Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 42


__ADS_3

Baru pertama kali mendapatkan ciuman dari Angel, Xavier di buat melayang jauh ke awan.


"Rasanya berbeda sekali dengan ciuman-ciuman yang di berikan Ana untukku," gumam Xavier mengelus pipinya yang di cium Angel tadi.


***


Sementara itu, Angel yang sedang memotong sayuran di dapur. Ibu satu anak itu masih mengingat kejadian saat ia mencium Xavier barusan.


"Apa yang telah aku lakukan? Kenapa aku menciumnya?" tanya Angel pada dirinya sendiri.


"Apakah seperti ini rasanya mencintai dan juga dicintai?" tambah Angel dengan pipi yang bersemu merah. Ia memegangi bibir merah ranumnya berkali-kali.


Begitu juga dengan Xavier. Laki-laki tampan itu tak henti-hentinya memegang pipinya yang baru saja di cium oleh Angel. Baru kali ini Angel berinisiatif untuk memberinya sebuah kecupan.


"Apa Angel sudah mencintai gue ya," tanya Xavier pada dirinya sendiri.


.


.


Ana yang saat ini baru saja sampai di tanah air langsung menuju apartemen milik Xavier tempat biasa mereka menghabiskan waktu bersama. Meskipun sudah putus dengan Xavier, Ana masih saja tinggal di apartemen itu karena ia tak punya rumah untuk kembali. Satu-satunya rumah milik kedua orang tuanya telah disita bank karena kasus penggelapan dana yang di lakukan oleh orang tuanya.


Selama berkuliah di luar negri, Ana hanya mengandalkan Xavier dan tubuhnya yang ia jajakan kepada pria hidung belang tanpa sepengetahuan Xavier.


Tanpa Xavier ketahui, ternyata Ana sudah lama di DO dari kampusnya karena ketahuan menjajakan dirinya di Universitas tempat dirinya menempuh pendidikan.


Saat sampai di loby, Ana di berhentikan oleh Satpam yang sudah di perintahkan Xavier untuk menunggu kedatangan Ana.


"Maaf, apakah anda nona Ana penghuni apartemen milik bapak Xavier Raharja?" tanya salah satu satpam tersebut.


"Ya benar. Kenapa ya?" tanya Ana penasaran.


"Maaf nona. Kami mendapatkan perintah dari bapak Xavier Raharja untuk melarang anda menghuni apartemen miliknya," jawab salah satu satpam tersebut menjelaskan dan seketika itu juga Ana sangat kaget sekali.


"Apa? Lo bilang apa? Lo gak tau siapa gue ha?" bentak Ana kesal.


"Maaf nona, kami hanya menjalankan tugas, dan kami tidak tau siapa anda" jawab satpam tersebut dengan santainya. dan mengejek.

__ADS_1


"Sialan lo. Gue ini Ana. Calon istrinya Xavier. Lo jangan nipu gue ya," ucap Ana dengan suara lantang.


"Maaf nona, tapi ini perintah dari pak Xavier. Dan setau kami bapak Xavier sudah menikah dan memiliki anak. Jadi anda jangan berharap dan membohongi kami," jawab satpam lainnya dengan satu alis yang di naikkan ke atas.


"Berani-beraninya kau ya. Liat saja, gue akan balik dan gue akan pastiin lo semua bakalan kena pecat," ancam Ana lalu pergi meninggalkan para satpam tersebut.


"Sial, gue harus kemana sekarang?" tanya Ana pada dirinya sendiri


"Apa gue ke rumah Xavier aja ya. Tapi tunggu..tunggu, bukannya si Xavier sekarang tinggal bersama Angel? Ah bodo amat, gue yakin Xavier pasti masih mencintai gue. Dia mau nikah sama Angel pasti karena terpaksa. Gue ganti baju sama yang lebih seksi dulu kali ya. Biar nanti Xavier liat dan dia pasti bakal luluh lagi," gumam Ana pada dirinya sendiri.


Tiga puluh menit kemudian, Ana akhirnya sampai di rumah Xavier, tepatnya rumah kedua orang tuanya. Karena rumah tersebut tidak menggunakan satpam, Ana dengan mudahnya masuk ke rumah itu.


