Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 37


__ADS_3

*Lo bener Ru, dan gue akan segera balikan lagi dengan Xavier. Tambah Ana dengan senyuman liciknya.


***


Keesokan harinya, Angel tengah bersiap-siap untuk bertemu dengan Ana.


Begitu juga Xavier, setelah mendapat kabar dari Angel, dia segera pergi menuju Star Cafe yang telah di share oleh Ana ke Angel. Xavier lebih dulu datang dan memilih tempat duduk yang tersembunyi namun bisa melihat semua pengunjung cafe.


Tiga puluh menit kemudian, terlihat Ana dan Heru datang bersamaan, namun Heru memilih duduk di tempat lain tanpa sepengetahuan Angel.


Beberapa menit kemudian, Angel datang sendirian dan mencari keberadaan Ana.


Tak lupa ponselnya telah standby dalam panggilannya dengan Xavier, agar laki-laki itu dengan mudah mendengar semua percakapan antara Angel dan juga Ana.


"Angel," teriak Ana yang sudah berada di meja nomor delapan.


Dengan cepat Angel menoleh ke asal suara dan berjalan ke meja tempat Ana duduk menunggunya.


"Maaf ya Ana aku telat, tadi aku harus menidurkan Bulan dulu," ucap Angel basa-basi.


"Iya gak papa kok Njell, santai saja. Lagian aku juga baru nyampe kok. Ayo silahkan duduk, kamu mau pesan apa?" jawab Ana memberikan buku menu kepada Angel.


"Hmmmm aku pesan yang ini saja," ucap Angel menunjuk makanan dan minuman yang ada di buku menu.


"Oh ya Njell, ada apa? Kenapa kamu menangis waktu itu?" tanya Ana pura-pura perhatian.


"Aku bingung Ana, Xavier bilang dia tidak pernah melakukan pernikahan denganmu. Ana kalau kamu mengizinkan, bolehkah aku menemanimu buat melakukan USG atas kehamilanmu?" ucap Angel membuat Ana seketika terkejut dan membelalakkan matanya.


"USG? Bu.. Buat apa? Bukankah aku sudah memperlihatkan hasil USG ku padam?" jawab Ana panik.

__ADS_1


"Iya aku tau, tapi agar aku yakin untuk meninggalkan Xavier, aku ingin melihat hasil pemeriksaan USG mu secara langsung Ana. Apa kamu tidak keberatan?" tanya Angel memancing Ana.


"Maaf Angel, aku tidak bisa. Aku sibuk. Aku berani sumpah jika anak yang aku kandung ini adalah anaknya Xavier. Darah daging Xavier. Kenapa aku harus melakukan USG sekali lagi. Bukankah tidak baik bagi wanita hamil untuk USG terus menerus?" kilah Ana yang mulai panik.


Dan di saat itu pula Xavier akhirnya muncul dan menyela pembicaraan antara Ana dan juga Angel.


"Siapa bilang tidak baik? Atau jangan-jangan kamu takut. Ana katakan saja jika saat ini kamu tidaklah hamil, maka aku akan memaafkan mu," ucap Xavier yang tiba-tiba muncul dari belakang Ana.


"Xa.. Xavier? Ngapain kamu disini? Aku sudah lama mencari keberadaan mu honey. Kenapa kamu selalu menghindar dariku. Kamu tau, aku kesepian tanpa kamu sayang," ucap Ana manja akan memeluk Xavier, namun dengan cepat Xavier menghindar dan berdiri di belakang Angel.


"Ana sudahlah. Lebih baik kamu mengaku saja jika kita tidak pernah menikah. Dan kamu saat ini tidaklah hamil," ucap Xavier sekali lagi.


"Xavier kamu bicara apa? Aku saat ini tengah hamil. Bukankah waktu itu kita sudah melakukan USG bersama? Dan ini buktinya," ucap Ana memperlihatkan sebuah foto kepada Xavier.


"Hahahha.. Ana.. Ana.. kamu ini terlalu sering menghayal. Hanya orang bodoh yang bisa kamu kelabui dengan foto ini," ucap Xavier kembali melempar foto itu ke wajah Ana.


"Apa maksudmu? Apakah kamu menuduhku mengedit foto itu?" ucap Ana berusaha membela diri.


