
Tanpa menunggu jawaban dari Heru, Angel kemudian pergi meninggalkan Ana dan yang lainnya.
Sementara dari belakang Xavier berusaha menyusul Angel menuju mobilnya.
***
"Angel tunggu," teriak Xavier yang terus mengejar Angel ke parkiran.
Seketika Angel berhenti dan Xavier pun berhasil menyusul Angel.
Seketika itu juga Angel memeluk erat Xavier dan air matanya tumpah di dalam pelukan laki-laki uang dulu sering menjahilinya itu.
"Xavier maafkan aku.. Maafkan aku," lirih Angel di sela tangisannya.
"Angel sudah. Kamu gak perlu menangisi semuanya. Kamu sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun," jawab Heru mengusap punggung Angel.
"Angel, mari kita pulang. Kasihan Bulan kalau kelamaan ditinggal," ajak Xavier membimbing Angel menuju mobilnya.
Angel akhirnya pulang di antar oleh Xavier. Sedangkan Heru dan juga Ana kini tengah emosi.
"Lo kenapa bisa ketahuan gitu sih Ana. Bego banget tau gak," ucap Heru dengan Nada tinggi kepada Ana.
"Lo nyalahin gue? Bukannya ini semua ide lo. Lo nya aja yang gak teliti," jawab Ana membela diri.
"Lalu apa yang harus kita lakuin sekarang?" tanya Heru frustasi.
"Nanti kita pikirin, gue mau ke hotel dulu, gerah mau mandi," jawab Ana kesal.
"Ya udah, ayo," balas Heru lalu pergi dan meninggalkan beberapa uang di atas meja.
.
.
Angel dan juga Xavier yang baru saja sampai di apartemennya langsung menemui putri mereka Bulan.
Saat akan masuk ke dalam kamarnya, Mayang dan juga Derry memanggilnya dan menyuruh Xavier dan juga Angel untuk duduk di ruang keluarga.
__ADS_1
"Nak Xavier, Om mau bertanya sesuatu kepadamu. Om harap kamu bisa menjawab pertanyaan Om dengan bijak," ucap Derry berwibawa.
"Mau tanya apa Om. Saya akan senang hati menjawabnya," jawab Xavier yang tengah berbahagia.
"Bagaimana nasib Angel setelah ini? Apa nak Xavier serius dengan Angel?" tanya Derry menatap Xavier.
"Saya serius Om. Bahkan saya sudah bicara dengan orang tua saya. Mereka ingin sekali segera bertemu dengan Angel dan juga cucunya," jawab Xavier kepada calon mertuanya itu.
"Baik, kalau begitu, kapan kamu akan membawa kedua orang tuamu?" tanya Derry membuat Xavier sedikit bingung.
Pasalnya ia sama sekali tidak tau kapan harus membawa kedua orang tuanya bertemu Angel dan juga Bulan.
"Itu dia Om masalahnya. Saya sendiri tidak tau kapan saya bisa membawa kedua orang tua saya kesini. Saya tidak tau apa Om dan juga Tante bersedia menerima saya yang telah kurang ajar kepada anak Om dan juga Tante," jelas Xavier.
"Kamu tak perlu pusing memikirkan itu Xavier," ucap seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke dalam apartemen Angel.
Semua mata tertuju ke arah suara wanita tersebut. Betapa terkejutnya Xavier saat melihat siapa yang baru saja berbicara seperti itu
"Ma.. Mama? Papa?" ucap Xavier spontan.
"Xavier, ini mama sama papa kamu nak?" tanya Mayang kaget melihat Selena dan juga Raharja masuk.
"Papa, mama, kalian mau apa kesini? Papa sama mama tau darimana jika aku ada disini?" tanya Xavier yang heran dengan kedua orang tuanya.
"Sudahlah Xavier, biarkan saja kedua orang tuamu duduk dulu. Nanti kita bicarakan hal ini sama-sama," ucap Derry yang tampak senang melihat kehadiran kedua orang tua Xavier.
