Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 34


__ADS_3

"Papa kenal?" tanya Xavier penasaran.


***


"Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Mahendra. Pemilik CEO MD GROUP. Dia mempunyai sepasang anak, tapi yang papa tau Angel ini dulunya culun.


"A.. Apa? Papa mungkin salah orang,' ucap Xavier yang masih tak percaya dengan ucapan papanya.


"Papa gak mungkin salah orang. Kita ada beberapa kerja sama dengan keluarga Angel," ucap Raharja lalu meminum kopinya.


"Xavier, apa benar kamu akan menikah dengannya," ucap Selena sangat antusias.


"Ya. Xavier sangat yakin. Sebenarnya kami telah memiliki anak


Maka dari itu kami memutuskan untuk menikah," ucap Xavier membuat kedua orang tuanya semakin kaget.


"A.. Anak? Kamu jangan bercanda. Ini sama sekali tidak lucu," sela Raharja tidak suka.


"Iya Xavier. Kalau kamu memang mau menikah dengan Angel, tak perlu sepeti ini. Ini sama sekali tidak lucu," tambah Selena.


*Pa, Ma, Xavier serius. Kami memang sudah memiliki seorang putri. Namanya Bulan dan usianya kurang lebih baru satu bulan. Percaya gak percaya, tapi inilah kenyataannya," ucap Xavier menatap kedua orang tuanya bergantian.


"Ka.. Kamu serius?" tanya Raharja sekali lagi memastikan pendengarannya.


"Ya, Xavier serius pa," jawab Xavier mantap.


Kedua orang tua Xavier terdiam. Mereka larut dalam pikiran masing-masing. Mereka berdua bingung apa yang harus dilakukan kepada putra semata wayang nya itu.


"Ya sudah, kalau begitu, ajak kami menemui Angel dan juga anakmu," ucap Raharja lemah.


jika ucapan Xavier benar, berarti dirinya telah resmi menjadi seorang opa.


"Iya. Papa mu benar. Kalau kamu memang sudah memiliki anak, maka dari itu kamu harus membawanya kehadapan papa dan juga mama," tambah Selena mengusap kepala anaknya.


"Baik, nanti Xavier akan membicarakannya dengan Angel. Tapi Xavier harap papa sama mama mau merestui hubungan Xavier dengan Angel," ucap Xavier memberi syarat.


"Baik, jika itu mau mu," jawab Raharja.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Xavier pun pamit kepada kedua orang tuanya untuk menemui Angel. Sesampainya di apartemen Angel, Xavier mendapati sikap Angel yang berubah total. Angel menjadi lebih dingin dan tak menghiraukannya.


"Angel kamu kenapa? Apa kamu sakit?" tanya Xavier penasaran.


"Tidak. Aku baik-baik saja," jawab Angel singkat tanpa melihat kearah Xavier.


"Lalu kenapa kamu bersikap seperti ini? Apa aku punya salah?" tanya Xavier lagi.


"Bersikap seperti apa? Memang aku kenapa? Xavier dengar ya, lebih baik saat ini kamu lupakan masalah pertanggung jawaban mu. Aku bisa membesarkan Bulan seorang diri,' jawab Angel lalu ia menangis sesugukan.


"Angel kamu kenapa? Bukankah tadi kita baik-baik saja. Kalau aku punya salah, bilang Njell, jangan seperti ini," ucap Xavier. Ia takut sekali jika Angel marah lagi kepadanya.


"Tadinya ia, sebelum aku tau kamu membohongiku. Sekarang aku sudah tau siapa kamu Xavier. Buat apa kamu mendekati aku jika saat ini kamu sudah mempunyai istri yang lagi hamil darah daging mu," ujar Angel menahan amarah dan kecewanya.


Betapa kagetnya Xavier saat mendengar ucapan Angel.


"Angel kamu bicara apa? Aku sama sekali tidak mengerti ucapan mu," jawab Xavier bingung.


"Gak perlu pura-pura bodoh Xavier. Aku ini bukan Angel yang bisa kamu akal-akali seperti dulu," balas Angel emosi.


Angel kemudian menarik tangan Xavier menuju kamar dan mengambil map yang tadi diberikan Ana kepadanya.


"Kamu lihat ini," ucap Angel melemparkan map itu ke dada Xavier.


Xavier kemudian mengambil dan membuka isi map tersebut. Ia melihat foto dirinya dan juga Ana tengah melangsungkan acara pernikahan, tak hanya itu, Xavier juga melihat foto dimana ia dan Ana sedang melakukan pemeriksaan USG disebuah rumah sakit. Di map itu juga ada beberapa berkas pernikahan dirinya dan juga Ana.


