Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 45


__ADS_3

"Sialan, berani-beraninya mereka berbahagia di atas penderitaan gue. Lihat saja, gue akan membalas ini semua. Kalian tunggu saja nanti," ucap Ana dengan hati yang remuk setelah mengetahui apa yang di lakukan Angel dan juga Xavier di dalam kamarnya.


***


Ana kemudian kembali balik ke kamarnya di lantai satu dengan perasaan kesal.


"Sial.. Seenak nya saja lo gantiin posisi gue di hati Xavier. Lo pikir lo siapa ha? Lo itu gadis culun, kampungan, miskin yang menumpang hidup di keluarga Raharja ini. Gue tau, lo cuma mau numpang hidup enak dengan alasan anak haram lo itu," ucap Ana berdiri di depan kaca.


Sementara itu, Angel dan juga Xavier baru saja menyudahi permainan ranjangnya. Angel dan Xavier saat ini masih terkulai lemas di atas tempat tidurnya tanpa sehelai benangpun.


"Makasih sayang," ucap Xavier mencium sekilas pucuk kepala sang istri.


"Makasih buat apa? Ini memang sudah menjadi tugasku sebagai seorang istri," jawab Angel menyenderkan kepalanya di dada bidang penuh peluh milik Xavier.


Saat mereka masih bermesraan satu sama lain, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kamar Ana. Dengan cepat Xavier dan juga Angel mengenakan semua pakaiannya dan bergegas menuju kamar Ana.


"Kenapa?" tanya Xavier kepada Ana saat semua anggota keluarga Raharja telah berkumpul di kamar Ana.


"Itu.. Tadi itu ada tikus.. Xavier tolong aku.. Aku takut.. Aku tidur di kamar kamu aja ya.. Gak papakan Njell," ucap Ana merengek mencari perhatian Xavier.


"Heh, kamu gila ya.. Kamu tau kan kalo Anak saya itu sudah punya istri. Enak saja mau numpang tidur di kamar anak dan mantu saya," ucap Raharja angkat bicara.

__ADS_1


"Tapi Om, Ana takut. Nanti kalau tikus nya datang lagi gimana? Angel pasti bolehin kok. Iya kan Njell," tanya Ana menatap Angel.


"Jangan gila lo An. Lo pikir lo itu siapa ha? Di izinin numpang disini aja syukur lo. Dikasih hati minta jantung lo," tambah Xavier kesal.


"Tapi aku yakin, Angel pasti ngizinin," rengek Ana mendekat ke Angel.


Sontak semua mata tertuju kepada Angel untuk menanti jawaban dari Angel.


"Hhhh.. Ana.. Ana.. Saya tau saya baik. Tapi saya tidak bodoh. Mana mungkin saya mengizinkan kamu tidur di kamar kamu untuk tidur di kamar saya dan suami saya," jawab Angel membuat semua orang lega terkecuali Ana.


"Tapi kan ada lo juga Njell," ucap Ana kesal.


"Walaupun ada saya dan anak saya. Tetap itu bukan ranah kamu. Kamar saya itu privasi saya dan suami saya. Gak ada satupun orang yang boleh memasukinya kecuali atas izin saya dan suami saya, apalagi numpang tidur dikamar kami. Kamu itu hanya orang luar di rumah ini. Jadi jangan seenaknya," ucap Angel kesal.


Plak


Satu tamparan dari Angel mendarat mulus di pipi Ana. Semua anggota keluarga Raharja hanya diam melihat Angel yang ternyata bisa marah.


"Lo.. Kenapa lo nampar gue ha?" bentak Ana memegangi pipinya yang terasa panas.


"Kamu boleh menghina saya, tapi kamu jangan pernah menghina anak saya. Kamu pikir kamu ini siapa? Jangan mentang-mentang kamu itu mantan kekasih suami saya, kami jadi seenaknya ya. Ingat kamu itu hanya masa lalu, jadi gak usah kepedean," jawab Angel kesal dan meluapkan semua emosinya.

