Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 31


__ADS_3

"Hai sayang. Kenalkan ini opa mu. Kamu cantik sekali, mirip sekali dengan mamamu sayang," ucap Adrian menatap cucunya yang berada di tangan Mayang.


***


Tak lama kemudian Xavier datang dan menyalami calon mertuanya tersebut.


"Om, Tante. Maafkan jika saya tidak menjemput Om dan juga Tante ke bandara. Saya benar-benar sibuk sekali Om, Tante," ucap Xavier kepada calon mertuanya tersebut.


"Tidak apa-apa nak Xavier. kamu kabarnya gimana? Baik?" tanya Mayang kepada calon menantunya itu.


"Alhamdulillah saya baik Om, Tante," jawab Xavier lembut.


Angel yang melihat perlakuan kedua orang tuanya hanya bisa tersenyum kecut karena, mereka tidak tau apa yang terjadi sebelumnya. Andaikan mereka berdua tau, pastilah kedua orang tua itu tak akan mau memperlakukan Xavier seperti ini.


Tak lama kemudian, Heru juga datang berkunjung ke apartemen milik Angel.


Xavier yang mengetahui kedatangan Heru, emosinya langsung naik seketika. Tapi ia mencoba menahan emosinya karena ada kedua orang tua Angel di sana.


"Kak Heru? Bagaimana kabar kakak?" tanya Angel spontan dan membuat Xavier menatap tajam Angel seketika itu juga. Sadar akan tatapan dingin Xavier, Angel langsung menunduk dan diam.


"Aku baik Angel," jawab Heru lalu menyalami tangan kedua orang tua Angel.


"Om, Tante. Kapan sampai?" tanya Heru basa-basi.


"Baru saja," jawab Derry papanya Angel.


Kedua orang tua itu awalnya memang sudah mengenal Heru, tapi tidak dekat seperti Xavier. Jadi mereka agak sedikit kaget saat melihat kehadiran Heru di apartemennya.


"Heru, ada perlu apa lo kesini?" tanya Xavier menatap dingin Heru. Tak ada lagi hawa persahabatan diantara mereka berdua. Yang ada hanyalah tatapan yang dingin satu sama lainnya.


"Gak, gue kesini cuma mau pamit sama Angel dan yang lainnya juga. Besok gue akan kembali ke Indonesia. Lagian tugas gue disini juga udah selesai," jawab Heru dengan senyuman penuh artinya.


Xavier yang sudah lama berteman dengan Heru, merasa ada sesuatu yang dirahasiakan dari sahabatnya itu. Senyuman dan logat yang Heru berikan tampak berbeda dari yang biasanya.


"Ya udah. Bagus kalau gitu. Lo hati-hati ya," jawab Xavier mengikuti tersenyum ramah.

__ADS_1


"Om, Tante, kalau gitu saya pamit pulang dulu ya. Angel, aku pulang dulu," pamit Heru kepada semuanya kecuali Xavier.


"Ya udah, hati-hati ya nak Heru," ucap Mayang dan juga Derry bersamaan, sedangkan Angel hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Iya makasih Om, Tante," jawab Xavier menyalami kedua orang tua itu.


"Xavier gue pamit. Titip Angel. Cepat atau lambat gue akan mengambilnya kembali," bisik Heru membuat tangan Xavier mengepal menahan emosi. Andai saja kedua orang tua Angel tidak ada, pastilah Xavier akan menghabisi Heru saat itu juga.


"Gak akan pernah gue biarkan lo merebut Angel dan anak gue," jawab Xavier ditelinga Heru.


Heru hanya membalas dengan senyum smirk nya lalu pergi meninggalkan apartemen itu.


Xavier tak menyangka jika sahabatnya itu akan berubah sedemikian itu. Xavier tak melihat lagi sifat Heru yang dulu. Heru yang tenang dan bijak.


Heru memarkirkan mobilnya disebuah cafe. Setibanya di sana, ia langsung mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


"Kamu bisa berangkat besok. Kita akan jalankan rencana kita secepatnya," ucap Heru yang berbicara melalui panggilan telepon.


"Baik. Aku akan berangkat besok. Aku juga sudah tidak sabar untuk melihat kehancuran mereka," jawab seseorang dari seberang telpon.


