
Angel kemudian membuka isi map tersebut dan mulai membaca helai demi helai. Tak terasa air matanya menetes. Jantungnya berdegup kencang. Di sana jelas dikatakan jika Ana tengah hamil anak dari Xavier. Tak hanya itu. Angel juga melihat foto-foto saat mereka melakukan USG disebuah rumah sakit. Angel juga melihat foto pernikahan siri antara Ana dan juga Xavier. Hatinya langsung teriris-iris melihat apa yang baru saja ia lihat. Angel menatap Ana yang menunduk sambil meneteskan air mata palsunya. Angel ingin sekali tidak percaya dengan ucapan Ana. Tapi bukti menunjukkan kalau Ana lah yang berhak atas Xavier saat ini.
***
"Tidak.. Ini tidak mungkin," ucap Angel menutup mulut dengan tangannya.
"Maaf jika kedatanganku membuatmu kaget. Tapi itu memanglah kenyataannya. Aku sebenarnya juga tidak ingin seperti ini, tapi mau tidak mau aku harus memberi tahukannya kepadamu agar tidak ada korban selanjutnya lagi," ucap Ana dengan sesegukan.
Dalam hati Ana begitu bahagia melihat air mata Angel mulai berjatuhan membasahi pipinya. Ia tak menyangka jika Angel begitu mudahnya percaya dengan kata-katanya.
'Dasar bodoh, gitu doang udah percaya,' batin Ana sambil menaikkan satu alisnya.
"Aku gak menyangka jika Xavier akan berbuat seperti ini. Jujur aku sangat menyesal karena telah memberinya satu kesempatan lagi," ucap Angel dengan kepala yang ditundukkan.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ana lalu mengusap punggung Angel sebagai tanda perhatiannya.
Mendengar pertanyaan Ana, Angel tampak terdiam dan berpikir untuk sesaat.
'Aku gak boleh salah lagi dalam mengambil keputusan,' batin Angel yang saat ini sedang kacau.
"Angel? Apa kamu akan tetap bersamanya?" tanya Ana sekali lagi.
"Ana. Saat ini kamu tengah mengandung anaknya Xavier. Berarti secara tidak langsung antara kita sudah terjalin hubungan kekeluargaan, karena aku juga memiliki anak dari Xavier. Jadi aku putuskan, aku akan mundur dan pergi jauh dari negara ini tanpa sepengetahuan Xavier. Saat ini yang berhak atas dirinya adalah kamu dan juga calon anakmu. Kalau aku sudah terbiasa hidup tanpa dirinya," ucap Angel memegang tangan Ana, ia juga tak lupa untuk menatap Ana dengan yakin sebagai tanda jika ia bersungguh-sungguh dengan keputusan yang diambilnya.
"Angel. Ka.. Kamu yakin?" tanya Ana pura-pura terkejut.
"Ya. Aku yakin. Saat ini yang berhak atas dirinya adalah kamu dan juga anakmu. Kamu tau? Hamil tanpa pasangan itu tidaklah mudah. Aku sudah pernah berada di posisi itu Ana. Maka dari itu, kamu jangan biarkan Xavier bisa lepas tanggung jawab seperti ini," jawab Angel dengan senyuman yang dipaksakan nya.
__ADS_1
Dari dulu Angel memang memiliki sifat pengalah. Meskipun itu tidak adil baginya. Maka dari itu terlepas dari benar atau tidaknya ucapan Ana, ia lebih baik mundur agar tidak ada masalah yang berdatangan.
"Makasih Angel. Makasih. Aku bahagia sekali," balas Ana lalu memeluk Angel erat.
"Sama-sama Ana," jawab Angel singkat. Ia mencoba berlapang dada meskipun saat ini hatinya sangat hancur berkeping-keping.
Setelah menyelesaikan misinya, Ana pun pamit pulang. Ia meninggalkan taman itu dengan hati dan perasaan bahagia.
Setelah Ana pergi, Angel kemudian masuk kembali ke apartemennya dengan langkah gontai.