"Permisi?" teriak Ana dari luar.


"Permisi?" teriak Ana lebih keras.


Beberapa saat kemudian pintu rumah itu dibukakan oleh wanita paruh baya yang ternyata mama nya Gara.


"Hallo Tante," sapa Ana dengan senyuman palsunya.


"Iya saya Ana Tante. Tante apa kabar?" tanya Ana basa-basi.


"Baik-baik," jawab Selena yang masih kaget dengan tujuan Ana kesini, ditambah dengan pakaian yang Ana gunakan sangat-sangat terbuka.


"Saya mencari Xavier Tante. Xavier nya ada kan Tante?" tanya Ana pura-pura ramah.


"Xavier ada. Tapi kamu pasti tau kan jika Xavier sudah menikah dan memiliki anak?" tanya Selena sinis.


"Tau Tante. Saya kesini hanya mau bertemu dengan Xavier sebentar saja," jawab Ana gugup.


"Sebentar, saya akan panggil Xavier dan istrinya dulu," ucap Selena yang terpaksa memanggil putra dan menantunya.


'Sial, ngapain sih harus pake istrinya segala,' batin Ana kesal dengan wajah cemberutnya.


Beberapa saat kemudian, Xavier, Angel beserta anak mereka datang menemui Ana yang menunggu di depan pintu utama karena tidak di persilahkan oleh Selena untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Mau ngapain lo kesini?" tanya Xavier dengan tatapan dinginnya menatap Ana sambil menggendong Bulan putri mereka.

__ADS_1


Tanpa menghiraukan pertanyaan Xavier, Ana langsung berdiri dan berhambur ke dalam pelukan Xavier tanpa memperdulikan Bulan yang sedang berada di dalam gendongan papanya.


Karena ulah Ana yang langsung memeluk dan merengek di pelukan Xavier, seketika itu juga Bulan menangis keras karena terjepit di antara Ana dan juga Xavier.


Selena dan Angel langsung kaget dan terpekik saat melihat kejadian barusan. Bagaimana tidak, karena ulah Ana, Bulan putri mereka harus terjepit di antara Ana dan juga Xavier.


"Ana?" pekik Angel segera menarik dan mendorong tubuh Ana sekuat mungkin dari pelukan Xavier.


"Aawwww sakiit," lirih Ana lebay.


"Ooo sayang, sini sama Mommy ya sayang. Cup..Cup.. Jangan nangis lagi," ucap Angel mengambil putrinya dari gendongan Xavier lalu memeluk dan menenangkannya.


"Xavier kamu lihat kan, Angel baru saja mendorongku. Dia kasar sekali sayang," rengek Ana akan memeluk Xavier lagi.


Sadar akan di peluk Ana kembali, kini giliran Xavier yang mendorong Ana sehingga wanita pengganggu itu terjerembab ke lantai.


"Kurang ngajar lo Ana. Lo sengaja kan bikin celaka anak gue?" bentak Xavier dengan mata yang berapi-api.


"Aku gak tau Xavier. Aku gak sengaja. Kamu kenapa sih jadi sekasar ini sama aku?" ucap Ana manja.


Muak mendengar suara Ana, Selena yang dari tadi sudah sangat kesal kepada Ana langsung memberikan tamparan di wajah wanita tersebut.


"Aaawww sakit," lirih Ana memegang pipinya.


"Ana, sebelum saya benar-benar marah kepadamu, tolong kamu pergi dari rumah saya ini," usir Selena dengan tangan menunjuk pintu keluar.


"Aku gak mau Tante. Aku gak tau harus pergi kemana lagi


Xavier baru saja menyuruh orang untuk mengusirku dari apartemen itu. Tante tau, aku nggak punya siapa,-siapa lagi," rengek Ana kepada Selena.


"Kamu mengusirnya?" tanya Angel saat Bulan telah kembali diam seperti semula.


"Ya. Sekarang dia bukan siapa-siapaku lagi. Maka aku menyuruh orang untuk mengusirnya," jawab Gara dengan tatapan dinginnya.


"Tapi aku tidak punya apa-apa lagi Xavier," rengek Ana.


"Bukan urusanku," jawab Xavier singkat.

__ADS_1


__ADS_2