Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 36


__ADS_3

"Ia pa, mama juga gak nyangka," balas Selena tersenyum bahagia?


***


Selena tidak tau jika mamanya Angel pernah menjadi wanita yang paling berharga di hidup suaminya itu.


'Mayang, semoga kamu memberikan restu mu kepada anakku Xavier,' batin Raharja mengingat kembali masa lalunya dengan Mayang.


Selena sama sekali tidak tahu jika Mayang adalah mantan kekasih suaminya. Andaikan dia tau, mungkin Selena tidak memberikan restunya kepada Xavier.


"Pa.. Ma," sapa Xavier menyapa kedua orang tuanya itu.


"Xavier, kamu sudah pulang. Makan dulu gih," ucap Selena mengusap kepala putranya.


"Xavier udah makan ma," jawab Xavier.


"Kenapa, apa ada masalah?" tanya Raharja melihat raut wajah putranya.


"Apa tadi Heru sama Ana kesini?" tanya Xavier tiba-tiba.


"Tadi Heru memang kesini, tetapi ia sendiri, tidak dengan Ana. Xavier itu jugalah yang sebenarnya mau kami tanyakan pada mu," jawab Raharja menatap putranya


"Iya nak, apa yang dibilang papa mu itu benar.Tadi Heru kesini sendirian saja," tambah Selena.


"Huhhh.. Terus dia bilang apa?" tanya Xavier pura-pura tidak tahu.


"Dia bilang, jika anak yang Angel bukanlah darah daging mu, melainkan darah dagingnya sendiri," jelas Raharja menatap putranya.


"Apa, terus papa sama mama bilang apa?" kali ini Xavier kaget. Ia tak menyangka jika Heru mengatakan hal yang tidak mungkin. Jelas-jelas dirinyalah orang tua kandung dari Bulan, karena dirinyalah yang pertama kali meniduri Angel waktu itu.


"Ya papa sama mama shock mendengarnya, dan kebetulan kamu ada disini, papa sama mama mau menanyakan apa maksud dari ucapan Heru itu," jawab Raharja.


"Pa, ma, itu semua tidaklah benar. Anak Angel itu adalah anak kandungku, aku berani melakukan tes DNA atau tes lainnya," ucap Xavier meyakinkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Xavier, lalu kenapa Heru bilang jika itu anaknya? Apa kalian ribut?" tanya Selena menatap putra semata wayangnya.


"Ma, Heru ternyata menyukai Angel sejak lama. Ia tak terima jika Angel hamil anakku. Maka dari itu ia melakukan apapun untuk memisahkan ku dan juga Angel, agar dia dan Angel dapat bersatu," jelas Xavier dengan nafas yang sesak.


Mendengar penjelasan putranya, Selena dan Raharja baru mengerti masalah ini.


"Baiklah, kalau itu alasanmu, papa sama mama akan memutuskan untuk melakukan tes DNA bayi tersebut. Jika memang anak Angel itu adalah anak mu, maka papa pastikan Heru tak akan bisa lagi mendekati Angel," ucap Raharja kepada putranya itu.


"Iya pa, makasih karena udah percaya kepadaku," balas Xavier memeluk papanya.


"Sama-sama Xavier," jawab Raharja.


.


.


.


Pada malam harinya, Angel memutuskan menghubungi Ana.


"Ana apakah kamu masih di Amerika? Aku mau bertemu denganmu," jawab Angel pura-pura menangis.


"Masih. Angel kamu baik-baik saja kan? Kita akan bertemu besok di Star Cafe, besok aku share lokasinya. Kamu tenang ya, ada aku di sini," ucap Ana berakting. Ana sangat bahagia mendengar tangisan Angel.


"Baik, kalau gitu alu tunggu besok ya. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu. Maaf mengganggu waktumu Ana," ujar Angel menangis sesugukan.


"Tidak apa-apa. Aku sama sekali tidak merasa terganggu. Kamu tenang ya. Sekarang lebih baik kamu istirahat," balas Ana pura-pura perhatian.


"Baik makasih, kalau begitu aku tutup panggilannya ya," pamit Angel.


Setelah panggilan di tutup, Angel kemudian menghubungi Xavier.


"Halo Angel, ada apa hmmm?" tanya Xavier lembut.

__ADS_1


"Xavier, aku sudah menelpon Ana. Dia bilang besok siang kami akan bertemu di Star Cafe," jawab Angel.


"Baik, kalo begitu besok aku akan membuntuti mu dari belakang. Kamu jangan bilang pada siapapun jika kamu perginya denganku ok," instruksi Xavier.


"Baik. Kalau gitu aku istirahat dulu," pamit Angel.


"Baiklah, tapi bagaimana keadaan Bulan? Apa dia sudah tidur?" tanya Xavier teringat kepada putri kesayangannya.


"Bulan sudah tidur dari tadi. Ya sudah kalau gitu aku istirahat," jawab Angel lalu mematikan panggilannya.


Sedangkan di hotel. Ana tengah bahagia karena berhasil membuat hubungan Angel dan Xavier hancur kembali.


"Kamu lihat saja Xavier. Cepat atau lambat, kamu akan kembali hidup denganku," gumam Ana tersenyum smirk


Tak lama kemudian Heru masuk dan melihat Ana tengah semyum-senyum sendiri.


"Lo senyum-senyum sendiri? Kenapa?" tanya Heru penasaran.


"Lo mau tau?" ucap Ana balik bertanya.


"Yaa, kenapa?" jawab Heru penasaran.


"Lo tau, barusan Angel nelpon gue sambil menangis. Dia mau ketemu sama gue membahas masalah dirinya dan juga Xavier. Gue yakin sekali jika Angel percaya dengan ucapan gue," jelas Ana dengan mata yang berbinar-binar.


"Lo serius? Terus lo bilang apa?" tanya Xavier ingin tau kelanjutannya.


"Ya gue bilang kalau dia harus banyak sabar dan istirahat," jawab Ana santai.


"Bagus, gue yakin sebentar lagi Angel akan kembali membenci Xavier dan di saat itulah gue kembali masuk kedalam kehidupannya. Gue yakin pada saat itu, Angel pasti mau menjalin hubungan dengan gue," ucap Heru dengan bahagia.


*Lo bener Ru, dan gue akan segera balikan lagi dengan Xavier. Tambah Ana dengan senyuman liciknya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2