Kini hati wanita yang dulu berpenampilan culun itu sedah hancur bekeping-keping untuk yang kedua kalinya. Setibanya di unit apartemen miliknya, Angel langsung duduk di sebelah Bulan yang tertidur lelap. Melihat kelakuan Angel yang berubah, Mayang mendekati putrinya dan mengusap lembut kepala Angel.
"Kenapa Njell? Kamu ada masalah?" tanya Mayang lembut.
"Angel gak papa kok ma. Angel cuma sedikit lelah," jawab Angel berbohong.
"Angel. Mama ini orang tua kamu sayang. Mama mohon jangan pernah menyembunyikan sesuatu lagi nak," ucap Mayang menatap putrinya
"Tapi kenapa nak? Bukannya tadi kalian baik-baik saja," tanya Mayang penasaran.
"Iya ma. Tapi barusan istri sirinya Xavier datang menemui Angel. Dia memberikan bukti-bukti jika dirinya benar-benar istri dari Xavier, dan juga ia juga memiliki beberapa foto pernikahan dan juga foto mereka saat melakukan USG," jelas Angel sambil menangis.
"Angel, coba dipikirkan dulu baik-baik. Siapa tau itu semua tidak benar sayang. Mama bukannya membela Xavier, tapi kalau mama lihat Xavier itu tulus nak," ujar Mayang menenangkan putrinya.
"Mama, wanita yang mendatangi Angel itu memanglah pacar Xavier. Angel pernah bertemu dengannya waktu itu. Angel tau ma, mereka memang sudah lama berpacaran," jelas Angel yang masih menangis sesugukan.
"Ya sudah Angel, kamu tenang dulu. Nanti mama akan bicara pada papamu dulu ya sayang. Mama akan usahain yang terbaik untukmu dan juga Bulan," balas Mayang memeluk putrinya.
__ADS_1
Sedangkan di lain tempat, Xavier tengah berbicara dengan kedua orang tuanya di ruang keluarga rumah mewah itu.
"Jadi kamu ingin bicara apa Xavier," tanya Raharja dengan tatapan dingin.
Raharja adalah papa kandung Xavier. Ia memiliki sifat yang dingin seperti batu. Tak hanya itu, Raharja juga termasuk pengusaha sukses yang sombong.
"Pa, Ma, Xavier mau bilang kalau Xavier akan menikah," jawab Xavier membuat kedua orang tua nya kaget.
"Apa? Kamu akan menikah? Dengan siapa? Ana?" ucap Selena mamanya Xavier.
"Bukan ma. Bukan Ana, tapi Angel," jawab Xavier.
"Angel?" tanya Raharja penasaran.
"Iya. Papa kenal?" Xavier balik bertanya.
"Bisa papa lihat fotonya?" ucap Raharja semakin penasaran.
Xavier pun mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Angel kepada papanya.
"Ini pa. Ini Angel," ucap Xavier memberikan ponselnya kepada sang papa.
"Ini.. Ini Angel Alexandria Mahendra bukan?" ucap Raharja kaget bukan main. Ia tak menyangka jika putra semata wayangnya akan akan menikah dengan Angel. Putri dari mantan pacarnya.
Mayang adalah cinta pertama Raharja. Sayangnya waktu itu kedua orang tua Raharja tidak merestui hubungan Mayang dengan Raharja karena Mayang berasal dari keluarga biasa.
Akhirnya kedua orang tua Raharja menjodohkan Raharja dengan beberapa wanita. Sejak itulah sifat Raharja berubah menjadi sombong dan angkuh agar semua wanita yang akan dijodohkan dengannya merasa tidak nyaman lalu menyerah dan pergi. Hingga suatu saat kedua orang tua Raharja menjodohkan putranya itu dengan Selena, wanita keras kepala, sedikit sombong namun juga ada sisi lembutnya.
__ADS_1
Awalnya Selena ingin menyerah, namun saat teringat pesan kedua almarhum orang tuanya, Selena memilih untuk terus melanjutkan perjodohannya dan menerima semua sifat sombong Raharja yang sudah mendarah daging sampai saat ini.
"Papa kenal?" tanya Xavier penasaran.