__ADS_1


"Berani ya lo ngatain gue seperti itu. Eh Njell ingat, lo tuh hanya orang miskin yang di nikahi oleh Xavier karena lo hamil anaknya dia, jadi lo jangan belagu ya, cepat atau lambat lo pasti akan di kembaliin ke tempat dimana lo seharusnya berada," ucap Ana membuat Angel muak.


"Ck.. Orang miskin? Jadi karena saya miskin kamu jadi seenaknya sama saya gitu?" tanya Angel mulai bosan.


"Ya memang seharusnya seperti itu. Lo itu gak pantas hidup di tengah keluarga Raharja seperti saat ini. Harusnya lo ngaca dulu," jawab Ana sinis.


Semua keluarga Raharja hanya diam menyaksikan perdebatan antara Ana dan Angel. Mereka semua ingin tau sejauh mana Ana akan merendahkan Angel yang sejatinya adalah anak orang nomor satu kaya di negara ini.


"Ck.. Ana.. Ana.. Lebih baik sekarang kamu tidur yang nyenyak. Kamu itu bukan level saya dari segi apapun. Bahkan waktu kamu masih kaya raya, kamu itu juga gak akan bisa selevel dengan saya. Jika saya sebutkan jati diri saya yang sebenarnya, saya takut kamu akan malu dengan sendirinya. Maka dari itu lebih baik kamu tidur," ucap Angel lalu pergi meninggalkan Ana dan yang lainnya.


Ana memang belum tau siapa Angel sebenarnya. Jika Ana tau, Ana akan sangat shock, sama seperti keluarga Raharja yang kaget saat Ana mengungkap jati dirinya kepada Xavier dan mertuanya.


Mereka sangat shock dan tak menyangka kala mengetahui Ana adalah anak dari keluarga kaya raya nomor satu di negara ini.


"Xavier kamu lihat kan seperti apa aslinya istrimu itu. Dia bahkan sangat sombong sekarang. Kamu tau, kamu itu hanya di manfaatkan oleh wanita ular itu, dan aku yakin, suatu saat nanti dia akan pergi dan mencari laki-laki yang lebih kaya lagi," ucap Ana masih tak tau diri.


"Haha.. Ana- Ana. Angel itu tak sama sepertimu. Asal kamu tau, Angel itu kaya raya sekali, bahkan dia lebih kaya dariku. Kau tau MD GROUP? Pastilah kau tau. Tidak ada orang di negara ini yang tak kenal dengan perusahaan raksasa itu, dan Angel adalah anak bungsu dari pemilik MD GROUP tersebut. Jadi buat apa dia mencari laki-laki yang lebih kaya lagi sedangkan hartanya sudah melimpah ruah?" ucap Xavier membuat Ana shock dan tak mempercayainya.


"Gak.. Gak mungkin. Kau pasti membohongiku. Kau pasti bercanda kan. Mana mungkin wanita culun itu anak dari pemilik perusahaan itu. Ini sama sekali gak mungkin," jawab Ana shock.


"Hhhh baiklah jika kau tak percaya, tapi aku tau kau bukan orang bodoh. Silahkan buka ponsel pintar mu dan cari apa saja yang ingin kau ketahui tentang Angel di sana," ucap Xavier lalu pergi menyusul istrinya ke kamar mereka di lantai dua rumah itu.

__ADS_1


Setelah Xavier pergi, Raharja dan istrinya juga pergi ke kamar mereka dan meninggalkan Ana yang masih berdiri tak percaya dengan apa yang baru saja ia ketahui.


"Gak.. Ini gak mungkin. Bagaimana wanita culun itu menjadi anak pemilik perusahaan sebesar itu. Xavier pasti membohongiku saat ini," ucap Ana berbicara pada dirinya sendiri.


__ADS_2