"Mari silahkan duduk," ucap Derry mempersilahkan calon besannya tersebut duduk. Sementara Mayang yang masih shock pergi ke dapur untuk membuatkan tamu sekaligus mantan pacarnya itu minuman.
"Kenalkan nama saya Derry dan yang tadi itu istri saya Mayang," ucap Derry memperkenalkan diri kepada kedua orang tua Xavier.
"Salam kenal. Kenalkan nama saya Raharja dan ini istri saya Selena," ucap Raharja memperkenalkan diri kepada calon besannya itu.
Setelah masing-masing mereka berjabat tangan, Selena yang sudah tidak sabar ingin melihat cucunya langsung membuka pembicaraan mereka.
"Maaf pak Derry. Bukannya apa, tapi kalau diizinkan, bolehkan saya melihat anak Xavier sekarang? Kami dari semenjak Xavier memberi tahukan tentang putri kecilnya, rasanya saya sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya," ucap Selena sedikit sungkan.
"Oh, mau bertemu Bulan ya.. Boleh.. Boleh. Sangat boleh. Sebentar ya, saya panggilkan Angel dan juga Bulan dulu," jawab Derry sembari berdiri menuju kamar Angel dan cucunya Bulan.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian, Angel keluar dari kamar dengan membawa putri kecilnya Bulan.
Angel tampak malu-malu untuk menyalami calon mertuanya tersebut.
"Om, Tante, kenalkan saya Angel, dan ini anak saya Bulan," ucap Angel menyalami calon mertuanya tersebut.
"Oh, ini Angel ya. Cantik sekali," jawab Selena yang takjub melihat kecantikan Angel.
Selena kemudian fokus kepada bayi yang ada di gendongan Angel. Wanita paruh baya tersebut menatap dalam bayi cantik tersebut untuk beberapa saat. Begitu juga dengan Raharja. Ia sengaja berdiri dan menatap bayi yang ada didalam gendongan ibunya tersebut.
"Ini... Ini anak Xavier?" tanya Selena kepada Angel tanpa berkedip.
"I.. Iya Tante. Ini Bulan, anak dari Xavier," jawab Angel gugup.
"Pa, ini cucu kita. Papa lihat, dia wajahnya, hidungnya, dan juga matanya persis seperti Xavier anak kita. Mama sama sekali tidak meragukan bayi ini lagi," ucap Selena dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya ma. Kita punya cucu. Kita punya cucu ma," balas Raharja dengan wajah tak percayanya.
"Angel, sini, biar saya yang menggendongnya," pinta Selena kepada Angel.
Derry hanya diam melihat kejadian didepannya, begitu juga dengan Mayang yang baru saja bergabung dengan mereka.
"Xavier, ini benar-benar putri kamu nak. Lihat ini, dia seperti dirimu dalam versi wanita," ujar Selena menatap putranya sekilas.
Melihat Selena begitu antusias, Angel merasa sangat bahagia, ia tak pernah membayangkan jika saat ini benar-benar akan terjadi.
Angel yang dulunya yang hanya seorang gadis culun, kini telah berubah menjadi wanita yang mempunyai segala-galanya.
Wanita yang mempunyai kecantikan alami, kekayaan, keluarga dan juga anak yang cantik sepeti bidadari kecil.
Selain itu, sebentar lagi ia juga akan memiliki seorang suami yang tampan, suami yang dulunya selalu menghina, membully dan membenci dirinya.
"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Raharja kepada Angel dan juga Xavier.
"Ya benar itu, kapan kalian akan menikah. Alangkah baiknya kalian menikah secepatnya, biar kami segera cepat pulang kembali ke tanah air," timpal Derry menatap anak dan calon menantunya itu.
"Kalau Angel terserah kepada Xavier saja pa, Om," jawab Angel melihat Xavier kemudian menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Bagaimana Xavier? Angel sudah menyerahkannya kepadamu," ucap sang mama Selena.
"Kali begitu, kenapa tidak besok atau lusa saja. Karena kita berada jauh dari kampung halaman, tidak usah mengadakan pesta terlebih dahulu. Nanti jika kami pulang, barulah di adakan pesta besar-besaran," usul Xavier menatap semua orang di sana bergantian.