Sementara itu, Heru hanya bisa melihat dari kejauhan. Ia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kamu jangan keterlaluan Xavier," ucap Ana tersudut.


"Baiklah kalau begitu. Ana, jika kamu benar-benar hamil, mari kita lakukan pemeriksaan USG sekarang ini juga. Aku, Angel dan juga Heru akan menemanimu nantinya," ucap Xavier sambil menunjuk kearah Heru yang dari tadi sudah duduk menonton dari kejauhan.


Seketika Heru kaget saat di tunjuk oleh Xavier. Begitu juga Angel. Ia tak menyangka jika Heru membohonginya mengenai kepulangannya ke Indonesia.


"Kak Heru?" ucap Angel yang masih tak percaya.


"Ya, itu Heru," jawab Xavier tersenyum kecut.

__ADS_1


Kamu tau Angel, Heru dan Ana bersekongkol untuk menghancurkan hubungan kita.


Betapa terkejutnya Angel saat mendengar ucapan Xavier. Ia tak menyangka, jika Heru yang selama ini sangat baik kepadanya ternyata bersekongkol dengan Ana untuk merusak hubungannya dengan Xavier.


"Apa itu benar kak?" tanya Angel saat ini sudah berada di meja Heru.


Heru sama sekali tidak menjawab. Ia hanya diam dan tertunduk malu.


"Angel maafkan aku. Aku melakukannya karena terpaksa," ucap Heru pelan, namun masih bisa didengar oleh Angel dan yang lainnya.


"Terpaksa? Terpaksa kenapa kak?" sela Angel yang masih tidak percaya.


"Aku terpaksa karena kamu menolak cintaku Angel. Kamu tau Angel, berkali-kali aku menyatakan perasaan cintaku kepadamu, dan berkali-kali juga kamu menolak cintaku. Kurang ku apa Angel? Kenapa kamu lebih memilih Xavier yang jelas-jelas telah membuat hidupmu hancur dan mempermalukan mu selama ini. Kenapa kamu tidak memilihku yang jelas-jelas sudah tulus mencintaimu selama ini," ucap Heru dengan setengah berteriak, sehingga para pengunjung cafe tersebut memperhatikan mereka.


"Kak, maafkan aku. Aku tidak bisa membalas cinta kakak. Aku tidak bisa membohongi perasaanku kak," ucap Angel lirih dengan air mata yang mulai berjatuhan.


"Karena kamu mencintai Xavier kan Angel. Benarkan? Ku mencintai Xavier, makanya kamu tidak bisa membuka hatimu untukku. Iya kan Angel," sela Heru tersenyum kecut.


"Maaf kak," balas Angel tertunduk lirih.


"Hhhhh, sudah kuduga," desis Heru lalu kembali duduk.


"Angel, sekarang kamu percayakan jika semua ini adalah ulahnya Ana dan juga Heru. Semua ini hanyalah rekayasa mereka," ucap Xavier memegang bahu Angel.


"Xavier kamu tidak bisa meninggalkanku begitu saja. Kamu ingat kita sudah menjalin hubungan bertahun-tahun lamanya. Aku yakin kamu mau menikah dengan wanita ini karena dia mengatakan jika bayinya itu adalah anakmu bukan? Ayolah Xavier, jangan bodoh. Kamu jangan percaya begitu saja dengan wanita ini. Siapa tau dia hanya menjadikanmu sebagai ayah pengganti dari anak haram itu," ucap Ana membuat Angel seketika marah dan menampar pipi mulus milik Ana.


"Ana, kamu boleh menghinaku, tapi jangan sekali-kali kamu berani menghinaku. Jika kamu menginginkan Xavier kembali, ambil, aku sama sekali tidak akan menghalangi mu selagi Xavier mau untuk kembali kepadamu. Dan buat kamu kak, aku gak menyangka jika kamu setega ini padaku. Aku sudah menganggap kakak sebagai kakak kandungku sendiri, tapi kenapa kak? Kenapa kakak sejahat ini padaku?" ucap Angel yang sudah sangat emosi.


Tanpa menunggu jawaban dari Heru, Angel kemudian pergi meninggalkan Ana dan yang lainnya.

__ADS_1


Sementara dari belakang Xavier berusaha menyusul Angel menuju mobilnya.


__ADS_2