat bahagia.
"Maafkan aku ka, selama ini aku membohongi mu, tapi aku tak sepenuhnya berbohong kepada mu, kau itu kan kembar kak, dan yg meninggal itu kak Rohan bukan kak Rohit. Maafkan aku menjadikan kakak sebagai Kak Rohan, karena aku sangat sayang dengan Kak Rohan, tapi sekarang aku juga menyayangimu kak Rohit" ucap Simran pelan.
Dia menatap bahagia ke arah kakaknya itu. Lalu pergi meninggalkan Ragini dan Rohit yg sedang kejar-kejaran.
****
TENGGG.... TENGGGG.... TENGGG....
Suara lonceng berbunyi saat Laksh datang ke kuil bersama Meera. Meera lalu melakukan doa untuk Ragini begitupun dengan Laksh.
"Ya Dewa, aku tau jika kau pasti akan mengabulkan permintaan orang yg berdoa kepadamu, aku sangat merindukan ibu ku Dewa, tolong pertemukan aku kembali dengannya Dewa, aku sangat menyayangi ibu" ucap Meera.
"Ya Dewa, tolong pertemukanlah Meera dengan Ragini, aku tak meminta banyak Dewa, berikanlah kebahagiaan untuk Ragini dan Meera" ucap Laksh.
Lalu setelah mereka melakukan persembahan mereka pun pulang.
"Ayah, aku ingin pulang ke rumah ibu" pinta Meera.
"Sayang disana kan tidak ada siapa-siapa" jawab Laksh singkat.
"Sebentar aja ayah, aku mohon" pinta Meera lirih.
Laksh hanya tersenyum ke arah Meera dan mengangguk.
Dia lalu memutar arah untuk menuju rumah Ragini.
****
"Koq sepi? Apa sedang tidak ada orang yah?" ucap Ragini.
Ragini terus menekan bell namun tak ada jawaban. Rohan yg melihat Ragini dari dalam mobil hanya menatap bingung ke arahnya.
"Ibuuuuuuu" teriak Meera saat melihat Ragini.
Ragini langsung menoleh dan tersenyum ke arah Meera. Dia langsung berjongkok dan memeluk erat putri nya.
"Ibu, baru tadi Meera berdoa di kuil ingin bertemu ibu ternyata Dewa cepat sekali mengabulkan permohonan Meera" ucap Meera senang.
Ragini hanya tersenyum dan memejamkan matanya.
__ADS_1
Laksh yg sedari tadi di mobil langsung keluar, tak menyangka jika selama sebulan dia bisa melihat kembali wanita yg dia cintai. Laksh ingin mendekat, namun Rohan sudah terlebih dahulu mendekat, Laksh terdiam di posisinya. Rohan mendekat ke arah Ragini dan Meera. Dia tersenyum ke arah Meera.
"Hai anak cantik" sapa nya lembut.
"Papa" teriak Meera, dia langsung memeluk erat Rohit, Rohit langsung menggendong Meera.
"Aku sangat senang, akhirnya papa kembali" ucap Meera senang.
Ragini hanya memandang dengan senang melihat Rohan yg cepat akrab dengan Meera. Ragini menjadi benar-benar yakin jika Rohan adalah Rohit.
Mereka lalu masuk ke dalam rumah. Saat Ragini ingin masuk dia lalu keluar kembali dan melihat Laksh yg sedang menatap lirih ke arah mereka. Ragini mengernyitkan kening nya, dia bingung melihat seseorang di hadapannya. Laksh hanya tersenyum. Namun Ragini hanya menatap tanpa tersenyum.
"Ragini, ayo masuk istirahatlah dulu, perjalan kita kan tadi sangat panjang sayang" ajak Rohan.
"Iyah sebentar" Ragini berteriak dan langsung masuk ke rumahnya.
Laksh lalu memasuki kembali mobilnya.
"Mengapa dia seperti itu? Apa dia tak mengenalku? Dan pria itu? Mengapa Meera memanggilnya papa? Ada hubungan apa antara Ragini, Pria itu dan Meera?" ucap Laksh pelan.
Laksh lalu melajukan mobilnya dengan perasaan yg gelisah dan hancur. Perasaannya bimbang satu sisi dia senang Ragini kembali dan di satu sisi yg lain Ragini seolah tak mengenalnya. Laksh terus menahan rasa sesak di dadanya dia melajukan mobilnya kencang.
"Meera sayang, tadi siapa yg mengantar mu kesini Nak?" tanya Ragini.
"Ohh iyah, ayaahh... Ibu dimana ayah?" tanya Meera.
Meera langsung keluar mencari keberadaan Laksh, namun ia tak menemukannya. Ragini pun mengikuti Meera keluar.
"Kau mencari siapa sayang?" tanya Ragini bingung.
"Ayah.. Ibu... Ayah, tadi ayah disini kan?" ucap Meera bertanya.
"Pria itu? Dia ayah mu? Bagaimana bisa?" tanya Ragini heran.
"Iyah ibu, dia ayah kandung ku, dia yg memberitahu kepada Meera jika dia ayah kandung Meera" jelas Meera.
DEGGGHHH.....
Hati Ragini berdebar dia menahan sesak saat mendengar penjelasan Meera.
'Jadi dia pria yg telah menghancurkan hidupku, berani sekali muncul di hadapanku dan bertemu dengan Meera anak ku' batin Ragini.
"Meera berjanjilah kepada ibu, jika kau tak akan pernah lagi bertemu dengannya yah" ucap Ragini tegas.
"Tapi ibuu" rengek Meera.
"Ya sudah jika kau tak menurut ibu akan meninggalkan mu lagi" ancam Ragini.
Meera hanya mengangguk dan masuk kembali ke rumah.
__ADS_1
"Awas saja jika kau berani menemui atau menyentuh putri ku, ohh jadi seperti itu wajah pria yg telah menghancurkan hidup ku, dia memang mirip sekali dengan Meera" ucap Ragini kesal.
jangan lupa like dan komen..