Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 24


__ADS_3

Saat Angel dan bayinya sudah dibersihkan, dokter pun mengizinkan Heru untuk masuk kedalam ruangan bersalin tersebut.


***


"Angel, bagaimana? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Heru lembut.


"Baik kak. Makasih ya kak, kakak udah selalu ada buat aku," ucap Angel berterima kasih..


Tak lama kemudian beberapa petugas rumah sakit membawa Angel untuk pindah ke ruangan rawatnya.


"Angel, ponselmu dari tadi berdering terus. Apa kamu tidak mau menjawabnya?" tanya Heru melihat Angel yang mulai merasakan sakit karena efek biusnya mulai hilang.


"Aduh. Biarin aja dulu kak. Perutku mulai sakit. Kira-kira kenapa ya kak?" Angel balik bertanya.


Itu karena efek dari biusnya sudah mulai hilang. Kamu istirahat saja. Nanti juga bakal hilang sakitnya," jawab Heru yang juga seorang dokter.


"Oh gitu ya kak. Tapi ini sakit sekali kak," lirih Angel.


"Emang seperti itu Angel. Makanya kamu istirahatlah. Jangan banyak pikir. Aku akan keluar sebentar" Heru pamit, agar Angel tak terus mengeluhkan sakitnya.


Sedangkan sakit perut Xavier tiba-tiba sudah hilang begitu saja. Ia terus terpikirkan Angel. Tapi sedari tadi ia menghubungi Angel sama sekali tidak ada jawaban.


"Angel kamu dimana? Kenapa perasaanku tidak enak begini," gumam Xavier.


Xavier kemudian mencoba menghubungi Heru untuk sekedar curhat.


"Halo Xavier? Bukankah waktu di sana masih subuh? Buat apa lo hubungin gue subuh-subuh begini?" tanya Heru penasaran, karena perbedaan waktu yang cukup jauh di kedua negara itu.


"Tadi gue udah istirahat Heru, tapi tiba-tiba perut gue sakit banget. Pokoknya bener-bener sakit banget. Lalu entah kenapa gue kepikiran Angel. Kemudian gue mutusin buat hubungin Angel, tapi sayang panggilan gue gak di jawab bro," curhat Xavier kepada Heru.


"Ya kali aja Angel lagi sibuk gitu," jawab Heru kikuk.

__ADS_1


"Iya juga sih. Oh ya lo di Amerika nya masih lama gak? Gue nyusul ya," tanya Xavier membuat Heru kaget.


"Ah.. Gue.. Gak kok. Gue gak lama kok disini. Udah lo istirahat aja, nanti kita liburan bareng," jawab Heru gugup.


"Udah gak papa kok. Lo tungguin gue aja ya. Besok gue berangkat," balas Xavier girang.


DEG


"Lo.. Lo serius? Be.. Besok lo mau berangkat?" tanya Heru memastikan pendengarannya.


"Iya.. Besok gue berangkat. Gue sebenarnya ada keperluan sih di sana," jawab Xavier membuat Heru kaget bukan main. Ia takut jika Xavier menemuinya di Amerika, ia akan susah buat bertemu dengan Angel. Dan bahkan yang lebih buruknya, ia akan menemukan Angel di sana.


"Ya.. Ya udah.. Terserah lu deh. Udah ya Vier, gue ada kerjaan nih. Nanti gue hubungi lo lagi," ucap Heru lalu menutup panggilan telponnya.


Heru kemudian langsung berdiri menuju ruang rawat Angel. Ia melihat Angel yang tengah tertidur. Ia duduk di kursi tepat sebelah ranjang Ange. menatap wajah gadis itu dalam-dalam.


'Apa nanti kamu akan memilih Xavier dari pada aku Njell? Salahkah aku mencintai kamu, gadis culun yang dulu tak diinginkan Xavier, tapi sekarang sangat berarti dalam hidup sahabat ku itu? Bagaimana kalau kamu nantinya kalau kamu memilih Xavier, karena dia adalah Ayah dari anakmu? Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku akan kuat Njell? Ataukah aku akan merasakan kembali sakit seperti waktu itu?' batin Heru bertanya-tanya. Ia sangat takut jika Angel akan memilih hidup dengan Xavier, karena Xavier adalah Ayah dari anak yang di kandung Xavier.


