Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 44


__ADS_3

Semakin lama permainan antara Xavier dan Angel semakin memanas. Kini keduanya sudah sama-sama tidak menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya.


***


Xavier yang memang sudah berpengalaman berhasil membuat Angel merasakan sensasi terbang ke atas awan.


"Xavier ini geli sekali," ucap Angel dikala tangan Xavier memainkan inti milik Angel tersebut.


"Nikmati saja sayang. Ini akan membawamu terbang ke surga," jawab Xavier dengan suara serak.


Rasa nikmat yang saat ini berbeda jauh dengan rasa nikmat yang dulu pernah ia rasakan saat Xavier mengambil kehormatannya dengan paksa.


Bagi Angel, kali ini rasanya seperti nikmat yang tiada air mata dan keterpaksaan.


"Angel kita mulai sekarang ya," ucap Xavier yang di balas dengan anggukan dan nafas yang sesak oleh Angel.


Xavier memasukkan juniornya secara perlahan. Sedikit demi sedikit.


'Ya ampun, rasanya sama seperti saat pertama kali aku menyentuhnya. Masih sangat sempit dan sesak,' batin Xavier berusaha memasukkan juniornya yang terbilang cukup besar ke dalam lubang milik Angel.


"Awww Xavier, ini sakit sekali," lirih Angel yang merasakan sensasi perih dan panas di **** *************.


"Maafkan aku Angel. Aku janji akan lebih pelan lagi," jawab Xavier memperlambat permainannya.


"Ahhhh," desah Angel saat junior milik Xavier masuk sedikit demi sedikit.


"Ohh, hangat sekali sayang," ucap Xavier di saat semuanya sudah terendam di tempatnya.


Sedangkan Angel meremas seprai dengan sangat kuat sekali karena rasa perih dan panas yang ia rasakan di sekitar area miliknya.


"Xavier apakah punyamu ini akan merobek milikku? Ini rasanya begitu sesak sekali, dan juga melukai milikku," ucap Angel dengan nafas yang terengah-engah.

__ADS_1


"Maafkan aku Angel, ini memang sedikit sakit. Tapi percayalah, ini hanya sementara," jawab Xavier mengecup kening sang istri sekilas.


"Baiklah, kalau begitu ayo mulai," perintah Angel sambil tersenyum kecut.


"Siap laksanakan tuan putri," jawab Xavier dengan senang hati.


Ia mulai mencumbui Angel dari sisi manapun yang ia suka dan yang dapat ia raih dengan bibirnya.


Sedangkan tangannya sibuk bermain ke sana ke mari mengikuti kemana nafsu akan membawanya.


Xavier menikmati inci demi inci tubuh indah Xavier.


Ia begitu menikmati kekasih halalnya pada malam itu.


Xavier yang hebat dan perkasa berhasil membuat Angel berkali-kali merasakan sensasi terbang ke awan. Ia begitu terbuai dengan permainan ranjang yang Xavier hidangkan untuknya.


Malam itu menjadi saksi bisu di saat kedua insan itu bermain dan berbagi peluh untuk beberapa jam.


Sedangkan di kamar tamu, Ana sama sekali tidak bisa menutup matanya dan tertidur dengan nyenyak.


Ana terus saja mondar mandir ke sana kemari untuk mencari jalan keluar dari semua masalahnya.


Saat ini Ana benar-benar tidak memiliki uang. Uang terakhirnya yang pernah Heru transfer untuknya telah habis ia gunakan untuk ongkos pulang dari Amerika ke Jakarta.


Ana sama sekali tak menyangka semua fasilitas yamg Xavier berikan cuma-cuma untuknya kini semua telah kembali di tarik tanpa terkecuali.


Ana dulunya adalah anak orang berada. Namun kedua orang tua Ana di tangkap polisi karena menjadi dalang dari penipuan dan penggelapan dana ga g bernilai sangat fantastis sehingga semua aset yang mereka miliki disita oleh pihak yang berwajib.


