Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 28


__ADS_3

"Bulan sayang, anak papa yang paling cantik. Kamu cepat besar ya sayang. Papa mau minta tolong sama kamu, selama papa gak ada di samping mama, kamu tolong jagain mama ya nak. Papa janji akan berusaha sekuat tenaga papa agar mama mau memaafkan papa kembali. Jangan jadi anak yang nakal ya sayang," ucap Xavier mengelus pipi anaknya itu.


Sementara dari tadi Angel sibuk memperhatikan gerak-gerik Xavier.


***


Disisi lain Angel bahagia karena melihat Xavier begitu menyayangi anaknya. Tapi disisi lain, Angel masih menyimpan rasa kecewa kepada Xavier.


.


.


.


"Angel, aku mau bicara serius denganmu," ucap Xavier saat Angel sudah bangun dan lagi santai dengan bayi mereka.


"Bicara apa?" balas Angel yang masih sibuk dengan bayinya.


"Angel. Apa Heru yang menemanimu selama kamu berada disini dan saat kamu melahirkan waktu itu?" tanya Xavier serius.


Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Xavier, Angel sangat kaget dan juga gugup. Ia bingung harus menjawab apa kepada Xavier.


"Angel jawab. Kenapa kamu diam saja? Apa yang aku katakan itu benar adanya. Heru lah yang selama ini menemanimu selama disini bahkan dia juga yang menemanimu saat bersalin? Apa Heru sebelumnya memang sudah tau jika kamu berada di negara ini?" ujar Xavier dengan tatapan dinginnya melihat Angel.


"I..Iya.. Kak Heru lah yang selama ini membantuku. Dia memang mengetahui dimana keberadaan ku selama ini. Jika tidak ada dia, maka akun gak akan bisa jalani semuanya sampai titik ini," jawab Angel memberanikan dirinya.


"Ck. Apa kamu menyukainya?" tanya Xavier tersenyum smirk.


Angel hanya diam menunduk. Ia tak berniat untuk menjawab pertanyaan Xavier.


"Angel jawab," bentak Xavier membuat Angel terkejut dan segera menjawab pertanyaannya.


"Tidak. Aku. Aku tidak menyukainya. Aku hanya menganggap kak Heru itu adalah kakak laki-laki ku," jawab Angel ketakutan.


"Kamu tak tidak membohongiku kan?" tanya Xavier penuh selidik.

__ADS_1


"Buat apa aku berbohong kepada mu. Dan apa urusan mu ikut campur dalam kehidupanku?" tanya Angel membalik.


"Angel kamu tau. Dalam hidupmu sekarang sudah ada baby Bulan, darah daging ku. Itu artinya, aku berhak atas dirimu, apapun urusanmu. Kamu mengerti? Dan aku minta padamu mulai detik ini, jangan pernah lagi kamu berhubungan dengan Heru. Untuk seterusnya, aku yang akan menjagamu dan bertanggung jawab atas hidupmu dan juga anak kita. Selain itu, besok kedua orang tuamu akan tiba disini dan menemanimu sampai kamu lulus kuliah nanti. Jadi tak akan ada lagi alasan untuk kamu meminta Heru untuk menemui mu," ucap Xavier di telinga Angel.


"Kamu.. Kamu yang memberi tahukan semua kepada kedua orang tua ku?" tanya Angel penasaran.


"Ya," jawab Xavier singkat ditambah dengan senyuman smirk nya.


"Kenapa? Kenapa kamu memberi tahukannya secepat ini Xavier? Apa yang akan mereka pikirkan tentangku?" bentak Angel dengan suara sedikit keras.


"Memangnya kenapa? Mereka tak akan memikirkan hal yang buruk padamu. Aku sudah menceritakan semuanya kepada mereka tanpa ada yang di tutup-tutupi. Bahkan mereka senang jika saat ini mereka telah menjadi seorang kakek dan juga nenek," jawab Xavier santai.


Angel tak dapat lagi berkata apa-apa kepada Xavier. Ia kemudian berdiri dan pergi meninggalkan Xavier yang masih tiduran disebelah anaknya.


"Kamu mau kemana Angel?" teriak Xavier sehingga bayinya menjadi kaget lalu bangun mendengar suara Xavier. Seketika Angel berbalik dan menatap Xavier tajam sambil menggendong bayinya yang menangis.


"Jika kamu tidak bisa memelankan suaramu, silahkan pergi dari dari sini. Kamu tak melihat, anakku kaget mendengar suaramu," marah Angel kepada Xavier. Tetapi bukannya meminta maaf, Xavier hanya tersenyum manis melihat tingkah lalu Angel yang kini lebih berani.


