Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 43


__ADS_3

"Kamu mengusirnya?" tanya Angel saat Bulan telah kembali diam seperti semula.


"Ya. Sekarang dia bukan siapa-siapaku lagi. Maka aku menyuruh orang untuk mengusirnya," jawab Gara dengan tatapan dinginnya.


"Tapi aku tidak punya apa-apa lagi Xavier," rengek Ana.


"Bukan urusanku," jawab Xavier singkat.


"Tapi Xavier, aku tidak tau harus pergi kemana lagi. Apa aku boleh menumpang tinggal disini untuk sementara waktu. Setidaknya sampai aku menemukan kosan yang cocok untukku," ucap Ana memohon.


"Chh.. Lo memang gak tau malu ya jadi manusia? Apa lo gak ingat, dulu lo ninggalin gue saat gue bilang semua aset gue di tarik.oleh kedua orang tua gue. Dan sekarang dengan enaknya lo mau numpang tonggal disini. Emang lo ini siapa?" ucap Xavier kesal.


"Xavier aku mohon," balas Ana memohon.


"Gak bisa," jawab Xavier singkat.


"Xavier, Tante, aku mohon. Aku mau kok jadi asisten rumah tangga di disini agar aku di beri izin buat tinggal disini," ucap Ana tak mau menyerah.


"Xavier, ma, kalau tidak keberatan biarkan saja, setidak ya sampai dia menemukan kosan yang cocok buat dirinya," ucap Angel tiba-tiba.


Saat itu juga Xavier dan Selena menatap ke Angel seolah mencari jawaban dari ucapan Angel.


"Angel, ngapain kita bantu dia. Dia sudah memfitnah mu kepada orang tua Heru," protes Xavier.


"Iya sayang, ngapain?" tambah Selena.


"Ma, Xavier, gak ada salahnya jika kita berbuat baik kepada seseorang, meskipun itu musuh kita sendiri. Siapa tau dengan baiknya kita, lambat laun dia akan sadar dari semua kesalahannya," jelas Angel.


'Hhhh sok baik lagi lo. Bilang aja lo mau cari muka, dasar munafik,' batin Ana tersenyum sinis menatap Angel.


"Tapi Angel," ucap Xavier terputus.


"Aku tidak apa-apa kok sayang," jawab Angel seakan tau apa yang do khawatirkan oleh istrinya.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau itu mau mu, aku akan izinkan wanita ular ini untuk tinggal selama satu Minggu di rumah kita. Lebih dari itu, mau tak mau dia harus pergi dari sini," jawab Xavier mengalah.


"Iya, mama setuju. Kalau bukan karena menantu saya, kamu tak akan kami beri izin buat tinggal disini," tambah Selena lalu pergi.


"Makasih Xavier. Aku janji dalam satu Minggu aku akan pergi dari sini," ucap Ana senang.


'Satu Minggu? Haha.. Bahkan dalam satu Minggu bukan aku yang pergi dari sini, melainkan kamu Angel. Dasar munafik,' batin Ana.


Pada malam harinya, Xavier dan juga Angel beserta anaknya tengah duduk berkumpul di ruang keluarga rumah itu. Tak lupa juga ada Selena dan Raharja, Opa dan Oma Bulan.


Mereka tengah berkumpul bermain dan bercanda dengan Bulan, meskipun bayi tersebut belum bisa berbuat apa-apa.


Ana yang sedari tadi duduk di ruang makan yang memang bersebelahan dengan ruang keluarga tampak sakit hati dan iri dengan keharmonisan rumah tangga mereka.


"Harusnya aku yang berada di situ, bukan Angel. Lihat saja, aku pasti akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku," gumam Ana meremas tisu yang sedang ia pegang.


'Kau lihat saja nanti, aku pasti akan menggantikan menggantikan posisimu di antara mereka. Dasar wanita culun, kau itu sama sekali tidak pantas berada di keluarga terhormat seperti ini,' batin Ana yang belum mengetahui identitas Ana yang sebenarnya.