Untung saja saat itu Ana memiliki Xavier yang benar-benar tulus mencintai dan menerimanya apa adanya. Disaat semua orang meninggalkan Ana, hanya Xavier lah yang selalu ada memberi support buat kekasihnya itu.


Namun Ana sendiri memang tidak tau di untung. Ia masih saja mengobral dirinya kepada pria hidung belang yang mampu membayarnya dengan harga tinggi. Bahkan Ana sama sekali tidak segan-segan untuk menjadi simpanan pria beristri.

__ADS_1


Selama menempuh pendidikan di luar negri, semua biayanya di tanggung sendiri oleh Xavier. Ana benar-benar menjadi ratu dalam kehidupan Xavier.


Kedua orang tua Xavier pun juga sangat menyayangi Ana seperti putri kandungnya sendiri.


Tanpa Xavier ketahui, Ana ternyata sudah lama terkena DO dari kampusnya lantaran ketahuan bermain api dengan salah satu petinggi kampusnya dan beberapa video ranjangnya yang tersebar ke seantero kampus tempat ia menempuh pendidikan.


Ana menutup rapat ini semua dari Xavier sampai detik ini. Tak hanya itu. Ana juga menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan dengan semua lelaki yang membayarnya, tak terkecuali Xavier sendiri.


Kini Ana tak benar-benar sudah kehilangan ladang uang yang selama ini ia miliki.


Xavier lebih memilih menikah dengan Angel, wanita baik-baik yang jauh lebih cantik dan elegan dari Ana. Bahkan ia sudah memberikan Xavier seorang putri yang sangat cantik.


"Apa gue balik lagi saja ya ke profesi awal gue sebagai pemuas nafsu laki-laki," tanya Ana pada dirinya sendiri di depan cermin.


"Tapi gue capek. Gue maunya seperti dulu, memiliki uang tanpa harus melayani nafsu laki-laki hidung belang dan bermain tanpa sembunyi-sembunyi," ucap Ana pada dirinya sendiri.


"Tidak-tidak. Aku tidak mau lagi. Aku tidak mau capek-capek bekerja seperti dulu lagi. Aku punya Xavier yang akan memberikan apapun yang aku inginkan. Sekarang Angel pasti sudah tidur. Aku akan masuk menyelinap di kamar mereka dan kembali berusaha merayu Xavier. Aku yakin jika Xavier masih mencintaiku. Aku yakin dia hanya berpura-pura di hadapan istri dan juga keluarganya," ucap Ana yang mempunyai ide licik.


Ana kemudian mengganti bajunya dengan pakaian terbuka. Ia kemudian membuka pintu kamarnya dan langsung menuju kamar Xavier dan Angel di lantai dua.


Ana berjalan perlahan dan menguntit agar tidak ketahuan oleh penghuni rumah Raharja.


"Akhirnya sampai juga," gumam Ana pelan mengusap dadanya.


Ana mencoba membuka pintu kamar Xavier dan juga Angel secara perlahan.


"Semoga saja tidak di kunci," gumam Ana pelan.


Dan benar saja, ternyata pintu kamar Angel dan juga Xavier itu sama sekali tidak terkunci.


Saat Ana berhasil membuka sedikit pintunya, Ana mendengar suara yang membuat kupingnya panas. Sebuah suara dimana kedua insan tengah bermain dan bersatu di dalam peraduannya.

__ADS_1


Ana melihat sendiri dengan mata dan kepalanya, Angel dan Xavier menikmati permainan panas mereka. Terdengar dan terlihat jelas bagaimana Angel merasakan kepuasan atas pelayanan dan permainan Xavier yang dulu hanya menjadi miliknya seorang. Kini semua telah berubah. Apapun yang ada pada diri Xavier kini telah seutuhnya menjadi milik Angel.


"Sialan, berani-beraninya mereka berbahagia di atas penderitaan gue. Lihat saja, gue akan membalas ini semua. Kalian tunggu saja nanti," ucap Ana dengan hati yang remuk setelah mengetahui apa yang di lakukan Angel dan juga Xavier di dalam kamarnya.


__ADS_2