
"Angel," teriak semua orang yang kaget melihat Angel terkulai lemas.
Dengan cepat Xavier membawa Angel pergi dari tempat acara pernikahan mereka berlangsung.
Sedangkan para orang tua membagi dua tugas mereka. Yang perempuan tetap tinggal menjaga Angel, dan yang laki-laki menyusul Heru ke Hollywood Hotel.
Sesampainya di Hollywood Hotel, Raharja dan Derry telah mendapati banyak sekali mobil polisi dan satu mobil ambulans yang terparkir di loby hotel tersebut.
Dengan cepat Derry dan juga Raharja turun dari mobilnya menuju kamar tempat Heru menginap.
Sesampainya di lantai tempat Heru, sudah banyak penghuni hotel lainnya yang ingin melihat secara langsung, namun polisi melarang mereka untuk masuk.
Awalnya Derry dan Raharja juga dilarang masuk oleh para polisi yang berjaga di sana. Namun setelah mereka menjelaskan apa hubungannya dengan Heru, barulah dua laki-laki yang baru saja menjadi besanan itu di perbolehkan untuk masuk dengan catatan tidak boleh menyentuh apapun yang ada di dalam kamar Heru.
Begitu masuk, mereka berdua sangat terkejut dan shock saat melihat Heru yang masih tergantung di seutas tali yang dirangkainya di atas plafon kamar hotel tersebut.
Mereka tidak menyangka jika Heru benar-benar akan perbuatan terkutuk tersebut.
Setelah olah TKP selesai, barulah jenazah Heru di turunkan lalu di masukkan ke dalam kantong jenazah untuk segera. di bawa ke rumah sakit.
Sedangkan Derry dan Raharja diminta untuk memberi keterangan di kantor polisi setempat.
Dalam perjalanan ke kantor polisi, Raharja yang memang dekat dengan keluarga Heru, segera menghubungi kedua orang tuanya untuk memberi tahukan perihal kematian putra mereka.
Betapa shock dan kagetnya mereka saat mendapat kabar dari Raharja.
__ADS_1
.
.
Angel tang tadi pingsan, kini sudah mulai siuman kembali.
Saat Angel baru saja sadar, ia segera meminta Xavier untuk mengantarnya ke Hollywood Hotel.
"Angel sayang bukannya aku gak mau nganterin kamu. Tapi kamu baru sadar. Lagian saat ini, jenazahnya Heru sudah dibawa ke rumah sakit," jelas Xavier mengusap kepala wanita yang kini sudah resmi menjadi istrinya.
"Tapi aku tidak tenang. Aku ingin melihat langsung jenazahnya," jawab Angel
"Angel apa yang dikatakan suamimu itu benar nak. Lebih baik kamu tunggu saja disini. Nanti jika jenazahnya sudah di rumah, baru kita sama-sama akan ke sana," jelas Mayang.
"Baiklah ma," jawab Angel yang menyerah.
Ana kemudian berusaha mencari nomor keluarga Heru, dan ia menghubungi keluarga Heru. Ana mengatakan jika Heru bunuh diri karena ditinggal menikah oleh kekasihnya Angel dengan sahabatnya sendiri yaitu Xavier.
Ana juga menambah-nambahkan cerita. Menyudutkan Angel kepada keluarga Heru, sehingga keluarga Heru jadi membenci Angel.
Tak lupa juga Ana mengatakan jika anak perempuan Angel adalah darah daging Heru, bukan Xavier.
Mendengar penjelasan Ana yang terakhir, anggota keluarga Heru sangat-sangat marah. Mereka berfikir jika Angel lah penyebab utama kematian Heru.
Keesokan harinya, keluarga Heru tiba di Amerika. Mereka segera menuju rumah sakit tempat Heru di periksa.
__ADS_1
Karena Angel yang dari kemaren ngotot ingin melihat kondisi Heru, akhirnya pihak keluarga mengizinkan Angel ke rumah sakit.
Awalnya keluarga Heru tidak mengetahui jika wanita yang bersama Xavier itu adalah Angel. Namun sesaat kemudian, setelah di perkenalkan oleh Xavier, seketika itu juga keluarga Heru sangat marah. Dan parahnya lagi, mamanya Heru memberi tamparan kepada wanita cantik itu.
"Dasar wanita murahan. Setelah kamu mendapatkan laki-laki yang lebih kaya dari anak saya, kamu seenaknya saja berpaling dari anak saya. Kami pikir saya tidak tau semuanya. Dan kamu Xavier. Kamu jangan percaya kepada wanita ular ini. Pasti dia mengarang cerita tentang kehamilannya padamu kan? Kamu tau Xavier, anak wanita ini adalah darah daging Heru. Sahabatmu sendiri. Kamu jangan mau di manfaatkan oleh wanita ini," teriak Mamanya Heru.
Mendengar ada yang menghina istrinya, Xavier tidak tinggal diam begitu saja.
"Tante bicara apa? Bulan itu anak saya. Darah daging saya," jawab Xavier lantang.
"Hhhh, buka matamu Xavier. jangan mau tertipu dengan kecantikan wanita murahan ini," ucap Mamanya Heru menghina Angel.
"Sudah cukup ya Tante. Jangan hina istri saya lagi. Tante tau apa ha? Siapa yang mengatakan jika Bulan itu anaknya Heru. Dia itu anak saya. Darah daging saya. Jika Tante tidak keberatan, mari kita tes DNA," teriak Xavier yang sudah emosi.
"Ingat ya Tante, jika terbukti ucapan Tante itu salah, aku akan tuntut Tante atas pencemaran nama baik," tambah Xavier menunjuk Mamanya Heru.
Karena suasana di rumah sakit semakin tegang, Xavier kemudian mengajak Angel untuk pulang ke apartemen.
"Angel, lusa kita akan pulang ke Indonesia. Setibanya di tanah air, aku akan melaporkan mamanya Heru ke polisi atas pencemaran nama baik," ucap Xavier saat di atas mobil.
"Sudahlah Xavier. Mereka itu lagi berduka. Baru saja mereka kehilangan Heru," jawab Angel melarang Xavier membawa kasus ini ke polisi.
Sesampainya di apartemen, Xavier menyuruh Angel untuk mandi kemudian beristirahat.
Saat Angel sedang mandi, Xavier rebahan di atas kasur sambil bermain dengan Bulan anaknya.
__ADS_1
Setengah jam kemudian, Angel akhirnya keluar dari kamar. Ia kemudian menyuruh Xavier yang sedang bermain game di ponselnya.