"Kenapa tersenyum? Gak ada yang lucu," ketus Angel menatap tajam Xavier.


"Kamu lucu Angel. Aku gak menyangka jika gadis culun ini telah berubah menjadi wanita cantik dan juga pemarah," jawab Xavier membuat Angel malu.


Saat Angel akan pergi, Xavier menarik tangan Angel lalu menariknya, sehingga Angel jatuh terjerembab di atas tubuh Xavier.


Cukup lama mereka berdua saling tatap-tatapan. Angel yang kemudian sadar langsung berdiri dan menatap tajam Xavier.


"Jangan kurang ajar ya kamu," hardik Angel yang sudah berdiri.


"Siapa yang kurang ajar sih Angel. Sebentar lagi kamu akan menjadi istriku," balas Xavier tersenyum licik.


"Aku gak akan pernah mau menikah denganmu," ucap Angel lalu pergi meninggalkan Xavier dikamar itu.


'Sekarang kamu memang gak akan mau menikah dengan ku. Tapi sebentar lagi kamu akan menjadi ratuku Angel,' batin Xavier.


Di dapur, dengan kesal Angel mulai memasak makanan untuk dirinya dan juga Xavier. Wanita cantik itu terus saja mengumpati kelakuan Xavier tadi kepadanya.

__ADS_1


"Bisa-bisanya dia berbuat yang tidak sopan kepadaku," gumam Angel sambil memotong bawang.


Ia tak sadar jika dari tadi Xavier melihat tingkah lakunya di dapur.


"Kamu sekarang sudah banyak berubah Angel. Aku suka," ucap Xavier menyusul Angel ke dapur.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Angel ketus.


"Aku mau bantuin kamu," jawab Xavier mengambil sayuran lalu memotongnya.


"Udah, kamu diluar saja. Aku gak butuh bantuan kamu," ucap Angel sambil mengocok telur.


"Dan aku gak butuh penolakan kamu," balas Xavier yang terus saja memotong sayuran dengan lincah.


"Kamu ternyata pintar juga memotong sayurannya," ucap Angel tanpa sadar.


"Pintar dong. Kamu tau, dulu aku ingin sekali menjadi seorang chef. Tapi kedua orang tuaku tidak mengizinkannya," balas Xavier.


"Kenapa?" tanya Angel. Tanpa disadari Angel mulai menerima kehadiran Xavier. Angel memang bukan tipe orang yang pendendam. Meskipun dia sempat menolak keberadaan Xavier, tapi melihat kelakuan Xavier kepada putrinya, Angel mulai mencoba baik kepada Xavier.


"Itu karena kedua orang tuaku mau aku melanjutkan bisnis mereka," jawab Xavier. Ia kemudian mencuci sayuran yang dari tadi dipotongnya dan memasukkannya kedalam penggorengan yang di dalamnya sudah berisi berbagai bumbu yang sudah ditumis oleh Angel.


"Angel. Kamu sepertinya kelihatan capek sekali. Mendingan kamu duduk aja disitu. Biar aku yang melanjutkan masaknya," perintah Xavier menyuruh Angel duduk di kursi yang ada di dapur itu.


"Gak usah. Biar aku saja," tolak Angel.


"Udah gak papa. Kamu duduk disini, biar aku yang melanjutkan masakannya. Aku yakin dijamin enak," ucap Xavier menuntun Angel duduk di kursi yang ada di dapur itu.


Kali ini Angel tidak menolak. Ia menuruti permintaan Xavier. Angel memperhatikan setiap pekerjaan yang Xavier lakukan. Angel tak menyangka jika seorang Xavier ternyata begitu ahli dengan urusan memasak. Tangannya begitu cekatan dalam memotong dan mengaduk masakan yang ada di penggorengan itu.


"Xavier kita masaknya gak usah banyak-banyak. Makanan yang di pesan oleh kak Heru tadi masih utuh. Cukup sayuran ini aja," ucap Angel saat Xavier akan memotong ikan yang baru saja ia keluarkan dari kulkas.


"Gak usah makan makanan yang di pesan oleh Heru tadi. Kamu boleh memberikannya kepada orang lain atau membuangnya," jawab Xavier sambil mencuci ikan-ikan tersebut.


"Tapi kan...," balas Angel.

__ADS_1


"Gak usah tapi-tapian. Aku sudah bilang, kamu gak boleh makan makanan yamg dipesan oleh Heru tadi," sela Xavier memotong ucapan Angel.


"Kamu egois," lirih Angel pelan namun masih bisa didengar oleh Xavier.


__ADS_2