
×TAKDIR HIDUP×
PART 29
"Kau dimana?" tanya seorang pria di telpon.
"....."
"Kemarilah aku membutuhkan bantuan mu, temui aku di rumah sakit Mumbai, aku akan beritahukan alamat nya"
"....."
"Sudahlah jangan banyak tanya, kau kesini saja dulu yah"
Pria itu memutuskan sambungan telpon nya.
"Secepat nya akan ku pastikan kau dan Ragini akan bersatu, sudah cukup selama ini penderitaan yg di alami Ragini" ucap pria itu sambil menatap Laksh yg sedang berbaring.
***
"Ibuuuu" teriak Meera, dia langsung memeluk ibu nya.
Ragini hanya tersenyum saat melihat anak nya yg bersikap manja kepada nya.
"Ibu, Meera yakin ayah dan ibu pasti akan segera bertemu" ucap Meera.
Ragini hanya tersenyum dan mengecup kening Meera.
"Iya sayang, sana kau berangkat sekolah dulu dengan Sonna nanti kau bisa terlambat"
"Jaga diri ibu yah"
"Iyah sayang"
"Dah ibuu"
Meera pergi dengan melambaikan tangan nya. Entah mengapa Ragini merasa senang dengan perkataan Meera. Ragini lalu bangun untuk membersihkan diri nya.
***
"Jadi selama ini kau yg menyelamatkan Laksh? Kau yg selalu membiayai perawatan Laksh selama disini?" tanya Zein kaget.
Pria itu hanya mengangguk dan tersenyum.
"Lalu untuk apa kau menyuruh ku untuk berpura-pura jika aku yg telah menyelamatkan Laksh? Hei Rohit mengapa kau bersikap seperti itu?" ucap Zein dengan nada tinggi.
Rohit hanya tersenyum dan memegang bahu Zein.
"Aku hanya ingin menebus dosa yg di perbuat oleh adik ku. Simran kini dia mendekam di penjara, aku yg menyuruh nya untuk menyerahkan diri ke polisi. Karena Simran bersalah aku tak membela nya. Waktu itu memang aku bodoh, aku berusaha untuk mengakhiri hidup ku hanya karena Ragini memutuskan hubungan nya dengan ku, aku seperti orang yg kehilangan akal nya. Aku melakukan sesuatu yg tidak aku pikirkan akibat dari perbuatan ku itu. Aku mencoba untuk mengakhiri hidup ku dengan cara menggoreskan pisau di nadi ku. Dan Simran dia melihat ku dia langsung panik, untung saja malam itu aku berhasil di selamatkan. Tapi aku mendengar jika Simran merencanakan sesuatu, aku mendengar pembicaraan nya kepada Laksh di telpon. Simran mengajak Laksh dan Ragini untuk bertemu dengan nya di hutan. Aku tau pasti Simran sedang merencanakan hal yg jahat. Jadi aku membuntuti nya. Aku melihat disana Simran menusuk perut Laksh. Aku benar-benar tak menyangka jika dia bisa melakukan itu, dan kejam nya lagi Simran membuang Laksh ke jurang. Tetapi aku bisa menyelamatkan Laksh karena untung saja kemeja nya tersangkut di pohon dan memudahkan aku untuk menyelamatkan nya, lalu aku secepat nya membawa dia ke rumah sakit, tapi dia sudah banyak kehilangan darah. Dan dia sempat koma selama tiga bulan, dan sekarang dia sudah sadar dari koma nya dan aku ingin jika semua orang tidak mengetahui jika aku yg menyelamatkan Laksh, aku malu untuk mengakui nya karena ulah Simran adik ku. Zein aku titip Laksh kepada mu, hubungi Ragini beritahu keadaan Laksh disini pasti dia akan sangat senang. Aku akan melanjutkan hidup ku di London dan meninggalkan India. Aku yakin kau pasti bisa melakukan nya, berjanjilah kepada ku" pinta Rohit.
Zein langsung memeluk Rohit.
"Terimakasih kau tak egois, kau tak memaksa Ragini untuk terus berada di samping mu" ucap Zein.
"Cinta tak bisa di paksakan, untuk apa aku dan Ragini tetap bersama, jika cinta Ragini bukan lagi milik ku, Laksh dan Ragini memang berjodoh, bukti nya setelah sekian lama mereka bertemu kembali. Dan mungkin ini takdir hidup Ragini" ucap Rohit yakin.
***
"Apa Zein? Benarkah? Baiklah aku akan segera kesana" ucap Ragini senang.