"Kamu dapat ini dari mana Angel? Ini sama sekali tidak benar. Ayo bilang, kamu dapat ini darimana?" tanya Xavier penasaran.


"Kenapa hmmm? Kamu kaget kebohongan kamu terbongkar?" jawab Angel tersenyum kecut.


"Bukannya aku takut, tapi ini sama sekali tidak benar. Aku berani bersumpah dan aku akan buktikan semua ini kepadamu. Sekarang kamu tinggal kasih tau saja, darimana kamu mendapatkan ini semua," tanya Xavier menatap Angel.


"Ana.. Ana yang memberikannya kepadaku. Tadi dia kesini menemui ku. Dia memberikan semua bukti ini. Kalau memang yang dituduhkannya kepadamu itu tidak benar, aku mau kamu memberikanku bukti. Jika kamu tidak sanggup, silahkan pergi," ucap Angel tegas.


"Baik. Aku akan membuktikannya kepadamu, tapi aku mohon bantu aku," jawab Xavier.


"Bantu? Aku harus bantu apa?" tanya Angel kini penasaran.

__ADS_1


"Aku mau kamu pura-pura mempercayai ucapan Ana, lalu kamu hubungi dia dan ajak dia ketemu. Selebihnya biar aku yang menyelesaikan masalah ini," ucap Xavier sungguh-sungguh.


Angel tampak berpikir sejenak sebelum ia menyetujui permintaan Xavier.


"Baik, nanti malam aku akan menghubunginya dan mengatur pertemuannya dengannya. Kebetulan tadi ia meninggalkan nomor teleponnya kepadaku," jawab Angel.


"Makasih Angel. Makasih. Aku janji jika aku tak akan membuat kamu kecewa lagi kepadaku. Aku bukanlah Xavier yang dulu. Kini aku telah mempunyai seorang putri cantik, jadi aku gak akan main-main lagi," ucap Xavier.


"Buktikan saja ucapan mu itu. Jika hanya sekedar bicara, semua orang juga bisa," ujar Angel ketus.


"Kamu lihat saja nanti. Aku akan buktikan semuanya. Oh ya, Bulan mana Njell?" balas Xavier menanyai keberadaan anaknya.


"Bulan lagi tidur. Bagaimana dengan urusanmu hari ini? Apa kamu jadi menemui kedua orang tuamu? tanya Angel jutek.


"Jadi. Ternyata mereka lebih tau siapa kamu dari pada aku," jawab Xavier tersenyum.


"Maksudnya?" balas Angel balik bertanya.


"Angel, kenapa kamu gak katakan padaku jika kamu adalah anak orang paling kaya di negara kita?" tanya Xavier membuat Angel terkejut.


"Kamu bicara apa? Aku sama sekali gak ngerti," jawab Angel gugup.


"Gak usah pura-pura bodoh Angel. Aku tau kamu adalah anak dari CEO MD GROUP, Bapak Derry Mahendra dan Ibu Mayang Alexandria. Angel kalau aku boleh tau, kenapa kamu menyembunyikan semua ini dari puplik?" tanya Xavier penasaran.


"Itu.. Itu karena kedua orang tuaku gak mau aku menjadi sombong dan arogant. Aku sendiri juga baru tau jika aku adalah anak dari MD Group. Setauku papa ku hanya bekerja sebagai karyawan biasa disana," jawab Angel jujur.


"Oh ya. Berarti kedua orang tuamu sangat menyayangimu," balas Xavier.p


"Kamu benar, mereka memang sangat menyayangiku dan juga kakakku," ujar Angel.


"Kamu punya kakak?" tanya Xavier memastikan pendengarannya.


"Ya, aku punya satu kakak laki-laki. Yang aku tau dia bekerja sebagai pelayan di Inggris, tapi setelah aku mengetahui identitasku, aku juga mengetahui jika kakakku mengurus perusahaan papaku yang ada disana," jelas Angel.


"Oh ya, kalau begitu aku ingin bertemu kakakmu dan meyakinkannya jika aku serius dengan adiknya yang cantik ini," jawab Xavier lalu menoel dagu Angel.


"Xavier," ujar Angel malu dan pipinya merona merah. Sebagai wanita biasa, meskipun ia masih belum sepenuhnya menerima Xavier, tetapi jika diperlakukan seperti itu, ia juga merasa malu dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2