Malam telah berlalu dengan begitu cepat. Disaat semua penghuni rumah telah tertidur lelap, Angel dan juga Xavier kini tengah duduk dan bersandar di ranjang mereka hanya sekedar berbagi cerita satu sama lainnya.


Awalnya Xavier merasa bahwa Angel akan menolaknya, namun di luar dugaannya ternyata Angel menurut saja saat Xavier membawanya ke dalam pelukannya.


"Angel," panggil Xavier dengan suara serak.


"Ya," jawab Angel lembut.


"Apa malam ini boleh?" tanya Xavier sambil mengusap-usap kepala istrinya itu.


"Boleh apa?" tanya Angel mempermainkan Xavier.


"Boleh meminta hak ku," jawab Xavier gugup.


"Hmmmmmm boleh.. Tapi tunggu sebentar ya," ucap Angel yang bangkit dari duduknya lalu meninggalkan Xavier ke walk in closet kamar mereka.

__ADS_1


Xavier hanya diam sambil tersenyum bahagia menatap punggung Angel yang berlalu kemudian menghilang masuk ke dalam walk in closet.


Hampir sepuluh menit Xavier menunggu kedatangan Angel, namun sang istri tercinta tak kunjung juga keluar dari walk in closet kamar nya.


"Angel ngapain ya? Kenapa lama sekali sih?" gumam Xavier melihat ke arah walk in closet.


Baru saja berencana akan memanggil Angel, mulut Xavier langsung ternganga saat melihat Angel keluar menggunakan lingerie hitam transparan.


Terlihat jelas lekuk tubuh dan kulit putihnya yang membayang di balik lingerie transparan. Sebenarnya Angel sangat gugup saat ini, tapi ia harus memberikan yang terbaik sebagai bentuk pengabdiannya kepada sang suami.


"Ann.. Angel," ucap Xavier gugup tanpa berkedip.


Sedangkan Angel terus berjalan perlahan mendekati Gara yang masih terpaku duduk di atas ranjang king size miliknya.


"Aku siap," ucap Angel yang saat ini telah duduk di tepi ranjang berhadap-hadapan dengan Xavier.


Xavier menatap dalam istrinya dengan jantung yang berdegup kencang serta nafas yang memburu satu sama lainnya.


Dengan perlahan Xavier mengangkat tangannya lalu mengusap kepala Angel sesaat. Puas menatap sang istri tercinta, perlahan Xavier mulai mengelus pipi Angel lalu mendekatkan wajahnya guna menciumi bibir ranum sang istri.


Saat bibir mereka saling bertaut, jantung Angel berdegup kencang dan seluruh badannya terasa panas. Angel yang sama sekali belum berpengalaman dalam hal-hal seperti itu hanya bisa menikmati permainan Xavier tanpa bisa membalasnya.


Xavier yang mulai terhanyut akan nafsu birahinya kini lebih melakukan hal yang lebih jauh lagi dengan memasukkan tangannya ke dalam gunung putih milik Angel kemudian meremasnya.


Angel mendesah sesaat saat tangan Xavier meremas dan memainkannya dengan terampil, sehingga membuat Xavier semakin bernafsu dan bersemangat dalam memainkan permainan panasnya itu.


Puas bermain dengan bibir ranum Angel, kini Xavier berpindah ke leher jenjang Angel yang sedari tadi sudah menunggu untuk di jamah.


"Mmmmmpppphhhh," desah Angel saat Xavier memberikan kecupan demi kecupan di leher jenjang Angel dan meninggalkan beberapa bekas tanda kepemilikan di sana.


"Angel aku mencintaimu," ucap Xavier sebelum melepas semua pakaian transparan yang Angel kenakan untuk melayani suaminya.


"Aku.. Aku juga mencintaimu Xavier, bahkan sudah sejak lama sekali," jawab Angel membuat Xavier tersenyum sekaligus juga sedikit terkejut saat Angel mengakui cintanya yang telah lama untuk dirinya.

__ADS_1


"Makasih sayang," jawab Xavier kembali memulai permainannya.


Semakin lama permainan antara Xavier dan Angel semakin memanas. Kini keduanya sudah sama-sama tidak menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya.


__ADS_2