"Ibuuuuu..... Kak Pari..... Laksh sudah di temukan bu, ayo kita kesana" teriak Ragini.
Anna dan Parineeta pun langsung menghampiri Ragini, mereka terkejut dengan ucapan Ragini.
"Sayang, benarkah itu? Putra ku Laksh, dia sudah di temukan?" ucap Anna sambil terisak.
Ragini hanya mengangguk.
"Ya Dewa, terimakasih kau telah menyelamatkan adik ipar ku" ucap Pari.
"Ibu, Kakak ayo antar aku ke rumah sakit menemui Laksh" ucap Ragini bersemangat.
"Ayo sayang, sebentar ibu menghubungi suami ibu dan Adars dulu" ucap Anna.
Ragini masih tersenyum bahagia membayangkan secepat nya dia dan Laksh akan segera bertemu.
__ADS_1
***
"Zein" teriak Ragini dengan ngos-ngosan.
"Hei Ragini, berhenti berlari apa kau lupa ada janin di perut mu itu"
Ragini hanya tersenyum.
"Dimana suami ku, Zein?" tanya Ragini girang.
"Dia di dalam, dokter sedang memeriksa nya"
"Syukurlah, jadi siapa Zein seseorang yg telah menyelamatkan suami ku?" tanya Ragini penasaran.
"Di-a... Di-aa..." ucapan Zein terpotong karena tiba-tiba dokter keluar dari ruangan Laksh.
"Bagaimana dokter, keadaan suami saya?" tanya Ragini cemas.
"Tenang saja nyonya, kondisi nya saat ini sudah stabil, tapi aku harap kalian jangan terlalu menganggu nya dulu, agar dia bisa secepat nya pulih"
"Baiklah dokter, terimakasih"
"Baiklah, saya tinggal dulu, jika terjadi apa-apa langsung panggil saya saja ya"
Ragini hanya mengangguk.
Perlahan dia memasuki ruangan tempat Laksh di rawat. Airmata Ragini jatuh saat dia melihat kembali wajah pria yg selama ini dia cintai. Ragini langsung duduk di samping Laksh, memegang erat tangan Laksh mencium punggung tangan nya perlahan. Ragini terus menatap lekat wajah suami nya itu. Dia lalu membelai pipi Laksh. Dia lalu bersandar di ranjang samping Laksh.
Tiba-tiba mata Laksh terbuka, dia merasakan kehangatan di tangan nya, dia menoleh ke samping dan tersenyum.
"Ra-gini, kau di-si-ni sayang" ucap Laksh dengan terbata karena masih kondisi nya yg masih lemah.
Ragini tersenyum dan menatap suami nya itu. Dia terus meneteskan airmata. Tangan Laksh di gerakan ke pipi Ragini menghapus airmata Ragini dan menggelengkan kepala nya.
"Ja-ngan me-nang-is la-gi, a-ku mo-hon"
"Laksh jangan banyak bicara, kau belum benar-benar pulih, aku harap kau secepat nya pulih, aku ingin membawa mu secepat nya pulang ke rumah, kau harus kuat yah" ucap Ragini gemetar dengan isak tangis nya.
Laksh hanya tersenyum dan terus menatap istri nya.
"LAKSSHHH" teriak Anna yg tiba-tiba masuk.
"Laksh, ibu sangat merindukan mu Nak, ibu bersyukur sekali jika kau masih hidup Nak" ucap Anna menangis.
Laksh hanya tersenyum dan menghapus airmata Anna.
"Laksh, kakak senang sekali melihat mu kembali" ucap Parineeta.
Laksh hanya tersenyum ke arah nya.
"LAKSHHHH" Adars berteriak dan menghampiri Laksh.
"Akhirnya kau di temukan Laksh" ucap Adars lirih.
"Laksh, akhir nya kita bisa bersama kembali" ucap Durga.
Laksh tersenyum menatap seluruh anggota keluarga nya.
"Ayahhhhh" teriak Meera dia langsung memeluk erat Laksh.
Laksh tersenyum setelah sekian lama dia bisa melihat orang-orang yg dia sayangi.
"Ayah, Meera yakin jika ayah akan kembali" ucap Meera polos.
Laksh mengeratkan pelukan nya kepada Laksh.
"Terimakasih Rohit, terimakasih atas kebaikan mu" gumam Zein yg memperhatikan semua orang sedang berbahagia.
***
"Laksh, jika kau membutuhkan aku, kau panggil saja aku yah" ucap Ragini sambil memegang pipi Laksh.