"Kakak kenapa?" tanya Angel melihat Heru yang masih menatap nya sangat dalam.


"Kak?" panggil Angel sekali lagi karena tak ada jawaban dari Heru.


"Ah.. Angel kamu sudah bangun?" tanya Heru yang yang sadar dari lamunannya.


"Iya kak, aku sudah bangun. Kakak kenapa?" tanya Angel penasaran.


"Angel, besok Xavier akan ke Amerika," jawab Heru singkat.


"Apa? Xavier akan ke Amerika? Apa kakak memberi tahukan keberadaan ku di sini?" tanya Angel cemas.


"Tidak Njell, kamu tenang aja. Dia ke sini karena ada urusan kerjaan. Jadi kamu gak perlu khawatir," jelas Heru memegang tangan Angel.

__ADS_1


"Oh... Syukurlah kak," balas Angel lega.


"Njell?" panggil Heru lembut.


"Ya.. Kenapa kak?" jawab Angel menatap Heru.


"Apakah kamu akan kembali kepada Xavier?" tanya Heru membuat raut wajah Angel langsung berubah.


"Kenapa kakak bertanya seperti itu?" Angel balik bertanya.


"Tidak apa-apa. Angel apa bolehkah aku egois untuk kali ini saja?" lirih Heru memegang erat tangan Angel.


"Egois? Egois kenapa kak?" tanya Angel penasaran.


"Angel. Kamu tau dari dulu aku sangat mencintaimu. Dan di saat yang bersamaan kamu memiliki anak dari sahabatku Xavier. Aku hanya takut jika kamu akan bersatu kembali dengannya karena anak yang kalian miliki. Aku gak mau kalau kamu dengan Xavier bersatu. Apakah aku terlalu egois?" lirih Heru menatap dalam Angel.


Angel hanya diam, tak mampu menjawab isi hati Angel. Sampai saat ini Angel masih bingung dengan perasaannya. Ia juga bingung harus berbuat apa. Apakah ia akan memaafkan Xavier dan kembali hidup dengannya, atau ia harus menerima cinta Heru, laki-laki yang selalu ada untuknya selama ini.


"Kak, maafkan aku jika sampai saat ini aku belum menjawab isi hati kakak. Aku hanya butuh waktu untuk semua ini. Kakak tidak egois. Aku tau kak. Ini bukan egois," jawab Angel menunduk.


"Angel, kamu tidak perlu meminta maaf untuk semua ini. Aku tau kamu berada di posisi yang sulit saat ini. Angel asal kamu tau, aku akan tetap menunggumu sampai kapan pun itu," ujar Heru mengusap lembut kepala Angel.


"Makasih kak. Tapi aku mohon sama kakak, jika Xavier berada disini, kakak jangan pernah hubungi atau temui aku dulu. Aku gak mau Xavier sampai tau jika aku berada di negara ini. Aku belum siap untuk bertemu dengannya," pinta Angel setengah memohon.


"Tapi kamu baru saja selesai di operasi, bagaimana kamu nantinya akan beraktifitas dan mengurus bayimu? Apa sebaiknya kamu beri tahukan saja kepada Xavier tentang keberadaan mu agar ia juga bertanggung jawab atas anak ini," usul Heru.


"Tidak kak. Aku bisa mengurus semuanya sendiri. Lagian Xavier tak akan lama disini kan?" jawab Angel tidak setuju dengan usulan Heru.


"Baiklah Njell, jika itu memang keputusan mu," balas Heru mengalah.


Keesokan harinya, sebelum berangkat ke Amerika, Xavier kembali mencoba menghubungi Angel. Sebenarnya tujuan Xavier ke Amerika adalah dia ingin mencari Angel. Menurut informasi yang didapatkan dari salah satu temannya yang diperintahkan Xavier untuk melacak nomor ponsel yang digunakan Angel, diketahui posisi ponsel tersebut berada di Amerika. Ia juga sedikit curiga dengan Heru, pasalnya, selama ini Heru sudah mencintai Angel. Xavier merasa Heru mengetahui dimana keberadaan Angel saat ini.

__ADS_1


"Angel. Tunggu aku. Aku pasti akan menemukanmu," gumam Xavier sembari be berkaca di toilet bandara.


__ADS_2