Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Epidose 46


__ADS_3

"Gak.. Ini gak mungkin. Bagaimana wanita culun itu menjadi anak pemilik perusahaan sebesar itu. Xavier pasti membohongiku saat ini," ucap Ana berbicara pada dirinya sendiri.


***


Sementara itu di kamar Angel dan Xavier yang baru akan memasuki alam mimpinya di buat terjaga kembali oleh Bulan putri kecil mereka.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Xavier yang tidur memeluk erat sang istri.


"Kamu tidak dengar, itu Bulan menangis Xavier," jawab Angel memindahkan tangan Xavier yang melingkar di perutnya.


Dengan sangat terpaksa Xavier melepaskan pelukannya dari Angel. Xavier berpikir akan mencarikan baby sitter untuk Bulan, agar dirinya dan Angel lebih bisa tenang di malam harinya.


Keesokan harinya semua keluarga Raharja sedang menikmati sarapan pagi buatan Angel dan juga Selena. Tak lupa juga si pengganggu Ana yang masih tak percaya dengan jati diri Angel yang sebenarnya.


"Angel," panggil Raharja saat mereka tengah menikmati santap paginya.


"Ya pa. Kenapa?" jawab Angel lembut.


"Papa baru ingat, Bulan putri kamu nama panjangnya apa?" tanya Raharja tiba-tiba dan menarik perhatian semua yang ada di meja makan tersebut.


"Oh iya, mama sempat akan menanyakannya kepadamu. Namun mama lupa," tambah Selena sambil mengunyah nasi goreng di mulutnya.


"Nama panjangnya belum ada ma, pa. Angel bingung mau memberi Bulan nama panjang seperti apa," jawab Angel apa adanya.


"Apa kamu ada usul Xavier?" tanya Raharja kepada putra tunggalnya.

__ADS_1


"Hmmmm kalo Bulan nya di tambah Cahaya gimana pa,ma?" usul Xavier melihat kedua orang tuanya dan Angel bergantian.


Sementara itu, Ana hanya ikut menyimak dengan sakit hati sekaligus rasa iri yang mendalam pada dirinya.


"Bagus. Mama suka, kalau kamu gimana pa?" tanya Selena melempar pertanyaan kepada Raharja.


"Papa setuju. Kalo dari papa cukup tambahkan Raharja sebagai nama belakangnya. Tak hanya mewarisi darah daging Raharja. Kelak Bulan cucu papa itu akan mewarisi seluruh kekayaan milik Raharja," ucap Raharja membuat Ana kaget dan keselek makanannya sendiri.


Uhuuk..Uhukkk..


"Kamu kenapa Ana?" tanya Angel yang sudah tau alasan kenapa Ana bisa sampai tersedak makanannya sendiri.


Ana sama sekali tidak menjawab pertanyaan Angel. Ia pun meminum banyak air hingga tenggorokannya kembali terasa baik.


"Xavier aku mau kasih tau sama kamu jika Angel telah membohongimu dan juga keluargamu," ucap Ana tiba-tiba.


"Maksud kamu apa?" tanya Angel yang merasa tersinggung dengan ucapan Ana.


"Lo ngaku aja. Sebenarnya lo itu bukan anak dari pemilik MD Group kan. Lo itu hanya ngaku-ngaku agar Xavier dan keluarganya mau menerima lo dengan lapang dada. Iya kan? Angel.. Angel.. Lo bisa bohongin mereka, tapi lo gak bisa bohongin gue," ucap Ana membuat keluarga Raharja merasa tersinggung.


"Heh Ana, maksud kamu apa ha? Kamu pikir kami keluarga Raharja mau menerima Angel sebagai menantu di rumah ini karena dia anak dari orang paling kaya di negeri ini gitu? Dan kamu berpikir jika Angel bukan anak orang kaya, kami gak akan menerimanya begitu? Hhhhh kamu salah Ana. Darimanapun Angel berasal, saya dan keluarga saya akan menerima Angel sebagai menantu saya karena sifat dan perilakunya. Kamu camkan itu," ucap Selena panjang lebar dengan emosi dan kesal yang teramat sangat terhadap Ana.