"Aku bahagia saat ini bisa bertemu kembali dengan istri ku" jawab Laksh.
Ragini hanya tersenyum.
__ADS_1
"Aku juga senang akhir nya aku bisa melihat mu kembali berbaring di kamar ini" ucap Ragini memeluk erat tubuh Laksh.
Ragini membimbing tangan Laksh untuk mengelus perut nya. Laksh bingung dengan apa yg di lakukan Ragini.
"Disini Laksh, disini ada calon anak kita" ucap Ragini pelan.
Laksh terkejut dan menatap tajam Ragini. Dia lalu meneteskan airmata nya. Ragini menghapus airmata di pipi Laksh, dan mengangkat dagu Laksh. Dia menggelengkan kepala nya.
"Maafkan aku Ragini, aku sudah membuat mu menderita lagi, aku sudah meninggalkan mu di saat kau membutuhkan aku, maafkan aku ini terulang lagi" ucap Laksh lirih.
"Hei, kau ini bicara apa? Sekarang kau kan ada disini, kau bisa menjaga ku dan calon bayi kita kan" jawab Ragini lembut.
Laksh mengeratkan pelukan nya.
"Aku berjanji pada mu kalau aku akan selalu menjaga mu, merawat calon bayi kita, cukup Meera, aku ingin terus mengikuti perkembangan calon bayi kita setiap hari nya"
Ragini hanya tersenyum dan mengecup kening Laksh.
"Aku sangat bahagia Laksh" ucap nya pelan.
***
"Zein, apa kau tau siapa yg telah menyelamatkan Laksh? Apa kau sempat untuk bertemu dengan nya?" tanya Ragini penasaran.
"Aku tidak tau Ragini, seseorang yg tak ku kenal menghubungi ku dan dia memberitahukan keberadaan Laksh kepada ku, saat aku sampai rumah sakit, aku tak melihat nya" jawab Zein mengarang cerita.
"Tapi mengapa dia menghubungi mu? Bukan menghubungi keluarga nya Laksh?" tanya Ragini bingung.
Zein gugup dan menarik nafas nya. Bagaimana pun juga dia telah berjanji kepada Rohit untuk tidak mengatakan yg sebenar nya jika Rohit yg menyelamatkan Laksh.
"Ragini, Laksh memanggil mu Nak" ucap Anna.
Ragini langsung pergi meninggalkan Zein, Zein menarik nafas dalam.
***
"Ada apa Laksh? Apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Ragini khawatir.
"Ragini, kemarilah" ucap Laksh.
Ragini mendekati Laksh dan Laksh memeluk nya erat.
"Aku sangat merindukan mu sayang, jangan jauh-jauh dari ku, saat ini aku kesulitan untuk mengejar mu" ucap Laksh manja.
Ragini bingung dengan tingkap suami nya itu. Ragini menatap ke arah Laksh. Laksh lalu memajukan bibir nya untuk mengecup bibir Ragini. Ragini memejamkan mata nya menikmati kecupan lembut Laksh di bibir nya. Kecupan yg selama tiga bulan selalu dia rindu kan.
"Eheeemmm"
Raglak menghentikan ciuman nya saat menyadari ada orang selain mereka yg memergoki nya.
"Kak Adars, kau mengganggu ku saja" ucap Laksh kesal.
Ragini hanya menunduk dan tersipu malu.
"Pulihkan dulu diri mu, baru kau bisa melakukan hal yg lebih dari itu kepada istri mu" goda Adars.
Laksh hanya tersenyum dan menggaruk kepala nya yg tak gatal.
"Ini, obat mu. Minumlah biar kau cepat segera pulih dan bisa melanjutkan aktivitas mu" goda Adars.
Adars lalu pergi meninggalkan Raglak di kamar.
Ragini pun hendak pergi namun tangan Laksh menahan nya dan menarik Ragini ke pelukan nya.
"Kau ini Laksh, nakal sekali" ucap Ragini kesal.
"Tapi kau menikmati nya kan?" goda Laksh.
"Tenang saja sayang setelah pulih aku pasti akan memberikan jatah mu" ucap Laksh sambil menaikkan alis nya.
"Hei kau ini apa-apan, memangnya siapa yg meminta jatah kepada mu" kesal Ragini.
Ragini lalu pergi meninggalkan Laksh di kamar.
"Terimakasih Rohit kau telah menyelamatkan ku dan karena mu kini aku dan Ragini bisa bersatu kembali, terimakasih" ucap Laksh pelan.
__ADS_1
Next or Stop?
Please komwell ya 😄😄