Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 48


__ADS_3

"Udah pa.. Udah.. Ana gak bakal ngaduin sama mama kok.. Papa tenang ya.. Ana sama sekali gak marah kok," jawab Ana yang mempunyai rencana licik.


"Makasih Ana.. Tapi kamu benar-benar tidak marah kan?" tanya Derry sekali lagi.


***


"Gak lah pa.. Buat apa Ana marah. Bahkan jika papa mau melakukan hal yang lebih, Ana juga gak akan marah kok," jawab Ana yang sudah mengetahui jika Derry hanya berpura-pura.


"Mak.. Maksud kamu?" tanya Derry tak percaya.


"Maksud Ana, jika papa mau memegang bagian tubuh Ana yang lain, Ana sama sekali gak keberatan. Ana bahkan senang jika papa menyentuh-nyentuh Ana seperti tadi," jawab Ana memegang tangan papa angkatnya itu.


"Ka.. Kamu serius Ana?" tanya Derry masih tak percaya.


"Ana serius Pa. Bahkan jika papa mau, Papa boleh kok tidur di kamar Ana malam ini. Mama kan lagi keluar kota," jawab Ana memberi angin segar kepada Derry.


Mendengar tawaran Ana. Derry kemudian tersenyum dan memeluk putri angkatnya itu. Ia kemudian mencium bibir Ana sekilas lalu melepas pelukannya kembali.


"Makasih Ana. Papa gak nyangka bakal punya anak angkat seperti kamu," ucap Derry mengusap-usap kepala Ana.


"Sama-sama Pa. Ana senang dan bahagia bisa punya Papa angkat yang bisa bahagiain Ana lahir dan batin," jawab Ana tersenyum memperlihatkan gigi gingsul yang menjadi daya tarik Ana sendiri.


Akhirnya Ana dan Derry makan malam berdua dengan posisi Ana duduk di atas pangkuan Derry papa angkatnya.


"Gimana Pa? Enak gak mie buatan Ana?" tanya Ana yang baru saja menyuapi Derry mie goreng buatannya.


"Enak.. Tapi pedes. Kamu suka pedes ya?" jawab Derry di sela-sela makannya. Sedangkan tangan Derry melingkari pinggul bohay Ana dan sesekali tangannya yang lain mengelus-elus paha Ana.


"Suka dong pa," jawab Ana mengusap-usap tengkuk Derry, sehingga membuat hasrat laki-laki paruh baya itu semakin meningkat.


Selesai makan, Ana langsung membersihkan sisa makanan yang ada di atas meja. Ana yang sedang mencuci piring, tiba-tiba saja di peluk dari belakang oleh Derry.


'Dasar tua bangka. Untung aja kaya, kalo gak udah gue buang jauh-jauh,' batin Ana kesal.


Beberapa saat kemudian, Ana telah selesai dengan urusan dapurnya. Ia yang hendak langsung ke kamar tiba-tiba diserang oleh Derry dengan berbagai ciuman yang panas.


Karena Ana memang memiliki tujuan untuk merebut Derry, maka ia juga melayani ciuman dari papa angkatnya itu.

__ADS_1


"Kita ke kamar yuk?" ajak Derry dengan suara parau.


Ana tidak menjawab, tetapi ia memberikan anggukan pertanda dirinya setuju untuk di ajak ke kamar oleh Derry.


Setibanya di kamar, Derry langsung bermain dengan buasnya. Ia melucuti seluruh pakaian Ana dan juga pakaian nya sesaat sebelum melanjutkan kembali adegan panasnya itu.


Ana yang sudah sudah tau caranya melayani laki-laki berumur, kemudian mengeluarkan jurus-jurusnya yang bisa membuat laki-laki tersebut bisa mengeluarkan cairannya dengan cepat. Ia tidak mau jika harus bermain lama-lama dengan orang tua Heru tersebut.


Selesai bermain, mereka memutuskan untuk berbaring bersama sembari berpelukan satu sama lain.


"Pa," panggil Ana manja.


"Ya, kenapa sayang?" jawab Derry lembut.


"Hmmmmm, kira-kira, kalau Ana ngajak papa nikah, papa setuju gak?" tanya Ana membuat Derry kaget.


"Menikah?" tanya Derry memastikan.