"Bagus. Kalau gitu siap-siaplah," balas Heru lalu memutuskan panggilannya.


'Jika aku gue gak bisa miliki Angel, maka Xavier atau yang lainpun juga tak boleh memilikinya' batin Heru.


Ia sangat terobsesi untuk memiliki Angel. Heru sebenarnya adalah laki-laki baik. Dulu ia memiliki kekasih namun meninggal dalam sebuah kecelakaan. Sejak saat itu ia menutup pintu hatinya rapat-rapat hingga suatu saat ia bertemu dengan Angel. Dan pada saat itu Heru langsung merasakan kembali hatinya hidup kembali. Sejak itu Heru selalu membela Angel saat Xavier dan teman-temannya membully dan menjaili Angel.


Heru begitu marah saat dirinya tau jika Xavier telah menodai Angel dan kemarahannya bertambah saat ia juga mengetahui jika Angel mengandung darah daging Xavier.


Sejak saat itu Heru menjadi berubah. Ia rela persahabatannya yang sudah berlangsung lama dengan Xavier menjadi hancur demi cintanya kepada Angel.


Di apartemen kedua orang tua Angel tengah duduk santai di ruang tamu apartemen mewah tersebut sambil menimang-nimang cucu pertama mereka.


"Papa, mama, Maafkan Angel," ucap Angel tiba-tiba meminta maaf kepada kedua orang tuanya.


Sedangkan Xavier yang juga ikut duduk di ruang tamu itu langsung melihat ke arah Angel.

__ADS_1


"Sudahlah sayang. Semuanya sudah terjadi. Mungkin ini sudah jalan takdirmu nak," jawab Derry mengusap kepala putrinya itu.


"Iya sayang. Yang terpenting sekarang kamu dan juga bayimu baik"baik saja. Kita hanya pikirkan kapan kamu akan menikah dengan nak Xavier. Kasihan Bulan," tambah Mayang menatap Bulan cucunya.


"Saya akan menikahi Angel secepatnya Om, Tante," jawab Xavier.


"Baguslah kalau begitu. Nanti setelah kalian menikah, kalian boleh pulang kembali ke tanah air," ujar Derry sambil meminum minumannya.


"Baik Om, Tante," balas Xavier cepat.


Keesokan harinya, sebuah pesawat mendarat di bandara internasional di negara itu.


Tak lama kemudian, tampak turun seorang wanita cantik dengan membawa sebuah koper berjalan menuju luar bandara.


Sedangkan diluar bandara, sudah menunggu Heru dengan pakaian serba hitamnya.


Heru langsung membawa wanita itu masuk ke mobilnya.


Ia tampak dingin kepada wanita tersebut.


"Apa kita akan menemuinya sekarang?" tanya wanita itu yang tak lain tak bukan adalah Ana, mantan kekasih Xavier.


"Jangan sekarang. Kamu istirahat saja dulu. Kita akan mempersiapkan semuanya dengan matang," jawab Heru yang tetap fokus dengan kemudinya.


"Ok baiklah," balas Ana lalu menyenderkan kepalanya, lalu tidur sejenak.


Tiga puluh menit kemudian, Heru sudah sampai di sebuah apartemen yang ia sewa. Ia kemudian membangunkan Ana dan menyuruhnya untuk turun. Sedangkan Heru bergegas turun lalu mengeluarkan koper milik Ana dan membawanya masuk menuju unit apartemennya.


Setibanya di unit milik Heru, Ana langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Wanita itu begitu lelah. Tak butuh waktu lama ia pun tertidur pulas.


Melihat Ana yang sudah tidur, Heru memutuskan untuk berendam di bathtub untuk melepas penatnya.


Baru beberapa menit ia berendam, tiba-tiba saja Ana masuk dan langsung membuka pakaiannya.


Ana sama sekali tak menyadari keberadaan Heru di bathtub kamar mandi tersebut, karena ada sekat pembatas antara bathub dan juga shower mandinya.

__ADS_1


Heru sama sekali tak berniat untuk memberi tahu Ana akan keberadaannya. Toh ia dan Ana juga tak akan bisa saling melihat satu sama lain, karena sekat pembatas yang buram.


Namun siapa sangka, saat Ana sudah membasahi seluruh tubuhnya, ia kemudian berjalan menuju bathtub untuk berendam juga.


__ADS_2