"Selena sudah. Kamu tidak perlu melayani wanita ular seperti Ana. Sekarang saya sebagai kepala keluarga di rumah ini meminta kamu untuk segera pergi dari rumah saya saat ini juga," ucap Raharja mengusir Ana dari kediaman Raharja.


"Ya, Xavier setuju. Alangkah baiknya wanita ular ini pergi dari rumah kita. Dia itu hanya benalu yang akan menghancurkan rumah tangga aku dan juga Angel," tambah Xavier mendukung papanya.

__ADS_1


"Apa? Pergi? Gak aku gak mau pergi dari sini. Kalian kan janji memberikan aku waktu seminggu untuk tinggal disini," ucap Ana yang menolak pergi dari kediaman Raharja.


"Ana lo punya malu gak sih? Lo ini siapa? Lo gak ada hubungan apa-apa dengan keluarga ini," ucap Xavier yang sangat kesal dengan Ana.


"Xavier benar. Kamu ini bukan siapa-siapa di keluarga kami. Jadi tolong sekarang juga tinggalkan rumah ini atau kami akan memanggil orang untuk menyeret mu keluar dari rumah ini," tambah Selena mendukung Xavier.


"Tapi aku akan pergi kemana Xavier? Xavier tolonglah. Jangan gara-gara wanita murahan ini kamu jadi seperti ini kepadaku. Kamu ingatkan dulu kita itu saling mencintai. Jika ada yang pergi dari rumah ini, orang itu seharusnya Angel, bukan aku. jika memang benar Bulan itu darah daging mu, aku mau kok bantu kamu buat mengurus dan merawatnya sampai ia besar nanti. Aku janji akan memperlakukannya sebaik mungkin," jawab Ana yang tak terima jika mencari alasan agar ia tak di usir dari kediaman Raharja.


"Kurang ngajar," dua kata yang keluar dari mulut Xavier sebelum ia menyeret Ana keluar dari rumah kedua orang tuanya itu.


Sebenarnya Angel merasa kasihan melihat Ana, namun karena ucapan Ana yang sudah keterlaluan mengatakan dirinya dan juga Bulan, Angel hanya membiarkan Xavier mengusirnya dengan cara seperti itu.


"Xavier lepas, sakit. Xavier aku tidak mau pergi dari rumah ini. Xavier aku mohon jangan usir aku. Aku ini Ana, cinta mati mu," ucap Ana yang terus meronta-ronta saat Xavier terus menyeretnya keluar dari rumah kedua orang tuanya.


"Diam kau Ana. Kau itu tidak tau di untung, sudah di tampung tinggal di rumah ini, kau malah menghina istri dan juga anakku," ucap Xavier sambil menggenggam erat lengan Ana dan menyeretnya.


Sesampainya di teras rumah mewah itu, Xavier melepaskan genggamannya lalu melempar Ana ke terasa hingga wanita cantik itu jatuh terjerembab ke lantai.


"Aaaawww sakit. Xavier kamu tega ya beginiin aku hanya karena perempuan culun itu. Kamu itu sudah ditipu oleh wanita itu. Suatu saat nanti kamu akan menyesalinya dan kamu akan kembali mengemis cintaku," ucap Ana memegangi tangannya yang luka.


"Kau yang penipu. Dasar wanita murahan. Kau pikir aku tidak tau kelakuanmu di belakangku. Dan jangan kau kira aku tidak tau ya skandal mu selama di luar negri sana. Kau di DO kan karena telah ketahuan bermain api dengan petinggi universitas tempat kau kuliah. Jangan kau pikir aku diam berarti aku tidak tau ya Ana. Aku diam karena aku sudah muak dengan semua kelakuan dan sifat murahan mu itu," ucap Xavier membuat Ana kaget.


"Kau? Darimana kau mengetahuinya? Semua itu hanya fitnah Xavier. Itu tidaklah benar," ucap Ana berbohong.


"Fitnah atau tidaknya, aku sama sekali tidak peduli," jawab Xavier kemudian meninggalkan Ana yang masih terjerembab di lantai teras rumahnya

__ADS_1


__ADS_2