"Ya, menikah. Jika kita menikah, papa kan bebas mau lakuin apapun pada Ana, gak perlu diam-diam lagi," jawab Ana membujuk Derry.


"Jika kita menikah, bagaimana dengan mamamu?" tanya Derry teringat akan istrinya.


'Benar juga apa yang Ana katakan. Lagian, aku menikahi Ana tanpa sepengetahuan Leni,' batin Derry mempertimbangkan permintaan Ana.


"Baik kalau itu mau mu. Papa mau menikahi mu tanpa sepengetahuan mama Leni. Nanti setelah menikah, papa akan membelikan mu sebuah rumah untuk kamu tempati. Papa akan mengunjungi mu sesering mungkin. Bagaimana? Apa kamu suka?" ucap Derry bertanya.


"Pa.. Papa serius mau beliin Ana rumah?" tanya Ana memastikan pendengarannya.


"Ya, kenapa tidak. Anggap saja itu sebagai hadiah pernikahan untukmu," jawab Derry kemudian ******* bibir Ana.


"Baiklah. Terima kasih pa. Tapi, kapan kita akan menikah?" tanya Ana tidak sabar untuk keluar dari rumah ini.


"Bagaimana kalau besok. Kebetulan mama kamu tidak di rumah," jawab Derry kembali ******* bibir anak angkatnya itu.


"Ok.. Makasih pa. Ana sayang papa," ucap Ana memeluk erat tubuh Derry.


'Yes.. Perlahan aku akan bangkit kembali dari keterpurukan ku. Setelah memiliki semua asetnya, maka aku akan pergi meninggalkan si tua bangka ini,' batin Ana tersenyum licik.

__ADS_1


Sementara itu, Angel dan juga Xavier baru saja merebahkan tubuh mereka di atas ranjang kamar mereka. Seharian ini, Angel dan juga Xavier dibuat panik oleh Bulan yang badannya sedang kurang sehat.


Seharian Bulan rewel dan hanya akan anteng jika ada Angel dan juga Xavier di sisi kiri dan kanannya.


"Apa kamu lelah?" tanya Xavier mengusap kepala istri kesayangannya itu.


"Iya, aku lelah sekali. Hari ini Bulan benar-benar rewel sekali," jawab Angel yang sudah rebahan di sebelah Xavier.


"Ya sudah, kalau begitu, aku mau menundanya saja," balas Xavier membuat Angel memutar tubuhnya menghadap suaminya itu.


"Menunda?" tanya Angel menaikkan satu alisnya.


"Ya, menunda," jawab Xavier sekali lagi.


"Menunda apa?" tanya Angel penasaran.


"Hmmmmm, kasih tau gak ya,?" jawab Xavier bercanda.


"Ihhhh, ayo dong kasih tau aku," ucap Angel manyun.


"Haha.. Kamu semakin cantik saat manyun seperti ini sayang," bisik Xavier membuat bulu kuduk Angel berdiri.


"Iiiihhhh apaan sih Xavier. Ayo dong beri tau aku. Kamu mau menunda apa?" tanya Angel benar-benar penasaran dengan ucapan Xavier.


"Haha.. Baik.. Baik, aku akan memberi tahukannya kepadamu, tapi ada beberapa syarat terlebih dahulu," ucap Xavier berhasil membuat Angel semakin penasaran.


"Syarat apa?" tanya Angel mulai kesal.


"Ini... Cium dulu," jawab Xavier memanyunkan bibirnya.


"Ihhhh, kamu apaan sih. Malu tau," jawab Angel dengan pipi yang merah merona.


"Kenapa malu sih, kita ini kan suami istri. Bagaimana, mau tau apa nggak nih? Kalo nggak mau, ya nggak masalah juga sih," ucap Xavier. Seketika itu juga, mulutnya langsung di sumpal oleh Angel dengan menggunakan mulutnya.


Seketika , Xavier terdiam dan tak dapat berkata apa.


Sekarang, ayo cepat katakan. Apa maksud ucapan mu itu?" tanya Angel sekali lagi.

__ADS_1


"Hehe, sebenarnya bukan apa-apa kok sayang. Aku hanya bercanda saja," jawab Xavier cengengesan.


__ADS_2